Perjuangan Cinta Aurelia

Perjuangan Cinta Aurelia
Episode P.C.A Ke - 50


__ADS_3

Dua hari kemudian, kini Aurel sedang membereskan pakaiannya dan menunggu jemputannya sedangkan sahabatnya sedang mempersiapkan penyambutan Aurel dirumahnya.


Kevin bahagia melihat pujaan hatinya kini telah pulih dari sakitnya. Namun, hatinya tak tenang sehingga ia meminta beberapa buah anaknya untuk mengawasi Aurel dengan ketat ketika disekolah atau dimanapun ia berada.


Beberapa menit kemudian, sampailah orangtua Aurel. Kevin menuntun Aurel, walaupun sudah pulih tetap saja Kevin takut Aurel masih lemah. Aurel dan Kevin memasuki mobil, disusul oleh kedua orangtua Aurel.


"Sayang, kamu udah sehat nak?". Tanya Mommy Anggi.


"Udah mom, lihat saja Aurel sehatkan". Ujar Aurel lembut.


"Makasih yaa Kevin, kamu sudah menjaga anak mommy". Ujar Mommy Anggi.


"Udah jadi tugas Kevin kok tante, gausah sungkan karena Kevin pun tidak mau melihat Aurel menderita". Ujar Kevin lembut.


Ucapan Kevin sukses membuat hati Aurel menghangat, Aurel senang Kevin banyak berubah akhir - akhir ini dan semoga ia tetap seperti sekarang tidak seperti dulu lagi.


_____________________________________________


Beberapa jam kemudian, akhirnya Aurel serta orangtuanya sampai di depan rumahnya. Hendak memasuki rumahnya ternyata gelap, Aurel refleks memeluk Kevin karena takut gelap.


"Mom, kenapa rumah gelap? mommy tau kan Aurel takut gelap hiks". Ujar Aurel mulai menangis.


"Mommy tidak tau sayang, nanti mamah nyalakan lampunya. Sekarang kita masuk dulu sayang". Ujar Mommy Anggi.


"Jangan menangis sayang". Ujar Kevin membuat Aurel merah merona.


Aurel pun melangkah masuk kedalam rumah, ia masih memeluk Kevin dari samping. Aurel terus jalan sampai ruang tamu, tetap saja semuanya gelap membuat Aurel semakin takut dan menangis.


"SELAMAT DATANG KEMBALI AURELIA PUTRI MAHARDIKA!!!! SURPRISE!!". Ujar sahabat Aurel maupun Kevin.


"Kalian yang menyiapkan ini semua?". Tanya Aurel menangis karena terharu.


"Iyaa ini juga ide si Bucin rel, kitaa ikutin deh". Ujar Ferdi melirik Kevin yang kesal.


"Emang siapa si Bucin?". Tanya Aurel pura - pura tak tahu.


"Siapa lagi kalau bukan... ". Ujar Ferdi terpotong oleh Kevin.


"Udah dehh ahh jangan ngeledek terus gimanaa sihh". Ujar Kevin merajuk.


"Seorang Kevin merajuk? ngga salah guee ahahahha". Ujar Ajran diiringi tertawa.

__ADS_1


"Hahaha ternyata cinta membuatnya berubah". Ujar Cindy membuat semuanya tertawa termasuk Aurel.


"Kamu juga jangan ikutan ketawain aku dong ssyang". Ujar Kevin manja pada Aurel, membuat semuanya terkejut.


"Ishh jangan manjaa deh dan aku bukan pacar kamu yaa jadi gausah bilang sayang". Ujar Aurel pura - pura dingin.


_____________________________________________


Perkataan Aurel membuat semuanya tertawa terkecuali Kevin. Dia kesal dengan Aurel, bisa - bisanya ikut menertawankan nya seperti yang lain. Kevin pun balik badan dan keluar dari rumah Aurel.


"STOP IT!!! Jangan bergerak lagi". Ujar Aurel mendatangi Kevin.


"Belum puas ketawain nya? kalau iyaa silahkan tertawa sepuasnyaa". Ujar Kevin dingin membuat Aurel merasa bersalah.


"Kamu baru dateng loh, masa udah mau pulang lagi?". Tanya Aurel pada Kevin.


"Biarin toh ada mereka disisi kamu". Ujarnya pada Aurel.


"Udah deh jangan kekanakkan, ayo sini duduk kamu nyaa". Ujar Aurel menarik Kevin kembali masuk kedalam dan mendudukkan nya di sofa.


Kevin pun duduk bersama Aurel, para perempuan masak didapur kecuali Aurel, karena baru sembuh dari sakitnya, berbeda dengan para lelaki kecuali Kevin, karena menjaga Aurel dan juga tidak tertarik dengan mereka para lelaki yang sedang berbincang - bincang.


