Perjuangan Cinta Aurelia

Perjuangan Cinta Aurelia
Episode P.C.A Ke - 63


__ADS_3

Aurel dan Kevin kini telah berada di butik untuk mencoba baju yang telah kedua orangtuanya siapkan, Kevin mencoba tuxedo yang di pilih oleh orang tua nya begitu juga dengan Aurel.


Aurel keluar dari kamar ganti memakai baju pengantin, Kevin terpana melihatnya begitu juga Aurel melihat Kevin yang sangat tampan memakai tuxedo warna putih membuatnya merona.


"Kamu cantik sekali, sayang". Ujar Kevin tersenyum manis.


"Kamu juga tampan sekali, sayang". Ujar Aurel malu.


"Ngapain malu gitu hem?". Tanya Kevin.


"Aku malu tau dilihatin kaya gini". Ujar Aurel.


"Haha kamu ini masih aja malu, padahal kita udah lumayan lama pacaran walaupun ngga sampai setahun". Ujar Kevin pada Aurel.


Perkataan Kevin mampu membuat Aurel merah merona, Kevin hanya tersenyum melihat calon istrinya memerah begitu, ingin rasanya Kevin mencium bibir manis Aurel akan tetapi ia akan tahan itu sampai besok.


"Sayang, aku pengen deh cium bibir kamu yang merah". Bisik Kevin menggoda.


"Ishh kamu nih yaa suka banget cium bibir aku". Bisik Aurel sambil mencubit pinggang Kevin.


"Awww sayang, kamu kok nyubit aku sihh, sakit tauu". Ujar Kevin membuat kedua orangtuanya melihat ke arahnya.


"Bodo amatt, habisnya kamu ini gabisa apa ya bicara yang bener". Ujar Aurel kesal.


Bukannya menjawab Kevin malah mencium pipi Aurel membuat Aurel merona, para mommy yang melihat hanya tersenyum senang, karena akhirnya kedua anaknya merasakan bahagia setelah beberapa kali menghadapi rintangan.


"Udah ayo pulang, besok ketemu saat di pelaminan". Ajak Mommy Linda.


"Tapi mom..". Ujar Kevin terhenti karena terpotong oleh mommy nya.


"Engga ada tapi - tapian, ayoo pulang sekarang, Anggi aku duluan yaa sampai jumpa besok". Pamit Mommy Linda menarik tangan Kevin.


"Iyaa Lin, hati hati di jalan yaa". Ujar Mommy Anggi hanya diangguki olehnya.


Kevin pulang dengan wajah murung, rasa rindu selama dua hari bukannya terbalaskan malah bertambah rindu, karena mereka para orangtua menyuruh Kevin dan Aurel jangan bertemu dulu sampai hari pernikahan mereka.


Selama perjalanan pulang Kevin maupun Aurel hanya bisa kasih kabar lewat chattingan WhatsApp, kedua orangtuanya memberi hukuman sedikit bagi kedua anak mereka yang akan menikah.


"Mom, boleh yaa Kevin malem ke rumah Aurel? Kevin kangen mom". Rengek Kevin.


"Engga bisa tetep engga bisa Kevin!". Tegas Mommy Linda.


"Tapi mom.. ". Perkataan Kevin terpotong oleh Mommy Linda .


"Udah ngga ada tapi - tapian, besok juga ketemu". Ujar Mommy Linda.


Kevin hanya bisa mengangguk pasrah, ia harus menahan segala rasa rindu nya untuk besok, bila malam tiba ia akan langsung menerkam sang istri karena rasa rindu nya yang terpendam.


Beberapa jam kemudian, Kevin langsung keluar mobil ketika sampai depan rumah sambil berlari ke kamar nya, sungguh tega kedua orangtuanya menyuruh dirinya untuk tidak bertemu dengan calon istri nya sendiri.

__ADS_1


Begitu juga dengan Aurel, sesampainya di depan rumah ia langsung masuk sambil berlari ke kamarnya, karena Aurel merasa lelah juga mengantuk selama perjalanan pulangnya bersama dengan Mommy Anggi yang kini juga tidak boleh kecapean karena kondisi kehamilan nya masih rentan.


Ting


From : Aurel_sayang❤


To : MyLife ❣️


Sayang kamu udah sampai?


Kevin yang melihat pesan Aurel pun merasa senang, walaupun ingin sekali mencium bibir manis Aurel tetapi ia harus tidak bertemu dulu sampai besok, tetapi ia akan coba menahan semua hasrat yang sudah memuncak, kemudian ia membalas pesan dari kekasihnya.


From : MyLife ❣️


To : Aurel_sayang❤


Udah sayang, kamu udah di rumah?


