
Beberapa jam kemudian, Kevin dan yang lainnya tiba di tempat basecamp Marry dan pacarnya. Mereka pun perlahan masuk ke dalam, karena takut ada yg melihat.
"Vin,, kita mau kemana mencari Aurel?". Tanya Ajran berbisik.
"Kita cari dulu aja bersama, kalau ngga ketemu kita berpencar mencari Aurel". Ujar Kevin berbisik.
"Oke kalau gitu , kita harus hati - hati jangan sampai mereka tau keberadaan kita". Ujar Ferdi diangguki mereka.
Mereka pun mencari keberadaan Aurel dan Marry di tempat basecamp tersebut, namun mereka tak menemukan adanya Aurel. Mereka sempat putus asa, karena sudah dua jam mereka tidak menemukan Aurel. Hingga mereka mendengar suara jeritan sekaligus tangisan yang mereka kenal yang tak lain adalah Aurel.
"LEPASS!!!! HIKS HIKS HIKS". Teriakan tersebut membuat mereka panik.
_____________________________________________
Mereka pun mencari arah sumber suara tersebut, tibalah mereka di sebuah gedung basecamp tersebut. Betapa terkejutnya mereka saat melihat Aurel tak berdaya, akan tetapi mereka tidak boleh bertindak sekarang karena takut Marry menyadari keberadaan mereka.
"LEPAS!! HIKSS HIKSS HIKSS. MAU KAMU APA SIH!!". Teriak Aurel sambil terisak.
"DIAM!! GUE NGGA AKAN BIARKAN LHO HIDUP BAHAGIA AUREL HAHAHAHA!!". Ujar Marry membuat Aurel ketakutan.
"TOLONG!!! TOLONGGG SIAPAPUN DISANA!!TOLONGG AKUU HIKS HIKS". Teriak Aurel.
"Percuma lho teriak, ngga akan ada yang mendengar. Karena mereka ngga mungkin menemukan keberadaan lho haha". Ujar Marry menyeringai.
"Sebenarnya mau kamu apa sih? Aku salah apa sama kamu hiks". Ujar Aurel lemah.
"Salah lho adalah membuat Kevin terus membela lho dibanding gue pacarnya, yaa walaupun pacar mainan sebenarnya". Ujar Marry membuat Aurel kaget.
"Mak.. maksud kamu apa? pacar mainan?". Tanya Aurel gugup.
"Iyaa lebih tepatnya gue manfaatin harta dia, bukan karena gue cinta sama dia haha". Ujar Marry sambil tertawa.
"Dasarr kamu!!! kamuu jahatt sekalii Marry. Padahal Kevin mencintai kamu". Ujar Aurel pelan namun masih terdengar oleh Marry.
"Yaa gue emang jahat, gue udah khianatin dia dulu dan sekarang pun masih sama. Dan gue ngga mau lihat lho lagi di dunia". Ujar Marry sambil mencengkram pipi Aurel.
_____________________________________________
Marry tidak menyadari bahwa Kevin serta yang lainnya mendengarkan semua dan merekam perkataan tersebut sebagai bukti kuat, untuk mendekam kan Marry ke penjara. Kevin sempat ingin bertindak masuk ketika melihat Aurel tak berdaya, namun diurungkan karena mendengar perkataan Marry tersebut.
Gue ngga akan biarin lho nyakitin Aurel untuk terakhir kalinya. Batin Kevin.
Marry Mencengkram pipi Aurel sangat kuat hingga membuat Aurel meringis menahan sakitnya. Namun, itu tak membuat Marry melepaskan cengkraman nya dari Aurel.
__ADS_1
"Sakitt!! Lepaass". Teriak Aurel.
"Berisik!! gue ngga akan lepasin lho karena keinginan gue melihat lho MATI". Ujar Marry menekankan kata terakhirnya.
"Nggaa!! Lepasin akuu hiks hiks!! Lepass dasar nenek sihir". Ujar Aurel membuat emosi Marry meningkat.
"Lho bilang gue nenek sihir? apa maksud lho hahh!!!". Teriak Marry sambil mengcengkram kuat pipi Aurel.
"Yaa karena kamu jahatt". Ujar Aurel pelan karena tidak kuat lagi rasanya.
Kuatkan aku tuhan, aku sunggu tak kuasa menahan sakit ini. Batin Aurel.
Marry mengeluarkan pisau nya membuat Aurel tegang dan takut bukan main. Saat akan menusuk perut Aurel, Marry berhenti karena mendengar suara bariton dari arah belakangnya.
"Selamat tinggal Aurel.. Gue akan bunuh lho". Ujar Marry sambil mengangkat pisaunya membuat Aurel memejamkan mata.
