
Sepuluh Tahun Kemudian....
Gadis itu tergesa - gesa saat ia melihat jam sudah menunjukkan pukul 06.30, sedangkan sekarang hari Senin dimana jalanan sangatlah macet, ia berlari dari lantai dua hingga terdengar sampai ke ruang makan, segera orangtua tersebut melihat keadaan.
"Beenaa... jangan berlari ketika di tangga! nanti kamu akan terjatuh!". Seru wanita berumur 30-an.
"Sorry mom, I'll be late for school". Ujar gadis tersebut.
"Mommy kan udah ingetin kamu! jangan tidur terlalu malam Beena! gini kan akhirnya kamu terlambat ke sekolah". Ujar Wanita itu dengan tegas.
"Yes mom, i promise i won't sleep too late again". Ujar gadis itu menunduk.
Datanglah adik kembar dari wanita tersebut, mereka berdua datang untuk melihat keponakannya yang sangat tampan juga cantik, mereka berdua merindukan keponakannya itu karena sudah lama tidak bertemu.
"Good morning all". Ujar mereka berdua.
"Good morning to my handsome uncle and beautiful aunt". Balas gadis yang sedang di nasihati itu.
"Loh kalian kok ngga bilang mau datang kemari?". Tanya Wanita tersebut kepada adik kembarnya.
"Kejutan dong kak, ohh ya kakak ipar kemana?". Tanya adik lelaki tersebut.
"Ada di ruang keluarga, kamu samperin sanah kakak masih harus ngurus keponakan kamu yang satu ini". Ujar wanita tersebut.
"Baiklah kak, Bee jangan melakukan kesalahan jadi di nasehatin kan". Ledek lelaki tersebut.
"Isshh uncle nyebelin! ". Ujar gadis tersebut dengan kesal.
"Bye bye Beena, semangat okayy". Ledek adik perempuan itu kepada keponakannya.
Setelah kedua adik kembarnya pergi ke ruang tamu, wanita yang masih muda itu menatap anak perempuan nya, gadis itu menatap pada mommy nya memelas, datanglah Kakak dari gadis tersebut langsung memegang tangannya dan berbisik pada mommy nya entah apa itu gadis tersebut tidak tau.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, gadis tersebut sudah berada di dalam mobil bersama kakak lelakinya, kakak perempuannya sudah berangkat lebih dulu bersama kakeknya, gadis itu melirik kakaknya yang hanya diam saja tidak mengeluarkan suara sedikit pun, lelaki itu menyadari jika adiknya meliriknya sedari tadi hingga ia melirik balik adiknya.
"Sudah kakak bilang, kamu jangan tidur malam Beenaa!". Ujar kakaknya tegas.
"Iyaa sorry kak, aku janji ngga akan ngulangin deh". Ujar gadis tersenyum.
"Lain kali jika kamu membuat mommy seperti tadi lagi, kakak ngga akan bantu kamu lagi". Ancam lelaki tersebut pada adiknya.
"Ahh kak Kavin ngga asik main ancaman kaya gitu". Ujar gadis itu merajuk.
Lelaki tersebut hanya diam tidak menanggapi adiknya mengoceh, beberapa menit kemudian mereka sampai di sekolah tempat gadis itu mencari ilmu pengetahuan, untung saja ia tidak terlambat karena jalanan sedikit lancar tadi, setelah berpamitan pada sang kakak gadis itu pun masuk ke sekolahannya.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat mereka berdua, dia mengepalkan tangannya karena melihat gadis tersebut diantar oleh lelaki yang ia tidak ketahui, dia masuk ke dalam kelas untuk menyimpan tas nya dan setelah itu ia akan ke kelas gadis tersebut.
Siapa cowok itu? ngapain dia nganterin cewek gue? saingan gue? ahh ngga akan gue biarin. Batinnya menggeram kesal.
Setelah upacara selesai, gadis yang selalu di panggil Beena atau Tabeena kembali ke kelasnya, tanpa ia sadari ada sosok lelaki yang mengikutinya sampai ke kelas, hingga terdengar salah satu sahabatnya bertanya kepada gadis tersebut.
"Siapa Angel?". Tanya Tabeena bingung.
"Lihat deh ke arah pintu masuk". Ujar Angel berbisik pada gadis tersebut.
