
Keesokkan harinya tepat pukul 8 malam di kediaman keluarga Mahardika mengadakan acara ulang tahun, semua kerabat di undang untuk hadir di acara ulang tahun Daddy Andri yang ke - 34 tahun, serta mengumumkan pernikahan anaknya yang akan dilaksanakan beberapa hari lagi.
Rumah Aurel berubah menjadi seperti istana, karena di dekor dari depan gerbang sampai masuk ke dalam rumah, kini Aurel berada di kamar mommy nya karena Mommy Anggi merasakan mual tapi harus ia tahan sampai waktu menunjukkan pukul 8 malam, masih ada satu jam lagi Aurel pun bersiap - siap di kamarnya namun ia kaget melihat Kevin masuk kedalam kamarnya.
Hampir saja Aurel berteriak karena kaget, kalau tidak orangtuanya akan langsung panik mendengar teriakan Aurel yang akan menyebabkan masalah karena Kevin berada di dalam kamarnya apalagi berdua.
"Sejak kapan kamu disana?". Tanya Aurel.
"Dari 20menit yang lalu, sayang". Ujar Kevin langsung memeluk Aurel dari belakang.
"Aku harus di baju dulu, bentar lagi mulai acaranya". Ujar Aurel padanya.
"Hemm baiklah sayang, aku keluar mau gabung sama sahabat aku ya, dandan jangan terlalu cantik, aku engga suka". Ujar Kevin diangguki oleh Aurel dengan senyuman.
Setelah Kevin pergi, barulah Aurel memakai gaun untuk acara ulang tahun daddy nya dan dirubah menjadi seorang Cinderella oleh tukang rias yang di undang oleh Daddy Andri ke rumah nya, setelah di rubah menjadi cantik ia pun keluar kamar karena acara sebentar lagi di mulai.
Daddy Andri sedang berbincang dengan para kerabat nya yang baru hadir sebagian ditemani sang istri tercinta, mata nya teralihkan ketika melihat anaknya turun tangga begitu persis seperti Cinderella begitu juga dengan Kevin yang melihat calon istrinya menuruni tangga sampai mata ia tidak bisa berkedip dengan kecantikan Aurel.
"Malam semuanya". Sapa Aurel.
"Malam sayang". Ujar kedua orangtuanya.
"Malam juga calon istriku". Ujar Kevin membuat Aurel blushing.
"Aurel, kamu cantik bangett seperti Cinderella di cerita dongeng". Puji Cindy.
"Makasih yaa, kamu juga cantik kok". Ujar Aurel tersenyum manis.
Daddy Andri melihat situasi, setelah dirasa telah banyak yang hadir di acaranya ia pun mengambil mikrofon di dampingi istrinya begitu juga dengan anak tersayang nya.
"Selamat malam semua, disini saya ucapkan banyak terimakasih kepada para hadirin yang telah menyempatkan waktunya untuk hadir di acara saya, malam ini bukan hanya sekedar acara biasa akan tetapi pemberitahuan tentang pernikahan anak saya dengan anak dari sahabat saya yang bernama Aryana Kevin Mahendra, yang akan di selenggarakan empat hari lagi, saya juga meminta doanya kepada kalian semua untuk kelancaran pernikahan anak semata wayang saya. Sekian yang saya sampaikan, silahkan dinikmati acaranya". Sambutan dari Daddy Andri.
__ADS_1
Sahabat Aurel maupun Kevin kaget ketika mendegar pemberitahuan itu, langsung saja mereka menghampiri Aurel juga Kevin. Sesampainya disana, mata mereka seakan menginterogasi mereka berdua karena tidak menceritakan tentang pernikahan Kevin dan Aurel pada saat mereka berkumpul di Cafe.
"Okee, ayo kita ke taman belakang rumah karena disini sangat ramai". Ajak Aurel.
"Okee, sampai disana kamu harus jelasin sama kita semua secara detail tanpa ada yang terlewat". Ujar Cindy.
"Baiklah, ayoo katanya kalian pengen tau". Ujar Aurel pergi duluan bersama Kevin.
"Dihh, berarti Kevin duluan dong yang nikah sebelum kalian berdua". Ujar Ajran menunjuk ke arah Cindy dan Ferdi.
Sesampainya di taman belakang rumah, mereka semua langsung duduk di kursi yang ada di taman. Aurel menatap Kevin dengan tatapan takut, Kevin menggenggam tangan Aurel untuk menguatkan Aurel.
