Perjuangan Istri Yang Tersakiti

Perjuangan Istri Yang Tersakiti
Keluarga Bahagia


__ADS_3

***


Setelah pembicaraan Ayu dan ustadz Ahmad beberapa minggu yang lalu, akhirnya kedua nya pun memutuskan untuk memindahkan sekolah aa Ilham, di ponpes sang aby mengajar. dan hal itu pun tak luput dari persetujuan putra nya sendiri, karna Ayu dan ustadz Ahmad hanya menawarkan saja tanpa berkeinginan memaksakan kehendak kedua nya.


Sedangkan untuk bang Lutfi sendiri hanya mengikuti saja, karna diri nya sendiri saat ini memang sedang mengalami kesulitan ekonomi. apalagi setelah resmi bercerai dari Ayu, bang Lutfi langsung di pecat dari jabatan nya dan harus mencari perkerjaan yang baru dengan gajih dan jabatan karyawan biasa.


Dan hal itu pula lah yang menjadi alasan diri nya hingga saat ini belum mampu untuk memberikan tanggung jawab nya sebagai seorang ayah pada putri nya. akan tetapi, sebagai seorang ayah yang bertanggung jawab, bukankah memberikan nafkah pada anak adalah hal yang wajib.


Selama ini Ayu memang tak pernah meminta nafkah untuk putri nya. Ayu hanya ingin mantan suami nya itu memberikan secara suka rela dan atas kesadaran diri nya sendiri tanpa harus Ayu meminta nya. dan berapa pun yang di berikan mantan suami nya itu, Ayu sebenar nya tak mempermasalahkan nya.


" Allhamdulilah .. selesai juga ". ujar Ayu yang saat ini tengah menyiapkan bekal makanan untuk putra sulungnya yang ada di pondok pesantren yang baru.


Ayu memang berniat mengunjungi putra nya saat ini, setelah hampir seminggu sang putra berada di lingkungan pesantren yang baru.


" Udah siap mi ?." ujar ustadz Ahmad yang saat ini tengah mendekap tubuh sang putri dalam pelukan nya.


" Udah by, tapi ummi siap - siap dulu." dengan menata beberapa makanan dalam wadah dan memasukan nya dalam paper bag.


" Bude, sisa nya bude bawa pulang saja, engga usah di simpan." kali ini Ayu berujar pada Art yang bekerja di rumah nya.


Entah mengapa Ayu memang lebih nyaman jika memanggil Art nya itu dengan panggilan bude, karna tidak hanya umur beliu yang lebih tua dari Ayu. akan tetapi, diri nya juga merasa kurang nyaman dengan panggilan bibi.


" Terimakasih bu." ujar nya dengan masih sibuk mencuci piring dan peralatan masak lain nya.


" Sama - sama. kalo pekerjaan bude sudah selesai, bude bisa langsung pulang saja."


" Baik bu." dengan tersenyum ke arah Ayu.


Ayu pun tersenyum pada Art nya itu, dan setelah menyelesaikan pekerjaan nya. Ayu pun bergegas menuju kamar untuk bersiap, karna dua kesayangan Ayu saat ini telah menunggu nya di ruang tengah.


Tak lama untuk Ayu mempersiapkan diri, karna hanya membutuhkan waktu kurang dari lima belas menit, kini Ayu telah menghampiri suami serta putri nya yang ada di ruang tengah.


" Udah ?." setelah melihat sang istri yang ada di hadapan nya, ustadz Ahmad berucap.


" Eemm ..." ujar Ayu berdehem dengan di sertai anggukan kepala nya.


" Ayooo ... pesawat mau berangkattt .." dengan mengangkat tubuh putri nya tinggi dengan sedikit berlari.


" Ha .. ha .. ha .. aby dede telbang ... laju aby .. laju .. ha .. ha .." kini dengan merentangkan kedua tangan nya, seolah menjadi sayap pesawat terbang.


Sedangkan Ayu hanya mampu tersenyum dan menggelangkan kepala nya, melihat apa yang di lakukan suami nya berserta sang putri. melihat kedekatan kedua nya, tak salah jika orang lain akan mengira jika dede Ayla adalah putri kandung dari sang suami. karna apa yang di lakukan ustadz Ahmad pada putra dan putri Ayu, justru hal yang belum pernah di dapat dari ayah kandung kedua nya.

