
Tujuh tahun kemudian...
Aurel sedang menyiram bunga di halaman belakang rumah mereka, sambil menggendong Cloura anaknya yang paling bungsu, hingga ia merasakan sebuah tangan yang memeluknya dari belakang membuat Aurel menebak jika suaminya telah bangun dari tidurnya.
"Mommy, kamu kok ngga bangunin aku sih? ". Tanya Kevin mencium ceruk leher Aurel.
"Daddy tidurnya nyenyak banget, jadi Mommy ngga tega bangunin nya, hentikan dad ini menggelikan". Jawab Aurel dengan satu tangannya menahan tingkah laku suaminya.
"Dimana Kavindra juga Cleona, kok Daddy ngga liat mereka?". Tanya Kevin padanya.
"Mereka berdua sedang di kamarnya, dad". Jawab Aurel dengan tersenyum.
Mereka pun masuk ke dalam rumah, Kevin masuk ke kamar kedua anaknya, mengecek apa yang sedang mereka lakukan, sedangkan Aurel membawa Cloura ke ruang keluarga untuk menonton televisi.
Saat asik menonton, terdengar suara bel pintu berbunyi, Aurel hendak berdiri tidak jadi karena suaminya menyuruh dia untuk duduk, ia hanya menuruti apa yang dibilang oleh suaminya.
"Hello brotherr". Sapa Ferdi, Sandi dan Ajran saat Kevin membuka pintu.
"Lohh, kalian? emang kita bikin janji kumpul?". Tanya Kevin bingung.
"Engga, tapi istri kita pengen ketemu sama Aurel jadi kita turutin aja". Jawab Ajran mewakilkan yang lainnya.
"Baiklah, masuk sana ke ruang tamu nanti gue bilangin kalau kalian datang". Ujar Kevin hanya diangguki oleh mereka.
Aurel yang melihat suaminya beserta kedua anaknya Kavindra juga Cleona, membuat Aurel menatapnya bingung karena tidak biasanya kedua anaknya ke ruang keluarga, kedua anaknya langsung saja memeluk Aurel ntah kenapa, pikir Aurel.
"Mommy, maafkan Kavin juga Cleo mom". Ujar Kavindra dan Cleona bareng sambil menangis.
"Lohh, anak mommy kenapa nangis? anak mommy engga ngelakuin kesalahan kok, kenapa harus minta maaf sayang?". Tanya Aurel panik.
"Sayang, ini pada kenapa sih?". Tanya Aurel pada Kevin karena kedua anaknya tidak menjawab.
"Mereka diem di kamar, karena ngga sengaja mecahin piring di dapur". Jawab Kevin membuat kedua anaknya ketakutan.
"Clo, kamu sama daddy dulu ya, mommy mau bicara dulu sama kedua kakakmu". Ujar Aurel lembut pada Cloura.
"Iyaa mom". Ujar Cloura langsung pindah ke pangkuan Kevin.
__ADS_1
"Ohh yaa sayang, aku lupa bilang bahwa mereka pada datang, jika kamu sudah selesai susul kita di ruang tamu yaa". Ujar Kevin setengah berteriak diangguki oleh Aurel.
Setelah Kevin punggung Kevin menghilang dari pandangannya, Aurel langsung menatap kedua anaknya yang menatap ia ketakutan, Aurel tidak memarahi mereka hanya saja ia pingin mengobrol dengan kedua anaknya yang beberapa hari tidak mau mengobrol dengannya.
"I'm sorry mom". Ujar Kavindra terisak.
"Kenapa anak mommy nangis?". Tanya Aurel pada putranya.
"Maafin Cleo sama Kak Kavin mom, karena engga sengaja mecahin piring". Ujar Cleona terbata.
"Jadi ini alasannya kalian diemin mommy? karena kalian pecahin piring?". Tanya Aurel gemas diangguki oleh keduanya.
"Sini peluk mommy". Ujar Aurel merentangkan tangannya.
"Mommy!!". Ujar mereka berdua memeluk Aurel.
"Mommy engga akan marah hanya karena piring pecah, karena yang mommy khawatirkan kalian yang kenapa - kenapa". Ujar Aurel lembut pada kedua anaknya.
Sementara di ruang tamu, semuanya sudah hadir kecuali yang belum datang adalah Kenzo dan Zahra yang kini akan mempunyai anak kedua, mereka menunggu Aurel sambil memakan cemilan yang di sediakan oleh Kevin.