"Ekhem, jadi gini masalahnya yang membuat kita berencana nikah tanpa memberitahu kalian semua, kalian ingat saat kita di cafe ada Marry kan disana?". Tanya Kevin.
"Iyaa, kita lihat, emang apa hubungannya sama Marry?". Tanya Ferdi disetujui yang lainnya.
"Waktu selama aku dan Kevin di Bali, Marry ternyata mengikuti kami berdua, dia juga pernah mengancam aku dengan merebut Kevin atau membuat aku menderita, ia juga sempat mena.. ". Ujar Aurel terhenti karena tidak kuat, oleh itu Kevin langsung menyambungkannya.
"Aurel sempat ditabrak oleh Marry, jika saja gue ga dateng mungkin Aurel akan meninggal saat itu juga, setiap hari kelakuannya semakin menjadi membuat Aurel takut dan trauma karena ulah Marry". Ujar Kevin geram namun menahannya.
"Saat itu, aku menyuruh Leo untuk menyelidiki mengapa Marry bisa bebas dari penjara padahal kasus yang ia terima berat, hingga akhirnya semua terbongkar karena mereka menghasut polisi untuk membebaskan mereka dengan memberikan uang pada polisi tersebut. Saat itu juga kami memutuskan untuk menikah tanpa bertunangan terlebih dahulu, maaf karena tidak memberitahu kepada kalian yang penting kalian tahu dari om Andri". Ujar Kevin selesai menceritakan alasan ia menikah cepat.
"Ahh dasar tuh cewek yaa, emang ngga pernah kapok". Ujar Cindy geram.
"Dasarr wanitaa kejii". Umpat Nita.
"Tidak punya harga diri!!". Emosi Dina.
"Udah kalian jangan marah, aku engga papa kok". Ujar Aurel tersenyum manis.
"Ahh kamu terlalu baik padanya, sekali kali kamu tegas sama dia rel". Ujar Cindy sebal.
__ADS_1
"Yang penting Marry beserta kedua lelaki itu telah mendekam di penjara kan". Ujar Aurel.
"Kenapa ngga dibuang kelaut aja, biar dimakan tuh sama paus". Celetuk Sandi membuat mereka ketawa.
"Hahahah bener tuh apa yang di bilang Sandi". Ujar Ferdi tertawa.
"Good tuh, biar ga ada lagi orang kaya dia". Ujar Ajran setuju dengan perkataan Sandi.
"Dasarr lho ya". Ujar Kevin terkekeh.
Andrian yang melihat dari jauh Aurel serta bersama orang terdekatnya tertawa, ia emang di undang oleh Daddy Andri untuk datang ke acaranya sekaligus mengatakan tentang pernikahan Aurel dengan Kevin, akhirnya ia memutuskan menghampiri mereka yang sedang tertawa.
"Apa gue mengganggu kalian?". Tanya Andrian.
"Ngapain lho disini?". Tanya Kevin ketus.
"Gue disini cuman mau bilang selamat buat pernikahan kalian berdua, semoga lancar sampe hari pernikahan nya". Ujar Andrian tersenyum.
"Makasih yaa". Ujar Aurel tersenyum membuat Kevin cemburu.
"Ingett loh vin, yang ngasih tau kita Aurel di sekap dimana kan dia, jangan gitu dong". Ujar Ferdi.
"Baiklaah, makasih doanya". Ujar Kevin tersenyum sedikit.
Andrian pun pergi dari tempat mereka, namun melihat Mommy Anggi pingsan membuat dia berteriak kaget, melihat Andrian teriak mereka menghampirinya dan langsung kaget melihat Mommy Anggi termasuk Aurel.
Daddy Andri yang mendengar teriakan seseorang segera mencari suara tersebut, betapa terkejutnya dia melihat istrinya pingsan langsung saja memanggil dokter untuk ke rumah sesegera mungkin, ia menatap istrinya cemas serta panik hingga akhirnya sesampainya dokter langsung saja memeriksa Mommy Anggi.
Semoga kamu tidak kenapa - kenapa sayang. Batin Daddy.
Bagaimana kelanjutannya?
__ADS_1
Jangan lupa Like, Coment and Vote yaa :)
Maaf bila nanti lama update, karena sekarang sudah masuk sekolah dan aku udah kelas 12 SMK, pastinya akan sibuk, mohon di maklum ya:)