Perjuangan Istri Yang Tersakiti

Perjuangan Istri Yang Tersakiti
Acara Kemping


__ADS_3

***


Tak terasa kini siang pun telah berganti dengan malam, dan saat ini di ruang keluarga, Ayu dan aa Ilham tengah mengaji dengan di bimbing langsung oleh ustadz Ahmad. sedang kan dede Ayla sendiri saat ini tengah duduk anteng di pangkuan sang abi.


Momen inilah yang selalu di impikan oleh Ayu selama ini, momen ketika kita sebagai seorang istri di bimbing dan dituntun untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. seorang suami yang selalu taat kepada Allah, dan seorang suami yang lebih mengerti tentang ilmu agama.


Sebenarnya ada rasa tak percaya diri yang tumbuh dalam diri Ayu, mengingat diri nya memang tak mengerti banyak tentang ilmu agama. bahkan saat mengaji pun Ayu terlihat sedikit gemetar, ada rasa malu jika bacaan Alqur'an nya salah dan tak sempurna.


Baru saja Ayu membaca ta'awudz, ustadz Ahmad langsung menyela Ayu.


" Dek, kenapa suara nya gemetar gitu ?." tentu sebagai seorang pengajar ustadz Ahmad paham betul dengan suara yang di keluarkan oleh Ayu saat ini.


"Maaf bi, Ayu hanya takut bacaan Ayu tak sempurna." dengan menundukan kepala nya, Ayu berujar pada suami nya itu.


" He .. he .. ummi grogi bi, pasti malu takut bacaan nya salah." kali ini aa Ilham berujar saat melihat ummi nya itu menunduk malu.


Mendengar nada mengejek dari putra pertama nya Ayu langsung membesarkan kedua mata nya ke arah putra nya. diri nya di buat malu dengan perkataan sang putra yang sebenarnya memang fakta.


Melihat kedua bola mata ummi nya yang membesar, semakin membuat aa Ilham terkekeh. sedang ustadz Ahmad yang mendengar dan melihat tingkah kedua nya justru membuat ustadz Ahmad pun ikut terkekeh menahan tawa.


" He .. he .. Ummi baca aja dulu, nanti biar abi yang membenarkan jika ada bacaan ummi yang salah atau ada kurang sempurna." dengan mengelus rambut sang istri yang masih tertutup mukena.


" Aca mi .." kali ini suara cadel dede Ayla yang terdengar, seolah memerintah sang ummi untuk membaca Al-qur'an nya.


Mendengar nada perintah sang putri membuat ketiga nya langsung terkekeh, hingga membuat Ayu sedikit merasakan lebih rileks. hingga akhirnya Ayu mampu melantukan ayat demi ayat Alqur'an dengan baik dan benar. bahkan suara Ayu pun tak kalah merdu saat mengaji, membuat ustadz Ahmad sempat terpaku dengan suara yang di keluarkan oleh Ayu.


" Shadaqallahul'-adzim ..."


Saat Ayu menyelesaikan kan bacaan nya, hanya sebuah senyuman yang di berikan ustadz Ahmad pada nya dengan tatapan yang sulit Ayu artikan.


' Ya Allah .. entah seperti apa pria yang tega menyakiti seorang wanita sholehah seperti ini. pria tidak bertanggung jawab seperti apa yang membuang sebuah berlian berharga, sungguh suatu kerugian dalam diri nya ..' dengan menatap Ayu ustdaz Ahmad bermonolog dalam hati.


" Bi .. ada apa ? apa bacaan Ayu ada yang salah ?." saat melihat tatapan sang suami yang begitu intens pada nya.


Mendengar perkataan Ayu, ustadz Ahmad hanya menggelangkan kepala nya pelan. dan entah kenapa tatapan nya kini berubah sendu pada istri nya itu. jika saja saat ini tak ada kedua anak nya, maka sudah bisa di pastikan diri nya akan memeluk tubuh wanita yang ada di hadapan nya saat ini.


" Bi .. ada apa ?." kali ini Ayu kembali mengulang pertanyaan nya.


" Engga apa - apa mi, sebaik nya kita sholat isya dulu. ayo .. dede Ayla ikut abi sholat isya ya .."