"Whatt!! mau apa dia kesini!". Ujar Tabeena menggerutu namun terdengar oleh Angel sahabatnya.
"Kenapa sih bee?". Tanya Angel bingung dijawab dengan gelengan Tabeena.
Tabeena tidak menjawab pertanyaan sahabatnya, malah menarik tangan seseorang yang sedaritadi mengikutinya, yang di tarik malah tersenyum senang karena bisa merasakan sentuhan oleh gadis pujaannya, berbeda dengan Tabeena yang menarik tangannya dengan perasaan yang sangat jengkel kepadanya.
"Kamu ngapain sih ngikutin mulu?!". Tanya Tabeena kesal.
"Galak amat sih bev, kan aku ini pacarmu". Ujar lelaki tersebut menggoda Tabeena.
__ADS_1
"Pacar dari Hongkong!! Please dehh Daffan jangan ngikutin terus, kesel tau ga sih". Ujar Tabeena pada lelaki yang berada ia panggil Daffan.
"Terserah aku dongg, kan aku ngga mau kamu deket sama lelaki lain apalagi tadi dia nganterin kamu kan!". Ujar Daffan kesal padanya.
Tabeena yang mendengar perkataan Daffan menahan tawanya, lelaki yang dari dulu tak pernah bosan mengikutinya kini tengah cemburu, padahal mereka tidak memiliki hubungan apapun, tanpa sadar gadis tersebut tersenyum manis tanpa sepengetahuan Daffan lelaki dihadapannya.
"Terserah aku dong, mau dianter siapa juga, emang masalah buat kamu!? ". Tanya Tabeena menantang pada Daffan.
"Masalah lahh! kamu itu milik nya aku dari kecil dulu! aku ngga mau kamu deket sama cowok lain Cloura Tabeena Maheswara". Ujar Daffan tegas pada gadis dihadapannya.
"Aku milik kamu? aku milik daddy dan juga mommy aku wlee". Ejek Cloura pada Daffan Abigail Kusuma.
Waktu tidak terasa sampai kini mereka telah beranjak menjadi seorang remaja, banyak yang mereka lewati bersama saat kecil hingga besar, terkadang mereka bertengkar kemudian akur lagi dan seperti itulah setiap hari yang mereka lewati, walaupun sikap Cloura pendiam namun ia juga sangat cuek terhadap lelaki apalagi kepada Daffan Abigail Kusuma.
Daffan mendekatkan wajahnya ke wajah Cloura yang selalu ia sebut Tabeena, gadis itu refleks memejamkan matanya membuat Daffan tersenyum padahal ia hanya akan meniup rambut gadis tersebut, merasakan tidak ada yang beres Cloura membuka matanya langsung memukul dada Daffan karena mempermainkan dirinya.
"Ngapain nutup mata sih? hayohh, mikir apaa sih kamu bee". Goda Daffan membuat Cloura memerah karena malu.
"Engga, engga mikirin apa - apa kok". Ujar Cloura gugup.
"Bener nihh? kayanya berharap di cium ya sama aku?". Tanya Daffan menggoda Cloura.
"Ishh engga ,ngapain berharap dicium sama kamu". Setelah berujar demikian, Cloura langsung berlari meninggalkan Daffan sendiri disana.
Daffan tersenyum penuh arti, melihat Cloura lari sangat kencang, mungkin karena malu namun ia sangat menyukainya, ia selalu berjuang membuat hati Cloura terbuka untuknya, sungguh ia sudah mencintai Cloura sejak pertama kali bertemu, walau pendiam ia sangat suka menjaili Cloura karena pasti akan merasakan kesal padanya.
Tunggulah beberapa bulan ke depan, akan aku pastikan kamu membuka hati Cloura sayangkuu. Batin Daffan sangat percaya diri.
Ia pun masuk ke kelas nya karena beda satu tahun dengan Cloura, ia yang sebentar lagi akan lulus dari SMA sedangkan Cloura naik ke kelas XII SMA, ia bertekad akan membuat Cloura menjadi satu - satunya di kehidupannya, walau rintangan menghadang ia takkan menyerah mengejar cintanya karena ia pria sejati, yang selalu memperjuangkan apa yang ia mau seperti papahnya.
Kasih bonus lagi ngga ya?
__ADS_1
Jangan lupa Like and Comment :)