
Hello readers!!
Tetap baca novel karya ku yaa:)
Jangan lupa Like, Coment and Vote nya:)
Aku tunggu, jangan lupa:D
Tambahkan karyaku ke favorit kalian:)
########
Dokter itu memeriksa sambil tersenyum, ia dia tersenyum persis saat pengumuman akan di adakannya pernikahan Aurel, waktu itu dia memeriksa Ibu Anggi yang tak lain Mommy nya Aurel, Kevin yang melihat senyuman dokter tersebut menjadi marah, karena ia begitu khawatir tetapi dokter tersebut malah tersenyum seakan senang melihat istrinya sakit.
"Periksaa!! bukannya senyum!! kamu senang istri saya sakit hah!!". Ujar Kevin emosi.
"Sabarr nakk, jangan dulu emosi mungkin ada kabar baik makanya dokter tersenyum". Ujar Mommy Anggi.
"Ngga mungkin mom, Aurel lagi sakit tapi dia malah tersenyum seperti itu". Ujar Kevin sinis.
"Tenang nak, jangan marah tunggu penjelasan dokter". Ujar Mommy Anggi menenangkan Kevin menantunya.
"Cepatt beritahukan kondisi istri saya!!". Ujar Kevin emosi.
"Selamat tuan, istri anda positif hamil dan usia kehamilan nya sudah 4 minggu". Ujar Dokter tersebut tersenyum.
"A-apaa? hamil dok? istri saya hamil?". Tanya Kevin terbata dan hanya diangguki oleh Dokter.
"Jaga kesehatan istri anda, jangan sampai ia stress, kelelahan dan turuti semua keinginannya selama hamil, karena istri anda akan sangat sensitif jika sedang hamil". Jelas dokter tersebut hanya diangguki Kevin.
Dokter tersebut pun pamit pulang, Daddy Andri mengantarnya sampai depan lalu mengucapkan terimakasih, setelah melihat punggung dokter tersebut hilang dari pandangannya, Daddy Andri masuk kembali ke dalam melihat kondisi putrinya.
"Terimakasih sayangg, terimakasih kamu telah mengandung anakku". Ujar Kevin menghadiahi wajah Aurel dengan ciuman.
"Anakk kita bukan anak kamu aja". Ujar Aurel cemberut.
"Iyaa anak kita sayang, benih cinta kita berdua". Ujar Kevin membuat Aurel malu.
"Kita akan orangtua sayang". Ujar Aurel bahagia memeluk Kevin.
__ADS_1
Setelah semua mengucapkan selamat pada Aurel juga Kevin, semuanya pun pulang termasuk Kevin dan Aurel, sebelum pulang Kevin membisikkan sesuatu pada Ferdi membuat semua penasaran.
"Kevin, jaga Aurel dengan baik, daddy juga menjaga mommy kalian berdua dengan sangat baik karena ini kehamilan kedua". Ujar Daddy Andri tegas.
"Udah dong dad, kita masuk mobil aja duluan". Ajak Mommy Anggi diangguki daddy.
"Hatihati yaa mom, jaga adik Aurel yaa mom". Ujar Aurel ketika melihat mobil kedua orangtuanya akan pergi.
"Kamu juga jaga kesehatan sayang, besok mommy dengan mertuamu akan kesini untuk melihatmu". Ujar Mommy Anggi diangguki Aurel.
Aurel dan Kevin pun masuk ke dalam rumah mereka, yang telah Kevin beli dari beberapa minggu sebelum mereka menikah, Kevin menggendong Aurel membuat istrinya sebal karena suaminya terlalu posesif, setelah mengetahui dirinya sedang mengandung benihnya.
"Aku hanya hamil loh, bukannya sakit parah". Ujar Aurel kesal.
"Aku ngga mau kamu kecapean sayang". Ujar Kevin lembut.
"Tapi aku masih bisa jalan ko, kenapa harus di gendong sihh". Ujarnya merajuk.
"Aku gamau kamu kenapa - kenapa sayang". Ujar Kevin.
Mereka sampai di kamar, Kevin langsung mendudukkan Aurel di ranjang, sementara Aurel hanya bisa diam karena kesal pada Kevin suaminya itu.
"Kenapa hem?". Tanya Kevin ketika melihat Aurel mendiami dirinya.
"Sayang, dengerin aku! aku cuman ngga mau kenapa - kenapa, kamu dengarkan kata dokter bahwa kamu jangan sampai kecapean". Ujar Kevin tegas.
