
Akhirnya jam kelas selesai, Aurel mengajak sahabatnya untuk makan bersama namun hasilnya nihil mereka tidak bisa makan bersama. Aurel pun berjalan ke parkiran untuk pulang ke rumah nya, hatinya sakit melihat perubahan sahabatnya itu.
Andri melihat sahabatnya di parkiran dengan muka sedih, langsung menghampiri Aurel yang sedang melamun sambil bersedih.
"Hello my princes nya Andri". Ujar Andri membuat Aurel sadar dari lamunannya.
"Hello my prince nya Aurel hahaha". Balas Aurel dengan gelak tawa nya.
"Nahh gitu dong jangan sedih terus". Ujar Andri sambil mengacak acak rambut Aurel.
"Ihh jangan ngacakin rambut akuu". Ujar Aurel merajuk.
"Ihh gitu aja marah, iyaa deh iyaa maaf yaaa". Ujar Andri.
"Okee aku maafin tapi ada syaratnya". Ujar Aurel tersenyum jahil.
"Okee dehh my princes mau nya apa?". Tanya Andri
"Traktir makan yang banyak hehe". Ujar Aurel terkekeh
"Ohh okeee dehh hayu naik, biar aku yang nyetir okee". Ujarnya diangguki oleh Aurel.
Mereka pun berangkat ke sebuah Cafe yang tempatnya agak jauh dari kampus, dalam perjalanan ke Cafe mereka bercanda tawa biar tidak ada kata CANGGUNG hehe.
Akhirnya setelah menempuh jarak beberapa KM mereka pun sampai di Cafe.
Andri lebih dulu keluar lalu membukakan pintu seperti seoarang pengawal yang mengawali sang putri.
__ADS_1
"Silakan my princes". Ujar Andri
"Makasih my prince". Ujar Aurel lembut.
"Siapp my Queen". Ujar Andri membuat Aurel membalikan badan nya.
"Tadi my princes sekarang my queen, mau kamu panggil aku apa Andri?". Tanya Aurel
"Gimanaa aku dong mau manggil apa jugaa hehe". Ujarnya
"Baik baiklah, yaudah yuk kita masuk gk kuat nih lapar". Ujar Aurel diangguki oleh Andri.
Aurel membuka pintu Cafe itu, tak sengaja melihat Kevin beserta sahabatnya begitu pula ada sahabat Aurel. Andri yang sadar dengan perubahan Aurel, ia pun mengikuti arah mata Aurel memandangi dan kini ia tau perubahan sikap Aurel pasti ada hubungannya dengan sahabatnya itu.
Andri menghampiri Aurel yang masih berdiri tidak duduk, yaa pasti Andri tau Aurel sedang merindukan masa masa dengan sahabatnya itu.
"Ehh maafkan aku yaa membuatmu menunggu lama". Ujar Aurel merasa bersalah.
"Udah gapapa aku ngerti ko kamu rindu sahabat kamu kan, dari pada kamu berdiri terus ngeliatinnya mending duduk". Ujar Andri pengertian
"Makasihh yaa kamu emang sahabat aku paling the best". Ujarnya sambil menduduki kursi.
"Iyaa dongg, yaudah kamu pesen katanya pengen ditraktir sama my prince ini". Ujar Andri lebay.
"Iyaa deh aku pesen ini, ini, sama ini". Ujar nya sambil menunjuk menu tersebut
"Baiklahh, kita tunggu ajaa makanannya sampai okee". Ujar Andri tersenyum.
__ADS_1
"Iyaaa siapp hehe". Ujar Aurel sambil tersenyum.
Kalian tega banget sama aku, katanya ngga akan ada yang berubah walau punya pacar. Batin Aurel
Akhirnya pesanan pun datang, namun Aurel masih melamun dan itu membuat Andri kesal karena selalu saja Aurel memikirkan orang lain yang justru tidak memikirkan Aurel.
Andri melambaikan tangannya di depan mata Aurel, namun masih saja melamun. Hingga akhirnya ia menepak tangan Aurel pelan sampai Aurel sadar dari lamunannya.
Aurel yang sedang melamun tersadar karena ada yang menepak tangannya pelan dan melihat orangnya yang sedang memasang muka kesal.
"Ehh maaf Andrii maafin aku banyak ngelamun". Ujar Aurel.
"Katanyaa mau makan tapi ngelamun mulu ahh". Ujar Andri memalingkan mukanya kesamping.
"Iyaa deh maafin yayaya maafin please". Ujar Aurel
"Iyaa aku maafin tapi jangan sampai ke ulang lagi". Ujarnya
"Siaappp boss". Ujar Aurel.
"Yaudah selamat makan, yang kenyang yaa". Ujar Andri dan diangguki oleh Aurel.
Mereka makan dengan lahap, tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang sedang marah. Siapa lagi kalau bukan Aryana Kevin Mahendra, cemburu pada Aurel padahal ia juga sadar kalo dia bukan siapa siapa Aurel. Akhirnya Kevin kembali ke tempat duduk bersama sahabatnya itu.
Bagaimana kelanjutannya?
Jangan lupa Like and Comment yaa :))
__ADS_1