Perjuangan Cinta Aurelia

Perjuangan Cinta Aurelia
Episode P.C.A Ke - 71 Ending


__ADS_3

Dua bulan kemudian...


Aurel sedang tidur dengan Kevin yang memeluknya, tengah malam ia terbangun karena rasa nyeri di bagian perutnya, sangat nyeri sampai ia berkeringat panas dingin, Aurel tidak bisa lagi menahan rasa sakit itu.


"Awwww!! sakittt hiks, Kevin bangun!!! ". Teriak Aurel membuat Kevin langsung terbangun kaget.


Kevin yang melihat istrinya berada di bawah kasur, sambil memegang perutnya serta meringis menahan sakit, Kevin langsung menghampiri istrinya.


"Sayang kamu kenapaa?". Tanya Kevin panik.


"Perutt aku, sakitt". Ujar Aurel terisak.


"Ayoo kita ke rumah sakit sekarangg". Ujar Kevin diangguki oleh Aurel.


"Mom!! dad!! aku bawa Aurel ke rumah sakit, seperti nya ia akan melahirkan". Teriak Kevin saat keluar kamar.


"Baiklah, hati hati dijalan, nanti Mommy dan Daddy menyusul". Ujar Mommy Anggi.


"Okee mom, aku berangkat". Ujar Kevin.


"Cepatlah berangkat, kasian Aurel ". Ujar Mommy Anggi sedih.


"Jangan lupa kabari mommy aku mom". Ujar Kevin diangguki oleh Mommy Anggi.


Di perjalanan menuju rumah sakit, Kevin terus saja memberi kekuatan pada Aurel, menyeka keringat Aurel, walaupun Kevin merasakan panik, ia harus tetap memberi kekuatan pada sang istri.


"Bertahanlah, sebentar lagi kita sampai sayang". Ujar Kevin pada Aurel.


"Sakitt ahhhh, rasanya aku sudah tidak kuat lagi". Ujar Aurel pelan.


"Kamu harus kuat sayang, demi kamu juga anak kita". Ujar Kevin kepadanya.


"Cepatlahh, ini sangat sakit uhh". Ujar Aurel meringis membuat Kevin tidak tega melihatnya.


Beberapa menit kemudian, mereka telah sampai di rumah sakit, Kevin langsung berteriak meminta suster membantu istrinya, Aurel langsung saja ditangani oleh dokter kandungan di dalam ruangan.


Kevin ingin menemani Aurel didalam namun suster melarangnya, hingga ia mau tidak mau menunggu di luar ruangan, Kevin mondar mandir sampai orantua dan mertua nya sudah tiba di rumah sakit.


Kamu pasti kuat sayangg, kamu pasti bisa sayang, demi anak kita. Batin Kevin.


Seorang suster keluar dari ruangan membuat semuanya berdiri dari duduknya, Kevin sudah panik ketika melihat suster keluar ruangan, ia takut terjadi apa - apa pada Aurel namun segera ia tepis jauh - jauh pikirannya itu.


"Ada yang bernama atas Kevin?". Tanya Suster tersebut.


"Saya sus, suaminya". Ujar Kevin dengan cepat.

__ADS_1


"Silahkan masuk, istri anda terus saja menyebut nama anda". Ujar Suster tersebut.


"Baik sus". Ujar Kevin langsung masuk ke ruangan.


Saat Kevin masuk ia melihat istrinya sedang berjuang, membuat Kevin merasa tidak tega mendengar suara Aurel yang sangat kesakitan, Kevin langsung menghampiri istrinya untuk menenangkannya.


Andai rasa sakit itu bisa aku rasakan, pasti kamu tidak akan kesakitan seperti ini sayang. Batin Kevin.


"Sakitt vin". Ujar Aurel menjambak rambut Kevin.


"Kamu pasti bisa sayang, demi anak kita kamu pasti kuat". Ujar Kevin padanya.


"Tapi aku tidak kuatt lagi". Ujar Aurel melemah.


"Sayangg, kamu kuatt kamu harus berjuang demi anak kita sayangg". Ujar Kevin menyemangatkan istrinya.


Dokter memberitahukan bahwa sekarang sudah pembukaan ke sepuluh, Aurel langsung mengejan sekuat mungkin, namun ia merasa tidak kuat lagi untuk mengejan, hingga ia mendapat dorongan dari Kevin yang entah kenapa tiba - tiba suaminya mengejan.


Oeee.. oeeee.. oeee


Terdengarlah suara bayi sangat kencang ketika keluar dari perut sang ibu, namun demikian Kevin kembali mengejan membuat Aurel ikut mengejan, hingga keluarlah bayi lagi membuat Aurel terkejut ternyata ia mempunyai bayi kembar.


Belum hilang keterkejutannya, Kevin kembali mengejan membuatnya ikut merasakan, munculah satu lagi bayi membuat sepasang suami istri tersebut terkejut ternyata memiliki bayi kembar tiga.


"Terimakasih dok". Ujar Aurel dan Kevin diangguki oleh Dokter.


