
***
Masih berada di tempat yang sama dan di waktu yang sama, kali ini Ayu masih bingung memikirkan apa yang akan di lakukan nya saat ini. surat yang saat ini di dapatkan nya merupakan amanah yang sangat sulit untuk Ayu jalani.
Sebenar nya Ayu masih belum ada berfikir untuk menikah kembali, apa lagi bayang - bayang kegagalan rumah tangga nya satu tahun yang lalu membuat Ayu sedikit trauma, dan hal itu masih begitu jelas membekas di ingatan nya. walau pun Ayu tau bahwa apa yang terjadi pada nya adalah suatu takdir yang telah Allah tetapkan.
Tak ada zona aman dalam setiap pernikahan, karna cobaan akan datang saat setelah pernikahan. saat ini Ayu tidak lagi menyalahkan perpisahan dan perceraian, Ayu juga tidak lagi menyalahkan keadaan, tapi saat ini Ayu hanya ingin memperbaiki diri dan meneguhkan iman, karna Ayu yakin Allah telah mempersiapkan kebahagian.
Setelah Ayu menjelaskan semua nya pada mama siapa yang memberikan amanah untuk Ayu. membuat mama kali ini tak mampu untuk memberikan solusi apapun. diri nya sama terlihat bingung, apa lagi mengingat Ayu yang sempat tertekan dengan perpisahan nya dengan sang suami. membuat mama sangat berhati - hati dalam mengambil tindakan untuk putri nya itu.
Baru saja Ayu akan mengeluarkan suara nya, terdengar suara mesin motor berhenti di depan rumah Ayu. sesaat perhatian ketiga nya langsung teralihkan pada seorang pria yang saat ini berhenti di depan rumah Ayu. dan saat pria itu membuka helm nya Ayu langsung tercekat, saat tau siapa pria yang kali ini datang ke rumah Ayu.
" Assalamualaikum ..." pria itu memberi salam dari arah depan pintu.
Inilah seorang pria yang setahun yang lalu memberikan luka di hati nya, seorang pria yang berjanji melindungi nya tapi justru menyakiti nya, serta seorang pria yang berjanji menyayangi nya tapi justru kini mengkhanati nya.
" Wa'alaikumus salam ..." penghuni rumah pun menjawab salam dari pria itu.
Setelah mendengar jawaban salam dari penghuni rumah, dengan ragu - ragu pria itu masuk. apa lagi saat ini tatapan mama begitu tajam mengarah pada nya.
" Masuk bang." ujar Ayu pada bang Lutfi, saat melihat keraguan bang Lutfi masuk. apa lagi saat diri nya melihat seorang pria yang tengah duduk di ruang tamu dengan Ayu dan mama.
__ADS_1
" Iya .." bang lutfi pun masuk, saat mendengar Ayu menyuruh nya untuk masuk. dengan meneteng sebuah kresek yang lumayan besar.
Ketika bang Lutfi masuk, diri nya sempat tertegun dengan penampilan Ayu saat ini. lama diri nya memandang ke arah Ayu, dan hal itu di lakukan nya entah sadar atau tidak. tapi melihat bang Lutfi memandang ke arah diri nya membuat Ayu kurang nyaman.
" Duduk bang, Ayu akan buatkan minum dulu." dengan cepat Ayu berdiri dari duduk nya, dan bergegas menuju dapur membuatkan minum untuk bang Lutfi mantan suami nya itu.
Setelah Ayu selesai membuatkan minum, Ayu pun kini kembali ke ruang tamu. akan tetapi pemandangan di ruang tamu, justru membuat Ayu sedikit bingung dengan keadaan. apa lagi saat ini bang Lutfi tengah duduk bersimpuh di kaki mama. tidak hanya Ayu yang di buat bingung dengan keadaan, akan tetapi Rifky yang saat ini masih menjadi tamu Ayu pun ikut merasa bingung.
" Ma .. saya tau saya salah, bahkan mungkin perbuatan saya sulit untuk di maafkan. akan tetapi, saya akan tetap memohon ampunan pada mama, Ayu, dan keluarga." ujar bang Lutfi yang tertunduk di bawah kaki mama Ayu.
Sedangkan mama hanya diam saja, tak ada kata - kata yang keluar dari bibir wanita paruh baya yang telah melahirkan Ayu. entah sebesar apa rasa kecewa mama pada mantan menantu nya itu, yang jelas waktu satu tahun masih belum mampu membuat mama membuka suara nya.
