Perjuangan Istri Yang Tersakiti

Perjuangan Istri Yang Tersakiti
Lamaran


__ADS_3

***


Waktu kini telah berganti, hari demi hari telah Ayu lalui. tepat seminggu sudah Ayu menjalani kehidupan nya setelah diri nya putus sekolah. tak banyak yang Ayu lakukan, diri nya hanya membatu pekerjaan sang mama di rumah.


Dan tepat hari ini pula bahwa bang Lutfi akan datang ke rumah nya untuk meminta Ayu secara resmi kepada keluarga Ayu. dan jika keluarga Ayu menerima, maka Ayu pun dengan pasrah harus menerima nya pula. diri nya berharap, jika pernikahan nya kelak tak seperti pernikahan kedua orang tua nya.


Saat waktu menjelang siang, bang Lutfi pun datang ke rumah Ayu. jika pria lain mungkin akan di temani kerabat atau pun saudara saat melamar. tapi tidak dengan bang Lutfi, diri nya hanya datang seorang diri tanpa di temani siapa pun.


Sedangkan Ayu yang melihat hal itu, hanya diam saja, diri nya tak ingin ambil pusing. jangan kan memikirkan orang lain, memikirkan nasib diri nya saja sudah membuat Ayu prustasi. apa lagi harus memikir orang lain.


Setelah kedatangan bang Lutfi, kini semua keluarga pun berkumpul kecuali ayah kandung Ayu. karna sebelum nya Ayu memang sudah memberitahukan perihal kedatangan bang Lutfi kali ini ke rumah Ayu.


" Maaf bu, kak, jika mungkin kedatangan saya kali ini di nilai kurang sopan. saya memang sengaja tidak membawa keluarga saya ke mari. karna saya memang sibuk bekerja, selain itu dari tempat saya bekerja ke rumah mama memakan waktu hampir 4 jam perjalanan. karna esok hari pun saya harus kembali bekerja. " bang Lutfi pun menerangkan tentang kondisi diri nya yang memang tidak membawa keluarga nya satu pun saat ini.


" Iya .. tidak apa - apa, ibu mengerti nak. tapi, apa kah keluarga sudah di beri tahu dengan rencana nak Lutfi saat ini ?." ujar mama bertanya pada bang Lutfi.


" Insya Allah sudah bu, bahkan jika ibu dan yang lain nya menerima niat baik saya ini. insya Allah dua minggu lagi saya akan langsung menikahi Ayu." ujar bang Lutfi dengan mantap, seolah tak ada keraguan dalam setiap perkataan nya.

__ADS_1


Melihat dan mendengar apa yang di kata kan bang Lutfi, diri nya saat ini sungguh seorang pria yang telah mempersiapkan diri secara fisik dan mental untuk menikahi Ayu. sedangkan Ayu, jangan kan mental, fisik saja diri nya belum siap jika harus di jamah pria melebihi peluk dan kiss.


Dan mendengar jika diri nya akan di nikahi dua minggu lagi, ya Allah ... entah lah apa Ayu benar - benar siap, atau hanya terpaksa untuk siap saja.


" Baik lah kalo begitu, sebelum nya kami memang sudah mengetahui tentang niat kedatangan nak Lutfi ke mari. dan kami juga menyambut baik tentang niat nak Lutfi yang ingin melamar Ayu untuk jadi istri nak Lutfi. ibu hanya ingin bertanya seberapa yakin nak Lutfi dengan Ayu ? dengan kondisi Ayu ? dengan tingkah kekanakan Ayu ?." ujar mama pada bang Lutfi.


" Insya Allah saya sudah yakin dengan Ayu bu, dan saya tidak akan merubah Ayu. biar lah Ayu dengan apa yang ada sekarang. saya menerima kelebihan dan kekurangan pada diri Ayu saat ini. " ujar bang Lutfi dengan sangat yakin tentang pilihan nya pada Ayu.


