Perjuangan Istri Yang Tersakiti

Perjuangan Istri Yang Tersakiti
Penyesalan


__ADS_3

***


Setelah mengetahui bahwa pria yang ada di hadapan nya saat ini adalah suami dari Ayu, membuat bang Lutfi tersenyum canggung. berbagai perasaan kini hinggap di hati bang lutfi, di mana rasa cemburu dan rasa tak rela lebih mendominasi diri nya saat ini.


Sedangkan ustadz Ahmad hanya memandang bingung ke arah pria yang saat ini berdiri di hadapan nya sebagai tamu.


" Maaf mas .. mas nya cari siapa ?" kembali ustadz Ahmad mengulang pertanyaan nya.


" Ohh iya, saya Lutfi mas, abah nya anak - anak. " ujar bang Lutfi dengan menyodorkan tangan nya ke arah ustadz Ahmad.


' Oh .. jadi ini mantan suami Ayu.' monolog ustadz Ahmad dalam hati.


Entah sadar atau tidak, ada rasa tak suka yang hadir dalam diri ustadz Ahmad pada sosok pria yang telah menyakiti sang istri. diri nya tak suka karna pria yang ada di hadapan nya saat ini telah membuat air mata sang istri menetes.


" Maaf mas ..." melihat keterdiaman ustadz Ahmad membuat bang Lutfi kembali mengeluarkan suara nya.


" Assatagfirullah ... maaf, maaf mas." ujar ustadz Ahmad yang kembali tersadar dari lamunan nya.


Ustadz Ahmad pun langsung menyambut uluran tangan dari bang Lutfi, dan langsung mempersilahkan bang Lutfi untuk masuk ke dalam rumah dengan ramah.


" Silahkan mas, sekali lagi saya minta maaf kalo saya kurang sopan." kembali ustadz Ahmad meminta maaf, saat diri nya merasa berlaku kurang sopan terhadap tamu.


" Ahh .. tidak apa - apa mas. tapi maaf, apa anak - anak ada di rumah ?." setelah kedua nya duduk di sofa ruang tamu, bang Lutfi langsung mempertanyakan keberadaan kedua anak nya.


" Ada mas, kebetulan juga aa Ilham memang saat ini tengah izin. tapi aa Ilham baru saja keluar, kalo dede Ayla ada di belakang sama ummi nya." ujar ustadz Ahmad menjelaskan pada bang Lutfi.


Baru saja bang Lutfi akan mengeluarkan suara nya, tanpa di duga Ayu dan dede Ayla muncul di ruang tamu.

__ADS_1


" By, sia ..." Ayu tak lagi dapat meneruskan kata - kata nya, saat melihat siapa tamu yang saat ini tengah duduk di sofa ruang tamu nya. apa lagi saat ini, sosok itu tengah menatap nya dengan sebuah senyuman gentir yang di berikan nya pada Ayu.


Sedangkan ustadz Ahmad hanya tersenyum pada Ayu. diri nya tak ingin terlalu ikut campur dengan urusan Ayu dengan mantan suami nya itu. tapi lain hal nya dengan dede Ayla yang kini duduk santai dalam pangkuan sang aby. diri nya seolah tak sedikit pun terganggu dengan sosok pria yang tengah duduk di sofa ruang tamu.


" Mi .. aa Ilham telpon dulu suruh pulang. dan sekalian, tolong buatkan minuman mi .." ujar ustadz Ahmad pada Ayu.


" Iya by ." ujar Ayu singkat dengan berjalan menuju arah dapur.


" Dek .. salim dulu nak sama abah." kali ini ustadz Ahmad menuntun sang putri yang ada di pangkuan nya.


Sedangkan dede Ayla hanya menurut saja dengan apa yang di katakan sang aby. meski dengan perasaan takut dede Ayla pun mendekat ke arah bang Lutfi dan langsung menyambut uluran tangan bang Lutfi pada nya.


Baru saja bang Lutfi akan memeluk tubuh putri nya itu, dede Ayla sudah terlebih dahulu kembali berlari ke arah ustadz Ahmad. dengan cepat kini diri nya duduk di pangkuan ustadz Ahmad, dengan melingkarkan kedua tangan nya di leher sang aby.


Deg


Melihat apa yang di lakukan putri nya itu membuat hati nya bang Lutfi berdenyut sakit, apa lagi saat melihat kedekatan sang putri dengan ayah sambung nya, sungguh membuat bang Lutfi merasa malu sekaligus iri sebagai seorang ayah.


Dengan tatapan nanar pada sang putri bang Lutfi hanya mampu bermonolog dalam hati. kini hanya tinggal penyesalan yang ada dalam diri bang Lutfi saat ini.


Mungkin diri nya akan ikhlas jika Ayu memilih hidup bersama pria lain sebagai pengganti diri nya. tapi tidak dengan kedua anak - anak nya, diri nya tak rela jika kedua anak nya tak menganggap nya sebagai ayah.


