
Keesokan harinya Aurel berangkat seperti biasa namun tidak bersama sahabatnya , Aurel berangkat lebih awal karena ingin menenangkan hatinya di taman kampus. Setelah sampai Aurel langsung duduk ditaman sambil memandang langit yang masih pagi.
Apakah mereka berubah setelah kenal lelaki? Aku juga gk bisa larang mereka. Karena itu kebahagiaan mereka akupun bahagia. Batin Aurel
Saat Aurel melihat ke sekitar taman, Aurel kaget melihat ada Andrian duduk disampingnya sampai sampai Aurel mengelus dada nya karena kaget.
"Kirain siapa, kaget tau". Ujar Aurel cemberut
"Ehh iyaa deh maaff yaa bikin kamu kaget". Ujar Andrian
"Iyaa deh gapapa". Ujarnya sambil tersenyum.
"Kamu ngapain di taman sendiri?". Tanya Andrian
"Ahh lagi ngadem aja kok, kamu sendiri ngapain disini?".Tanya Aurel
"Aku juga sama kok kaya kamu rel". Ujar Andrian.
"Ahh gitu ya, eh kamu gk bareng sahabat kamu?". Tanya nya
"Ahh aku ngga punya sahabat apalagi teman semenjak ibuku meninggal". Ujar Andrian sendu.
"Ahh maaf aku ngga tauu, gimana kalo kita sahabatan aja mau ngga?". Tanya Aurel.
"Iya gapapa kokk, aku mau aja seenggaknya aku punya sahabat walau satu orang". Ujar Andrian gembira.
"Yaudah berarti kita sahabat". Ujar Aurel sambil mengaitkan jari kelingking nya dengan Andrian dan diangguki Andrian.
"Kalo gitu aku duluan yaa Sahabatkuu". Ujar Andrian lebay
__ADS_1
"Ihh lebayy, iyaa aku juga mau masuk". Ujar Aurel lembut.
Baru saja Aurel mau jalan langkahnya terhenti karena Andrian memegang tangannya.
"Ada apa Andri? gapapa kan aku manggil kamu Andri?". Tanya Aurel
"Iyaa gapapa ko, aku juga lupa minta no kamu , boleh ngga?". Tanya Andri
"Boleh dong karena kamu sahabat aku, nih". Ujar Aurel sambil memberikan HP nya.
"Makasih yaa". Ujar Andrian
"Iyaa sama sama". Ujar Aurel
Akhirnya merekapun masing masing berjalan ke kelas mereka.
Akhirnya punya sahabat seorang lelaki, semoga aja dia ngga berubah seperti mereka. Batin Aurel
"Pagiii Cindy, Nitaa, Dinaa!!". Ujar Aurel semangat walau hatinya sakit dan kecewa.
"Pagii Aurel sayangg". Ujar Cindy lalu kembali pada HP nya.
"Semangatt buat hari inii okee". Ujar Aurel hanya di angguki mereka tanpa melihat kearah Aurel.
"Ahh baiklah, kalau begitu aku ke air dulu yaa". Ujar Aurel lalu berlari dari hadapan mereka.
Aurel benar benar kecewa pada sahabatnya yang acuh padanya, Aurel terlalu banyak menahan sakit hatinya. Kini sakit hatinya bertambah, Aurel terus berlari dan berhenti di sebuah taman tempat tadi ia duduki.
Aurel menangis sejadinya di taman itu, tanpa Aurel sadari ada yang mengikutinya yaitu Kevin dan sahabatnya. Mereka memperhatikan dari kejauhan.
__ADS_1
Aurel terisak isak mengingat mulainya persahabatan mereka hingga akhirnya jadi renggang begini.
"Yaa tuhan hiks aku udah ngga kuat nahan semuanya. Aku harus bagaimana tuhan hiks hiks. Mereka berubah jadi acuh padaku, hati aku juga sakit mereka berubah hiks hiks. Kapan ini berakhir tuhan.. kapan aku bahagia tuhan? kapan hiks". Ujar Aurel pelan sambil terisak.
"Kenapa kalian berubah hiks? aku rindu kalian huwaaa". Tangis Aurel pecah membuat Kevin berlari.
Namun belum saja ia berlari, ada seorang lelaki yang menghampiri Aurel dan langsung memeluk Aurel. Mereka pelukan membuat Kevin cemburu. Akhirnya Kevin ingin mendengar dari jarak dekat dibelakang mereka.
"Aurel kamu kenapa nangis lagi?". Tanya Andri
"Hiks hiks aku kangen sahabat ku Andri". Ujar Aurel terisak.
"Memangnya kemana sahabat kamu? aku juga sahabat mu Aurel". Ujar Andri menenangkan Aurel.
" Mereka berubah semenjak dekat dengan seorang lelaki hiks hiks, aku rindu masa masa kumpul bersama, makan bersama, main bersamaa hikkss hikss tapi mereka sekarang menjadi cuek padaku. Huwaa Andri aku harus bagaimana hiks hiks". Ujar Aurel masih dalam dekapan Andri
"Kamu yang sabar, ntar juga mereka inget lagi sama kamu. Walaupun mereka ngga inget sama kamu tapi kamu harus ingat bahwa masih ada aku sahabat kamu Aurel". Ujarnya.
"Makasihh makasihh hiks makasihh Andri". Ujar Aurel
"Udah jangan sedih lagii nanti cantiknya ilang lohh". Ujarnya
"Iyaa siapp bosss". Ujar Aurel berusaha tenang.
"Siipp my princes". Ujar Andri lebay
"Ihh kamu mahh". Ujar Aurel tertawa.
Kevin mendengar itu hatinya ikut sakit, karena gara gara sahabatnya membuat Aurel merasa kesepian tanpa sahabatnya. Kevin pun meninggalkan taman karena tidak tega dan sakit hati melihat orang lain yang menenangkannya.
__ADS_1
Bagaimana kelanjutannya?
Jangan lupa Like and Comment yaa gays:)