Perjuangan Istri Yang Tersakiti

Perjuangan Istri Yang Tersakiti
Kehidupan Baru


__ADS_3

***


Setelah kepulangan mantan suami Ayu, kini ustadz Ahmad pun tengah mencari keberadaan sang istri yang hingga kepulangan tamu nya itu, Ayu bahkan tidak menampakan diri nya kembali. entah apa yang membuat Ayu enggan untuk sekedar menyapa tamu nya ketika akan berpamitan.


Sedangkan Ayu sendiri saat ini justru tengah tertidur bersama dede Ayla di kamar belakang, kamar yang letaknya bersebelahan dengan dapur. sejak Ayu memutuskan untuk pergi dari ruang tamu, diri nya langsung memasuki kamar belakang yang letak nya cukup jauh dari ruang tamu. agar pembicaran di ruang tamu tak terdengar oleh indra pendengaran nya.


Setelah sempat mencari di kamar depan, dan dan menemukan Ayu di dalam nya. maka ustadz Ahmad langsung mencari Ayu ke kamar belakang.


" Cklek .. " pintu kamar belakang pun terbuka, dan muncul lah ustadz Ahmad di balik pintu.


Dengan berlahan ustadz Ahmad pun mendekat kearah Ayu, yang kini tengah tertidur di lantai bersama dede Ayla dengan beralaskan karpet bulu.


Cup


Ustadz Ahmad pun mengecup pipi Ayu yang saat ini tengah terlelap, dan dengan berlahan ustadz Ahmad membelai pipi Ayu yang tak tertutup hijab dan cadar.


" Hhmm .. mas." ujar Ayu, saat sadar tidur nya telah terganggu dengan belaian dari sang suami di pipi nya.


Tanpa menjawab ustadz Ahmad langsung ikut merebahkan tubuh nya di samping Ayu.


bahkan kini tangan nya pun memeluk erat perut sang istri, dengan sekekali menciumi


pucuk kepala Ayu.


" Mas ..." mendengar tak ada jawaban dari ustadz Ahmad, membuat Ayu membalikan tubuh nya menghadap ke arah sang suami.

__ADS_1


Sedangkan ustadz Ahmad sendiri, alih - alih membalas perkataan Ayu. kini justru diri nya menatap intens wajah sang istri. lama kedua nya saling menatap, tanpa ada yang mau mengeluarkan suara nya terlebih dahulu. sampai tatapan itu terhenti ketika ustadz Ahmad mengecup lembut bibir sang istri.


Cup


" Besok kita pindah ke rumah yang ada di kota B ya .. my." dengan membelai lembut pipi Ayu.


" Lho .. bukan nya aby bilang, kita akan tinggal di sini beberapa hari lagi ? kok mendadak jadi besok by ?." ujar Ayu bertanya pada sang suami.


" Karna menurut aby, semakin cepat kita pindah, maka semakin baik untuk keluarga kita. aby cuma tak ingin, ummy terbebani jika kita masih tinggal di sini."


" Maaf by, jika kejadian tadi membuat aby kecewa terhadap Ayu. dan maaf jika Ayu membuat aby malu dengan tingkah dan perkataan Ayu." ujar Ayu dengan menundukan kepala nya, merasa bersalah pada sang suami saat ini.


Mendengar permintaan maaf dari sang istri, ustadz Ahmad pun langsung memeluk tubuh Ayu dengan erat. diri nya seolah - olah merasakan apa yang saat ini di rasakan oleh istri nya itu.


" Ummy tidak salah apa - apa terhadap aby, jadi ummy tak perlu meminta maaf. terimakasih karna ummy sudah mampu bertahan hingga saat ini, aby bangga dengan ummy. terimakasih telah menjadi wanita hebat yang tetap istiqomah meski cobaan yang Allah berikan tidaklah mudah untuk di lalui. terimakasih telah menjadi istri sholehah aby, dan sekarang izinkan aby untuk menjadi sandaran di setiap keluh kesah ummy. karna mulai saat ini, kehidupan baru kita telah menanti, dan aby berharap ummy tetap menjadi sosok yang sama seperti saat ini."


Jika Ayu kembali mengingat masa lalu, betapa pedih nya kehidupan yang Ayu jalani. perjuangan seorang anak broken home, hingga menjadi anak tiri, dan di lanjut dengan perjuangan sebagai seorang istri yang tersakiti, akibat dari pengkhianatan sang suami, serta perjuangan seorang ibu yang harus melahirkan seorang putri yang tidak tau seperti apa ayah yang menghadirkan nya ke dunia.


