Perjuangan Cinta Aurelia

Perjuangan Cinta Aurelia
Episode P.C.A Ke - 67


__ADS_3

Ku bahagia, ku bisa bersamamu


Menemani mu, dalam suka maupun duka..


Kaulah pertama dan terakhir.


Takkan tergantikan


#S2N26:)


_____________________________________________


(Ferdi & Cindy)


Seminggu kemudian...


Hari ini adalah pernikahan Cindy dengan Ferdi, semuanya hadir dengan khidmat pada acara pernikahan sahabat Aurel juga Kevin, sama halnya dengan pernikahan Kevin dan Aurel, kini semua sahabat kedua mempelai menjadi Bridesmaid dan Groomsmen.


"Coba kamu cek ke kamar, apakah Cindy sudah selesai belum?". Ujar Mamah Sinta.


"Oke siap tante". Ujar Aurel bersemangat.


"Dan kalian bertiga, tunggu disini bersama tante". Ujar Mamah Sinta.


"Asyiaappp tante". Ujar mereka bertiga kompak.


Aurel sampai di kamar Cindy yang sedang dirias oleh MUA, ia menghampiri Cindy dengan senyum bahagia, Cindy yang melihat itu hanya menunjukkan muka kegugupan.


"Apakah sudah selesai mbak?". Tanya Aurel pada perias tersebut.


"Sebentar lagi nona, hanya lima menit saja". Ujar perias itu padanya.


"Ahh baiklah" . Ujar Aurel hanya dianggukinya.


"Apa kamu gugup, honey?". Tanya Aurel pada Cindy, sahabatnya.


Cindy hanya menganggukkan kepalanya sambil tangannya bergetar, Aurel menenangkannya karena ia juga pernah mengalaminya, sesudah Cindy di rias Aurel pun memanggil sahabat nya yang lain untuk menggiring pengantin perempuan keluar.

__ADS_1


Ferdi yang melihat Cindy datang digiring oleh para sahabatnya, ia terpana dengan wajah cantik wanita yang akan menjadi istrinya itu, Kevin yang melihat reaksi sahabatnya pun tersenyum karena ia pernah di posisi seperti Ferdi rasakan.


"Lho gugup?". Tanya Kevin.


"Gue gugup vin, dulu lho gimana?". Tanya balik Ferdi pada Kevin.


"Gugup banget malahan, untungnya gue tenang saat lihat muka istri gue". Jawab Kevin santai.


"Semoga gue bisa tenang kaya lho vin". Ujar Ferdi diangguki Kevin.


Tiba saatnya Cindy berada tepat di depan Ferdi, membuat gugup Ferdi sedikit menghilang, Daddy Santoso memberikan tangan anaknya kepada Ferdi, lalu berkata..


"Ferdi, om titip Cindy padamu, jangan sakiti dia, jangan kecewakan dia, jika semua terjadi maka om akan mengambil Cindy kembali dari kamu". Ujar Daddy Santoso.


"Om tenang aja, saya pasti akan selalu menjaga Cindy dalam setiap waktu, saya akan selalu membuat Cindy paling bahagia di dunia ini". Ujar Ferdi tegas pada Daddy Santoso.


Ferdi membawa Cindy ke altar tepat di depan pendeta, banyak yang hadir di acara pernikahan kedua sejoli tersebut, sahabat mereka berdua sangat bahagia melihat Cindy bahagia terutama Aurel.


"Silahkan kalian ucapkan janji suci pernikahan secara bergantian, dimulai dari pengantin lelaki". Ujar pendeta.


"Ferdi Ardiansyah , aku mengambil engkau menjadi seorang suamiku, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus". Ujar Cindy.


"Kalian resmi menjadi suami istri, silahkan untuk bertukar cincin dan memberikan ciuman pada pengantin wanita". Ujar pendeta.


Ferdi pun memasukkan cincin pada jari manis Cindy, begitu juga dengan Cindy memasukkan cincin pada jari manis Ferdi yang kini telah menjadi suaminya, setelah itu Ferdi mencium kening disusul mencium bibir Cindy dengan lembut.


"Aku hitung sampai tiga, ketika bunga ini jatuh kepada salah satu tangan dari kalian, maka ia harus menyusul aku menikah". Ujar Cindy disetujui semuanya.


