Perjuangan Istri Yang Tersakiti

Perjuangan Istri Yang Tersakiti
Pernikahan Ayu


__ADS_3

***


Hari demi hari pun kini berganti, tak terasa hari pernikahan Ayu pun kian mendekat. walau pun ada perasaan ragu dalam hati Ayu, tapi Ayu mencoba menepis semua perasaan nya. mencoba meyakinkan diri bahwa semua akan baik - baik saja.


Saat ini berita pernikahan Ayu pun dengan begitu cepat menyebar ke penjuru kampung. dan aneh nya, semakin merebak pula gosip tentang kehamilan Ayu. karna Ayu menikah secara mendadak dan terkesan terburu - buru.


" Yu .. beneran kamu mau nikah ?." ujar teman sekaligus sahabat Ayu yang saat ini tengah berkunjung ke rumah Ayu.


" Hhmmm ... ujar Ayu dengan deheman serta anggukan kepala nya.


" Wah .. pernikahan dini donk." ujar nya pada Ayu dengan raut wajah menggoda Ayu.


" Yey .. kata siapa pernikahan dini ? yang nikah kan Ayu. masa di bilang pernikahan dini. yaa .. pernikahan Ayu lah." ujar Ayu sewot pada sahabat nya itu.


" Ehh ... oon, maksud nya pernikahan usia dini, bukan pernikahan yang bernama dini." sahabat nya itu pun tak kalah sewot dengan Ayu.


" Ohh ..." ujar Ayu yang mengerti apa yang di maksud teman nya itu.


" Oohh doang. ehh .. Yu, kamu engga beneran hamil kan." kali ini sahabat nya itu bertanya pada Ayu.


" Iss ... iya ini, aku lagi hamil nasi sama tempe plus sambel terasi." ujar Ayu, sambil menyodorkan perut nya yang sedikit buncit setelah makan.


" Yey ... kalo ini mah, bukan hamil tapi maruk makan nama nya. bukan ada baby di dalam." dengan meneluk pelan perut Ayu yang buncit, setelah kekenyangan makan.

__ADS_1


" Nah itu tau, kenapa juga masih tanya."


" Penasaran aja Yu .. walau pun aku sama sekali engga percaya sama gosip yang beredar. "


" Entah lah Yun, memang benar kata pepatah, bahwa perkataan setajam pedang mampu membunuh orang lain. itu kenapa kita harus benar - benar menjaga lisan kita." kali ini Ayu berkata dengan nada yang lirih.


" Sabar Yu ... insya Allah, semua nya pasti ada hikmah nya. dan apa pun yang Allah takdir kan untuk kamu, insya Allah itu adalah yang terbaik." kini teman Ayu pun mencoba untuk menguatkan Ayu.


Yuni adalah teman sekaligus sahabat Ayu semenjak bangku SMP hingga saat ini. selama ini Yuni lah tempat curhatan Ayu setiap kali Ayu memiliki masalah. termasuk masalah yang saat ini di hadapi Ayu.


Sore itu Ayu pun menceritakan semua yang terjadi pada diri saat ini pada Yuni. sebenar nya diri nya ingin bercerita sejak lama, akan tetapi karna kesibukan Yuni lah yang membuat Ayu enggan untuk bercerita.


Setelah menumpahkan apa yang di rasakan nya pada sahabat nya, Ayu pun merasa sedikit lebih tenang. beban berat yang selama ini di pikul nya pun terasa lebih ringan. dan obrolan itu pun berlanjut hingga hampir petang.


Dengan alasan karna setelah acara akad di laksanakan di kediaman bang Lutfi, maka resepsi di kediaman Ayu pun akan di selenggarakan. jika semua keluarga ikut, maka tak ada yang mempersiap kan acara yang akan berlangsung di kediaman Ayu.


Rumah Ayu saat ini pun sudah sedikit lebih layak jika di bandingkan sebelum nya. karna setelah kedatangan bang Lutfi untuk meminta Ayu pada keluarga nya, mama dan kakak Ayu sengaja membongkar sekaligus membesarkan tempat tinggal yang selama ini menjadi tempat bernaung Ayu dan keluarga.