"STOP!! JIKA KAMU MELAKUKAN ITU, KAMU AKAN TAU AKIBATNYA MARRY!!!". Ujar Kevin teriak.
"Ke-Kevin kamu kenapa bisa ada disini?". Tanya Marry gelagapan.
"Kenapa? karena aku akan menangkap penjahat seperti kamu!! tangkap dia pak!!!". Ujar Kevin pada polisi.
"Lepass!!! apa yang kalian lakukan!! saya ngga bersalah pak". Ujar Marry.
"Ngga!!! lepasin aku Kevin, aku mohon". Ujar Marry pada Kevin.
"Bawa dia pergi pakk!! saya tidak mau melihat muka dia". Ujar Kevin.
Setelah Marry dibawa pergi oleh polisi dan sahabatnya menghampiri Aurel yang sudah tak berdaya, Kevin pun mengangkat Aurel keluar dari tempat tersebut.
_____________________________________________
"Kamu harus bertahan rel, kamu pasti bisa". Ujar Kevin panik.
"Aku udah ngga kuat lagi.. Kevin aku mencintaimu". Ujar Aurel setelah itu tak sadarkan diri.
"Aku juga mencintaimu rel, kamu harus kuat Aurel". Ujar Kevin memeluk Aurel.
"Kitaa akan memulai semua dari awal tanpa adanya pengganggu, asalkan kamu bertahan rel". Ujar Kevin sendu.
Beberapa jam kemudian, mereka pun sampai di rumah sakit dan dokter pun langsung menangani Aurel. Orangtua Aurel dan Kevin pun datang, ketika mendengar Aurel masuk rumah sakit. Melihat Kevin yang mondar - mandir di luar ruangan ICU.
"Kevin bagaimana keadaan Aurel?". Tanya Mommy Anggi.
__ADS_1
"Masih ditangani dokter tan". Ujar Kevin lesu.
"Bagaimana bisa ini terjadi nak?". Tanya Mommy Linda.
"Ini semua gara gara perempuan itu mom". Ujar Kevin emosi.
"Maksud kamu siapa nak? perempuan mana?". Tanya Mommy Linda
"Marry Wilson mom, dia membuat Aurel seperti ini. Maafin aku tantee". Ujar Kevin merasa bersalah.
"Udah kamu ngga usah merasa bersalah nak, doakan saja semoga Aurel cepat sembuh". Ujar Mommy Linda diangguki oleh Kevin.
Beberapa jam kemudian, dokter pun keluar dan itu membuat Kevin langsung menghampiri dokter tersebut.
"Bagaimana kondisi istri saya dok?". Tanya Kevin tanpa sadar mengucapkan kata 'Istri'.
"Istri anda sudah melewati masa kritisnya, namun beliau belum sadar". Ujar Dokter bername tag Pragita tersebut membuat Kevin bengong karena kata 'Istri'.
"Baiklah terimakasih, apakah bisa saya masuk?". Tanya Kevin.
"Boleh, asalkan jangan membuat istri anda banyak pikiran yaa, kalau begitu saya permisi". Ujar Dokter Pragita.
Setelah dokter tersebut pergi, Kevin bukannya masuk malah bengong ditempat nya. 'Istri' kata itulah yang membuat Kevin diam ditempatnya, karena setahu dia dirinya belum menikah tapi kenapa dokter tersebut memanggil Aurel istrinya?pikirnya. Tapi, Kevin bahagia membayangkan dirinya benar - benar menikah dengan Aurel.
Mereka yang sama hal nya dengan Kevin cepat menyembunyikan keterkejutan nya, lalu menghampiri Kevin yang diam ditempat tersebut. Linda yang tak lain mommy nya Kevin, memegang pundak anaknya membuat Kevin terkejut.
"Kamu kenapa diam nak bukannya masuk kedalam?". Tanya Mommy Linda.
"Ehh iyaa mom kelupaan hehe". Ujar Kevin cengengesan.
"Yaudah kita masuk nak". Ujar Mommy Linda diangguki Kevin.
Kevin melihat Aurel lemah tak berdaya di ranjang bansal tersebut, membuat dia tak kuat melihatnya karena kedua kalinya Aurel masuk rumah sakit karena Marry.
Cepet sembuh sayang, aku merindukan senyum mu. Batin Kevin tersenyum
Bagaimana kelanjutannya?
Jangan lupa Like and Comment yaa gays :))
Jangan lupa Vote, ktitik dan sarannya yaa:))
#DirumahAja:)
__ADS_1
@sitisya'adah_23