
Cindy sudah bersiap - siap menunggu Ferdi menjemputnya di rumah, mumpung hari libur ia akan pergi kencan dengan pacarnya itu. Selama menunggu pacarnya, Cindy chattingan dengan sahabatnya di grup 'Bestfriend 4ever'. Cindy menceritakan bahwa dia akan kencan bersama Ferdi.
Cindy tak menyadari kedatangan Ferdi yang duduk disebelahnya, karena sedari tadi menunduk keasikkan chattingan. Hingga suara deheman Ferdi, membuat Cindy terlonjak kaget.
"Ekhem.. asikk banget kayanyaa sampai pacarnya dateng ngga sadar". Ujar Ferdi pura - pura merajuk.
"Ishh kamu yang ngga bilang, aku kaget tau kamu tiba tiba udah ada disamping aja". Ujarnya mendengus.
"Iyaa dehh maaff, mau jalan sekarang apa mau chatting dulu nih". Ujar Ferdi meledek.
"Udah ngga usah ngeledek gtu, berangkat sekarang ajaa. Lagian aku nunggu kamu makanya chattingan sama mereka". Ujarnya pada Ferdi.
"Baiklah tuan putri, mari ikut saya". Ujar Ferdi ibarat pelayan membuat Cindy terkekeh geli melihatnya.
Selama perjalanan, Ferdi mengelus tangan Cindy entahlah itu menjadi favorit dia. Cindy pun senang dengan tingkah pacarnya itu, sekilas Cindy menoleh ke jendela. Melepaskan tangan yang sedang Ferdi pegang lalu menempel pada jendela, membuat Ferdi bingung dengan pacarnya.
"Liat apa sih kamu? sampe tangannya lepas dari aku?". Tanya Ferdi penasaran.
"Tadi aku liat Marry mencurigakan banget tau, udah gitu sama cowok lain bukan sama Kevin". Ujar Cindy membuat Ferdi berhenti.
"Yg bener kamu sayang? kamu lihat dimana Marry sama cowok lain?". Tanya Ferdi.
"Untung kamu berhenti, liat sana itu Marry kan sama cowok lain?". Tanya Cindy.
"Itukan cowok yg dulu Marry pilih dan mengkhianati Kevin dari belakang". Ujar Ferdi membuat Cindy kaget.
Kok gue curiga sama tingkah Marry dan cowok itu yaa?. Batin Cindy bertanya.
"Kamu kenapa ngelamun sayang?". Tanya Ferdi pada Cindy.
"Aku cuman curiga sama tingkah mereka, kaya yang merencanakan sesuatu gitu". Ujar Cindy sepemikiran dengan Ferdi.
__ADS_1
"Iyaa sama aku jugaa, ehh kayanya kita harus ikutin mereka deh. Gapapa kan kencannya di undur jadi sore sayang?". Tanya Ferdi hati - hati takut pacarnya marah.
"Iyaa gapapa ko sayang, lagian aku juga penasaran dengan tingkah mereka". Ujarnya membuat Ferdi lega.
Mereka pun mengikuti mobil Marry dengan hati - hati takutnya ketahuan, hingga mobil itu berhenti di sebuah tempat seperti basecamp. Membuat Cindy dan Ferdi saling pandang bingung, mereka pun turun mobil mengikuti Marry dengan hati - hati.
"Sayangg, gimana sama rencana kamu buat bikin Aurel menderita dan Kevin?". Tanya cowok tersebut.
"Aku nurut kamu aja sayang, lagian kan mereka ngga tau rencana kita ini". Ujarnya tersenyum menyeringai.
"Baiklah sayangg". Mengecup keningnya.
Ferdi dan Cindy kaget bukan main mendengar rencana Marry membuat Aurel menderita dan Kevin, untung aja Cindy udah rekam semua percakapan mereka untuk menjadikan bukti.
Ngga akan gue biarin lho nyakitin sahabat gue, udah cukup lho buat dia tersakiti. Batin Ferdi dan Cindy.
Karena sahabat Ferdi dan Cindy yang tak lain adalah Aurel sama Kevin. Ferdi mengepalkan tangannya geram, ketika mendengar Marry hanya memanfaatkan harta Kevin. Begitu juga dengan Cindy, marah karena yang menabrak Aurel sampai koma itu adalah suruhan Marry.
"Aku ngga nyangka semua ini rencana dia". Ujar Cindy emosi.
"Sama aku pun sayang, yg aku ngga nyangka dia manfaatin harta Kevin bukan karena dia cinta pada Kevin". Ujar Ferdi.
"Untung aja aku udah rekam percakapan mereka, untuk jadi bukti suatu saat Kevin membutuhkan. Karena aku yakin, Kevin saat ini sedang menyelidikinya". Ujar Cindy.
"Baguss sayangg, untung kamu rekam percakapannya kalau ngga kita tidak bisa membongkar kedoknya". Ujar Ferdi mengelus rambut Cindy.
Mereka pun sampai di Cafe dan duduk untung saja mereka sudah mendapatkan izin dari kedua orangtuanya, kemudian memesan makanan serta minuman nya.
Pesanan mereka pun datang saat mereka sedang berbincang - bincang masalah tadi siang. Mereka pun memakan pesanan dengan nikmat dan romantis, karena sekali - kali Ferdi menyeka nasi yg ada di dekat bibir Cindy.
Beberapa jam kemudian, mereka pun bangkit dari Cafe untuk pulang ke rumah. Untung hati mereka sudah tenang, tidak seperti tadi tersulut emosi kepada Marry.
__ADS_1
"Sayang, besok aku jemput apa kamu bawa mobil sendiri?". Tanya Ferdi ditengah jalan.
"Emm.. jemput yaa syangg". Ujar Cindy bergelanjut manja pada Ferdi.
"Oke sayangg". Ujar Ferdi sambil mengelus rambut karena gemas.
"Aku tidur yaa sayang, nanti bangunin kalau udah nyampe hehe". Ujar Cindy cengengesan.
"Yaudah kamu tidur aja sayang". Ujarnya pada Cindy.
Semoga kamu yang pertama dan terakhir sayang, aku sayang kamu. Semoga kamu yang menjadi ibu dari anak - anakku nanti. Batin Ferdi tersenyum pada Cindy yang tertidur.
Beberapa menit kemudian, sampailah Ferdi ke pekarangan rumah Cindy. Ferdi akan membangunkan kekasihnya, akan tetapi ia tak tega jadi dia menggendong nya. Sesampainya di depan pintu, Ferdi mengetuk pintu dan terbukalah pintu tersebut oleh mamah Cindy.
"Ya ampun, Cindy kenapa Fer?". Tanya mamahnya khawatir.
"Gapapa ko tan, Cindy hanya tidur. Ferdi antar dulu ke kamar ya tan". Ujar Ferdi.
"Baiklah tante antar kamu ke kamar Cindy". Ujarnya diangguki Ferdi.
Sesampainya di kamar Cindy, Ferdi merebahkan tubuh kekasihnya ke ranjang. Kemudian mengelus kepala dan mengecup keningnya.
"Good night my sweat, nice a dream. Love you sayang". Ujar Ferdi sebelum keluar kamar Cindy.
Ferdi pun pamit kepada orang tua Cindy karena takut orangtuanya khawatir. Setelah mendapat kesetujuan Ferdi pun melenggang pergi untuk pulang karena hari ini melelahkan dirinya dan Cindy.
Bagaimana kelanjutannya?
Jangan lupa Like and Comment yaa :))
Vote juga yaa:)
__ADS_1
Dukung aku yaa:))