
Kevin dan sahabatnya menghampiri sahabatnya Aurel yang sedang kebingungan itu dan bertanya kepada mereka.
"Kalian kenapa kayaa bingung gitu? Aurel mana?". Tanya Kevin.
"Iyaa itu Aurel ngga ada makanya kita bingung". Ujar Cindy.
"APAAA!!!" Teriak Kevin.
"Santaii ajaa kalii Vin, telinga gue bisa - bisa budeg gara - gara lho vin". Ujar Ferdi. "Yaudah mending kita mencari Aurel secara terpencar saja". Ujar Ajran dan diangguki mereka.
Semua berpencar mencari Aurel dan Kevin pun mendengar suara isakan yang begitu jelas kemudian menghampiri suara tersebut hingga membuatnya kaget, karena yang menangiss adalah Aurel yang sedang mereka cari dan Kevin menghampiri Aurel.
"Aurell, kamu kenapa nangis? ". Ujar Kevin dan Aurel menoleh ke arah suara tersebut.
"Aku nangis engganya emang apa urusannya sama kamu?". Tanya Aurel. "Udah pergi aja kamu aku mau sendiri". Lanjutnya.
"Please jangan gini Rel, semua sahabat kamu khawatir nyari kamu. Kembali ke tenda yuk udah malem besok kita juga pulang rel". Ujar Kevin
"Baiklah". Ujar Aurel
Mereka pun akhirnya kembali ke perkemahan.Sesampainya ke tempat perkemahan, Marry menghampiri mereka dan menuduh yang tidak tidak kepada Aurel.
"Hehh jalangg, mau jadi pelakorr hahh". Bentak Marry.
"Kamu apaan sih?". Tanya Kevin
"Kamu kenapa belain si ****** ini sih, udah mah dia sugar om om sekarang masaa kamu juga mau jadi sugar buat dia". Ujar Marry.
"CUKUPP!!!! SALAH AKU APA SIH? AKU JELASIN SAMA KAMU YAA, AKU BUKAN CEWEK ****** YANG KAMU BILANG ITUH!!!". Ujar Aurel emosi.
"EMANG BENER KAN!! KAMU ITU ******. BUKTINYA KAMU PUNYA SUGAR OM OM". Ujar Marry tak kalah emosi.
__ADS_1
"STOPP!!!". Teriak Kevin
"ASAL KAMU TAU YAA OM OM YANG KAMU MAKSUD ITU SAHABAT PAPAH AKU MARRY!!!!". Teriak Kevin emosi.
"Tuh apalagi sahabat papah kamu, pastinya malu dongg papah kamu punya sahabat yang jadi sugar dia". Ujar Marry sambil menunjuk pada Aurel.
Aurel merasa dirinya dihina terus²an akhirnya dia menghubungi papahnya itu yang tak lain om om yang Marry maksud. Marry melihat Aurel mengeluarkan ponselnya pun menghina Aurel terus - terusan.
"Tuhh lihat dia mau telepon sugarnyaa ahhaa". Ujar Marry.
"Kamu bisa ngga sih diem!". Bentak Kevin.
"Kenapa jadi aku yang dimarahin kan dia yang ****** syang". Ujar Marry.
"CUKUPP JANGAN MENGATAKAN AUREL ******!!!". Bentak Kevin.
"Tapi dia punya sugar om om apalagi sahabat papah kamu sayang". Ujar Marry tenang
"Om lagi ngapain dihutan?". Tanya Cindy
"Tadi Aurel menelepon om, katanya dia terus saja dihina dan dihina oleh pacarnya Kevin itu, ini juga om mau menghampiri mereka". Ujar papahnya Aurel.
"Bareng kita aja om". Ujar Cindy dan diangguki oleh papahnya Aurel.
Marry melihat sahabatnya Aurel bersama dengan om sugar yang ia maksud lalu menghina Aurel terus terusan.
"Hahaha sugar om om nya udah dateng tuh". Ledek Marry.
"Stop! kamu keterlaluan Marry!". Ujar Kevin.
"Kamu kenapaa sih belain mereka terus sayankk?". Tanya Marry manja.
__ADS_1
"Kamu jangan ganggu mereka atau kita PUTUS!". Ujar Kevin menekankan kata putus.
"Okee okee aku ngga akan ganggu mereka lagi". Ujar Marry dan diangguki oleh Kevin.
Cindy beserta sahabat dan papahnya Aurel pun tiba, mereka langsung menghampiri Aurel.
"Apa kamu baik baik saja Aurel?". Tanya papahnya
"Aku baik baik aja koo". Ujar Aurel lembut lalu memeluk papahnya dan Marry melihat itu merasa jijik.
"Ihh apaan tuh ngga malu maen peluk² Gituu? ". Tanya Marry.
"Hak anak saya dongg, masa ngga boleh peluk papahnya sendiri!!". Ujar papahnya Aurel emosi.
"Udah papah jangan marah yaa". Ujaar Aurel.
Mendengar Aurel menyebut sahabat papahnya Kevin dengan sebytan papah membuat dia kaget, karena pantesan Kevin selalu membela karena papahnya Aurel sahabat papah Kevin.
"Jadi kalian papah dan anak?". Tanya Marry
"Yaiyaalahh masaa bukan yaa kali Aurel cewek murahan". Ujar Cindy sinis
"Kalo bilang juga kamu nggaa akan percaya". Ujar Nita.
"Kalo bukan karena kamu, anak saya tidak akan menggagalkan pertunangan dia dengan Kevin. Anak saya mengorbankan perasaan nya karena kamuu!". Ujar papahnya Aurel.
Mendengar perkataan papahnya Aurel, membuat semua sahabat Aurel maupun Kevin terkejut bagaikan terkena petir dan itu membuat Marry diam seribu bahasa.
Bagaimana kelanjutannya? mau tau gays?
Jangan lupa Like and Comment yaa :)
__ADS_1