
Dokter pun memeriksa tubuh Mommy Anggi di kamar tamu, setelah di periksa dokter pun membalikkan tubuh nya sambil tersenyum bahagia.
"Istri anda tidak kenapa - kenapa pak". Ujarnya sambil tersenyum.
"Apa maksud kamu?!! jelas - jelas istri saya sakit makanya ia pingsan!!". Ujar Daddy Andri marah.
"Tenang dulu pak, istri anda hanya jangan kelelahan saja karena ada janin di dalam perut istri anda". Ujar dokter tersebut tersenyum.
"Apa? janin?". Tanya Daddy Andri kaget juga senang.
"Iyaa selamat yaa bapak akan menjadi seorang ayah , usia kandungan istri anda baru menginjak 4 minggu". Ujarnya pada Daddy Andri.
"Benarkah?". Tanya Daddy Andri diangguki dokter tersebut.
"Kalau begitu, saya permisi selamat malam". Pamit dokter hanya diangguki oleh Daddy Andri.
"Terimakasih mom, terimakasih kamu telah memberikan hadiah terindah untukku". Ujar Daddy Andri dengan tangis bahagia nya.
"Iyaa sama sama dad". Ujar Mommy Anggi tersenyum.
"Akhirnya kemauan daddy terkabul". Ujar Daddy Andri sambil mencium keningnya.
"Iyaa dad". Ujar Mommy Anggi.
Mereka semua terharu kaget juga terharu termasuk Aurel, hanya saja ia tidak kaget seperti yang lainnya membuat semua melihat kearah nya meminta penjelasan.
"Baiklah, sebenarnya dad aku udah tau mommy hamil dari kemarin waktu kita nangis itu, sebenarnya kita nangis karena terharu mommy sekarang hamil anak yang sedari dulu daddy ingin kan". Ujar Aurel tersenyum manis.
"Kenapa engga bilang dari kemarin?". Tanya Daddy Andri.
"Kan kejutan buat daddy, kebetulan banget kan daddy sekarang bertambah umur dan mommy kasih hadiah buat daddy". Ujar Aurel tersenyum.
"Bener juga apa kata kamu nak". Ujar Daddy Andri.
Semua orang mengucapkan selamat atas kehamilan Mommy Anggi, tentunya mereka senang karena akan ada penerus perusahaan bila yang dikandung oleh Mommy Anggi seorang lelaki, tetapi jika perempuan pun Daddy Andri tidak masalah dengan hal itu.
"Selamat ulang tahun dad, yang ke 34 tahun, semoga panjang umur sehat selalu dan diberikan rezeki yang berlimpah dan bermanfaat yaa dad, maaf Aurel cuman bisa ngasih ini". Ujar Aurel memberikan sebuah kado kepada Daddynya.
"Terimakasih sayang, daddy ngga minta apapun dari kamu, yang daddy mau kamu selalu bahagia sayang, jangan setiap kali daddy melihatmu, wajah mu memancarkan kesedihan". Ujar Daddy Andri diangguki oleh Aurel.
Kevin mengajak Aurel kembali ke taman belajang rumah, setelah sampai disana mereka pun duduk sambil menikmati sejuknya malam, Kevin melihat ke arah Aurel yang tampak cantik malam ini, ia pun memegang dagu Aurel dan Kevin mengecup bibir Aurel membuat calon istrinya memerah kemudian membalas ciumannya.
__ADS_1
"Akhirnya tidak ada lagi yang menghalangi kita, sayang". Ujar Kevin setelah melepaskan ciumannya.
"Iyaa sayang, aku bahagia sebentar lagi kita akan menikah". Ujar Aurel tersenyum bahagia.
"Tentunya aku akan terus meminta jatah, agar cepat tumbuh buah hati kita". Ucapan Kevin membuat Aurel merona malu.
"Udah ahh jangan bahas dulu itu, lebih baik kita kembali ke dalam". Ujar Aurel diangguki Kevin.
Sesampainya di dalam, mereka berdua menghampiri para sahabatnya yang sedang berbincang - bincang, Kevin juga Aurel duduk ketika sampai disana membuat para sahabatnya melihat ke arah mereka.
"Ekhem, berarti nanti yang duluan nikah Kevin sama Aurel dong ya, terus ke Ferdi sama Cindy". Ujar Ajran.
