Perjuangan Istri Yang Tersakiti

Perjuangan Istri Yang Tersakiti
Tamu Yang Tak Di Undang


__ADS_3

***


Belum hilang rasa lelah Ayu saat kepulangan diri nya dan sang suami dari ponpes putra nya, kini rasa itu mungkin akan segera bertambah setelah kedatangan tamu yang tak di undang.


Kini di halaman rumah Ayu, seorang gadis berhijab tengah menjadi tamu nya. seorang gadis yang tak Ayu kenal tanpa aba - aba langsung menarik lengan baju sang suami tanpa ada rasa cangguh sedikit pun, meski itu di hadapan Ayu yang notabane nya adalah seorang istri dari ustadz Ahmad.


Sedangkan ustadz Ahmad sendiri saat ini justru tengah memandang ke arah sang istri dengan pandangan bersalah sekaligus kurang nyaman dengan tingkah gadis yang ada samping nya itu.


Melihat itu Ayu pun dengan berlahan mendekat menghampiri kedua nya. dan sebelum mengeluarkan salam Ayu menghela nafas nya terlebih dahulu, dan tak lupa juga Ayu terus beristigfar di dalam hati.


" Assalamualaikum ... maaf by, siapa yach ? apa adek ato keponakan aby ?" ujar Ayu bertanya dengan nada yang sopan pada sang suami setelah Ayu di hadapan kedua nya.


Meski Ayu tahu jika sang suami memang tak memiliki saudari perempuan, karna ustadz Ahmad hanya memiliki dua saudara laki - laki. dan untuk keponakan pun ustadz Ahmad hanya memiliki keponakan laki - laki, putra dari adik kedua nya. sedangkan untuk adik ketiga dari ustadz Ahmad sendiri saat ini tengah menempuh pendidikan kedokteran nya di luar kota.


Ayu saat ini justru sangat penasaran dengan gadis yang ada di hadapannya ini, ada hubungan apa antara kedua nya, hingga gadis di hadapan nya saat ini justru tak terlihat canggung saat menarik lengan baju sang suami.


Mendengar pertanyaan Ayu, ustadz Ahmad pun segera menghampiri sang istri, baru saja ustadz Ahmad ingin mengeluarkan suara nya. akan tetapi, wanita di samping nya itu justru langsung menyela nya terlebih dahulu.


" Wa'alaikumus salam .. perkenalkan mba, saya Nurul. saya adik sepupu dari ustadzah Khadijah." dengan mengulurkan tangan nya pada Ayu untuk bersalaman.


Mendengar perkataan gadis di hadapan nya justru membuat Ayu langsung mengerutkan kening nya. bukan kah gadis di hadapan nya ini hanya sepupu dari almarhumah dari istri pertama ustadz Ahmad. bagaimana bisa gadis di hadapan nya ini justru dengan santai menyentuh lelaki yang bukan mahrom bagi nya, apa lagi dengan status pria itu telah memiliki istri, meskipun sentuhan itu sendiri tidak secara langsung bersentuhan dengan kulit.

__ADS_1


" Masya Allah ... iya mba, perkenalkan juga, saya Ayu istri dari mas Ahmad. maaf, saya kira mba nya saudari atau keponakan suami saya. karna saya lihat mba nya engga canggung waktu pegang tangan suami saya." ujar Ayu dengan sopan, bahkan Ayu juga memberikan senyuman pada wanita di hadapan nya.


Ayu dapat memperkirakan jika usia gadis berhijab di depan nya saat ini memang jauh lebih muda dari nya, apa lagi dengan paras nya yang cantik dengan mengenakan hijab kekinian. tentu saja mempu menarik perhatian setiap kaum adam yang melihat nya.


" Saya memang sejak dulu sudah dekat dengan bang Ahmad, jadi saya engga canggung lagi, iya kan bang ? " dengan raut wajah tanpa bersalah, Nurul berujar dengan santai pada Ayu. bahkan mencari pembenaran langsung pada ustadz Ahmad.


Sedangkan ustadz Ahmad sendiri justru merasa kurang nyaman dengan keadaan nya saat ini. apalagi setelah mendengar perkataan Nurul barusan, membuat nya merasa bersalah pada Ayu. ustadz Ahmad tak ingin jika Ayu sampai salah paham terhadap diri nya.


" Dek, abyy ..." belum sempat ustadz Ahmad meneruskan kata - kata nya, Ayu justru kembali berucap.


" Sebaik nya kita masuk dulu by, tak baik jika kita mengobrol di luar seperti ini. karna tamu adalah raja yang wajib kita jamu kedatangan nya. mari mba silahkan masuk." ujar Ayu ramah.


