
Aurel bangun terlebih dahulu menatap wajah sang kekasih yang terlelap, memegang seluruh wajahnya dan terakhir bagian bibir yang selalu mencium nya lembut membuat Aurel merona.
Perlahan Aurel memajukan wajahnya lalu mencium lembut bibir Kevin sebentar takutnya nanti Kevin terbangun, sementara Kevin yang awalnya akan terbangun menjadi pura - pura tidur karena merasakan sentuhan kenyal bibir Aurel.
"Good morning honey". Ujar Kevin mengagetkan Aurel.
"Ahh ehh good morning too Vin, kamu kapan bangun nya?". Tanya Aurel gugup.
"Baru aja kok sayang, kenapa sih gugup gitu?". Tanya Kevin pura - pura tidak tau.
"Haha gapapa kok Vin, kaget aja tiba - tiba udah bangun". Ujar Aurel setenang mungkin.
Fyuhh!! untung aja dia ngga tahu aku cium dia. Batin Aurel merasa lega.
"CUP!! Morning kiss sayang". Ujar Kevin mencium kening lalu bibir Aurel.
"Ishh main nyosor aja kamu tuh ya". Ujar Aurel memanyunkan bibirnya.
"Masih kurang yaa tuh bibir manyun gitu?". Goda Kevin.
"Engga ihh, udah ahh aku siapin sarapan dulu". Ujar Aurel sambil berlari.
Semoga kaulah pertama dan terakhir yang singgah dihatiku, sayang. Batin Kevin.
_____________________________________________
Kevin menyusul Aurel ke dapur setelah ia membersihkan dirinya, dilihatnya Aurel sedang memasak nasi goreng kesukaan nya membuatnya senang.
"Sayang" . Ujar Kevin seraya memeluk Aurel dari belakang.
"Ishh kamu ngangetin tau sayang, untung ngga jantungan akunya". Ujar Aurel seraya mengusap dadanya karena kaget.
"Maaf sayang, kapan dong kita nikah sayang? aku udah ngga sabar pengen anak dari kamu". Ujar Kevin mencium pipi Aurel.
"Sabar sayang, tunggu beberapa bulan lagi yaa". Ujar Aurel membalikkan badannya.
"Ahh baiklah sayang". Ujar Kevin lesu.
"Udaah sana tunggu di meja makan sayang, aku masih masak nih". Ujar Aurel lembut.
"Sayangg". Ujar Kevin memanyunkan bibirnya.
Aurel tau kekasihnya yang manyun itu langsung memberikan ciuman di bibirnya, karena telah menjadi kebiasaan Aurel ketika Kevin memanyunkan bibirnya seperti anak kecil minta jajan saja.
__ADS_1
Saat ingin melepaskan ciuman itu, Kevin menahan tengkuk leher Aurel memperdalam ciuman nya hingga Aurel terbawa hanyut dalam ciumannya, akan tetapi Aurel teringat ia sedang memasak lalu mendorong Kevin lembut.
"Kenapa sayang?". Tanya Kevin.
"Kamu ngga liat aku lagi masak sayang?". Tanya balik Aurel.
"Ehehehe iyaa aku lupa, yaudah aku tunggu di meja makan yaa sayang, muaachh". Ujar Kevin mencium bibir Aurel sekilas lalu duduk di meja makan.
_____________________________________________
Setelah mereka sarapan, Aurel dan Kevin pun jalan - jalan di pantai Bali menikmati indahnya pemandangan di Bali, banyak pasangan lainnya yang iri terhadap Kevin maupun Aurel karena mereka berdua cantik dan juga tampan.
Mereka duduk di pasir pantai, Kevin menatap wajah Aurel sambil tersenyum tidak menyadari bahwa Aurel telah melihat kearahnya dan Aurel juga membiarkannya sampai Kevin menyadarinya sendiri.
"Ehh kenapa kamu liatin aku, sayang?". Tanya Kevin.
"Justru aku yang harusnya nanya itu aku, kenapa kamu natap aku terus sih?". Tanya balik Aurel.
"Kamu cantik sayang, jadi aku menatapmu terus". Ujar Kevin membuat Aurel blushing.
"Ciee blushing sayangkuu ini". Lanjut Kevin menggoda.
"Apaan sihh, engga juga". Ujar Aurel memalingkan wajahnya.