"Itu anak lho siapa diantara kalian?". Tanya Kevin pada mereka.
"Anak gue Vin". Ujar Ferdi menunduk.
"Kok gue baru liat sih? bukannya anak lho cuma Vano sama Vania ya? sama keponakan lho dari jauh tuh si Daffan aja yang gue tau". Ujar Kevin bingung.
"Itu anak angkat gue Vin, namanya Laura". Jawab Ferdi mengejutkan semuanya kecuali Cindy istrinya.
Datanglah Aurel ditengah perbincangan mereka, beserta Kavindra juga Cleona yang sedang dipapah oleh Aurel, saat Aurel duduk didekat Kevin suaminya, kedua anaknya pun langsung bergabung dengan anak - anak yang lain.
"Lagi pada ngomongin apaan? rame banget kayanya?". Tanya Aurel penasaran.
"Masalah lelaki sayang". Jawab Kevin santai.
"Beneran nih?". Tanya Aurel curiga.
"Beneranlah bee masa bohong sih". Ujar Kevin sesantai mungkin.
__ADS_1
"Awas kalau kamu bohong, malam tidur di luar". Ancaman Aurel sukses membuat Kevin gusar.
"Lohh, jangan dong yank, nanti aku meluk siapa dongg". Ujar Kevin memelas.
"Jawab dulu pertanyaan aku dengan jujur, baru kamu bisa tidur di kamar". Ujar Aurel tegas.
"Baiklah aku jawab sayang, jadi gini Ferdi dan Cindy mengadopsi anak lagi". Ujar Kevin berbisik pada Aurel membuat sang istri kaget karena baru mengetahuinya.
Jika para orangtua saling berbincang menanyakan kabar, sedangkan para anak yang lain berbagai macam yang sedang mereka lakukan, ada yang sedang bermain, mengobrol dan hanya duduk saja melihat yang lainnya.
Kavindra terlihat sangat dingin walaupun anak kecil, sedangkan Cleona sangat mudah ramah terhadap orang lain dan Cloura lebih pendiam daripada kedua kakaknya itu, dia hanya duduk melihat yang lain bermain.
Dari kejauhan datanglah Daffan menghampriri Cloura, ia duduk di sebelah Cloura tanpa meminta izin kepadanya, sebuah kecupan kecil di pipi Cloura membuatnya tersadar, bahwa sekarang dia sedang bersama seorang lelaki anak dari sahabat mommy nya.
"Jangan ngelamun, ngga baik tau". Ujar Daffan lembut.
"Dasar yaa kamuu, maen cium aja, yang boleh cium aku cuman daddy, mommy sama kakak aku aja!!". Ujar Cloura kesal.
"Kamu ngga ikutan main sama mereka?". Bukannya merasa bersalah ia malah mengalihkan pembicaraan.
"Engga, pergi sana!! aku mau sendiri". Ujar Cloura mengusirnya.
Melihat Cloura kesal padanya membuatnya malah tersenyum, walaupun dia lebih tua satu tahun dari Cloura, dia merasa sangat bahagia di dekat anak perempuan tersebut, Daffan merupakan keponakan jauh dari Ferdi sahabat Kevin.
"Kenalin nama aku Daffan Abigail Kusuma, kamu bisa manggil aku Abi atau Daffan, atau sayang juga boleh". Ujar Daffan menggoda Cloura.
"Cloura Tabeena Maheswara". Ujar Cloura singkat.
"Nama kamu bagus, aku panggil kamu Beena boleh?". Tanya Daffan diangguki oleh Cloura.
Cloura tidak menanggapi Daffan, ia pergi menghampiri kedua orangtuanya untuk minta izin, karena ia tidak mau dekat dengan orang yang berani mencium pipi nya selain keluarganya, Cloura langsung saja naik ke kamar nya setelah mendapatkan izin.
Aku akan menikahimu saat kamu sudah besar, Tabeena. Batin Daffan.
Kisah mereka masih panjang, namun aku bingung harus membuat sequel atau engga untuk lanjutan dari novel ini, karena takutnya tidak seru jadi aku bikin engga nya gimana kalian aja okeee :)
Terimakasih sudah membaca novel karya aku:) semoga kalian suka dengan novel yang lainnya hihi:)
__ADS_1