
Nata menatap kesal kakaknya tersebut, kakaknya tersebut benar-benar membuat dirinya malu saat dibandara.
Flashback on
Nata berjalan dengan langkah santai, bahkan banyak pasang mata menatap dirinya kagum. Satu kata untuk Nata, cantik.
Nata mencari kakaknya yang sunguh menyebalkan. Ia bahkan sudah beberapa kali bertanya kepada salah-satu pekerja bandara.
"Dasar abang laknut! Tadi suruh cepet, eh pas udah cepet belum juga nongol... Bete deh gue ini..." batin Nata kesal.
Albara menatap adiknya dengan tatapan jahil. Ia segera mendekati adiknya dari belakang, ia ingin membuat adiknya kaget.
Albara segera memeluk Nata dengan erat dan hal tersebut langsung membuat Nata berteriak.
"E-Monyet!!!... Lepas!!!" teriak Nata dengan seluruh tenaganya, dan tentunya aksi adik dan kakak tersebut menjadi tontonan umum.
Tak sedikit orang yang merekam kejadian tersebut. Bahkan hampir seluruh orang yang merekam menguploadnya di medsos. Mungkin sebentar lagi Nata dan Albara akan terkenal.
Nata mencoba melepaskan diri dari pelukan Albara, namun mengingat kekuatan Nata tidak sepadan dengan Albara yang notabenya adalah cowok, tentunya Nata tidak dapat melepaskannya.
"Lepas, gak? Dan juga siapa lo?? Jawab woi!!" Nata terus menendang kaki Albara yang tentunya langsung membuat Albara kesakitan, namun ia tahan.
"Adek gue jahat banget, dah..." Albara memasang wajah nakalnya, ia menambah kekencangannya dalam memeluk, dan hal tersebut langsung membuat Nata kesakitan, sama seperti Albara ia menahannya. Kakak dan adik sama aja, kembar lagi.
"Gak..." ucap Albara yang langsung membuat Nata terdiam.
"Suaranya... Kok gue kayak pernah denger, ya? Oh shit! Dasar abang laknut!" Nata menyadari bahwa Albaralah yang memeluknya, dan hal tersebut membuat Nata tidak perlu menahan diri
Bruk...
Albara terjatuh sambil memegang burung masa depannya. Yup, Nata menendang burung Albara dengan kaki mulusnya, untungnya Nata tidak terlalu bertenaga menendangnya, jika ia menggunakan seluruh tenanganya mungkin saja ia tidak akan memiliki keponakan dari kakak kembarnya.
Setelah Albara melepaskan Nata, Nata menatap Albara dengan garang. Bahkan tatapannya layaknya seorang predator yang ingin mencabik-cabik mangsanya.
Nata segera meninggalkan kakanya yang tengah kesakitan memegang masa depannya. Bodo amat dengan hal itu, Nata sungguh marah dan malu.
Flashback off
"Dek... Sorry... Gue gak bermaksud buat lo malu..." Albara terus saja memohon maaf ke adik manisnya itu. Bahkan saat ini mereka telah sampai dirumah.
"Gak peduli!" Nata segera meninggalkan kakaknya tersebut, ia memilih untuk nonton Anime dari pada mendengar ocehan kakaknya yang membuatnya semakin badmood.
__ADS_1
"Nat!! Dengerin gue du-"
Brak....
Sebelum Albara dapat menyelesaikan ucapannya, Nata menutup pintu kamarnya dengan keras yang dimana hal tersebut membuat Albara langsung berhenti bicara.
Ia terlalu syok dengan sikap Nata, dimana sifat adiknya yang manis dan penyayangnya itu? Apakah karena sekarang adiknya sudah remaja, sifatnya jadi labil? Albara merasa dirinya tidak sanggup menghadapi kembarannya itu, Albara menganggap Nata adalah anaknya semenjak ayahnya meninggal. Wajar hal tersebut terjadi, mengingat Albara adalah anak cowok satu-satunya.
"Adek gue... Ternyata udah besar..." pikir Albara dengan senyum kecutnya. Ia takut adiknya tersebut pergi meninggalkan dirinya, seperti ayahnya. Terkesan lebay memang, namun Albara tidak peduli.
***
"*Nat... Gue sayang sama lo... tapi sorry, gue gak cinta sama lo..." ucap lelaki tersebut memandang gadis didepannya sendu.