"Hmmm iyaa aku laparr sama haus jugaa, tapi kan mereka belum selesai memasaknya". Ujar Aurel lesu.


"Sabar sayang, kalau gitu aku ambilkan minum untukmu". Ujar Kevin lembut dan diangguki oleh Aurel.


Kevin berubah, semoga aja tetap seperti itu tidak seperti dulu. Aku bahagia saat kamu perhatian sama aku, namun aku juga takut semua perhatian mu karena kesalahan Marry. Batin Aurel.


"Nih minum nya rel". Ujar Kevin.


"Makasih dan maaf aku selalu ngerepotin kamu". Ujar Aurel mengambil gelas ditangan Kevin.


"Jangan bilang makasih dan kata maaf karena aku ngelakuin semua ini buat kamu". Ujar Kevin lembut.


"Hmm baiklah Kevin". Ujar Aurel tersenyum manis kepada Kevin.


Senyuman itu yang aku rindukan Aurel. Batin Kevin.


_____________________________________________


Beberapa jam kemudian, mereka semua pulang dari rumah Aurel kecuali Kevin. Selama acara makan bersama, mereka penuh canda dan tawa hingga mereka tidak menyadari ada yang melihat dengan tatapan amarah, benci menjadi satu.

__ADS_1


"Gue ngga akan pernah membiarkan kalian tertawa bahagia setelah apa yang kalian lakukan pada adikku Marry Wilson". Geram Alexander Wilson yang tak lain adalah kakak dari Marry Wilson.


Alexander Wilson biasa dipanggil Alex, mempunyai sikap yang lembut, perhatian kepada keluarga. Namun, sikapnya yang lembut menjadi kasar karena mengetahui adiknya mendekam di penjara. Dan ia janji akan membalaskan dendam sang adik kepada orang yang telah mengirimnya ke penjara tersebut.


Dia tidak tau perempuan yang dekat Kevin itu siapa, dia tidak menyelidikinya. Dia terlarut emosi, melihat mereka tertawa bahagia sedangkan adiknya menderita dipenjara. Alex menyusun rencana dengan bantuan pacarnya Marry yang tak lain adalah Alexander Roy.


Alexander Roy biasa di panggil Roy, mempunyai sikap arogan. Namun, ketampanan nya mampu membuat para wanita terpesona. Alex mengenal Marry secara tidak sengaja, karena Alex melihat Marry dikelilingin preman. Disitulah mereka dekat yang awalnya sahabatan dan berakhir dengan percintaan.


_____________________________________________


Kini tinggalah Kevin dan Aurel berada di ruang tamu, karena yang lain sudah pergi. Kevin dititipkan oleh kedua orangtuanya untuk menjaga Aurel, karena mereka sibuk diluar rumah.


Suasana hening diantara mereka belum ada yang mengeluarkan suara, namun bukan Kevin namanya ia harus jentle sebagai lelaki sejati. Kevin pun menoleh ke arah Aurel, terus menatap nya 'cantik' itulah yang keluar dari mulut Kevin.


"Kevin kamu kenapa liatin aku kaya gitu bangett?". Tanya Aurel namun Kevin belum menjawab.


"Kevin!!". Teriak Aurel hingga membuat Kevin tersadar.


"Apa cantikk?". Tanya Kevin pelan tanpa sadar.


"Hah, kamu bilang apa tadi?". Tanya balik Aurel pada Kevin.


"Ehh engga kok rel hehe". Ujar Kevin gugup.


"Kamu istirahat aja Aurel". Ujar Kevin sambil membawa kepala Aurel ke bahunya.


"Baiklah vin, aku istirahat dulu". Ujar Aurel gugup dijawab anggukan Kevin.


Aurel pun tertidur di bahu nya Kevin, namun Kevin memindahkan kepala Aurel ke paha agar Aurel tidak sakit kepala. Namun, kini Kevin merasa tegang karena Aurel tidur sambil menggerakan kepalanya.


Aduhh gawatt, gimana gue ini posisi nya menegangkan gue. Tapi Aurel cantik juga kalau tidur. Batin Kevin.


Kevin memilih ikut tidur daripada tegang seperti itu, bisa gawat yang ada. Mereka pun tidur dengan posisi Aurel memeluk pinggang Kevin, sedangkan Kevin menyandar ke belakang sofa satu tangan memegang tangan Aurel dan satu tangannya lagi mengelus rambut Aurel.


Bagaimana kelanjutannya? Mau tau?


Jangan lupa Vote, Like and Comment yaa:)


Dukung terus ya gays:)


Jangan lupa bahagia :)

__ADS_1


__ADS_2