__ADS_1


Sedangkan kini Ayu justru terlihat binggung saat melihat tatapan sendu ustadz Ahmad pada nya. tidak hanya Ayu saja yang di buat binggung, tapi putra pertama nya pun tak kalah bingung saat ini.


Tak terasa waktu pun kian berganti, saat ini Ayu tengah menidurkan dede Ayla di dalam kamar nya. karna setelah sholat isya dan makan malam tadi, dede Ayla sedikit rewel karna mengantuk. inilah kebiasaan Ayu, saat diri nya tengah menyusui maka Ayu pun akan ikut tertidur.


" Cklek "


Suara pintu kamar terbuka, kini pemandangan yang sama kembali ustadz Ahmad saksi kan. akan tetapi, jika sore tadi hanya Ayu saja yang tertidur. maka untuk kali ini, kedua nya tengah tertidur pulas di atas tempat tidur.


Setelah mengganti pakaian nya ustadz Ahmad pun mendekat ke arah tempat tidur, dan dengan berlahan merebahkan diri di samping Ayu yang saat ini justru memunggungi nya. dan dengan berlahan pula diri nya mencoba memeluk Ayu dari belakang tanpa ingin mengganggu tidur sang istri.


Tepat pukul dua dini hari Ayu mencoba menggeliatkan tubuh nya terasa pegal, saat Ayu menggeliat, diri nya merasakan ada sebuah tangan yang melingkar di atas perut nya. dengan berlahan Ayu pun membalikan tubuh nya, begitu Ayu membalikan tubuh nya hampir saja Ayu berteriak terkejut melihat tatapan tajam sang suami ke arah diri nya.


" Sstt .. jangan teriak nanti dede Ayla bangun." dengan membekap pelan mulut sang istri dengan tangan nya.


Mendengar perkataan suami nya, Ayu hanya mampu menganggukan kepala nya. entah mengapa melihat tatapan tajam sang suami membuat jantung Ayu berdegup tidak beraturan.


" Dek Ayu mau sholat tahajud bareng abi ?." ujar ustadz Ahmad masih dengan menatap wajah sang istri.


Tak yang dapat Ayu katakan selain hanya anggukan kepala yang Ayu berikan. melihat tingkah istri nya itu membuat ustadz Ahmad gemas di buat nya, bahkan tanpa aba - aba sebuah ciuman kini mendarat di bibir sang istri.


" Ayo ambil wudhu dulu, abi bisa kebablasan engga tahajud kalo ummi kaya gini." setelah melepaskan ciumanan nya pada bibir sang istri.


Setelah menyelesaikan sholat nya dan berdoa Ayu langsung meraih tangan suami nya itu dan mencium punggung tangan nya dengan takzim. dan tak lupa pula ustadz Ahmad memberikan kecupan singkat di kening sang istri dan berbisik di telinga Ayu.


" Dek, boleh abi meminta hak abi sebagai suami malam ini ?."


Deg


Deg


Jantung Ayu kembali berpacu dengan kencang, Ayu adalah seorang janda yang tentu saja tahu kewajiban dari seorang istri. akan tetapi, entah kenapa Ayu merasa bahwa diri nya seperti seorang gadis yang baru pertama kali di jamah oleh seorang lelaki.


Saat mendengar bisikan ustadz Ahmad, Ayu kembali hanya menganggukan kepala nya. sangat berdosa jika sampai menolak keinginan sang suami yang memang berhak atas diri nya saat ini.


Ustadz Ahmad yang melihat anggukan sang istri langsung tersenyum. sebagai seorang pria normal ustadz Ahmad tentu mempunyai syahwat yang harus di salurkan, apalagi sejak sore tadi, diri nya tak sengaja di sungguhkan pemandangan Ayu yang tengah menyusui. dan itu tentu saja berhasil membuat syahwat nya sebagai lelaki akan muncul, tapi dengan sekuat tenaga diri nya mencoba untuk mengalihkan nya konsentrasi nya.


" Terimakasih .."


Dengan mengecup kening, dan berlanjut pada kedua mata, kedua pipi, hidung, dan terakhir pada bibir Ayu. dan tentu saja kecupan yang terakhir bukan hanya sekedar kecupan singkat, pasti akan menjadi sebuah kapal yang akan berlabu sangat lama pada sebuah dermaga.

