Perjuangan Cinta Aurelia

Perjuangan Cinta Aurelia
Episode P.C.A Ke - 66


__ADS_3

Acara telah selesai, Aurel yang merasa lelah langsung berpamitan kepada kedua orangtuanya juga mertuanya, karena ia sudah merasa berat dengan baju yang ia gunakan sekarang.


Sesampainya dikamar yang sudah dirias khusus untuk pengantin, Aurel langsung ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, sedangkan Kevin menunggu Aurel di atas ranjang sambil memainkan ponselnya.


“Sayang”. Panggil Kevin.


“Apa sayang?”. Tanya Aurel dalam kamar mandi.


“Kamu lagi apa sih? lama banget”. Ujar Kevin dari luar.


“Bentar ini aku susah buka bajunya”. Ujar Aurel pelan karena malu.


Krek!! Pintu terbuka, terlihat Kevin masuk kedalam untuk menghampiti Aurel yang sedang berusaha membuka baju pengantin, akan tetapi ia tidak bisa membuka karena terlalu berat.


“Mau aku bantu, sayang?”. Bisik Kevin membuat Aurel merinding.


“Baiklah, aku udah pegel nih daritadi coba buka baju ini tapi gabisa karena berat”. Keluh Aurel.


“Kenapa ngga bilang daritadi sayang? kan ku bisa bantu”. Ujar Kevin gemas.


“Aku malu”. Ujar Aurel pelan membuat Kevin tersenyum menyeringai.


Kevin mendekat kearah Aurel, lalu membuka baju pengantin berwarna putih dari badan Aurel, setelah ia buka terlihatlah badan putih istrinya tersebut membuat ia langsung bergairah.


Kevin mencium lembut bahu Aurel membuat istrinya merona, ciuman Kevin pindah ke leher jenjang Aurel yang begitu mulus, Aurel terbuai dengan sentuhan Kevin membuatnya mendesah.


“Sayang, bisakah kita lakukan malam pertama kita?”. Tanya Kevin purau.


“Tapi aku belum mandi sayang, badan aku lengket banget inih tuh”. Jawab Aurel lembut padanya.


“Nanti aja mandi nya habis ngelakuin yaa sayang”. Ujar Kevin memelas.


“Baiklah sayang, tapi masa kita ngelakuinnya di kamar mandi sih”. Ujar Aurel kepada Kevin.

__ADS_1


Kevin tidak menjawab perkataan Aurel, ia langsung saja menggendong Aurel membuat istrinya refleks memeluk leher Kevin, karena kaget tiba tiba saja Kevin menggendong nya, Kevin menidurkan Aurel di ranjang mereka.


Kevin memulai dari mencium kening Aurel, pindah pada kedua mata Aurel, kedua pipi Aurel, Kevin berhenti dengan menempelkan hidung mereka berdua, lalu Kevin mencium bibir merah Aurel dengan sangat lembut.


“Sayang, apa kamu siap?”. Tanya Kevin sebelum melanjutkan aksinya.


“Apakah akan sakit?”. Tanya Aurel takut.


“Memang di awal akan sakit sayang, tetapi nanti kamu akan menikmatinya”. Jawab Kevin pada istrinya.


“Tapi aku takut”. Ujar Aurel.


“Aku akan melakukannya dengan pelan, percayalah sayang”. Ujar Kevin hanya diangguki oleh sang istrinya, Aurel.


Kevin kembali memulainya dari mencium dahi hingga bibir lembut favorit Kevin, Aurel membalas ciuman Kevin, tangan Kevin juga sudah bergerak diatas dada Aurel, mereka sudah tidak memakai sehelai apapun, Aurel merah merona karena malu tetapi ia menikmati sentuhan Kevin.


Kevin pun mulai memasuki miliknya kepada Aurel dengan pelan, namun dikarenakan sempit ia sedikit menghentakan kepemilikkannya pada Aurel, hingga Aurel menjerit kesakitan namun segera Kevin mencium bibir Aurel agar tidak sakit.


Aurel merasa rahimnya hangat karena cairan yang diberikan Kevin, mereka berdua saling menatap dengan penuh cinta, Kevin mencium kening Aurel dengan lembut hingga tidak terasa air matanya mengalir.


