Perjuangan Istri Yang Tersakiti

Perjuangan Istri Yang Tersakiti
Merantau


__ADS_3

***


Setelah kejadian orang ketiga yang membuat rumah tangga Ayu hampir saja retak. kini Ayu telah mampu menerima keadaan kembali seperti semula. Ayu pun kini telah memaafkan kesalahan sang suami, walau pun kesalahan itu tak mudah Ayu lupakan.


Pernikahan Ayu pun sudah membaik dan sejak kejadian itu bang Lutfi pun kembali seperti biasa nya. kembali menjadi suamis serta ayah yang bertanggung jawab dan menyayangi keluarga nya.


Tahun demi tahun pun kembali Ayu lalui, dan kini tak terasa usia pernikahan Ayu memsuki usia hampir 15 tahun. dan selama itu pula ada banyak perubahan dalam diri Ayu, baik perubahan secara fisik dan mental serta pemikiran yang menjadi lebih dewasa dari sebelum nya. dan saat ini pula usia Ayu telah menginjak usia 29 tahun.


Di usia nya yang hampir kepala tiga sosok Ayu telah bertransformasi menjadi sosok wanita dewasa yang mencoba untuk menjaga kehormatan nya sebagai seorang wanita muslimah dengan menjalankan kewajiban nya menutupi aurat secara sempurna.


Ayu kini mulai belajar dan memperdalam ilmu agama nya. karna Ayu ingin menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelum nya, mencoba belajar menjadi umat muslim taat akan kewajibah nya, belajar tentang kewajiban seorang istri, belajar bagai mana tanggung jawab menjadi seorang ibu.


Selama kurun waktu 15 tahun banyak perjalanan dan pelajaran hidup yang Ayu lalui selama ini. bahkan di saat usia nya memasuki usia 27 tahun, Ayu resmi menyadang gelar sarjana. dan itu semua berkat dukungan sang suami, Ayu mampu merasakan bangku pendidikan nya kembali, meski dalam keadaan dan suasana yang berbeda. bahkan Ayu mampu mengenyam pendidikan di bangku kuliah, yang sebelum nya justru tak pernah terbayangksn oleh Ayu, bahwa diri nya mampu menjadi seorang mahasiswi. hingga Ayu mendapatkan gelar sarjana nya di usia 27 tahun.


Putra Ayu pun kini telah berusia 14 tahun, dan kini putra Ayu tengah belajar sekaligus menjadi seorang santri di salah satu pondok pesantren di luar daerah. Ayu memang menginginkan sang putra memperdalam ilmu agama, agar tidak seperti Ayu yang fakir akan ilmu agama. selama ini Ayu bagaikan orang buta jika tentang agama, diri nya merasa seakan jauh dari Allah. bahkan kewajiban nya sebagai wanita muslimah saja, tak pernah Ayu jalan kan. serta kewajiban sebagai umat muslim yang utama pun Ayu masih lalai.


Dan sejak lulus kuliah Ayu memutuskan untuk berhijrah. kembali belajar agama, kembali mendekatkan diri kepada sang pencipta. karna selama nafas masih berhembus, selama jantung masih berdetak, dan selama nyawa masih barada dalam jasad. tak ada kata terlambat untuk bertaubat dan memperbaiki diri, mencari ridho dan rahmat ilahi, serta syafaat dari sang baginda nabi.


Kini di tempat tidur sepasang suami istri itu tengah terlibat obrolan serius. sesat setelah kedua nya menjalankan ibadah bersama.


" Bang, apa abang sudah fikirkan baik - baik tawaran perkerjaan yang di berikan pada abang ?." ujar Ayu pada bang Lutfi.

__ADS_1


Saat ini bang Lutfi mendapatkan tawaran pekerjaan di luar daerah, sebuah tawaran yang cukup menggiurkan. walau pun perjalanan menuju tempat perkerjaan nya kali ini, bang Lutfi harus memakan waktu 12 jam dalam perjalanan hingga sampai tujuan.


" Isya Allah Yu .. abang sudah fikirkan dengan baik, dan abang akan menerima tawaran itu. lagian kalo abang engga terima sayang kan Yu, gajih nya juga lumayan buat biaya sekolah Ilham. dan buat tabungan dedek utun yang lagi otw." ujar bang Lutfi, dengan mengelus lembut perut sang istri.


Ayu dan bang Lutfi memang menginginkan anak kembali handir di tengah - tengah mereka. bahkan selama hampir lima tahun kedua nya menanti kehadiran si baby yang entah kapan akan tumbuh di rahim Ayu. karna hingga kini Allah masih menunda keinginan kedua nya. dan entah sampai kapan keinginan itu akan terwujud, yang jelas hanya Allah lah yang mengetahui Nya.


" Tapi abang sanggup jauh dari keluarga, jauh dari istri. ingat bang .. ! abang baru akan pulang tiga bulan sekali. dan abang yakin selama itu bisa menjaga kepercayaan Ayu terhadap abang." ujar Ayu yang masih ragu untuk melepas kepergian sang suami untuk bekerja di luar daerah.


