
Kevin tertidur pulas disamping memegang tangan Aurel, karena waktu sudah menunjukkan pukul 22:00 WIB jadi dia tidur saja disamping Aurel. Semoga kamu bangun Aurel katanya sebelum tertidur.
Semua orang sudah tahu termasuk orangtua Aurel bahwa Kevin tidur didalam ruangan, karena tak tega membangunkan nya jadi mereka biarkan Kevin tidur.
Aurel mengerjapkan matanya, melihat sekelilingnya dan mencium bau obat yang pastinya dia berada di rumah sakit. Seketika ia merasakan tangannya digenggam, ia melihat Kevin yang tertidur disampingnya.
Aurel mengusap rambut Kevin pelan sambil tersenyum senang , bahwa Kevin berada disampingnya saat ia bangun.
Karena merasa ada yang mengusap rambut nya Kevin menjadi terbangun dan melihat Aurel yang sedang tersenyum.
"Aurel, kamu udah sadar?". Tanya Kevin sambil memeluk Aurel.
"Iyaa aku udah sadar". Ujar Aurel tersenyum manis.
"Nihh minum dulu". Ujar Kevin.
"Makasih". Ujar Aurel lemah
"Bentar yaa gue panggilin dokter dulu". Ujar Kevin diangguki oleh Aurel.
Kevin memanggil dokter membuat orangtua serta sahabatnya bangun, setelah memanggil dokter menyuruh Kevin dan yang lainnya menunggu diluar karena Aurel akan diperiksa. Setelah beberapa menit dokter pun keluar.
"Bagaimana keadaan anak saya dok?". Tanya Anggi.
"Selamat bu, anak ibu sudah sadar dari koma dan saya harap jangan sampai Aurel banyak beban pikiran". Ujar dokter
__ADS_1
"Baik dok, terimakasih. Boleh kita masuk". Ujar Anggi.
"Silahkan tapi bergantian ya hanya dua orang yang boleh masuk". Ujar dokter diangguki mereka.
"Kalau begitu saya permisi". Ujar dokter.
"Silahkan dok". Ujar Anggi.
Kini orangtua Aurel terlebih dahulu masuk, untuk melihat kondisi Aurel.
"Sayang, akhirnya kamu sadar". Ujar Anggi memeluk Aurel
"Iyaa mahh". Ujar Aurel lemah
"Aurel syangg, akhirnya kamu sadar. Kita kangen kamuu". Ujar Cindy diangguki Nita.
"Iyaa aku juga kangen kalian, walaupun Dina ngga dateng". Ujar Aurel.
"Maafin kitaa yaa, sebenernya kita ngga niat ngejauhin kamu Aurel, kita cuman mau kasih kejutan ulangtahun tapi kita ngga tau bakalan gini jadi nya". Ujar Cindy sendu
"Gapapa koo lagian aku aja yang gk liat ada mobil ngga nya, ohh iyaa Dina gk ikut? ". Ujar Aurel.
"Makasih rel, ohh Dina gk bisa ikut karena orangtuanya juga sakit". Ujar Cindy
"Ohh yaudah gapapa". Ujar Aurel.
__ADS_1
"Yaudah kita keluar dulu, takutnya Kevin mau bicara sama kamu". Ujar Cindy diangguki oleh Aurel dan Cindy pun keluar bersama Nita.
Cindy dan Nita pun keluar, lalu Kevin masuk dan duduk di samping Aurel.
"Udah enakan?". Tanya Kevin pada Aurel.
"Mendingan". Jawab Aurel
"Jangan lupa makan sama minum obatnya ya". Ujar Kevin lembut.
Tumben banget Kevin lembut, biasa nya juga dingin banget. Batin Aurel.
"Iyaa pasti makan sama minum obatnya ko, makasih ya". Ujar Aurel lembut.
"Yaudah kalo gitu, kamu istirahat aja yaa aku keluar dulu". Ujar Kevin lembut
"Yaudah aku istirahat dulu yaa". Ujar Aurel diangguki Kevin.
Tumben 'aku kamu' biasanya juga dia manggil 'gue lho' ke aku. Batinnya
Sadarnya Aurel membuat Marry tambah geram, karena Kevin makin perhatian pada Aurel dibandingkan pacarnya sendiri. Apa Kevin menyukainya pikir Marry. Akhirnya Marry pergi dari rumah sakit, menyusun rencana baru untuk membuat Aurel menderita.
Bagaimana Kelanjutannya? mau tau?
Jangan lupa Like and Comment yaa :))
__ADS_1