"Baiklah, bayi ibu dan bapak akan kami bersihkan terlebih dahulu". Ujar Dokter diangguki oleh Aurel.


Setelah dokter keluar dan suster memandikan bayi mereka, Kevin mengecup kening Aurel dengan sangat bahagia, memiliki seorang anak kembar tiga, tidak berhenti Kevin mengecup wajah sang istrinya.


"Terimakasih sayangg, kamu sudah berjuang". Ujar Kevin menangis haru.


"Terimakasih juga suamiku, karena kamu mengejan sakitku mengurang". Ujar Aurel memeluk suaminya.


"Iyaa sayang, aku senang menggantikan rasa sakitmu padaku, karena aku tidak tega melihatmu kesakitan". Ujar Kevin mencium rambut Aurel.


Beberapa jam kemudian, kini telah pukul tujuh pagi Kevin masih setia menjaga Aurel, kedua orangtua dari mereka juga sudah melihat ketiga bayi mereka berdua, sekarang tinggalah Kevin sendirian di ruangan yang menemani Aurel.


Tanpa terasa Kevin tertidur sambil memegang tangan Aurel, beberapa menit kemudian Aurel mengerjapkan matanya menatap sekeliling, kini matanya berhenti dimana suaminya sedang tertidur sambil memegang tangannya.


"Kamu pasti ngga tidur semalem yaa sayang". Gumam Aurel sambil mengusap rambut Kevin pelan.


"Emmm,, kapan kamu bangun sayang?". Tanya Kevin membuka mata karena merasakan sebuah tangan yang mengelus rambutnya.


"Baru saja, apakah aku membangunkanmu?". Tanya Aurel merasa bersalah.

__ADS_1


"Tidak, tenanglah aku disini hanya menemani istriku ini". Ujarnya agar Aurel tidak merasa bersalah padanya.


"Baiklah, pasti kamu tidak tidur semalam ya kan?". Tanya Aurel tidak enak hati.


"Aku rela menjaga mu sayang, aku akan menjadi suami siaga saat kamu butuh bantuan". Ujar Kevin dengan lembut.


"Terimakasih suamiku sayangg". Ujar Aurel mencium kening Kevin.


Saat Kevin ingin mencium bibir Aurel, terdengar ketukan pintu hingga ia tidak jadi mencium istrinya, lalu membuka pintu melihat siapa yang menganggu aktivitas dirinya.


"Mana ponakan gue vin?". Tanya Ferdi penasaran.


"Ada di dalem, masuknya minimal 4 orang jangan semua". Ujar Kevin memperingati sahabatnya.


"Baiklah gue, istri gue, Nita sama Ajran dulu yang masuk". Diangguki oleh yang lainnya.


"Ciee udah jadi daddy". Goda Ferdi saat sudah berada di ruangan.


"Uchh lucunya ponakan ateuu, kamu hamil kembar tiga?". Tanya Cindy terkejut ketika melihat bayi ada tiga.


"Aku tidak pernah periksa jenis kelamin, karena aku ingin kejutan dan ternyata memang aku sangat terkejut melihat bayi kembar tiga". Jawab Aurel pada Cindy.


"Ahh yang pertama siapa, kedua dan ketiga?". Tanya Nita mengamumi kelucuan bayi sahabatnya.


"Yang pertama Kavindra Putra Maheswara, yang kedua Cleona Queena Maheswara dan yang ketiga Cloura Tabeena Maheswara". Jawab Aurel sambil menunjukkan satu persatu dari ketiga bayi kembar tersebut.


"Ahh bagus banget namanya Rel, lucu ,cantik dan ganteng anak kamu". Jawab Cindy terkesima melihat wajah bayi Aurel hingga ia memegang perutnya sendiri yang sekarang sudah mulai membuncit.


Beberapa jam kemudian, semua sahabat Aurel maupun Kevin telah pulang ke rumahnya masing - masing, kini tinggalah Kevin dan Aurel di ruangan sambil menatap sang buah hati yang terlelap tidur.


Jadilah anak daddy yang membanggakan orangtua, Kavindra jika suatu nanti kamu dewasa setialah pada satu wanita, untuk Cleona dan Cloura jadilah wanita dewasa yang menjaga harga dirinya dengan baik. Batin Kevin menatap kagum ketiga anaknya.


Kisah mereka berdua masih sangat panjang, entahlah di masa depan akankah cinta itu bertahan atau tidak, kita tidak tau pasti dan semoga cinta itu memang selalu ada selamanya.


~***Terimakasih telah berjuang, maafkan kesalahanku di masa lalu, i love you~


#S2N26***:)


Yeee akhirnya tamat juga ceritanya, terimakasih yang sudah membaca setiap episode dari Perjuangan Cinta Aurelia, maafkan bila banyak kesalahan kata di dalamnya :)


Tenang masih ada satu karyaku yang belum beres, yang pastinya lebih seru dari novelku yang lain, novel tersebut berjudul Married With My Dosen, selamat membaca dan jangan lupa Like serta Comment yaa:)


#Tetap jaga kesehatan yaa gays


#DirumahSaja:)

__ADS_1


__ADS_2