" Berdiri lah bang, tak sepatut nya abang melakukan hal itu. apa lagi saat ini Ayu masih kedatangan tamu. jangan membuat keadaan semakin sulit, jika abang hanya datang untuk meminta maaf." ujar Ayu membuka suara nya, saat di lihat nya sang mama sama sekali tak berniat berbicara.
" Biar lah abang melakukan nya Yu, setidak nya biarkan Abang hanya memohon ampunan. abang tidak memaksa kalian mengampuni kesalahan abang. akan tetapi, izin kan abang melakukan yang seharus nya abang lakukan." masih dengan posisi yang sama, bang Lutfi berujar pada Ayu.
Mendengar perkataan mantan suami nya itu, justru membuat emosi dalam diri Ayu bangkit. apa tidak cukup diri nya bertindak sesuka hati, tanpa memikirkan perasaan orang lain. dan saat ingin meminta maaf pun, diri nya masih saja egois tanpa berfikir.
" Apa abang ingin mempermalukan mama dan Ayu saat ini .. ! lihat lah bang .. ! saat ini Ayu ada tamu, jangan membuat Ayu dan mama Ayu terlihat kejam di mata tamu Ayu. jadi , tolong berdiri lah, dan duduk ..!" ujar Ayu menahan emosi nya. bahkan Ayu tidak henti - henti nya mengucapkan istigfar dalam hati, agar diri nya mampu meredam amarah yang tiba - tiba datang dalam diri Ayu.
Sedangkan bang Lutfi yang mendengar kata - kata Ayu, dengan berlahan diri nya berdiri dari hadapan mama. akan tetapi, baru saja bang Lutfi berdiri. tiba - tiba dari arah dapur kakak Ayu datang dan langsung memberikan bogem mentah pada wajah bang Lutfi.
__ADS_1
Bug
Bug
" Astagfirullah ..."
" Ya Allah ..."
Terdengar suara jeritan dari Ayu dan mama Ayu, setelah melihat apa yang di lakukan oleh kakak Ayu pada bang Lutfi. sedangkan bang Lutfi sendiri, langsung terjatuh ke lantai setelah mendapatkan bogem mentah dari kakak Ayu.
" Dasar pria bajingan .. !! berani kamu datang ke sini hah .. !! setelah apa yang kamu lakukan pada Ayu, dan sekarang kamu datang untuk meminta maaf. enak betul hidup mu .. ! apa kamu tau ? hanya gara - gara pria brengsek seperti mu, Ayu hampir saja kehilangan nyawa nya. dan juga apa kamu tau ? bagaimana Ayu harus berjuang di saat diri nya tengah mengandung, tapi justru suami brengsek nya pergi dengan wanita lain." ujar kakak Ayu dengan berapi - api bahkan menunjuk ke arah wajah bang Lutfi.
Sedangkan Ayu hanya terdiam Shock, setelah melihat kakak nya itu memberi bogem mentah pada wajah bang Lutfi. tidak sampai di situ, kakak Ayu yang terkenal sebagai seorang pria yang kalem dan pendiam nyata nya mampu berbuat bringas dan berkata - kata kasar pada mantan suami nya itu.
Kini di rumah Ayu tampak keluarga Ayu mulai berdatangan, setelah mengetahui kedatangan bang Lutfi. meraka hanya ingin mengetahui apa yang di lakukan bang Lutfi datang kembali, setelah membuat salah satu keluarga mereka sempat terpuruk. bahkan saat ini mata - mata amarah serta kecewa seluruh keluarga terarah pada banf Lutfi.
Sedangkan bang Lutfi hanya mampu terdiam dan tertunduk, saat seluruh keluarga Ayu seperti menghakimi ke arah diri nya. diri nya sadar ini lah konsekuensi yang harus di hadapi nya, apa bila datang dan ingin kembali pada Ayu.
Bukan hanya menghadapi kemarahan Ayu yang di dapatnya. akan tetapi, kemarahan keluarga Ayu lah yang sebenar nya di takutkan nya. sebuah penyesalan yang membuat dirinya kembali datang, memohon pengampunan yang mungkin tidak akan mudah untuk di dapatkan.
***
__ADS_1