" Yu .. insya Allah abang akan jaga amanah yang Ayu berikan pada abang, untuk masalah kuat atau tidak nya jauh dari keluarga. abang akan coba dulu, jika abang kuat maka abang akan bertahan. jika abang tak kuat, maka abang akan pulang." kali ini bang Lutfi berusaha untuk memberi pengertian pada sang istri.


" Apa Ayu ikut abang saja ?." Ayu pun memberi ide pada suami nya itu.


" Yu .. siapa yang akan ngurus rumah kalo Ayu ikut, terus siapa yang akan ngurus keperluan ilham di pesantren ? tempat nya juga lumayan jauh Yu, abang juga belum mengenal daerah sana." bang Lutfi pun berujar pada Ayu.


Selama putra nya itu di ponpes Ayu memang selalu mengunjungi sang anak dua sampai tiga minggu sekali, hanya sekedar mengurus segala keperluan pribadi yang di butuhkan putra nya.


Allhamdulilah saat ini Ayu pun telah memiliki hunian yang sangat layak, dan berdiri di tanah perkarangan milik sendiri. serta kehidupan Ayu pun saat ini memang lebih mampan dari sebelum nya.


" Entah kenapa, kepindahan tempat abang bekerja saat ini, membuat Ayu merasa was - was. Ayu masih belum terlalu yakin dengan perasaan Ayu bang." entah kenapa Ayu seakan tak rela dengan kepergian sang suami kali ini.


" Yu .. denger abang, abang pergi untuk cari nafkah buat Ayu dan ilham. tanggung jawab abang besar terhadap keluarga, jadi abang mohon untuk kali ini saja Ayu mengerti dengan posisi abang." ujar bang Lutfi yang masih saja kekeh untuk menerima tawaran pekerjaan itu.

__ADS_1


Ayu yang mendengar perkatan bang Lutfi hanya mampu terdiam. entah perasaan apa yang Ayu rasakan saat ini, yang jelas jika di tanya apakah Ayu setuju atau tidak dengan kepergian suami nya kali ini. maka jawaban nya sudah pasti Ayu sangat tidak setuju, jika Ayu di beri kesempatan mengatakan apa yang saat ini di rasakan nya. tapi sayang nya diri nya di paksa harus mengerti, walau pun tidak sesui dengan kata hati.


Bang Lutfi yang melihat Ayu hanya terdiam pun, hanya mampu mengela nafas nya. diri nya pun berat untuk meninggal kan sang istri tiga bulan lama nya. akan tetapi, ini adalah tanggung jawab nya yang harus di jalani sebagai suami dan seorang ayah.


" Yu .. jangan bikin abang berat untuk meninggalkan Ayu, cukup iringi doa setiap langkah abang. doa Ayu yang abang butuhkan, setia Ayu yang abang harapkan, dan senyum Ayu meringankan beban abang." ujar bang Lutfi dengan memeluk erat tubuh abang.


" Hik .. hik .. hik .. abang janji jaga amanah Ayu, hik .. hik .." jatuh lah butiran bening dari sudut mata Ayu, yang sejak tadi berusaha Ayu tahan agar tak keluar.


Entah kenapa ada perasaan yang sangat berat yang Ayu rasakan saat ini. perasaan yang belum pernah Ayu rasakan sebelum nya. perasaan jika diri nya akan kehilangan sosok suami yang tengah memeluk nya saat ini, sosok suami yang begitu menyayangi Ayu, sosok suami yang begitu bertanggung jawab untuk Ayu.


" Insya Allah abang akan jaga amanah Ayu. dan jaga ini untuk abang." dengan menunjuk dada Ayu.


" Hhhmmm ... " ujar Ayu yang masih sesenggukan menangis di pelukan sang suami.


Sedang bang Lutfi hanya membiarkan saja sang istri menangis, agar setelah menangis Ayu akan kembali tenang. bang Lutfi hanya memeluk erat tubuh sang istri, pelukan sayang, pelukan ketenangan dan kenyamanan.


Hari pun kini telah berganti, tepat hari ini bang Lutfi pergi untuk merantau ke kampung orang, pergi karna kewajiban dan pulang karna sayang.


" Abang pamit, baik - baik di rumah, jaga diri dan jaga kesehatan. abang sayang Ayu, jangan lupa untuk doa kan abang." dengan memeluk serta mencium seluruh wajah sang istri yang kini hanya terdiam.


Sedang kan Ayu hanya menganggukan kepala nya saja sebagai jawaban yang di berikan nya pada sang suami. dada nya seakan sesak untuk melepaskan kepergian suami nya itu. dan saat ini hanya iringan doa di hati Ayu yang mampu di panjatkan nya pada sang pencipta, agar sang suami di berikan kemudahan, keselamatan, dan perlindungan di setiap langkah nya dalam kebaikan.

__ADS_1


***


__ADS_2