"Baiklah aku hitung, satu.. dua.. tig.. a". Lanjut Cindy melempar bunga tersebut tepat sekali jatuh pada tangan Nita.


Cindy maupun yang lain tersenyum senang melihat Nita yang mendapatkan bunga tersebut, beda dengan pernikahan Aurel karena yang mendapatkan bunga adalah Zahra adik kelas mereka.


"Cieee,, jangan lupa nyusul kita berdua yaa kalian". Ujar Cindy menunjuk pada Nita dan Ajran.


"Okeee siappp laksanakan". Jawab Ajran semangat membuat Nita bersemu merah.


"Zahra, bagaimana hubungan kamu dengan Kenzo?". Tanya Aurel.

__ADS_1


"Baik kak, Kenzo memperlakukanku dengan sangat baik namun aku tidak pantas dengannya kak, kita berbeda dari segimanapun juga". Jawab Zahra dengan sendu.


Kenzo yang mendengar perkataan tersebut, menghampiri sang kekasihnya yang tak lain adalah Sabila Ayu Azzahra, ia langsung memeluknya dari belakang membuat Zahra terkejut, namun berbeda dengan yang lainnya mereka sangat senang melihat adegan tersebut.


"Kata siapa kamu tidak pantas denganku, bee?". Tanya Kenzo lembut.


"Memang benar kan, aku tidak pantas dari segimanapun". Jawabnya menunduk.


"Heyy,, tatap mata aku sayang, aku tidak permasalahkan soal itu, aku hanya ingin bahagia bersamamu, menua bersamamu, bersama denganmu dalam suka maupun duka". Ujar Kenzo dengan tegas membuat Zahra tersenyum bahagia.


Beberapa jam kemudian acara pun berlanjut, semuanya menikmati acara tersebut dengan sangat khidmat, Aurel sedang menikmati makanan tersebut tiba - tiba perutnya bergejolak, kepalanya pusing, matanya mulai gelap, tubuhnya tidak seimbang.


"Sayang, kamu kenapa?". Tanya Kevin panik.


"Hoeek,, hoeekk,, tiba tiba aja aku mual hubby". Ujar Aurel lesu.


"Kita ke rumah sakit sekarang". Ujar Kevin makin panik.


"Ngga usah hubby, bawa aku ke kamar hotel aja". Ujarnya lemah membuat Kevin khawatir.


Belum sempat Kevin membawa Aurel ke kamar, Aurel sudah tidak sadarkan diri membuat semua orang panik terutama Kevin juga kedua orangtuanya, mereka berdatangan menghampiri Aurel yang sedang di pangku oleh Kevin.


"Aurel sayang, kamu kenapa nak? Kevin kenapa bisa Aurel seperti ini?". Tanya Mommy Anggi sedih.


"Tadi katanya dia mual mom, saat aku ingin membawa ke rumah sakit, dia tidak mau akhirnya aku membawa ia ke kamar, tapi belum sempat karena Aurel sudah pingsan mom". Ujar Kevin panik.


"Yasudah, kita panggilkan dokter pribadi saja mom". Ujar Daddy Andri diangguki mommy.


Kevin membawa Aurel terlebih dahulu ke kamar, sambil menunggu dokter ia mencium tangan Aurel, perasaannya sedih, khawatir menjadi satu, semoga saja Aurel tidak kenapa - kenapa, pikirnya.


Beberapa menit kemudian dokter keluarga pribadi Aurel tiba, ia segera memasuki kamar yang sudah ada Kevin disana yang setia memegang tangan Aurel, Kevin yang melihat dokter tiba langsung saja menyuruh nya memeriksa keadaan Aurel.


Dokter itu memeriksa sambil tersenyum, ia dia tersenyum persis saat pengumuman akan di adakannya pernikahan Aurel, waktu itu dia memeriksa Ibu Anggi yang tak lain Mommy nya Aurel, Kevin yang melihat senyuman dokter tersebut menjadi marah, karena ia begitu khawatir tetapi dokter tersebut malah tersenyum seakan senang melihat istrinya sakit.


Bagaimana kelanjutannya?


Jangan lupa Like, Comment and Vote ya gays:)

__ADS_1


__ADS_2