
Aurel dan sahabatnya sedang duduk disebuah taman dekat kampus, mereka tertawa ketika mendengar cerita dari Dina yang selalu melakukan Stand Up Comedi. Namun, Nita merasa tidak semangat karena perkataan Ajran yang selalu terngiang di otaknya.
Aurel melihat sahabat satunya seperti tak bersemangat karena daritadi Nita menunduk melihat tanah, Aurel pun berdiri dan duduk disebelah Nita karena Dina pindah ketempat yang tadi di duduki Aurel.
"Kamu kenapa Nit? ada masalah? cerita sama kitaa, jangan kamu pendam sendiri Nit". Ujar Aurel
"Aku ngga papa ko Aurel". Ujar Nita
"Tapi aku lihat kamu gk semangat kaya ginii, kamu kenapa? jujur sama aku Nita". Ujar Aurel lembut
"Hikss, hikss Aurell". Ujar Nita menangis sambil memeluknya.
"Lohh kamu kenapa nangis Nit?". Tanya Cindy dan Dina langsung menghampiri Nita.
"Aku haruss gimana hiks hikss, akuu bingung sama hati akuu. Jujur aku suka pada pandangan pertama sama Ajran hiks". Ujar Nita dengan isaknya
"APAA!!". Teriak Dina dan Cindy, namun Aurel biasa saja
"Biasa aja kalian tuh yaa, udah tau sahabat kita lagi nangis". Ujar Aurel diangguki mereka.
Tanpa mereka sadari, Ajran melihat dari kejauhan Nita menangis karena dia menyukai dirinya pada pandangan pertama membuat dirinya terkejut akan hal itu , namun Ajran tersenyum ternyata Nita mempunyai perasaan yang sama dengannya.
__ADS_1
Tanpa Ajran sadari juga, Kevin dan dua sahabatnya merhatikan gerak gerik Ajran yang tengah menguping percakapan Aurel dan sahabatnya, akhirnya mereka menghampiri Ajran yang sedang senyum disana.
"Woyyyy!!! ". Ujar Sandi menepuk bahu Ajran
"Kyaaaa!!! parah lho kagett gue dasaarr!". Ujar Ajran
"Hahahah serius amat lho liat mereka, atau ada yang lho sembunyiin dari kita yaa". Goda Ferdi
"Apaan sihh, ngga gue ngga nyembunyiin apapun dari kalian". Ujar Ajran gugup
"Kenapa lho gugup gituu sihh Jran, biasa aja kali kalo emang ngga ada yang lho sembunyiin mah". Ujar Kevin
"Tapi lho masih gugup tuhh". Ujar Sandii
"Udah dehh cerita sama kitaa, apa yang bikin lho senyum dari tadi sambil liatin mereka, ngga ada penolakan!". Ujar Kevin diangguki Ferdi dan Sandi
"Baiklah baiklah kita ke tempat lain aja takutnya mereka dengar". Ujar Ajran
"Yaudahh hayuuu". Ujar Ferdi merangkul Ajran beserta Kevin dan juga Sandi
Kembali kepada Aurel dan sahabatnya, kini Aurel mengajak Nita berbicara dengan jelas karena kalau menangis jadi tidak akan selesai bicaranya.
__ADS_1
"Yaudah, sekarang aku tanya sama kamu. Kamu suka dia? terus masalah nya apa Nit?". Tanya Aurel mewakili Cindy dan Dina yang penasaran
"Aku cuman takut dia ngga mempunyai perasaan yang sama seperti aku hiks, aku takut jika nanti dia mempunyai pacar aku takut hikks aku takut tak bisa melihatnya lagi". Ujar Nita sendu.
"Yakinin hati kamu, kalo kamu suka jangan nyerah begitu saja. Belum tentu apa yang kamu bilang itu benar Nit, bagaimana jika Ajran juga memiliki perasaan yang sama denganmu?". Tanya Aurel lembut
"Aku bingung harus gimana, satu sisi aku senang karena Ajran adalah anak sahabat papah tapi satu sisi aku takut banyak perempuan yang mendekatinya, aku harus gimana". Ujar Nita lesu.
"Yasudah, nanti aku minta bantuan Ferdi aja biar dia tanya kepada Ajran. Tapi kalo dilihat dari sikap Ajran seperti nya dia itu menyukaimu Nit, terlihat aja waktu tadi kalian kepergok saling tatap muka Ajran merah merona". Ujar Cindy membuat pipi Nita merah karena malu.
"Udah jangan sedih lagi, kalo jodoh ngga akan kemana ko Nit, SEMANGAT!! kamu pasti bisa Nita. Kita dukung kamu terus apapun itu, tapi kamu jangan pendam masalah sendiri okee, kita ini sahabat lohh dan seharusnya kita berbagi masalah mau itu senang atau sedih". Ujar Cindy lagi.
"Makasihhh makasihh kalian memang sahabatku yang paling bisa ngertiin akuu, makaasihh". Ujar Nita terharu
"Udaah kita ke kelas yuu". Ajak Aurel diangguki mereka.
Akhirnya Nita merasa tenang setelah menceritakan semuanya kepada sahabatnya, ia senang memiliki sahabat seperti mereka dan Nita menyanyangi mereka seperti keluarga nya sendiri.
Bagaimana kelanjutannya?
jangan lupa Like and Comment yaa gays:))
__ADS_1