Ayu bukanlah wanita kuat seperti apa yang orang - orang katakan, Ayu juga bukanlah wanita sholehah seperti baju yang di kenakan. Ayu hanya wanita akhir zaman, yang mencoba untuk tetap kuat di setiap cobaan, dengan berusaha selalu mendekatkan diri kepada sang pemilik kehidupan.


***


Tidak terasa hari pun kini telah berganti, kini Ayu berserta kedua anak nya pun di boyong untuk pindah ke kota B bersama ustadz Ahmad. bahkan ustadz Ahmad pun sempat mengajak mama Ayu untuk ikut tinggal bersama, hanya saja beliu lebih memilih untuk tetap tinggal di kampung, dengan alasan tak ada yang merawat rumah Ayu jika diri nya ikut.


Setelah acara berpamitan dengan keluarga selesai, kini akhirnya ustadz Ahmad sekeluarga pun berangkat dari kampung Ayu menuju kota B menggunakan mobil, dengan jarak tempuh perjalanan sekitar empat jam lebih.

__ADS_1


Selama dalam perjalanan, suasana di dalam mobil pun sangat menyenangkan. apalagi saat mendengar celotehan dede Ayla, ketika melihat beberapa benda yang memang belum pernah di lihatnya itu. maka diri nya pun selalu bertanya pada sang aby, sedangkan ustadz Ahmad selalu menjawab setiap pertanyaan sang putri yang menggemaskan itu.


Tak terasa mereka kini telah sampai di kediaman ustadz Ahmad. di sebuah rumah berlantai dua, yang menurut Ayu sangat mewah. tak pernah terbayang dalam benak Ayu, diri nya akan tinggal di rumah mewah seperti rumah yang ada di hadapan nya saat ini. jangan kan untuk tinggal, untuk sekedar masuk saja sebagai tamu pun Ayu belum pernah merasakan nya.


" Selamat datang di rumah baru kita, di rumah inilah kita akan memulai kehidupan baru sebagai keluarga mulai saat ini." dengan merangkul pundak putra nya dan menggenggam erat tangan Ayu yang saat ini tengah menggendong putri nya.


Dengan berlahan ustadz Ahmad pun membawa keluarga nya untuk memasuki rumah yang telah di persiapkan nya untuk keluarga baru nya itu. ustadz Ahmad memang sengaja mempersiapkan rumah baru untuk keluarga nya, walaupun tak semewah rumah lama, yaitu rumah di mana diri nya dan almarhumah sang istri ummy khadijah pernah tinggal.


Bukan bermaksud apa - apa, hanya saja rumah yang lama kini telah di alih fungsikan menjadi rumah tahfiz Qur'an. ustadz Ahmad hanya ingin, rumah yang pernah menjadi tempat tinggal almarhumah sang istri mampu menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahala nya.


" Assalamualaikum .." saat ustadz Ahamd memasuki rumah terlebih dahulu.


" Ayo masuk, kok malah pada bengong ?." ujar ustadz Ahmad saat melihat istri dan putra nya justru terdiam di depan pintu.


" Rumah aby besar banget." kali ini aa Ilham pun mengeluarkan suara nya penuh kekaguman.


" Ralat ya aa Ilham, ini bukan rumah aby. tapi ini rumah kita. karna kita akan tinggal di sini bersama mulai hari ini. ayo masuk ..." ujar ustadz Ahmad tersenyum.


" Assalamualikum .."


" Wa'alaikumus salam .."


Setelah mendengar perkataan sang aby, berlahan aa Ilham masuk ke dalam rumah


mewah itu dengan mengucapkan salam terlebih dahulu. dengan di ikuti Ayu yang saat ini beradaan nya persis di belakang tubuh putra nya.

__ADS_1


Sebuah rumah yang tentu saja akan menjadi saksi kehidupan Ayu yang baru, rumah yang akan menjadi penaung keluarga nya saat kondisi hujan dan panas. semoga ke depan nya Ayu akan mampu menjadi istri yang baik untuk suami nya saat ini, sekaligus menjadi ibu yang bertanggung jawab pada anak - anak nya.


***


__ADS_2