__ADS_1


kini dengan mengendarai mobil ketiga nya pun menuju ke ponpes di mana putra nya saat ini menuntut ilmu, tempat di mana sang suami pun mengajar sebagai ustadz. tak membutuhkan waktu lama, hanya butuh waktu sekitar lima belas menit ketiganya telah sampai di salah satu pondok pesantren modern terbaik di kota B.


" By, jadi ini tempat aby mengajar ?." ujar Ayu dengan penuh kekaguman pada bangunan yang ada di hadapan nya itu.


Ini adalah kunjungan pertama Ayu, karna sebelum nya Ayu memang hanya mengetahui jika ponpes yang saat ini di kunjungi nya itu adalah salah satu ponpes terbaik dan termahal yang ada di kota B. entah seberapa luas ponpes yang ada di hadapan Ayu saat ini, yang jelas ponpes Darul Hijrah memiliki mesjid yang indah dan luas.


" Iya mi, kenapa ?." ketiga masih berada dalam mobil yang telah berhenti di parkiran.


" Mesjid nya bagus banget ya by, Masya Allah .. " ujar Ayu dengan tak henti menatap mesjid yang ada di hadapan nya itu dengan kagum.


Mendengar perkataan sang istri, membuat ustadz Ahmad tersenyum.


" Mau sampai kapan ummi natap mesjid nya kaya gitu ? lama - lama aby cemburu lho mi .."


" Ehh .. masa iya cemburu sama mesjid ?" ujar Ayu dengan mengerutkan kening nya.


" Ya abis nyaa .. dari kita datang tadi, yang jadi perhatian ummi cuma mesjid aja, engga ada yang lain. apa perlu rumah kita aby pindah sekalian ke sini ? jadi ummi bisa tiap hari memandang mesjid nya dengan puas. " ujar ustadz Ahmad dengan bibir yang mengerucut. entah mengapa diri nya tak suka jika perhatian sang istri teralihkan terlalu lama.


" Maaf .. aby bikin gemes kalo cemberut kaya gitu." kali ini dengan mencubit pipi sang suami gemas.


" Aduhh .. sakit mi."


" Ummi ... aby atitt .. angan tubit aby !! " ujar dede Ayla dengan memelototkan lucu kedua mata nya. diri nya seolah tak terima jika sang ummi menyakiti aby kesayangan nya.


Melihat sang aby yang kesakitan membuat dede Ayla langsung beranjak dari pangkuan sang ummi dan beralih kepangkuan sang aby. dengan menatap tajam sang ummi, diri nya mengelus pelan pipi aby nya itu.


Melihat apa yang di lakukan sang putri, Ayu hanya mampu menghela nafas nya. karna tidak hanya kali ini Ayu di perlakukan demikian oleh putri nya itu. diri nya akan menjadi tersangka jika sang putri lebih membela sang aby.


Sedangkan ustadz Ahmad langsung tersenyum penuh kemenangan, jika putri nya itu lebih membela diri nya dari pada sang istri. diri nya selalu berhasil membuat sang putri berpihak pada nya.


" Iyalah ... ummi yang salah." ujar Ayu dengan membuka pintu mobil, diri nya merasa jengah jika melihat kemesraan kedua nya.


" He .. he .. ayo sayang kita keluar." dengan mengaangkat tubuh sang putri.


Melihat raut wajah malas dari sang istri membuat ustadz Ahmad terkekeh. diri nya selalu puas jika bisa membuat wajah Ayu menjadi kesal. entah mengapa bagi ustadz Ahmad wajah kesal Ayu begitu imut di mata nya.


Kini ketiga nya pun telah berada di sebuah aula yang di khususkan untuk tempat wali santri yang sedang berkunjung ke ponpes. baru saja ustadz Ahmad akan melapor kunjungan nya pada pos penjaga, langkah nya langsung terhenti ketika dari sudut aula justru sang putra telah memanggil nya terlebih dahulu.


" Abyyy .." dengan berlari kecil aa Ilham menghampiri aby nya itu.


" Lho .. kok udah keluar aa, kan aby masih belum lapor ?." ujar ustadz Ahmad dengan mengulurkan tangan nya, ketika sang putra menyalami nya.

__ADS_1


" Assalamualaikum mas .." belum sempat aa Ilham menjawab, dari arah belakang terdengar salam.


" Wa'alaikumus salam .."