From : Aurel_sayang ❤


To : MyLife ❣️


Udah sayang, ini lagi rebahan soalnya cape bangett ngantuk lagih 😪


From : MyLife ❣️


To : Aurel_sayang❤


From : Aurel_sayang❤


To : MyLife ❣️


Ishh kebiasaan deh mesum mulu, udah ahh aku tidur gakuat, kamu juga tidur sayang, love you 😘😍❤


From : MyLife ❣️


To : Aurel_sayang❤


Haha biarin 😋 yaudah nyenyak ya sayang, iyaa nanti tidur sayang kamu duluan aja yaa, love you too sayangg 😍😘❤


Aurel tidak menjawab chatting dari Kevin, karena rasa kantuknya sungguh tak tertahankan, hingga ia tidur dengan nyenyak dalam rasa kebahagiaan, karena tinggal menghitung waktu pernikahan nya dengan Kevin akan terlaksanakan.


Ditempat lain yaitu Kenzo Alexander Geonald biasa dipanggil Kenzo, ia memakai nama keluarganya sendiri walaupun merasa tak enak hati kepada kedua orangtua angkatnya yang merawat ia sedari bayi, ia akan menceritakan semuanya kepada Mommy Linda selama ia pergi dari rumah kediaman Mahendra.


Kenzo berjalan keruangan CEO, dia masih merenung tentang nama yang di ganti oleh kakeknya, hingga ia tidak menyadari kehadiran seseorang yang ternyata sekretaris yang di pilih oleh kakeknya.


"Pak Kenzo". Panggilnya.


"Boss". Panggilnya lagi.

__ADS_1


"Boss Kenzoo!!". Ujar nya lagi meninggi membuat Kenzo kaget langsung berdiri dari kursi nya.


"Kamu siapa!!? kenapa kamu bisa ada di sini tanpa mengituk pintu". Ujar Kenzo heran padanya.


"Maaf pak bos, tadi saya sudah mengetuk pintu tetapi tidak ada jawaban, ehh pas saya masuk pak bos lagi ngelamun". Ujar sekretaris Kenzo.


"Ohh maaf tadi saya lagi mikir sesuatu, terus kamu ada apa kemari dan siapa kamu? ". Tanya Kenzo padanya.


"Nama saya Sabila Ayu Azzahra biasa dipanggil Zahra bos, saya disuruh oleh kakek bos menjadi sekretaris pak Kenzo". Jawab Zahra hanya diangguki oleh Kenzo.


Aku engga nyangka bos aku sangatlah tampan, membuat aku jatuh hati padanya tetapi aku sadar, aku dan pak Kenzo sangatlah berbeda dari segi manapun, aku bukan cinderella yang mendapatkan pangeran, aku hanyalah upik abu jadi aku sangat tidak pantas untuk bersanding dengan pak Kenzo. Batin Zahra sedih.


Kenzo yang melihat raut wajah Zahra sedih sambil melamun, ia memperhatikan dari dekat namun Zahra belum menyadari Kenzo yang melihatnya, Zahra masih terlena dengan lamunannya.


Sekretaris gue? secantik ini? yaa tuhan jadikan saja dia istriku sekaligus sekretaris ku, agar aku bersemangat kerja jika melihat istri sekaligus sekretaris ku tiap hari, apakah ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama? Jika benar mudahkan aku mendapatkan dirinya ya tuhan. Batin Kenzo tersenyum.


Kenzo maupun Zahra tidak menyadari perasaan mereka masing - masing, Kenzo menunggu waktu yang tepat sedangkan Zahra memilih untuk memendam rasa itu di dalam hatinya.


"Ekhem, masih sibuk ngelamun?". Tanya Kenzo berada tepat di wajah Zahra.


"Ehh.. pak maaf saya melamun". Ujar Zahra gugup.


"Iyaa gapapa, kamu sudah tau tugas seorang sekretaris?". Tanya Kenzo.


"Sudah pak, bahkan sejak kakek bapak menerima saya bekerja disini, sekarang pun saya melanjutkan menjadi sekretaris tapi bukan untuk kakek melainkan bapak". Jawan Zahra pada Kenzo.


"Baiklah semoga kamu bisa bekerja dengan baik". Ujar Kenzo.


"Siap pak". Ujar Zahra.


"Ohh yaa satu lagi, jangan panggil saya bapak karena sepertinya kita hanya beda beberapa tahun". Ujar Kenzo.


"Lalu saya manggil apa?". Tanya Zahra.


"Sayang atau nama saja". Bisik Kenzo membuat jantung Zahra berdegup kencang.


"Tapi pak.. ". Ujar Zahra terpotong oleh Kenzo.


"Ngga ada tapi - tapian, kamu boleh panggil saya bapak ketika pertemuan klien, tetapi jika kita berdua kamu panggil aku dengan nama saja". Ujar Kenzo.


"Baiklah pak eh Kenzo". Ujar Zahra kaku.


"Nanti juga terbiasa". Ujar Kenzo.


Uhh sayang, andai kamu tau ingin rasanya aku memiliki kamu seutuhnya. Batin Kenzo.


Bagaimana kelanjutannya?


Jangan lupa Like and Comment:)

__ADS_1


__ADS_2