Sedangkan ustadz Ahmad yang melihat pun hanya mampu tersenyum gentir, ada rasa iba saat melihat raut wajah bang Lutfi yang kini tengah tertunduk denga penuh penyesalan, bahkan saat ini diri nya berusaha menahan isak tangis nya.


" Dek .. ini abah nya dek Ayla, jadi peluk abah ya .. nak. kasihan abah, abah juga pengen di peluk sama putri cantik nya." ujar ustadz Ahmad yang mencoba membujuk putri nya yang masih melingkarkan kedua tangan mungil nya di leher sang aby.


" Nda au by .. " dengan menggelengkan kepala nya, bahkan kini dede Ayla justru mengeratkan lingkaran tangan nya pada leher sang aby.

__ADS_1


" Sayang .. kasihan abah nya nak, ayo sama aby."


Ustadz Ahmad masih mencoba untuk membujuk putri nya agar mau memeluk abah kandung nya. bahkan kini ustadz Ahmad pun menuntun sang putri untuk menuju dekapan sang abah.


" By .. tolong jangan paksa dede Ayla, beri dia waktu untuk bisa lebih mengerti dengan kondisi saat ini. tak mudah bagi nya untuk dekat dengan seseorang yang sebelum nya tak pernah menganggap keberadaan nya. dan satu hal lagi, jangan menganggap Ayu tidak mampu mendidik putri Ayu sopan santun. karna memang selama ini dede Ayla tak pernah merasa bahwa diri nya memiliki seorang abah." ujar Ayu dengan meletakan gelas yang berisikan air teh hangat di atas meja.


Deg


Kembali bang Lutfi merasa tertampar dengan perkataan Ayu, karna apa yang di katakan Ayu adalah sebuah kebenaran. dan kini bang Lutfi semakin tertunduk dalam, bahkan kini kedua bahu nya pun turun naik terisak menahan tangis.


" Mi ... " ujar ustadz Ahmad tanpa mampu meneruskan kata - kata nya, sebenar nya diri tak ingin terlalu ikut campur. hanya saja diri nya pun tak tega saat melihat seorang ayah yang terisak berharap mendapatkan hanya sebuah pelukan dari putri nya.


" Maaf by, ummi tau, mungkin ini terlalu kejam bagi aby. tapi bagi ummi ini masih belum seberapa, jika di bandingkan dengan pengabaian seorang ayah pada putri kandung nya. bahkan saat sang putri masih berada dalam kandungan dan saat itu dede Ayla saja masih belum terbentuk sempurna." ujar Ayu dengan menundukan wajah nya, tanpa berani menatap ke arah sang suami.


" Hik .. maaf Yu .. hik .. abang tau abang salah, tapi abang mohon hik .. jangan jauhkan abang dari anak - anak abang hik .."


Kini hanya sebuah penyesalan yang ada dalam diri bang Lutfi saat ini, tanpa berani mengangkat wajah nya bang Lutfi kini kembali bersimpuh di hadapan Ayu.


" Asstagfirullah .. mas, apa yang mas lakukan !! bangun mas jangan seperti ini." ujar ustadz Ahmad dengan membantu bang Lutfi untuk kembali duduk di sofa.


" Maaf mas, izinkan saya melakukan apa yang harus saya lakukan sekarang." ujar bang Lutfi yang menolak untuk berdiri.


" Yu, hik .. tolong berikan abang kesempatan untuk menjadi abah yang baik untuk anak - anak. hik .. abang memang belum bisa menjadi suami yang baik untuk Ayu, tapi setidak nya, berikan abang kesempatan untuk jadi abah yang baik untuk kedua anak abang." masih dengan posisi yang sama, bang Lutfi kembali berujar pada Ayu.


" Asal abang tau !! Ayu tak pernah memutuskan hubungan abang dengan anak - anak, Ayu hanya meminta abang jangan memaksakan kehendak abang pada putri Ayu. biarlah diri nya mengerti terlebih dahulu dengan kondisi saat ini, dede Ayla masih terlalu kecil untuk mengerti dengan kondisi saat ini. jadi Ayu mohon, jangan membuat putri Ayu tertekan." ujar Ayu.


Setelah mengatakan apa yang ingin di katakan nya, Ayu pun berlalu pergi dari hadapan bang Lutfi, dengan menahan dada yang begemuruh. diri nya bahkan tak memperdulikan bang Lutfi yang saat ini masih dalam keadaan bersimpuh.

__ADS_1


Saat ini Ayu hanya ingin menenangkan emosi nya, diri nya tak ingin akibat ulah dari mantan suami nya membuat Ayu emosi. apalagi saat ini, Ayu telah memiliki kehidupan yang baru.


***


__ADS_2