__ADS_1


Saat ustadz Ahmad melepaskan ciuman pada istri nya dan mengangkat tubuh Ayu menuju tempat tidur,


" Bi ..." Ayu berujar pada sang suami, dengan sekilas melirik ke arah tempat tidur yang terlihat jelas bahwa saat ini hampir setengah dari tempat tidur mereka telah menjadi kekuasan dede Ayla.


Melihat itu ustadz Ahmad langsung terkekeh di buat nya, apa lagi melihat posisi tidur putri kecil nya itu. sungguh membuat nya gemas di saat yang bersamaan.


" He .. he .. Kalo gitu kita kemping aja mi." dengan meletakan tubuh sang istri secara berlahan di tempat tidur. agar pergerakan nya tidak sampai mengganggu tidur putri kecil nya.


" Maksud abi ?." ujar Ayu bingung dengan perkataan suami nya itu.


Tanpa menjawab pertanyaan sang istri, ustadz Ahmad langsung menarik selimut beserta bantal ke lantai, kemudian menata selimut sebagai alas kedua nya.


" Udah selesai mi, kita kemping di bawah ya .. he .. he .. " dengan menarik pelan tangan sang istri.


" Jadi ini maksud abi kemping ?." ujar Ayu yang berusaha menahan tawa nya agar tidak pecah.


" Iya, lagian ini masih mending mi, pakai selimut masih anget. dari pada yang di hutan sono, engga pakai alas apa - apa ." ujar ustadz Ahmad dengan santai.


" Emang abi pernah lihat yang di hutan ?." kali ini Ayu langsung memicingkan kedua mata nya ke arah suami nya itu.


" Bukan abi yang lihat, tapi justru almarhumah ummi yang lihat." saat melihat mata sang istri yang memandang diri nya dengan tatapan tajam.


" Hah .. kok bisa ummi Khadijah yang lihat ?." Ayu sangat terkejut dengan perkataan suami nya itu, bagaimana bisa kedua sampai melihat hal yang kurang pantas di lakukan sepasang manusia di tempat terbuka.


" Emang dek Ayu kira kita selalu ada dalam mesjid dan pesantren ? kita juga butuh liburan dek. nah .. waktu itu kita liburan ke air terjun sama ummi, sama keluarga juga. entah kenapa saat itu ummi yang ingin membenarkan kerudungnya. karna keadaan di area air terjun lumayan ramai jadi ummi memutuskan untuk masuk ke dalam hutan dengan di temani adik perempuan nya. nah .. saat itulah ummi tanpa sengaja melihat sepasang remaja tengah melakukan hubungan suami istri, bahkan ummi sampai di buat shock dengan keadaan yang tanpa sengaja di lihat nya itu."


" Abi kalo cerita ya cerita aja, fokus sama cerita nya. " ujar Ayu. karna sejak ustad Ahmad bercerita, Ayu sudah tak dapat mendengarkan nya dengan baik, sebab anggota tubuh suami nya yang lain pun ikut bercerita pada tubuh Ayu.


" Ini nama nya mengekspresikan cerita dek, kan dek Ayu penulis novel. masa engga tau." masa melakukan hal yang sama pada tubuh sang istri.


" Iiss ... itu sich mau nya abi." ujar Ayu yang masih berusaha sadar, walaupun kesadaran nya semakin menipis di buat sang suami.


" Iya emang ini dari tadi mau nya abi, emang dek Ayu engga sadar yach ?." ujar ustadz Ahmad yang justru saat ini diri nya telah menjadi pendaki ulung.


Sedangkan kali ini Ayu sudah tak mampu lagi menjawab perkataan sang suami, diri nya pasrah dengan apa yang di lakukan suami nya itu pada nya. dan akhirnya acara kemping pun tetap berlanjut dan berakhir sesaat sebelum azan subuh berkumandang.


Walaupun di tengah - tengah acara terjadi insiden kecil, yang menyebabkan acara sempat terjeda sementara. akibat mengusik tidur dede Ayla dengan suara yang tanpa sengaja di keluarkan kedua nya. namun tetap saja berakhir dengan keberhasilan.


***

__ADS_1


__ADS_2