
Biasanya dulu ketika kumpul hanya ada tiga pasangan yaitu Kevin dengan Aurel, Ferdi dengan Cindy dan Ajran dengan Nita tetapi sekarang berbeda Dina dan Sandi pun sekarang berpasangan entah apa yang membuat Tom and Jerry itu menjadi akur malahan bersama.
"Ekhem, sepertinya Tom and Jerry telah akur nih". Goda Aurel pada Dina.
"Iyaa kayanya, wah aku curiga kalian pacaran yaa". Ujar Nita ikut menggoda Dina.
"Ish kalian ini, jangan menggoda ku". Ujar Dina dengan pipi memerah menahan rasa malunya itu.
"Udah deh, kalian liat dia udah memerah pipi nya jangan digoda terus". Ujar Cindy terkekeh.
"Hemm baiklah kita tidak akan menggodanya lagi hehe". Ujar Aurel diangguki Nita.
Ferdi hanya tersenyum melihat kekasihnya yang terkekeh, entah apa yang membuatnya menggila mencintai kekasihnya itu, Kevin yang melihat hanya tersenyum bahagia melihat para sahabatnya ternyata berpasangan dengan sahabat kekasihnya.
"Kalian bawa oleh - oleh dong dari Bali?". Tanya Cindy.
"Maafkan aku, aku lupa karena terlalu buru - buru untuk pergi dari sana". Ujar Aurel sedih.
"Udah gapapa kok Rel, jangan sedih ya". Ujar Cindy diangguki yang lainnya.
"Makasih yaa, aku janji nanti akan mentraktir kalian semua". Ujar Aurel hanya dibalas senyuman mereka.
"Siap, kita tunggu". Ujar mereka tersenyum kepada Aurel.
Ferdi dan Cindy saling melirik, mereka sebenarnya berencana akan memberitahu sahabatnya tentang pernikahan mereka yang akan dilaksanakan, namun mereka berdua ragu untuk mengucapkannya pada sahabatnya. Kevin serta yang lainnya begitu juga Aurel yang melihat Ferdi juga Cindy yang saling melirik pun seperti tau gelagat sahabatnya.
"Kalian kalau mau ngomong, ngomong aja kalee, gausah saling lirik gitu". Celetuk Sandi.
"Bener tuh kata Sandi, tinggal ngomong apa susah nya sih?". Tanya Ajran pada Ferdi.
"Ekhem, sebenarnya gini gays, gue sama Cindy mau kasih kabar buat kalian". Ujar Ferdi.
"Kabar apaan? Cindy hamil?". Tanya Ajran membuat mereka menoleh.
"Yaa kaga lah, lagian gue nunggu sampai kita udah nikah kalee, ngga kaya kalian berdua". Ujar Cindy menunjuk Nita dan Ajran.
__ADS_1
"Yaudah kabar apa yang kalian mau sampaikan?". Tanya Aurel penasaran.
"Gue dan Cindy, akan menikah dua minggu lagi". Ujar Ferdi mantap.
"Seriuss lho? gak bercanda kan?". Tanya Sandi.
"Yaa serius lah, masa gue bohong sih". Ujar Ferdi pada Sandi.
"Wahh bro, selamat yaa semoga lancar segalanya". Ujar Ajran heboh.
Kevin yang melihat Ajran heboh seperti itu terkejut, karena biasanya Ajran akan biasa aja tetapi sekarang ia begitu heboh begitu juga dengan Ferdi serta Sandi yang melihat Ajran heboh hanya bisa mengernyitkan alisnya.
"Heboh amat sih lho, Jran". Ujar Sandi menatap aneh.
"Emang masalah?". Tanya Ajran malah membuat mereka semakin melihatnya dengan aneh.
"Lho apain si Ajran, kenapa sampe **** begini?". Tanya Ferdi pada Nita.
"Lah mana gue tau, nih anak tiba tiba aja gitu". Ujar Nita acuh tak acuh.
"Marry". Ujar Aurel pelan namun bergetar.
"Kamu lihat apa sayang?". Tanya Kevin khawatir.
"Tidak, jangan bunuh aku". Ujar Aurel histeris.
"Sayang, kamu kenapa? jangan buat aku khawatir". Ujar Kevin panik.
"Vin lihat arah mata Aurel kemana, mungkin itu yang membuat dia takut". Ujar Ferdi nimbrung.
Kevin pun mengarahkan pandangan mengikuti arah mata Aurel, betapa terkejutnya dia melihat Marry yang membuat kekasihnya selalu trauma dan histeris setiap malam selama mereka berdua di Bali. Ferdi dan yang lainnya pun melihat ke belakang, karena mereka melihat mata Kevin memancarkan aura kemarahan.
"Vin, lebih baik kita bawa pulang Aurel, sebelum Marry menyadari kita berada di sini". Ujar Ferdi disetujui Kevin.
"Sayang,, kita pulang ya, tenang ada aku disini". Ujar Kevin lembut memeluk Aurel semakin dalam.
__ADS_1
"Iyaa, aku mau pulang". Ujar Aurel bergetar.
"Okee sayang, kamu tenangkan dirimu sekarang Marry sudah tidak terlihat". Ujar Kevin membuat Aurel sedikit tenang.
Marry sudah sampai di Jakarta, karena tau Kevin dan Aurel pasti sudah kembali ke Jakarta namun ia belum melihat wajah mereka berdua. Akhirnya ia memutuskan pergi dari tempat tersebut menuju tempat persembunyian kekasihnya serta kakaknya Alex.
"Marry sudah pergi, kamu tenang sayang". Ujar Kevin.
"Benarkah?". Tanya Aurel takut.
"Iyaa sayang, sekarang kita pulang kerumah kamu". Ujar Kevin diangguki oleh Aurel.
"Sudah, tenangkan dirimu sayang". Ujar Kevin lagi - lagi diangguki oleh Aurel.
Sejam kemudian, mereka telah sampai di rumah Aurel, Kevin langsung membawa Aurel masuk ke dalam rumahnya karena Aurel tertidur. Kedua orangtua Aurel pun menghampiri Kevin, namun Kevin langsung membawa Aurel ke kamarnya diikuti kedua orangtua Aurel.
"Ada apa lagi dengan Aurel?". Tanya Daddy Andri.
"Dia ketakutan om, terus ketiduran mungkin lelah". Jawab Kevin jujur.
"Kenapa dia sampai ketakutan begitu? Apa ulah wanita liar itu? ". Tanya Daddy Andri geram.
"Iyaa om, dia ternyata tau kita sudah kembali ke Jakarta sampai dia menyusul, untung saja dia tidak melihat kita berdua saat di cafe". Ujar Kevin tenang.
"Baiklah, mulai selidiki mengapa bisa dia keluar padahal om sudah menyuruh polisi untuk memberikan dia hukuman yang setimpal dengan Aurel". Ujar Daddy Andri mulai tenang.
"Baik om, Kevin laksanakan". Ujar Kevin diangguki oleh Daddy Andri setenang mungkin.
Kevin pun pamit pulang setelah melihat Aurel yang tidur dengan nyenyak, di perjalanan Kevin menghubungi Leon untuk meminta bantuan nya lagi dan Leo akan menemui dia di rumah nya karena Kevin memberitahukan keadaan Marry yang masih mengikuti kemanapun Kevin atau Aurel pergi.
Aku tidak akan pernah membiarkan oranglain termasuk Marry, melukai mu sayang. Batin Kevin.
Bagaimana kelanjutannya?
Jangan lupa Like, coment and vote yaa gays:)
__ADS_1