
Keesokan harinya Aurel pun telah siap dengan peralatan yang akan dibawa olehnya ke perkemahan, Aurel pun pamitan sama orangtua nya dan menjalankan mobil bergegas ke kampus. Sesampainya dikampus, Aurel melihat sahabat nya itu lalu menghampiri mereka.
"Pagiii". Ujar Aurel.
"Pagi Aurel". Ujar mereka.
"Gimana udah bawa alat buat perkemahan nanti?". Tanya Cindy.
"Udah dongg". Ujar mereka.
"Yasudah ayok masuk ke kelas". Ajak Nita dan mereka mengangguk.
Mereka pun akhirnya masuk dan duduk ditempat masing masing, kemudian dosen datangg ke kelas.
"Pagi anak anak". Ujar dosen tersebut. "Pagi". Ujar mereka.
"Apakah kalian sudah membawa alat alat untuk perkemahan?". Tanya dosen.
"Sudah bu". Ujar mereka.
"Baiklah sebelum kita berangkat, kita absen kehadiran dulu ya takutnya masih ada yang belum datang ke kampus". Ujar dosen dan diangguki mereka.
Akhirnya absen kehadiran telah selesai dan merekapun disuruh untuk menunggu di lapangan kampus. Aurel dan sahabat nya itu langsung kelapangan, namun Cindy tak sengaja menabrak lelaki yang di depan nya yang tak lain adalah Ferdi.
__ADS_1
"Maaff gue ngga sengajaa maaf banget". Ujar Cindy.
"Udah santai aja gue udah maafin koo". Ujar Ferdi.
"Makasihh yaaa". Ujarnya tersenyum manis.
"Kalo gitu gue duluan yaa mau susul temen temen". Ujarnya lagi dan diangguki oleh Ferdi.
Senyumannya bagaikan obat bius, membuat gue klepek klepek sama dia, kayanya gue harus deketin dia. Batin Ferdi.
Ferdi pun sama memyusul sahabatnya ituu dan ia melihat ke arah Cindy yang sedang tertawa itu membuat Ferdi senyum senyum sendiri. Kevin yang melihat Ferdi tersenyum itu langsung menyadari jika sahabatnya ini sedang jatuh cinta.
"Senyam senyum sendiri, kesambet setan lho Fer?". Tanya Ajran.
"Gilaa lho, yaa ngga lah gue itu kesambet bidadari dari kayangan". Ujar Ferdi lebay. "Lebayy lhoo" Ujar Sandi.
"Udah jangan ngegosip lagi, kita baris dulu". Ujar Kevin.
"Baiklahh". Ujar mereka.
Setelah dibariskan merekapun disuruh memasuki bus sesuai nama yang ada ditempat duduknya masing masing, mereka duduk secara acak mengakibatkan Aurel terpisah dengan sahabatnya itu begitupun dengan Kevin.
Aurel dan Kevin masuk secara bersamaan ke dalam bus itu, lalu mereka mencari nama mereka dan terkejutnya bukan main tempat duduk mereka sama.
__ADS_1
Akhirnya sama Kevin. Batin Aurel.
Tuhan selalu memberkati gue yang selalu pengen berbicara dengan Aurel. Batin Kevin
Mereka pun duduk dikursinya, merasa canggung akhirnya Kevin mengeluarkan suara.
"Lho udah sarapan blm dari rumah?". Tanya Kevin.
"Udahh kook". Ujar Aurel.
"Lho masih marah sama gue rel?". Tanya Kevin
"Ngga koo cuman lagi ngga mood ajaa koo". Ujar Aurel.
Akhirnya bus berjalan, Aurel merasa ngantuk dan iapun hampir saja jatuh jika Kevin tidak menahannya. Kevin pun meletakkan kepala Aurel kebahunya agar dia tidak terjatuh.
Lho cantik kalo dilihat dari dekat imutt sekali. Batin Kevin.
Akhirnya Kevin pun terlelap tidur menyusul Aurel ke alam mimpi nya. Dan tanpa sadar mereka berdua tidur banyak yang melihatnya yang tak lain adalah Marry. Dia cemburu karena Kevin sekursi dengan Aurel.
Awas aja lho Aurel gue akan membuat hidup lho menderita. Batin Marry.
Akhirnya mereka pun sampai, kemudian mereka berjalan menelusuri hutan untuk berkemah dan mencari tempat aman yang jauh dari bahaya.
__ADS_1
Bagaimana kelanjutannya?
Jangan Lupa Vote, Like and Comment yaa gays :)