
Sahabat Aurel tersenyum senang, melihat Aurel sadar dan untungnya kondisi nya tidak parah. Cindy menghampiri Aurel, memeluknya lalu membisikkan sesuatu disana yang membuat semuanya penasaran.
Melihat reaksi Aurel dari bisikkan Cindy, membuat mereka makin penasaran apa yang dibisikkan oleh Cindy pada Aurel. Hingga Ferdi maupun Kevin menghampiri kekasihnya dan Aurel.
"Kalian bisik - bisik apaan sih? bikin penasaran tau gak". Celetuk Kevin.
"Kepo!!". ujar Aurel dan Cindy.
"Wahh, kamu udah berani main rahasia sama aku sayang". Ujar Ferdi pada Cindy.
"Ishh bisa ngga sihh jangan sebut 'sayang' didepan yang lain, malu tau". Ujar Cindy.
"Malu kenapa sihh?". Tanya Ferdi menggoda Cindy.
"Udahh ahh, ayoo keluar ruangan ajaa. Nyebelin lama - lama yaa kamu". Ujar Cindy menarik Ferdi keluar membuat mereka menggelengkan kepalanya.
_____________________________________________
Setelah FerDy (Ferdi & Cindy) keluar ruangan, kini Kevin yang menanyakan hal tersebut pada Aurel. Namun, tetap saja tidak menjawab membuat Kevin pura - pura merajuk.
"Ayoo dongg, kalian tadi bisik - bisik apaa sih?". Tanya Kevin.
"Kepoo ahh, udah deh kalian keluar aku pengen istirahat". Ujar Aurel pura - pura kesal.
"Gamau, aku ngga mau keluar. Aku pengen nemenin kamu istirahat disini". Ujar Kevin manja pada Aurel.
"Ishh apaan sih Vin, lepas dehh nanti Marry marah sama kamu". Ujar Aurel dingin.
"Jangan sebut nama dia lagi dan aku udah putus sama dia juga". Ujar Kevin tak senang.
"Masalahnya sama aku apa?". Tanya Aurel sok tak peduli.
"Yaa berarti kita bisa nikah dan hidup bersama selamanya". Ujar Kevin percaya diri.
"Idih, siapa juga yang bakal nikah sama kamu. Lebih baik aku nikah sama yang lain aja, karena kamu aja dulu membuat aku sakit hati". Ujar Aurel menyindir.
"Ngga!! aku ngga akan biarin kamu sama yang lain, kamu cuma milikk aku". Ujar Kevin.
"Aurel masih milik orangtua aku bukan kamu". Ujar Aurel memancing.
"Iyaa tapi nanti kamu jadi milik aku". Ujarnya.
"Engga dong, aku milik orangtua aku. Walaupun aku udah nikah sama kamu ataupun yang lain". Ujar Aurel membuat Kevin cemberut.
__ADS_1
_____________________________________________
Melihat Kevin dan Aurel berbincang, merekapun keluar tanpa sepengetahuan dari keduanya. Mereka mengintip dari luar apa yang keduanya lakukan di dalam. Sahabat Aurel maupun Kevin tersenyum bahagia melihat sahabatnya bahagia.
"Semoga aja mereka bisa bersama tanpa adanya gangguan". Ujar Nita pelan namun masih terdengar oleh yang lain.
"Iyaa semoga mereka bisa bersatu , bahagia selamanya". Ujar Cindy diangguki mereka.
"Yaudah tante, lebih baik kalian pulang aja. Ada kita yang jagain Aurel kok". Ujar Dina diangguki mereka berempat.
"Baiklah, tante titip Aurel sama kalian. Jangan sampai ada orang yang tak dikenal masuk". Ujar mamah Anggi diangguki mereka.
Setelah keempat paruh baya itu pergi dari rumah sakit, mereka pun melanjutkan mengintip Aurel dan Kevin. Betapa terkejutnya mereka, melihat Aurel mencium bibir Kevin. Tambah terkejut, melihat Kevin membalas ciuman dari Aurel dan saling *******.
"Jangan sampai kita berteriak, biarkan saja mereka toh kita juga pernah". Ujar Cindy.
"Pernah? aku cium pipi kamu aja loh sayang". Ujar Ferdi cemberut.
"Ishh kamu yaa, udah deh pulang aja yuk biarkan mereka berdua. Nanti kita chat saja Kevin, untuk menjaga Aurel. Pastinya senang bukan, kita kasih aja kesempatan buat mereka berdua dan ntar aku bilang ke tante Anggi kalau Kevin yang jaga Aurel". Ujar Cindy diangguki oleh mereka.