" Yu ... siap jadi istri abang ? ." ujar abang Lutfi saat menjemput Ayu di rumah nya.


" Insya Allah." ujar Ayu singkat, padat, dan jelas.


Mendengar jawaban Ayu bang Lutfi hanya tersenyum pada Ayu. satu hari lagi kedua nya akan resmi menyandang status suami istri secara agama dan Negara. memulai kehidupan baru, yang entah seperti apa kedepan nya nanti.

__ADS_1


" Maaf kan abang, kalo abang sedikit memaksa Ayu. tapi jujur, abang ingin Ayu halal untuk abang, abang ingin bertanggung jawab sepunuh nya terhadap diri Ayu." dengan menggenggam kedua tangan Ayu.


" Hhhmm ..." ujar Ayu dengan anggukan kepala nya.


Entah kenapa, saat bersama bang Lutfi Ayu seolah - olah kehabisan kata - kata. apa yang di katakan bang Lutfi dan apa yang di lakukan bang Lutfi pada Ayu, membuat Ayu selalu terdiam.


Keluarga Ayu pun berangkat dengan mengendarai mobil yang telah di siapkan oleh bang Lutfi. kendaraan itu selanjut nya akan berhenti di kediaman ayah Ayu. karna sebagai wali Ayah Ayu harus ikut.


Ketika sampai di kediaman sang ayah sempat terjadi ketegangan, karna ayah Ayu sempat menolak untuk ikut. dengan alasan tak ada konfirmasi dari Ayu bahwa Ayu akan menikah. karna sebagai ayah Ayu, ayah berhak tahu apa pun mengenai Ayu. apa lagi ini adalah tentang pernikahan Ayu.


Sebenar nya Ayu bukan nya tak ingin memberitahukan pada sang ayah tentang rencana pernikahan nya saat ini. hanya saja rasa kekesalan Ayu lah yang membuat Ayu enggan untuk memberitahukan nya pada sang ayah. kekesalan Ayu karna sang ayah yang tak ada niat untuk membatu sang mama, dalam menafkahi Ayu. khusus nya untuk biaya sekolah Ayu, yang saat ini harus putus sekolah, karna ketidak mampuan sang mama.


Selama ini ayah Ayu selalu menuntut hak nya terhadap Ayu, tanpa pernah memenuhi kewajibah nya sebagai seorang ayah bagi Ayu. kewajiban menafkahi Ayu, kewajiban menyayangi dan memperhatikan Ayu. walau pun Ayu tinggal dengan sang mama, akan tetapi anak akan tetap menjadi kewajiban seorang Ayah untuk menafkahi. suami istri boleh saja bercerai, akan tetapi anak akan tetap menjadi pertanggung jawaban kedua nya di dunia hingga akhirat nanti.


" Baik lah saya akan ikut." ujar ayah Ayu saat bang Lutfi , paman bang Lutfi, serta kakak Ayu telah berhasil memberi pengertian serta penjelasan pada ayah.


sedang Ayu jangan di tanya, diri nya saat ini hanya jadi penonton saja. penonton drama dari awal kehidupan yang akan di jalani nya.


Setelah menepuh beberapa jam perjalanan sampai lah Ayu dan keluarga Ayu di kediaman bang Lutfi. sesampai nya di kediaman bang Lutfi persiapan untuk acara pernikahan Ayu sudah sangat siap. ketika melihat pelaminan dan dekorasi rumah membuat mata Ayu menatap nya dengan nanar.


Karna sampai saat ini diri nya masih belum sepenuh nya percaya, bahwa esok hari diri nya sudah menyandang gelar sebagai seorang istri dari seorang pria bernama Muhammad Lutfi.


Sebuah pernikahan yang tak pernah terbayang sebelum nya di benak Ayu, apa lagi dengan usia yang masih sangat muda. dengan umur yang baru saja enam belas tahun, Ayu harus merelakan masa remaja nya dan memulai sebuah kehidupan yang baru.

__ADS_1


***


__ADS_2