Perjodohan?!

Perjodohan?!
|15|


__ADS_3

Keheningan melanda meja makan, tidak ada orang yang berbicara, hanya ada suara sendok dan garpu memenuhi kesunyian.


"Akhem! Bagaimana tadi malam?" tanya Melly memecahkan keheningan.


"Biasa saja..." Jawab Nata asal.


Biasa saja? Benarkah? Bahkan setelah aksi tarik menarik pintu selesai, ada beberapa aksi lain yang tentunya mustahil dilakukan saat malam pertama bagi pengantin baru. Misalnya saat mereka mau tidur, mereka musti adu mulut terlebih dahulu, bahkan mereka juga perang bantal, dan tentunya pada akhirnya mereka tidur satu ranjang dengan alasan terlalu capek untuk melanjutkan. Apakah hal tersebut dapat dibilang biasa?


"Biasa kayak gimana?" tanya Melly sambil menaik turun kan kedua alisnya.


"Ya... Kayak orang lain..." jawab Nata masih asal. Nata saat ini masih terlalu fokus dengan makanannya.


Rey langsung menginjak kaki mulus Nata yang tentunya langsung membuat Nata meringis. Sedangkan Albara menatap tidak suka kearah Rey, sedangkan yang lain tersenyum menggoda.


"Dasar Rey anjing! Adek gue yang selalu gue jaga ternyata udah gak suci..." batin Albara kesal.


"Kenapa?" bisik Nata tepat disamping telinga Rey. Ia tidak tau apa kesalahan nya, eh malah diinjak kaki mulusnya.


"Ni cowok ceritanya mau ngajak perang ya? Coba aja gue gak nerd... Udah gue terima sedari tadi..." batin Nata sambil menatap Rey tidak suka.


"Lo tadi salah ngomong..." jawab Rey dengan berbisik. Nata mengerutkan dahi, ia tidak mengerti maksud Rey.


"Akhem! Kalau kalian mau bermesraan, nanti aja... Pake bisik-bisik segala lagi..." goda Melly.


"Wih... Sebentar lagi gue jadi tante kayaknya deh..." ucap Shella bangga.


"Tante?" Beo Nata.


"Iya, Tasya iparku... Kan kalian udah wik-wik-wik... Tinggal tunggu hasil deh..." ucap Shella tanpa rasa malu. Selain polos, Nata juga jarang online didunia medsos. Yang Nata tau palingan juga Anime.


"Wik-wik-wik? What is that? is Alien Language? Argghh... Bingung gue..." Nata menatap bingung. Rey menepuk dahinya, istrinya benar-benar makhluk yang sangat luar biasa.


Rey segera membisikkan artinya yang tentunya langsung membuat Nata memerah namun sayang tidak terlihat mengingat foundation tebal nan coklatnya.


"Ka-kalian salah paham!" seru Nata tiba-tiba, yang tentunya langsung membuat semua orang mengerutkan dahi kecuali Rey. "Ma-maksudku... Eto... Gini... Kemarin kita langsung tidur-eh... Maksudnya mandi dulu, ba-baru ti...dur..." jelas Nata. Tolong buang Nata sekarang, saking malunya.


"Kalian gak ngelakuin?" tanya Erick yang langsung dibalas anggukan oleh Rey dan Nata.

__ADS_1


Semua orang kecewa, kecuali Albara tentunya. Albara sangat bahagia, ternyata adik tersayangnya masih suci bin bersih.


"Untunglah..." ucap Albara bahagia yang langsung ditatap horror oleh semua orang bahkan termasuk Nata.


"Kenapa?" tanya Albara bingung saat melihat semua orang menatapnya horror.


Tuk...


Lina memukul kepala anaknya, ia langsung memberi tatapan mengancam 'jangan buat rusuh!'.


"Ck!" Albara menarik nafas "Maaf..." ucapnya dengan nada tulus, padahal mah hatinya udah berbadai.


"Puft...." Albara menatap kesal kearah adik cantiknya itu.


"Dasar adik laknut!" batin Albara saat melihat adiknya menahan tawa.


Rey menatap remeh ke Albara, tentunya dibalas dengusan kesal oleh Albara. Tapi tenang aja, walau mereka saling mengejek, persahabatan mereka tidak akan hancur. Masalah seperti ini mah sudah sering terjadi, bahkan mereka pernah bertengkar hebat karena cewek, namun pada akhirnya mereka baikan dan si cewek ditinggalkan begitu saja, padahal mah si cewek udah pamer didepan temen-temannya bahwa ia direbuti dua cogan, malang memang.


