Perjuangan Istri Yang Tersakiti

Perjuangan Istri Yang Tersakiti
Di Tinggalkan


__ADS_3

***


Setelah Ayu mengetahui pengkhianatan sang suami, kini yang Ayu lakukan hanya mengadu pada ilahi. di atas sejadah di sujud terakhir nya lah Ayu memohon kekuatan pada Allah, memohon agar diri nya di berikan kesabaran dan keiklasan dalam menghadapi ujian nya saat ini. karna Ayu yakin Allah tak akan menguji diri nya melewati batas kemampuan hamba Nya itu sendiri.


Dan sejak saat itu, Ayu tak lagi menghubungi sang suami. kali ini diri hanya pasrah dengan kepulangan suami nya itu, saat ini Ayu hanya mencoba menenangkan hati, mencoba sedikit berdamai dengan keadaan. bagai mana pun juga Ayu menyadari jika suami nya itu lelaki normal, dan semua itu terjadi atas kesalahan Ayu yang tak bisa menjalankan kewajiban nya sebagai seorang istri.


Tepat pukul 02.00 dini hari, sehari setelah Ayu menghubungi sang suami saat itu.


" Tok .. tok ..tok .." terdengar bunyi ketokan pada pintu rumah Ayu.


Ayu yang saat itu telah tertidur pun terkejut saat mendengar suara ketokan pada pintu rumah nya. dengan perlahan Ayu pun bangkit dari tempat tidur, dan sedikit menyibak horden kaca yang berada di sebelah pintu rumah. Saat Ayu melihat ke luar, Ayu terkejut bahwa saat ini sang suami lah yang berada di luar dengan membawa tas ransel di punggung.


" Cklek ". bunyi pintu rumah yang terbuka.


Saat pintu rumah terbuka, bang Lutfi pun langsung masuk begitu saja. tak ada salam yang di berikan nya, tak ada pelukan hangat yang Ayu terima, bahkan tak ada kecupan di kening seperti biasa nya.


Melihat itu, sungguh Ayu hanya mampu terdiam kaku di tempat nya. jangankan salam, pelukan, kecupan, bahkan senyuman pun seakan sesuatu yang mahal bagi bang Lutfi untuk di berikan pada Ayu.


Setelah memasuki rumah, bang Lutfi hanya melepaskan tas nya saja, dan langsung merebahkan diri nya di ruang tengah. tak ada kata yang keluar dari bibir bang Lutfi saat ini, sekedar kata sapaan pada sang istri yang tiga bulan tak di jumpai nya itu, yang ada hanya kebisuan di antara kedua nya.


Sedang kan Ayu yang masih mematung di depan pintu pun kini mulai beranjak dan ikut menyusul sang suami sesaat setelah menutup pintu rumah. Ayu melihat sang suami yang tengah menutup kedua mata nya, dengan masih mengenakan baju yang sama. maka Ayu beranjak untuk mengambil kan baju santai sang suami di lemari.


" Bang, bangun dulu bang. abang ganti baju dulu." ujar Ayu pada suami nya itu, dengan mengoyangkan tubuh bang Lutfi secara berlahan.


" Abang cape Yu .." dengan masih menutup kedua mata bang Lutfi berujar pada Ayu.

__ADS_1


" Iya, Ayu tau. tapi ganti baju dulu, biar tidur abang nyaman, lagian di sini dingin." ujar Ayu yang menyodorkan baju yang di ambil nya pada suami nya itu.


Tanpa kata bang Lutfi membuka mata nya, dan langsung mengambil baju yang ada di tangan Ayu serta mengganti baju yang di kenakan nya saat ini. dan kembali ingin merebahkan diri nya di tempat yang sama.


" Bang, tidur di kamar, di sini dingin." saat melihat sang suami yang ingin kembali tidur di ruang tengah.


" Abang lelah Yu .."