Mendengar semua perkataan bang Lutfi semua keluarga pun tersenyum ke arah Ayu. dan Ayu sudah mengerti arti senyuman keluarga nya yang di berikan pada Ayu. diri nya hanya menganggukan kepala nya saja sebagai tanda, bahwa diri nya setuju apa pun yang di ingin kan keluarga nya.


Ada kesedihan terlihat pada kedua mata mama, kesedihan melepas anak bungsu sekaligus anak gadis satu - satu nya yang baru saja memasuki masa remaja. melepaskan untuk menjalani hidup baru nya membina rumah tangga bersama sang suami.


" Insya Allah bu, saya akan jaga amanah ibu dengan baik. dan tolong tegur saya, jika kelak saya tanpa sengaja menyakiti putri ibu." bang Lutfi pun memberikan keyakinan pada mama.


" Iya." ujar mama singkat.


" Maaf dek Lutfi, apa benar kalo dek Lutfi akan menikahi Ayu dalam waktu dua minggu ? lalu bagai mana persiapan nya ? ." kali ini kakak laki - laki Ayu lah yang membuka suara nya.

__ADS_1


" Iya .. insya Allah kak, kalo masalah persiapan saya sudah meminta mama saya untuk mempersiapkan nya. sejak Ayu memutuskan, bahwa saya harus datang meminta diri nya ke keluarga nya. hanya saja jika di izin kan, boleh kah kami menikah di tempat keluarga saya" bang Lutfi pun menjelaskan pada keluarga Ayu dan meminta izin tentang keinginan nya.


Mendengar hal itu semua keluarga Ayu hanya terdiam, apa mungkin kediaman Ayu lah yang menjadi faktor bang Lutfi meminta diri nya untuk menikah di kediaman bang Lutfi.


" Maaf bu, maaf kalo perkataan saya menyinggung ibu. saya engga ada maksud apa - apa. begini bu, jika akad pernikahan di adakan di sini, kemungkinan besar saya tidak mengadakan acara apa - apa di sana. sedang kan rekan - rekan serta atasan tempat saya bekerja tidak mungkin hadir ke sini. dan mungkin ibu tau, jarak tempuh menuju kemari lebih jauh, jika di bandingkan dengan jarak tempuh menuju rumah saya. dan jika ibu ingin mengadakan resepsi di sini setelah akad pernikahan di sana selesai di gelar, saya tidak masalah, dan saya juga yang akan menanggung biaya nya." dengan detail bang Lutfi menjelaskan maksud dari keinginan nya pada mama. agar keluarga Ayu tidak tersinggung dengan perkataan bang Lutfi.


Mendengar hal itu akhir nya keluarga pun mengerti, kini keluarga pun melihat ke arah Ayu meminta pendapat Ayu, yang sejak tadi bagaikan orang yang bisu tanpa mengeluarkan sepatah kata pun sejak kedatangan bang Lutfi ke rumah nya.


" Yu ..." ujar mama yang melihat Ayu seperti enggan untuk membuka suara nya.


" Ayu terserah saja ma .. mau akad di mana saja yang penting sah. dan yang paling penting orang tidak mengira Ayu wanita panggilan lagi, dan kalo pun Ayu hamil, setidak nya Ayu punya suami." ujar Ayu menohok kali ini.


Mendengar perkataan Ayu, semua keluarga pun hanya menghela nafas. tidak hanya keluarga, bang Lutfi pun melakukan hal yang sama. dengan memandang ke arah Ayu diri nya sungguh mengerti kondisi Ayu saat ini.


Setelah menyelesaikan pembicaraan tentang lamaran dan pernikahan, kini bang Lutfi pun bersiap untuk kembali ke tempat diri nya berkerja. sebenar nya keluarga Ayu sudah menawarkan bang Lutfi untuk menginap karna hari yang sudah sore. akan tetapi bang Lutfi mengatakan, bahwa jika diri nya esok harus kembali bekerja. setelah berpamitan pada keluarga Ayu, bang Lutfi pun langsung pergi dari kediaman Ayu.


***

__ADS_1


__ADS_2