Kini terjawab sudah pertanyaan ustadz Ahmad, mengapa putra nya itu keluar terlebih dahulu dari area asrama santri, sebelum diri nya sempat melaporkan kunjungan nya. dan ternyata saat ini rupa nya sang abah pun tengah mengunjungi putra nya itu.


" Bagaimana kabar nya mas ?." dengan menyodorkan tangan nya pada ustadz Ahmad bang Lutfi bertanya.


" Allhamdulilah .. baik mas." ujar ustadz dengan menyodorkan tangan nya pula.


Dari arah belakang bang Lutfi ternyata muncul sosok wanita cantik dengan pakaian serba ketat dan hijab kekinian bahkan tak lupa dengan make up full yang menghiasi wajah nya.


Sedangkan Ayu yang sejak awal menyadari kehadiran mantan suami nya itu, hanya mampu terpaku dari kejauhan. diri nya pun melihat seperti apa intraksi sang suami dan mantan suami nya itu. bahkan Ayu pun langsung menyadari kedatangan sosok wanita yang kini telah berdiri di samping sang mantan.


" Siapa yank ? ." ujar nya bertanya saat berada di samping bang lutfi.


" Aahh .. iini aaby nya anak - anak ." ujar bang lutfi tergagap, diri nya seolah tak nyaman dengan kehadiran sosok wanita yang ada di samping nya itu.


" Oohh .. jadi mas ini, suami baru dari mantan istri suami saya yaa ..?." ujar nya dengan spontan, bahkan dari raut wajah nya saja, terlihat tanpa bersalah mengatakan apa yang baru saja terlontar dari bibir nya itu.


" Iya." dengan singat ustadz Ahmad berujar. bahkan diri nya langsung mengalihkan pandangan nya pada sang istri dan dengan isyarat dirinya meminta Ayu untuk mendekat.


Ayu yang melihat pun mau tak mau diri nya pun mendekat. walaupun ada rasa enggan dalam diri nya untuk kembali bertemu dengan mantan suami nya itu, apalagi saat ini berdiri sosok wanita yang ada di samping sang mantan suami.


" aa Ilham sudah makan ?." kali ustadz Ahmad beralih pada putra nya.


" Sudah mas, tadi aa Ilham sudah makan bareng sama kita ?. " tanpa di duga wanita yang ada di samping bang Lutfi justru menjawab pertanyaan yang di lontarkan ustadz Ahmad pada sang putra.


Sedangkan Ayu yang sudah berada di samping suami nya itu justru di buat cengo, entah diri nya yang merasa bodoh atau wanita itu yang bodoh, yang tak memahami kepada siapa pertanyaan yang di berikan ustadz Ahmad barusan.


" Ummi masak makanan kesukaan aa Ilham kan mi ? soal nya aa masih lapar mi, apalagi kalo ingat masakan ummi bikin aa lapar terus he .. he .. " tanpa memperdulikan jawaban wanita di samping sang abah, aa Ilham justru mendekat ke arah sang ummi. bahkan tangan nya pun langsung menyalami dan mencium pipi sang ummi dengan sayang.


" Aa, itu istri aby yach .. jangan cium - cium pipi istri aby." ujar ustadz Ahmad yang terdengar kesal, saat melihat putra nya itu justru mencium pipi sang istri.


" Ini memang istri aby, tapi ini juga ummi aa by. jadi aby engga bisa larang aa donk .. " balas sang putra yang tak ingin kalah dari aby nya itu.


Sedangkan kan bang Lutfi hanya mampu terdiam di tempat, diri nya hanya menatap nanar keakraban kedua anak nya dengan pria yang saat ini berstatuskan aby bagi kedua nya. ada rasa sesal yang menyesakan dada saat melihat kebahagian dari wanita yang di sakiti nya serta anak - anak yang di tinggalkan nya itu bahagia tanpa dari nya.


Sebuah keluarga bahagia yang seharus nya itu di rasakan nya hingga saat ini. istri yang sholehah, serta sepasang putra dan putri yang menjadi pelengkap kedua nya. akan tetapi, saat ini itu hanya sebuah khayalan saja bagi nya. karna saat ini keluarga bahagia itu bukan lagi milik nya, tapi milik pria lain yang saat ini justru telah menggantikan posisi nya.


***

__ADS_1


Maaf ya ..πŸ™ up date nya selalu terlambat, tetap semangat untuk kalian πŸ’ͺ😘😘 ..


__ADS_2