"Stop dehh, jangan goda aku terus ishh". Ujar Aurel sebal.
"Yaudah deh maafin yaa sayang, habisnya kamu lucu banget". Ujar Kevin tertawa kecil.
"Huh.. ". Aurel memalingkan lagi wajahnya.
Kamu sangat lucu sayang, ketika pipimu merah merona. Batin Kevin.
Setelah menikmati pemandangan pantai, merekapun kembali ke hotel tanpa menyadari ada seseorang yang mengikuti mereka dari belakang, siapa lagi kalau bukan Marry yang selalu menginginkan Aurel pisah dari Kevin.
Sesampainya di depan kamar hotel mereka, Kevin tiba tiba mencium bibir Aurel hingga membuat keduanya terbawa suasana. Namun terhenti ketika mendengar suara seseorang, hingga membuat mereka langsung melihat kearah suara tersebut.
"Wah wah kalian benar benar pasangan yang serasi, tidak tau tempat sama sekali". Ujar Marry sinis.
"Mau ngapain kamu disini?". Tanya Aurel langsung memeluk Kevin karena takut.
"Gue akan buat lho berdua menerima akibat nya udah buat gue di penjara, gue ngga akan biarin kalian bahagia termasuk lho Aurel gue benci sama lhoo!!". Teriak Marry pada Aurel.
"PERGIII!! GUE BILANG PERGI DARI SINI!!". Tegas Kevin membuat Marry pergi dari sana.
__ADS_1
_____________________________________________
Setelah Marry pergi, Kevin masuk sambil memeluk Aurel untuk menenangkan kekasihnya yang sebentar lagi akan menjadi calon istri karena mereka akan bertunangan setelah pulang dari Bali.
"Udah sayang jangan takut, ada aku disini". Ujar Kevin mengelus punggung Aurel.
"Tapi aku takut kamu pergi dan kembali bersamanya". Ujar Aurel sedih.
"Heyy liat mataku sayang, aku engga akan pernah pergi maupun kembali padanya hanya kamu wanita yang paling aku cintai dan paling aku sayangi, kamu juga yang akan menjadi ibu dari anak - anakku". Ujar Kevin menatap lembut mata Aurel.
"Makasihh sayangg, tapi kamu janji jangan pergi yaa?". Tanya Aurel yang berada di dalam pelukan Kevin.
"Iyaa aku janji sayang". Ujar Kevin lembut.
"Yaudah kamu mandi terus udah ini makan ya, aku ke dapur memasak sesuatu untuk kamu". Ujar Kevin.
"Biar aku aja, mending kamu yang mandi vin". Ujar Aurel.
"No sayaang, mending kamu cepat mandi sanah". Ujar Kevin.
"Kevin tapi aku,, ". Sebelum kelar Kevin sudah memotong pembicaraan Aurel.
"Ngga ada tapi - tapian sayang, cepat mandi yaa nanti baru aku mandi sstelah selesai memasak, oke?". Ujar Kevin.
"Hmm baiklah, kalau gitu aku mandi dulu yaa". Ujar Aurel melenggang pergi.
"Sayangg". Panggil Kevin menghentikan langkah Aurel.
"Apa sayang?". Tanya Aurel.
"Kamu melupakan sesuatu sayang disini". Ujarnya sambil menunjuk bibir.
"Muaaachh, udah yaa aku mandi". Ujar Aurel diangguki Kevin.
"I love you sayang". Gumam Kevin setelah Aurel ke kamar.
Setelah mereka selesai mandi, Kevin dan Aurel pun duduk di sofa sambil menonton televisi bersama hingga posisi mereka pun terlihat mesra bisa dibayangkan Aurel tiduran di paha Kevin dan tangan kanan Kevin mengelus rambut Aurel sedangkan tangan kiri nya memegang tangan Aurel sehingga Aurel pun tertidur karena kenyamanan dari Kevin.
Kevin yang melihat kekasihnya telah tertidur pun menyusul Aurel yang telah tertidur nyenyak dengan kepalanya yang bersandar ke sofa, mereka tertidur dengan nyenyak hingga tidak menyadari posisi mereka telah berubah saling berpelukan.
Bagaimana kelanjutannya? mau tau kan? terus simak ceritanya ya:)
Jangan lupa Like, Coment and Vote nya ya :)
__ADS_1
Karena itu membantu:)