_____________________________________________
Kevin mendekati wajah Aurel, membuat Aurel mundur ke belakang hingga tak ada celah ia untuk keluar dari suasana yang seperti ini. Aurel berdoa semoga ada yang masuk, namun nihil tak ada satupun yang masuk kedalam ruangan.
Kevin terus saja mendekat, membuat pipi Aurel merah merona. Melihat itu, membuat Kevin semakin mendekati wajah Aurel. Dan tujuan Kevin mendekati wajahnya Aurel, karena tak kuasa tergoda oleh bibir Aurel.
"Aku mau kamu sayang". Ujar Kevin menggoda Aurel.
"Kevin, apaan sihh udah aku mau istirahat". Ujar Aurel seraya mendorong Kevin.
"Okee kamu boleh istirahat, tapi ada syaratnya". Ujar Kevin.
"Syarat apaan ish udah deh aku mau istirahat, biar cepet pulang dari sini". Ujar Aurel pada Kevin.
Kok perasaaan aku ngga enak yaa, apa kira - kira syarat yang diajukan Kevin?. Batinnya.
Siall, ternyata bibir Aurel sungguh menggairahkan. Aku pastikan kamu akan membalasnya sayang. Batin Kevin.
"Syaratnya kamu harus cium dulu aku rel". Ujar Kevin.
"Apaaa!! ngga aku ngga mau". Ujar Aurel memalingkan wajahnya.
"Yaudah aku ngga akan izinin kamu istirahat". Ujar Kevin.
__ADS_1
"Emang untuk apa aku izin? emang kamu siapa akuu?". Tanya Aurel.
"Kamu adalah istriku, ibu dari anak - anakku dan selamanya akan menjadi milikku". Ujar Kevin pada Aurel.
Mendengar perkataan Kevin membuat hati Aurel menghangat. Aurel mendekati wajah Kevin, entah keberanian dari mana Aurel mencium bibir Kevin singkat membuat Kevin terkejut. Pada saat Aurel akan melepaskan bibirnya, Kevin menahan tengkuk Aurel dan memperdalam ciuman mereka sampai mereka terhanyut dalam adegan tersebut.
"Manis". Ujar Kevin setelah mereka melepaskan ciumannya.
"Apaan sihh, udah kan aku tidur". Ujar Aurel pada Kevin.
"Baiklah,silahkan tidur putri". Ujar Kevin.
"Awas kamu macem - macem saat aku tidur". Ujar Aurel lalu memejamkan matanya.
"Selamat tidur sayang". Ujar Kevin mengecup kening Aurel.
Kevin pun duduk disamping dekat bangsal tersebut dan mengecek ponselnya betapa bahagia nya dia, bahwa dirinya hanya berdua dengan Aurel. Sungguh senang, pantas saja tak ada yang masuk saat berciuman dengan Aurel pikirnya.
Melihat Aurel menarik nafas secara beraturan, Kevin pun kembali mencium kening Aurel dan berkata.
"Semoga kita bisa bersama syang, walaupun kita emang belum ada hubungan pacaran tapi aku akan menyebut kata 'sayang' ini untukmu. I Love You Aurelia Putri Mahardika , aku sayang kamu". Ujar Kevin pelan lalu mencium bibir Aurel dan ikut tertidur disampingnya dengan tangan yang dijadikan bantal.
"I Love You Too Aryana Kevin Mahendra, aku lebih menyayangi mu". Ujar Aurel pelan lalu mengecup kepala Kevin.
Aurel bangun saat merasakan sentuhan dikening nya. Namun, ia tak bangun saat mendengar perkataan Kevin. Sungguh membuat Aurel senang ternyata cintanya tak bertepuk tangan selamanya.
Semoga ucapanmu emang benar Kevin. Batin Aurel kembali tidur.
Tanpa Aurel dan Kevin sadari ada yang mengintip mereka dibalik pintu, seorang lelaki yang tak senang melihat adegan didalam.
"Gue ngga akan bikin hidup kalian bahagia, karena kalian udah buat gue menderita". Ujar Lelaki tersebut menyeringai.
"Lihat saja pembalasan gue, kita tunggu tanggal mainnya". Ujarnya lagi monolog.
Setelah itu lelaki tersebut pergi meninggalkan rumah sakit karena muak melihat Aurel dan Kevin.
~Berubahnya seseorang karena cinta yang ia miliki~
#Perjuangan Cinta Aurelia
Siapakah lelaki tersebut?
Mau tau kelanjutannya? Ikuti terus cerita saya:)
__ADS_1
Jangan lupa Vote, Like and Comment yaa gays:)
Dukung aku terus yaa:)