"Padahal aku hanya berjalan bukan mengangkat yang berat - berat hiks hiks, kamu jahatt hiks hiks , aku engga mau liat kamu hiks hiks". Ujar Aurel menangis membuat Kevin panik.
Kevin sangat panik melihat istrinya menangis seperti itu, ia merasa bersalah pada Aurel tetapi ia juga takut terjadi sesuatu pada Aurel, kini Kevin sangat bingung harus bagaimana membuat Aurel tersenyum kembali.
"Sayang, kamu kenapa nangis? aku minta maaf kalau udah buat kamu nangis". Ujar Kevin panik.
"Pergi kamuu, aku ngga mau lihat kamu". Ujar Aurel marah membuat Kevin semakin tak berdaya.
"Sayang, maafkan aku, aku begini karena demi kebaikan kamu sayang". Ujar Kevin membujuk istrinya.
"Kamu tidur diluar". Ujar Aurel dingin membuat Kevin merasa tidak tahu harus berbuat apa lagi.
Kevin menelpon mertuanya, karena mereka sama - sama sedang hamil dan pada saat Kevin menelpon Mommy Anggi, mereka akan tidur namun tak jadi karena Kevin menelpon, membuat mereka berpikir mungkin terjadi sesuatu pada Aurel.
__ADS_1
Kevin : Hallo mom, maaf Kevin ganggu waktu istirahat mommy tapi ini sangat penting mom.
Mommy Anggi : Hallo sayang, ada apa sayang? apa terjadi sesuatu pada Aurel?
Kevin : Mom, Kevin harus bagaimana ini? Aurel marah padaku mom.
Mommy Anggi : Mengapa bisa? coba cerita sama Mommy.
Kevin : Jadi gini mom, aku kan menggendong Aurel ke kamar agar tidak kecapean karena naik tangga, nah dia nangis, aku udah minta maaf tapi Aurel menyuruh Kevin tidur di luar mom, apa Kevin salah mom?
Mendengar keluhan menantu nya membuat Daddy Andri tertawa keras, membuat Kevin mengernyitkan alisnya heran, karena dia sedang mengeluh tetapi di tertawakan oleh mertuanya.
Kevin : Loh kok, malah ketawain Kevin sih dad? bukannya ngasih solusi.
Mommy Anggi : Sudah jangan ngeluh sayang, kamu hanya perlu mengerti perempuan hamil itu perasaan nya sangatlah sensitif, jadi turuti saja kemauannya bila nanti usia kandungan Aurel sudah menincak 4 atau 6 bulan kalian pindah kamar ke kamar yang dibawah, mengerti?
Kevin : Ohh pantas saja tadi dia berubah dari menangis, marah menjadi cuek mom, yasudah terimakasih mom sarannya, aku matikan telepon nya, selamat malam mom.
Setelah mengakhiri panggilan nya, Kevin mempelajari tentang kehamilan yang ia searching di Google , baru lah disitu Kevin paham mengenai kehamilan Aurel dan disitu ia langsung menyeduh susu ibu hamil yang tadi di beli.
"Sayang buka pintunya dong, minum susu dulu ya sebelum tidur". Ujar Kevin membujuk Istrinya.
"Masuk aja sayang". Ujar Aurel dari dalam membuat Kevin tersenyum bahagia.
"Sayang nih susu nya, habisin yaa sayang". Ujar Kevin penuh perhatian.
"Makasih ya suamiku sayang". Ujar Aurel tersenyum manja.
"Apakah kamu masih marah sama aku?". Tanya Kevin memelas.
"Udah engga kok sayang, maaf ya kalau aku kekanakkan". Ujar Aurel memeluk manja Kevin.
"Aku yang salah kok bukan kamu sayang". Ujar Kevin membalas pelukan Aurel.
Aurel menatap Kevin dengan penuh cinta, ia mencium bibir Kevin dengan sangat lembut membuat Kevin terkejut, karena baru kali ini istrinya sangat agresif namun ia menyukai istrinya yang sekarang.
Malam yang sunyi menjadi saksi bisu percintaan mereka berdua, malam begitu panjang sehingga mereka sudah beberapa kali bercinta, dengan sangat pelan Kevin bercinta dengan istrinya karena tidak ingin anaknya kenapa - kenapa.
"Terimakasih sayang, selamat tidur my wife". Ujar Kevin mencium kening Aurel.
__ADS_1
Bagaimana kelanjutannya?
Jangan lupa Like, Comment and Vote ya :)