"Tap-"
"Plis... Lupain gue, gue gak suka sama cewek kayak lo..." gadis yang ditatapnya hanya terdiam mendengar penuturan sang lelaki. Sebegitu tidak sukanyakah sang lelaki pada gadis tersebut hingga sang gadis tidak diberi kesempatan untuk membuat sang lelaki jatuh cinta padanya?
"Ka-kalo gitu... Lo suka sama siapa, Ben?" tanya gadis tersebut dengan ragu, ia terlalu takut untuk ditolak oleh orang yang ia cinta (?)
"Gue suka sama Disel..." ucap lelaki tersebut percaya diri. Apakah dia tidak takut melukai perasaan gadis tersebut?
"Di..sel?" tanyanya memastikan
"Tapi dia itu pu-"
"Nat! Kesabaran gue udah habis, ya! Gue bilang lagi sekali... Gue gak cinta sama lo! Oh, dan satu lagi... Jangan ganggu Disel... Dia sering nangis gegara lo! Dia sering curhat sama gue... Plis mulai sekarang jangan ganggu Disel..." ucap lelaki tersebut, lelaki tersebut langsung meninggalkan gadis tersebut.
Gadis tersebut menatap tidak percaya kearah sang lelaki. Sepertinya dimata lelaki tersebut, dirinya sangat buruk. Tanpa seizin gadis tersebut, air matanya keluar.
"Nat..." kembaran dari sang gadis tersebut memegang pundak gadis tersebut. Kembarannya menatap sendu, seharusnya dari awal ia menghentikan adik kembarnya tersebut.
"Sabar ya, Nat... Gue selalu disamping lo..." ucap lelaki tersebut.
"Bang... Gue kayaknya dibenci sama dia sekarang, deh..." lirih gadis tersebut. Kembarannya tidak menjawab, ia hanya langsung memeluk gadis tersebut*.
📞 Telephone masuk
âž¡ Shella
🎶*Cause baby you're my number-number-number-number one...
__ADS_1
🎶And you're the only-only-only-only one*...
Suara Handphone Nata mulai menggema dikamar Nata. Nata terbangun dengan keringat dinginnya, ini bukan pertama kalinya Nata memimpikan hal yang sama.
Nata segera mengangkat telephone tersebut yang sudah dari tadi berbunyi. Ia mengangkat dengan suara serak khas bangun tidur.
 "Iya, Hallo?"
"Nat!!! Lo baru bangun tidur?"
"Em..."
"Pantesan..."
"Kenapa lo nelp gue?"
"Oh iya... Gue cuma mau ngasih tau... Abang gue mau nikah..."
"Oh..."
"Oh.. Aja? Gak ada yang lain... Lo tau kan abang gue umurnya sama kyk gue?"
"Em..."
"Plis deh, Nat... Gue serius ini!!"
"Gue duarius... Huahem.... Duh gue ngantuk pake banget nih... Gue bobo dulu, ya..."
"Eh! Lo denger du-"
Tut... Tut... Tut...
Nata mematikan telephone dengan sepihak. Akan bahaya jika ia melanjutkan pembicaraan itu dengan Shella. Oh, dan satu lagi ia sudah tidak mood tidur karena mimpi sialan itu.
Nata segera masuk kekamar mandi untuk melakukan ritual mandinya. Ia harap semoga saja ia bisa melupakan mimpi sialan itu, padahal sudah 3 tahun yang lalu kejadiannya.
Kejadian dimana ia ditolak oleh orang yang ia sukai dengan tidak elitnya.
"Huft... Disel...Gue udah lama banget gak ketemu sama si ratu pemenang piala oscar kw... Diamana dia, ya?" gumam Nata. Dari pada membenci Ben, mantan orang yang ia sukai, Nata lebih memilih membenci Disel, cewek berkaca mata dengan seribu topeng.
Disel juga merupakan salah satu musuh yang paling dibenci Nata. Didepannya, Disel akan sok suci, tapi dibelakangnya Disel selalu saja mencemari nama baik Nata. Bahkan Nata tidak pernah membully Disel yang ada Disel yang selalu mendatanginya dengan berbagai ancaman. Sungguh menjijikan.
__ADS_1
Vanes Hyoka