"Oh iya... Habis ini kalian mau kemana?" tanya Lina


"Hangout" jawab Rey.


Mereka menjawab dengan kompak. Melly dan Lina segera menatap tajam kearah anaknya saat mendengar jawaban anaknya.


"Salah gue apa coba?" batin Nata dan Rey.


"Em... Bukankah Rey mulai besok akan sekolah... Lebih baik kalian beli perlengkapan sekolah untuk Rey. Iya kan?" solusi Melly. Melly segera menatap tajam Rey agar tidak protes.


Nata dan Rey hanya mengangguk pasrah, hari minggunya ternyata harus di isi dengan kegiatan yang menurut mereka unfaedah, padahal mah kegiatan mereka berdua yang unfaedah.


***


Sepertinya, kesan lugunya Nata hancur. Rey sedari tadi bingung, dimana sifat lugunya Nata?


Semenjak sampai di mall lebih tepatnya saat sampai dibagian alat tulis. Nata berubah menjadj cerewet dan galak. Bahkan menurut Rey, Nata menjelma menjadi ibunya.


"Pokoknya yang ini harus dibeli..." ucap Nata keukeuh.

__ADS_1


"Tap-"


"Gak ada tapi-tapian!" Nata segera memasuki alat tulis tersebut ketroli belanjaan tanpa sepertujuan Rey.


"Hadew... Dimana istri gue yang gagap? Gagapnya hilang, eh galaknya muncul... Ini pertama kalinya gue diperintah sama orang lain, biasanya yang berani cuma keluarga doang... Kayaknya sebentar lagi ni cewek jadi bunda kw..." batin Rey.


"Tas..."


"Aku bukan tas!" seru Nata yidak terima saat dipanggil dengan Tas.


"Huft... Tasya sayang... Ini-"


"Sayang? in your dream..." potong Nata sambil menatap sinis Rey.


"Sabar... Jangan Marah, Rey... Inget istri sendiri... Huft..." batinnya kesal sambil mengepalkan kedua tangannya untuk menahan amarah.


"Tas-ya... Ini itu udah banyak... Dan juga gak mungkin gue bawa kesekolah semuanya... Jadi, ini udah kelebihan..." ucap Rey sambil tersenyum paksa.


Nata menatap manik mata Rey yang hitam nan jernih. Mereka saling tatap menatap. Nata memikirkan ucapan Rey.


"Iya juga, ya... Bahkan gue kesekolah aja palingan cuma bawa 1 sampek 3 buku tulis. Pulpen pun pinjem... Kayaknya gue kebanyakan deh..." batin Nata sambil masih menatap Rey.


"Yaudah... Ini bisa dicadangin kan... Pake jaga-jaga..." Nata segera meninggalkan Rey yang ingin protes.


"Iya sih... Tapi ini semua yang bayar kan gue... Huft... Dasar cewek!" batin Rey kesal. Rey segera mengejar Nata.


Setelah selesai belanja, mereka akhirnya membayar dikasir.


"Selamat siang..." sapa Penjaga kasir yang dibalas senyuman dingin oleh Rey dan senyuman judes oleh Nata. Begini lah Rey, seplayboy-playboynya Rey, namun jika tidak kenal yaudah sifat dinginnya keluar, walaupun itu wanita cantik.


"Ganteng-ganteng dingin... tapi misterious gitu... Aa... Tamvan... Tapi siapa sih cewek jelek disampingnya? Gak cocok mereka berdua..." bantin penjaga kasir tersebut. Penjaga kasir tersebut sesekali melirik Rey dan menyenyuminya juga.


"Gue tau, gue ganteng... Tapi sayang, gue gak doyan tante-tante..." ucap dingin Rey. Penjaga kasir tersebut melongo. Tante? Bahkan umurnya masih 20 tahun, masih muda.


"Masih mending jelek dari pada tante-tante..." tambah Nata dengan sinis.


Penjaga kasir tersebut mendengus kesal mendengar penuturan keduanya. Nata dan Rey tersenyum puas melihat reapon penjaga kasir tersebut.

__ADS_1


"Tau rasa kan..." batin Mereka berdua kompak.


Vanes Hyoka


__ADS_2