Dengan masih mendekap tubuh putri nya, Ayu terlebih dahulu berjalan menuju pintu utama rumah yang saat ini telah berdiri sosok pria tengah menatap ke arah Ayu yang berjalan mendekat ke arah teras.


" Ikum cayam oom icy ..." dengan suara cadel nya dede Ayla membalas salam, sedangkan Ayu sendiri lebih memilih membalas salam di dalam hati dengan terus menundukan kepala nya.


Ya pemuda yang ada di hadapan kedua nya saat ini adalah Muhammad Rifky. pemuda yang datang saat menyampaikan amanah ummi Khadijah ke rumah Ayu beberapa bulan yang lalu.


Kini mereka pun sudah berada di ruang tamu yang ada di rumah rumah Ayu. kini keempat orang dewasa itu tengah menikmati hidangan yang Ayu sediakan untuk menjamu tamu nya.


" Abang Ahmad kenapa engga bilang sich sama Nurul, kalo abang udah nikah lagi ? bukan nya abang cinta banget yach sama mba Khadijah, belum juga satu tahun kematian mba Khadijah, eh .. abang sudah nikah lagi. emang berapa lama abang kenal dengan mba Ayu ?." kali ini dengan nada yang kurang bersahabat Nurul berujar, tanpa mengalihkan tatapan nya pada ustadz Ahmad.

__ADS_1


Sedangkan ustadz Ahmad sendiri justru kiku saat Nurul menatap ke arah diri nya, belum sempat diri nya menjawab pertanyaan Nurul, Rifky justru terlebih dahulu menyela.


" Emang kamu siapa nya bang Ahmad ? pakai acara ngatur kehidupan pribadi nya. lagian bukan nya kemarin sudah aku jelasin kan. masa iya, masih belum paham - paham juga." dengan meneguk teh hangat di gelas nya, Rifky berujar dengan santai.


" Iiss .. apa' an sich ky !! wajar dong aku tanya, lagian dari dulu juga aku memang dekatkan dengan mba Khadijah ?." kali ini dengan nada ketus Nurul berucap pada Rifky, bahkan tatapan tajam pun di arahkan nya pada pria itu.


Sedangkan Ayu dan ustadz Ahmad hanya menjadi pendengar perdebatan di antara kedua nya tanpa ada keinginan untuk menyela.


" Iya .. saking dekat nya, sampai kamu rela ingin menjadi madu mba Khadijah kan ?" Rifky masih berujar dengan santai, tanpa memperdulikan tatapan wanita yang ada di samping nya itu.


Deg


Mendengar perkataan Rifky, membuat Ayu membolakan mata nya. diri nya masih tak percaya bahwa gadis cantik di depan nya ini ternyata ingin menjadi madu dari almarhumah istri pertama dari suami nya. sedangkan kan ustadz Ahmad hanya mampu menghela nafas nya saat mendengar perkataan Rifki barusan.


Lain hal nya dengan Rifky, sejak dulu diri nya memang kurang menyukai saudara sepupu nya itu. diri nya jengah dengan segala tingkah Nurul yang manja dan keras kepala. dan Rifky lah orang pertama yang menentang Nurul, saat diri nya pernah mengutarakan keinginan nya pada ummi Khadijah untuk menjadi istri kedua dari ustadz Ahmad sekaligus madu nya.


Nurul sendiri merupakan putri tunggal dari paman Abdulah, paman dari ummi Khadijah dan juga Rifky yang secara kekerabatan Nurul adalah adik sepupu dari kedua nya. menjadi anak tunggal dalam keluarga nya, membuat kedua orang tua Nurul sangat memanjakan Nurul, hingga Nurul tumbuh menjadi sosok gadis yang keras kepala, manja, dan arogan.


" Apa'an sih ky !!! kamu kenapa sih, judes banget sama aku ? lagian apa salah nya, kalo aku menjadi istri nya bang Ahmad ? islam aja engga melarang poligami, kenapa kamu yang jadi sewot ?." kali ini nada bicara Nurul naik satu oktaf, diri nya benar - benar di buat kesal dengan perkataan sepupu nya itu.


Mendengar perkataan Nurul, membuat ustadz Ahmad langsung meraih tangan Ayu yang duduk di samping nya dan menggenggam nya dengan lembut. diri nya hanya tak ingin Ayu akan menjadi salah paham setelah mendengar perdebatan Nurul dan Rifky.

__ADS_1


Sedangkan Ayu sendiri sudah dapat menyimpukan tentang kedatangan gadis cantik yang ada di hadapan nya saat ini. baik dari cara diri nya menatap dan berbicara pada sang suami, sudah dapat di pastikan jika gadis di hadapan nya saat ini memang menyukai suami nya.


***


__ADS_2