"Iyaa bener bangett tuh, ahh wajar aja kan Aurel udah ngelewatin masa - masa sulit selama suka sama cowok ituu tuh". Sindir Cindy pada Kevin.
"Iyaa maaf dehh, gue yang salah udah buat Aurel sakit hati terus menerus". Ujar Kevin pada sahabat Aurel.
"Udah mending kita main game kejujuran sama tantangan". Ajak Sandi.
"SETUJU!!". Ujar mereka semua.
"Okee yang pertama jatuh kepada lho Kevin, lho pilih kejujuran apa tantangan?". Tanya Ajran.
"Tantangan". Jawab Kevin.
"Yaudah, tantangan nya adalah lho harus cium salah satu perempuan diantara para orangtua kita". Ujar Ajran menyeringai.
"APA!!". Kaget Kevin.
"Lho yang milih tantangan kan". Ujar Ajran santai.
"Okee gue buktiin sama lho pada". Ujar Kevin sambil berjalan ke arah para orangtua.
Yang pastinya gue cium mommy gue lah atau ke calon mertua gue, ahh lihat aja nanti . Batin Kevin.
Kevin sampai di depan para orangtua, membuat para baruh baya melihatnya dengan heran, karena yang lain berada di sana kenapa Kevin kemari, pikir mereka.
"Ada apa nak? ". Tanya Mommy Linda.
"Mom, tante Anggi, tante Maudi, dan yang ada di sini. Izinkan Kevin mencium salah satu dari kalian, karena Kevin dapat tantangan harus mencium salah satu dari kalian". Ujar Kevin hati - hati.
"Kan ada mommy sayang, kenapa harus tanya ke yang lain?". Tanya Mommy Linda.
__ADS_1
"Tante mau, kebetulan tante juga pengen peluk kamu mungkin karena debay ini". Ujaar Mommy Anggi sambil mengelus perutnya.
Kevin pun menghampiri Mommy Anggi, lalu ia mencium pipi Mommy Anggi begitu juga Mommy Anggi memeluk Kevin serta mencium dan mengelus kepala Kevin, Aurel serta yang lainnya kaget karena Kevin berhasil melewati tantangan itu, tapi lebih kagetnya Mommy Anggi memeluk Kevin.
"Terimakasih tante". Ujar Kevin.
"Panggil mommy, karena sekarang mommy adalah ibu mu juga". Ujar Mommy Anggi diangguki Kevin.
"Yaudah mom, Kevin kembali pada mereka, maaf yaa ganggu, permisi". Ujar Kevin diangguki para paruh baya.
"Iyaa sayang". Ujar Mommy Anggi juga Mommy Linda.
Kedua mommy tersebut tertawa karena kompak menjawab Kevin, membuat yang lainnya juga tertawa karena mereka berdua. Sesampainya Kevin disana, ia tersenyum bangga karena berhasil melewati tantangan tersebut.
"Guee menang dong haha". Ujar Kevin ketika duduk disana.
"Lho keren". Ujar Ajran.
"Lho hebat bangett Vin". Ujar Ferdi.
"Is the best for you". Ujar Aurel.
"Ya jelas dong, gue gitu, oke sekarang giliran lho Jran". Ujar Kevin.
"Pilih kejujuran deh". Ujar Ajran.
"Oke, sejak kapan lho suka sama gue?". Tanya Nita heboh.
"Sejak pertama ketemu di pesta ulang tahun orangtua gue". Jawab Ajran santai.
Beberapa jam kemudian, mereka pamit kepada Aurel termasuk Kevin untuk pulang, Aurel juga mengantar mereka ke depan rumah, dilihatnya Kevin kembali masuk ke rumah membuat Aurel heran melihat Kevin.
"Good night, sayang. Aku pulang yaa". Ujar Kevin sambil mengecup kening.
"Iyaa good night too, kabari aku kalau udah sampai". Ujar Aurel diangguki Kevin dengan tersenyum.
"Yaudah kamu masuk sayang, baru aku pulang". Ujar Kevin diangguki Aurel.
Setelah melihat Aurel masuk kedalam rumaah, Kevin pun menjalankan mobilnya untuk pulang ke rumah nya, saking bahagia nya ia tidak menyadari ada yang mengikuti nya dari belakang.
Bagaimana kelanjutannya? mau tau?
__ADS_1
Siapakah yang mengikuti Kevin? ayo tebak?
Jangan lupa Like and Comment ya gays:)