"Kamu kenapa nangis sayang?". Tanya Aurel kaget melihat suaminya menangis.


"Makasih sayang, makasih karena kamu udah mau mencintai ku begitu lama, maafkan aku yang selalu membuatmu terluka, maaf sayang aku.. ". Ujar Kevin terhenti karena Aurel mencium bibir Kevin.


"Jangan di lanjut lagi sayang, aku mencintaimu , aku menyayangimu tulus sayang, memang aku pernah benci padamu tapi tak pernah sedikitpun aku melupakan perasaan ku padamu". Ujar Aurel menghapus lembut air mata di pipi Kevin.


Kevin yang mendengar itu merasa bahagia, ia berjanji akan melindungi Aurel dan membuat Aurel bahagia bersamanya, Aurel mencium bibir, pipi Kevin membuat sang suami tersenyum senang.


“Makasih sayang, semoga dede bayi cepat hadir dalam perutmu sayang”. Ujar Kevin mengelus lembut perut Aurel.


“Iyaa sayang, kita berdoa saja semoga cepat hadir buah hati di rahim aku”. Ujar Aurel lembut padanya.


“Yaudah kita istirahat sayang, kasian kamu terlalu lelah sayang”. Ajak Kevin diangguki oleh Aurel.

__ADS_1


“Goodnight sayang”. Ujar Kevin ketika melihat Aurel sudah terlelap.


Aku bahagia memiliki kamu sayang, terimakasih telah menerimaku, aku sayang kamu, cinta kamu dan aku ngga mau kehilangan kamu sayang. Aku janji akan membuatmu selalu bahagia sayang, terimakasih ya tuhan engkau telah memberikannya padaku. Batin Kevin bahagia.


Kevin memeluk erat Aurel, menyusul sang istri ke alam mimpinya, hingga ia pun langsung tertidur mungkin karena rasa lelahnya bercinta bersama sang istri, malam sunyi menjadi saksi kebahagiaan mereka berdua.


Suara burung berkicau tidak membuat keduanya terbangun, mereka masih lelap saling memeluk dalam keadaan telanjang, hingga matahari menyinari mereka membuat Aurel bangun, melihat kesampingnya Kevin masih tidur dengan nyenyak.


“Mau sampai kapan kamu menatapku, sayang?”. Tanya Kevin dengan mata terpejam.


“Ehh kamu udah bangun sayang?”. Tanya Aurel gugup.


Cup “Morning kiss honey”. Ujar Kevin setelah mencium bibir Aurel.


“Ishh kamu nih yaa, udah ah aku mau mandi”. Ujar Aurel bangkit dari duduknya.


Kevin yang melihat itu langsung menggendong Aurel ke kamar mandi, saking terkejut Aurel refleks memeluk leher suaminya itu, sesampainya di kamar mandi Kevin langsung saja mencium bibir Aurel, sedangkan Aurel hanya pasrah karena ini memang kewajibannya sebagai istri.


Beberapa jam kemudian mereka sudah terlihat rapi dan segar, mereka keluar kamar lalu menghampiri keempat paruh baya yang sedang berbincang, Mommy Anggi dan Mommy Linda menatap Aurel juga Kevin membuat mereka bahagia.


"Kalian bangun telat, cepat habiskan sarapan kalian". Ujar Daddy Andri saat melihat mereka berdua.


"Ahh wajar saja mereka telat, karena kan habis malam pertama ya sayang". Goda Mommy Linda.


"Benar itu, cepat kasih kita cucu" . Ujar Daddy Martin membuat Aurel merah merona.


"Siap dad.. awhh apasih main cubit?sakit tau". Ujar Kevin meringis ketika Aurel mencubit pinggang nya.


Kini Kevin dan Aurel sangat berbahagia dengan pernikahan mereka, Kevin selalu berdoa agar tidak ada lagi halangan setelah pernikahan nya dengan Aurel, Kevin tersenyum bahagia memeluk Aurel sambil memandang lautan yang begitu asri.


Bagaimana kelanjutannya? mau tau?


Jangan lupa Like and Comment yaa :)

__ADS_1


__ADS_2