
***
Malam pun kini telah berganti siang, kegelapan pun kini telah menjadi terang. tapi hal itu sama sekali tak berlaku bagi Ayu, hati nya, fikirin nya, entah melayang kemana. yang diri nya tau saat ini, untuk beberapa jam kedepan, diri nya akan benar - benar resmi menyadang gelar sebagai seorang istri di usia belia.
Mungkin jika melihat tubuh Ayu yang sedikit bohay, usia enam belas tahun tak nampak pada Ayu. akan tetapi, tingkah dan pola pikir Ayu tetap lah seorang remaja yang baru saja akan menginjak usia dewasa. seorang remaja yang harus di paksa dewasa. dan jika Ayu hamil dan mempunyai anak kelak, maka gelar nya pun akan bertambah menjadi seorang mahmud (mamah muda).
Kini Ayu tengah duduk di sebuah kursi yang berhadapan langsung dengan seorang pengrias. entah apa yang di lakukan pengrias itu pada wajah Ayu, yang jelas Ayu hanya mengikuti semua intruksi yang di arahkan kepada diri nya.
Setelah hampir satu jam lebih, kini Ayu telah selesai. dengan setelan kebaya berwarna pink serta rambut yang di sanggul dan tak lupa untaian bunga melati yang menghiasi rambut nya. kali ini penampilan Ayu memang lah berbeda dari sebelum nya
Kini di ruang tengah di kediaman bang Lutfi sedang di adakan ijab qobul, dan suasana pun hening seketika. hanya ada suara bang Lutfi, ayah , dan pak penghulu saja yang terdengar di telinga Ayu. dan tak berlangsung lama terdengar lah kata sah dari saksi yang menyaksikan pernikahan Ayu.
Tak terasa air mata Ayu kini menetes di kedua pipi nya, setelah kata sah terdengar jelas di kedua telinga nya. sah sudah gelar sebagai seorang istri kini di sandang oleh Ayu. dan hanya satu harapan Ayu, pernikahan nya jangan sampai seperti pernikahan kedua orang tua nya.
" Allhamdulilah ..." serentak semua yang hadir pun mengucapkan hamdalah.
" Silahkan penggilkan mempelai wanita nya sekarang." ujar pak penghulu.
Mendengar itu seseorang pun masuk ke kamar untuk menjemput Ayu, dengan di iringi seorang wanita kini Ayu berjalan dengan berlahan menuju di mana bang Lutfi tengah duduk. setelah duduk di samping bang Lutfi.
" Ayo pasangkan cincin nya di jari istri mas Lutfi." kembali pak penghulu memberi arahan pada bang Lutfi.
__ADS_1
Bang Lutfi pun langsung memasangkan cicin di jari Ayu, dan Ayu tanpa di perintah pun langsung mengecup punggung tangan bang Lutfi yang kini telah resmi menjadi suami nya. dan begitu pula dengan bang Lutfi, diri nya pun langsung mengecup kening Ayu.
" Baik lah kalo begitu, silah kan tanda tangani dulu surat nikah nya." setelah ke dua pengantin menyelesaikan ritual salam nya.
Dan tanpa banyak bertanya kedua nya langsung menandatangani buku nikah yang telah di siap kan oleh penghulu.
Setelah acara akad nikah selesai, kini Ayu harus mengikuti prosesi adat dari keluarga bang Lutfi. adat yang tak pernah Ayu ketahui sebelum nya, karna diri nya dan bang Lutfi memang berbeda suku.
Saat proses adat berlangsung, tangan bang Lutfi tak pernah melepaskan genggaman nya pada tangan Ayu. bahkan sesekali bang Lutfi mengecup punggung tangan Ayu. melihat itu Ayu menjadi risih, apa lagi kini banyak yang memperhatikan kedua nya.
" Sabar fi, engga hilang juga istri mu itu, meski tangan nya kamu lepas." ujar salah satu keluarga yang ikut menghadiri acara adat itu.
" Justru karna itu, karna aku sangat sulit mendapatkan nya." ujar bang Lutfi santai.