" Iya Ayu tau, tapi tidur di kamar saja biar lebih nyaman. kalo abang merasa terganggu dengan Ayu, biar Ayu tidur di kamar depan." ujar Ayu sambil berjalan menuju kamar putra nya.


Baru saja beberapa langkah Ayu berjalan, tangan Ayu pun di cekal bang Lutfi dan tanpa bicara diri nya langsung menarik Ayu masuk ke kamar kedua nya.


" Tidur lah di sini. " ujar bang Lutfi yang merabahkan tubuhnya dan tubuh sang istri.


Ayu hanya mampu beristigfar dalam hati, dan terus memohon kekuatan pada ilahi untuk diri nya saat ini. jika saja Ayu tidak tengah mengandung, mungkin Ayu tidak merasakan sesakit ini. setidak nya, diri nya akan bertahan untuk diri nya sendiri. akan tetapi saat ini, diri nya di paksa harus kuat dan bertahan untuk satu nyawa yang saat ini tengah tumbuh di dalam rahim nya.


Waktu pun kini telah berlalu, kini hampir seminggu sudah bang Lutfi berada di rumah. dan selama itu, sikap bang Lutfi serta perkataan nya selalu membuat Ayu tersakiti. bahkan saat ini, tidak hanya Ayu saja yang merasakan sikap serta perkataan kasar suami nya itu. akan tetapi, keluarga Ayu pun merasakan nya. bahkan yang membuat Ayu hancur, suami nya itu dengan mudah nya membongkar aibnya pada seluruh keluarga Ayu.


" Ya Allah bang .. kenapa abang bongkar aib abang. Ayu malu bang ..hik .. hik .. tidak kah abang malu dengan perbuatan hina itu hik .. hik .." ujar Ayu yang saat ini tengah menangis sesegukan serta dengan duduk bersimpuh di hadapan sang suami. saat Ayu tau bahwa sang suami telah membokar aibnya sendiri pada keluarga Ayu.


" Kalo Ayu malu, ya sudah lebih baik abang pergi saja dari rumah ini. abang juga sudah cape Yu, abang cape dengan semua tingkah Ayu selama ini. abang cape nanggung beban yang ada pada abang." sungguh hilang sudah rasa belas kasih bang Lutfi pada sang istri. jika diri nya tak lagi menyayangi atau mencintai Ayu, tapi setidak nya pandang lah anak yang ada di rahim Ayu saat ini.


Seorang anak yang sejak dulu diri nya ingin kan, dan seorang anak yang selalu diri nya dambakan. bahkan hampir lima tahun lama nya kedua nya menanti kehadiran nya. akan tetapi saat ini, seolah - olah kehadiran sang buah hati tak lagi terlihat di mata suami sekaligus ayah dari anak yang ada di rahim Ayu.


" Apa yang ada fikiran abang saat ini ? abang tega meninggalkan Ayu dalam kondisi seperti ini, di mana perasaan abang. hanya karna abang sudah tidak lagi menyayangi Ayu, lalu abang buang Ayu begitu saja. bukan kah abang juga merasakan bagai mana kita tumbuh tanpa seorang ayah di samping kita. lantas setega itukah abang akan menjadi kan anak - anak kita mengalami hal yang sama dengan kita berdua." dengan deraian air mata yang terus ke luar dari kedua sudut mata Ayu.

__ADS_1


" Yu .. abang merasa sudah tindak pantas lagi dengan Ayu. abang sudah banyak membuat Ayu sakit hati, jadi biar lah abang pergi. Ayu tidak usah khawatir tentang anak - anak, abang akan tanggung jawab terhadap kedua nya. dan selama Ayu sendiri, abang akan selalu memberikan uang untuk Ayu, walau pun kelak Ayu bukan istri abang lagi." ujar bang Lutfi pada Ayu.


Ayu yang mendengar perkataan sang suami pun, kini mulai memahami. bahwa saat ini posisi diri nya telah hilang dan telah tergantikan dari hati dan fikiran suami nya itu. selama hampir seminggu ini Ayu memilih untuk diam memendam segala perasaan yang di rasakan nya. Ayu berusaha berjuang agar rumah tangga nya bisa kembali utuh seperti semula, walau pun diri nya harus terluka.


Selama seminggu ini tak sekali pun Ayu mengungkit tentang perbuatan sang suami, Ayu hanya berusaha menjadi lebih baik di hadapan sang suami. karna Ayu mengira sang suami masih memiliki hati pada nya. tapi kini, perjuangan Ayu tak pernah terlihat oleh bang Lutfi. karna yang selalu terlontar dari bibir nya, bahwa bang Lutfi lelah menjalani pernikahan nya bersama Ayu.


" Ini bukan masalah abang yang tak pantas untuk Ayu. tapi justru, Ayu yang seperti nya tak pantas lagi untuk abang. apakah wanita itu jauh lebih baik dari Ayu ?." kali ini Ayu bertanya pada bang Lutfi, walau pun dengan hati yang hancur sehancur nya. Ayu hanya ingin mendengar langsung dari bibir sang suami.


Setelah mendengar pertanyaan Ayu, bang Lutfi pun kini kembali terdiam. tak ada kata yang keluar dari bibir nya, dan justru keterdiaman nya sudah dapat Ayu simpul kan.


" Baik lah bang, jika abang ingin pergi. maka pergilah, bukan Ayu yang meninggalkan abang. tapi abang lah yang meninggalkan Ayu, bukan Ayu tak menginginkan abang, tapi abanglah yang tak menginginkan Ayu. kejarlah lah kebebasan abang, kejarlah nafsu abang, semoga abang bahagia dengan meninggalkan keluarga abang saat ini. " ujar Ayu dengan mengambil tangan sang suami, dan menyalami nya dengan takzim.


" Maaf kalo Ayu selama ini banyak salah pada abang, maaf kalo Ayu selalu jadi beban buat abang, dan maaf atas kekurangan Ayu yang belum bisa jadi istri yang baik untuk abang. maka Ayu mohon ampunan dari abang dunia sampai akhirat." setelah mengatakan hal itu, Ayu pun berlalu dari hadapan sang suami dan tanpa melihat ke belakang lagi, Ayu pergi masuk ke dalam kamar putra.


Sedang kan bang Lutfi hanya terdiam melihat kepergian Ayu yang masuk dan mengunci diri di kamar. melihat hal itu bang Lutfi tanpa ada perasaan langsung mengemasi seluruh pakaian nya yang ada di lemari dan bersiap untuk pergi.


" Tok .. tok .. abang pergi Yu, jaga diri Ayu dan jaga anak abang. Ayu tenang saja, abang pergi tak akan membawa apa - apa. dan semua harta yang abang peroleh selama ini abang tinggal kan untuk anak - anak. tolong maaf kan segala kesalahan abang pada Ayu. Assalamualaikum ..." setelah mengucapkan salam, bang Lutfi pun benar - benar pergi meninggalkan Ayu.


Sedang kan Ayu yang berada di dalam kamar pun hanya menangis tanpa suara dengan memeluk erat al-quran di dada nya. al - quran yang setiap hari di baca nya, dan serta tasbih yang di genggam erat oleh tangan kanan nya.


Begitu besarkah rasa sayang Allah pada nya, hingga Allah menguji Ayu dengan ujian yang begitu berat pada pundak nya. sebagai seorang manusia yang masih fakir dalam agama, Ayu rasa nya ingin menyerah pada kehidupan nya saat ini.


Sejak kecil ujian Ayu memang lah tak mudah, akan tetapi kali ini, Ayu sedang berada di titik terendah dalam hidup nya. di khianati bahkan di tinggal kan sang suami dalam keadaan hamil, sungguh ujian yang sangat berat bagi Ayu.


***

__ADS_1


__ADS_2