" Kalo masalah itu pasti, entar malam langsung gas full." tidak ingin kalah jika di ejek, bang Lutfi justru meladeni pembicaraan un faedah itu.
Di sini Ayu baru menyadari sisi lain dari seorang Muhammad Lutfi, jika selama ini yang Ayu kenal bang Lutfi yang pendiam, kalem, dan lebih dewasa. tapi kali ini, ternyata dalam diri seorang bang Lutfi mempunyai selera humor juga.
Acara demi acara kini telah selesai, dan kini saat nya Ayu untuk beristirahat. karna esok hari Ayu akan kembali mengadakan resepsi pernikahan nya.malam ini mungkin Ayu harus mulai terbiasa menjalan kan kewajiban nya sebagai istri. di saat malam pertama nya ada rasa tak rela pada diri Ayu ketika tubuh nya akan di jamah. karna sampai detik ini diri nya masih saja berharap jika semua nya hanya lah mimpi.
" dek, kenapa ?." ujar bang Lutfi saat melihat Ayu yang sejak tadi termenung di tempat tidur, bahkan diri nya sampai tak sadar jika sang suami sudah duduk di samping nya.
__ADS_1
" Asstagfirullah .." Ayu yang merasa sebuah tangan menyentuh kepala nya langsung saja terkejut.
Melihat keterkejutan Ayu bang Lutfi justru malah tersenyum, diri nya bahkan mencubit kedua pipi Ayu yang tembeb akibat gemas.
" Aduh ... sakit bang." ujar Ayu merasa sakit saat kedua pipi di cubit sang suami.
" Baru gitu aja udah sakit, gimana yang nanti yang bakal kita lakukan." kali ini dengan mengerlikan mata nya bang Lutfi sengaja menggoda Ayu. saat di lihat nya raut wajah Ayu yang sedikit tegang.
" Apa sangat sakit ya ..? mendengar perkataan bang Lutfi Ayu kini menjadi takut, bahkan diri nya sampai bertanya pada suami nya itu.
" Kalo seandai nya sakit apa yang akan Ayu lakukan ?." kini justru bang Lutfi balik bertanya pada istri kecil nya itu. diri nya hanya ingin melihat seperti apa reaksi Ayu.
" Ayu akan cakar abang, Ayu akan gigit abang. dan kenapa harus bikin sakit istri, bukan kah seorang suami itu melindungi istri. bukan malah menyakiti nya." kini mode kekanakan dalam diri Ayu mulai muncul.
Banyak kekurangan dalam diri Ayu, dan banyak pula sifat Ayu yang kelak akan bang Lutfi temui. baik itu sifat keras kepala Ayu, sifat pendiam Ayu saat diri nya merasa kesal, serta sifat tak ingin mengalah dan selalu ingin menang sendiri. entah, apa bang Lutfi mampu mengimbangi semua sifat Ayu dengan sebuah kedewasaan.
Mendengar perkatasan istri kecil nya, bang Lutfi justru langsung memeluk tubuh kecil Ayu. di belai nya berlahan punggung Ayu, serta berbisik di teling Ayu.
" Abang akan jaga Ayu, abang akan lindungi Ayu, dan abang akan bimbing Ayu. marahlah jika abang salah. dan ingat .. ! jangan pernah berdiri di belakang atau di depan abang, karna Ayu bukan pesuruh atau atasan abang. tapi, berdiri lah di samping abang, karna Ayu pendamping hidup abang."
Mendengar semua perkataan bang Lutfi membuat Ayu merasakan ketenangan sekaligus kenyamanan. ini lah yang membuat Ayu selalu tak bisa berbuat apa - apa jika sudah berada di hadapan laki - laki yang kini telah sah menjadi suami nya.
__ADS_1
Dengan segala kelembutan serta perlakuan yang tak pernah Ayu rasa kan selama ini. malam ini maka terjadi lah, tanpa Ayu sadari kini diri nya telah menjalan kan kewajibah nya sebagai seorang istri, dan kini diri nya bukan lagi seorang gadis. tapi kini, Ayu sudah menjadi seorang wanita, wanita dari lelaki yang kini telah memperistri diri nya.
***