Perjuangan Istri Yang Tersakiti

Perjuangan Istri Yang Tersakiti
Pemintaan Maaf


__ADS_3

***


Masih di kediaman Ayu, saat ini seluruh keluarga Ayu telah berkumpul di ruang tamu di rumah Ayu. entah lah Ayu sendiri justru di buat binggung dan kesal dengan apa yang terjadi saat ini. apa lagi saat ini Ayu pun tengah kedatangan seorang tamu, sudah pasti sebagai tuan rumah saat ini Ayu merasa malu dengan kejadian yang terjadi di rumah nya.


" Maaf mba Ayu, sebaik nya saya pamit pulang saja. mungkin mba Ayu juga perlu waktu untuk berfikir dengan jernih, tentang keputusan apa yang akan mba Ayu akan ambil. dan untuk saat ini, lebih baik saya undur diri saja, dan maaf kalo kedatangan saya kali ini membuat mba Ayu dan keluarga merasa terganggu. " ujar Rifky pada Ayu.


Sebenar nya Rifky merasa kurang nyaman dengan kejadian yang terjadi di rumah Ayu saat ini. apa lagi, tanpa sengaja diri nya mendengar sebuah fakta tentang Ayu dan tentang kehidupan rumah tangga Ayu. sungguh hal itu membuat diri nya merasa miris sekaligus malu sebagai seorang lelaki.


Entah terbuat dari apa hati seorang pria, yang beberapa menit yang lalu terkena bogem mentah dari kakak lelaki Ayu. pria yang bergelar seorang suami sekaligus seorang ayah, yang tega meninggalkan istri dan anak nya. bahkan di saat sang istri tengah mengandung anak kedua nya.


Apakah pantas jika seorang pria yang tidak bertanggung jawab masih datang dan dengan mudah nya meminta maaf begitu saja. sungguh hal itu lah yang membuat Rifky justru emosi. apa lagi Rifky tidak dapat membayangkan bagaimana Ayu harus berjuang di tengah keterpurukan nya dengan kondisi kehamilan, bahkan Ayu hampir saja kehilangan nyawa nya.


Diri nya juga tidak sanggup membayangkan bagaimana keadaan Ayu saat itu, sungguh Ayu adalah wanita kuat dan tangguh. sudah bisa di pastikan keadaan Ayu tidak baik - baik saja saat itu, dan sama hal nya seperti saat ini.


" Maaf mas Rifky, jika kejadian saat ini membuat mas Rifky kurang nyaman. dan tolong berikan ini pada ustadz Ahmad, karna untuk saat ini Ayu tidak bisa memutuskan apa - apa. biar beliu saja yang memutuskan nya, karna beliu berhak tau tentang amanah dari almarhumah ummi Khadijah. dan tolong sampaikan permintaan maaf Ayu pada ustadz Ahmad." dengan suara yang sangat lirih Ayu berujar pada Rifky, dengan menyodorkan surat yang berisikan amanah ummi Khadijah. karna saat ini Ayu sungguh sangat malu dan seperti tak memiliki muka pada tamu nya itu.


" Insya Allah, nanti akan saya sampaikan. dan mba Ayu santai saja, jangan merasa sungkan seperti itu. karna semua yang terjadi adalah kehendak Allah, jadi ini semua di luar kendali kita sebagai manusia biasa. cukup sabar dan bertawakal, insya Allah semua akan indah pada waktu nya." dengan senyuman Rifky berujar pada Ayu.


Sedangkan penghuni rumah yang lain hanya terdiam dan cukup menjadi pendengar saja, dengan semua perkataan Ayu dan tamu nya itu. entah apa yang di fikirkan seluruh keluarga Ayu saat ini, yang jelas suasana tegang masih saja menyelimuti ruangan itu.


Sedangkan kini di salah satu sudut rumah, bang Lutfi hanya mampu tertunduk. diri nya seperti nya memang tak bisa berharap banyak pada Ayu. apalagi setelah melihat seorang pria yang datang di rumah Ayu saat ini.


Dari penampilan nya saja bang Lutfi sudah merasa minder, jika harus bersaing untuk mendapat kan Ayu kembali. apa lagi di tambah dengan kemarahan keluarga Ayu, membuat harapan nya pupus sebelum di nyatakan.

__ADS_1


Bang Lutfi memang akui, aura pada Ayu saat ini benar - benar berbeda. sosok istri yang di sakiti nya itu bertransformasi menjadi wanita muslimah sejati. bahkan bang Lutfi saja sampai merasa segan jika menatap mantan istri nya itu.


Wajah yang dulu bisa diri nya pandangi setiap waktu dengan sepuas hati. akan tetapi kali ini, wajah itu telah tertutup kain untuk menghalangi pandangan nya. jika dulu, diri nya dapat menyentuh Ayu dengan sepuas nya. tapi tidak untuk saat ini, karna hal itu pasti sangat tidak mungkin.


" Baik lah mba Ayu saya permisi dahulu, Assalamulaikum ..."


" Wa'alaikumus salam."


Setelah bersalaman dengan kakak Ayu, akhirnya Rifky pun berlalu pergi dari kediaman Ayu.


Setelah kepergian Rifky, kini seluruh pandangan penghuni rumah, langsung memandang ke arah bang Lutfi yang kini tengah duduk dengan menundukan kepala nya.


" Sekarang katakan ada perlu apa kamu datang lagi kemari ?." ujar kakak Ayu membuka suara nya dan bertanya pada bang Lutfi.


" Duduk lah di kursi bang, dan ini, kopres dulu lebam di wajah abang. agar tidak membengkak." dengan memberikan handuk kecil yang telah Ayu rendam dengan air es, untuk mengompres memar yang ada di wajah mantan suami nya itu.


" Terimakasih Yu .." bang Lutfi berujar pada Ayu, dengan mengambil handuk kecil yang di sodorkan Ayu pada nya. dan dengan berlahan bang Lutfi mengompres wajah nya sendiri.


Keadaan masih saja hening, tak ada keluarga Ayu yang membuka suara nya. kecuali kakak laki - laki Ayu, yang memang sempat memberikan pukulan pada wajah bang Lutfi.


Melihat keadaan yang hening, kini bang Lutfi pun mulai mengubah posisi duduk nya menjadi berlutut di lantai. dengan menghadap ke arah keluarga Ayu yang kini telah berkumpul di ruangan itu.


" Sssaya tau perbuatan saya satu tahun yang lalu memang sangat menyakitkan, dan bahkan mungkin sangat sulit untuk di maafkan. hanya saja saya ingin memohon ampunan dan maaf dari semua nya terlebih Ayu. Yu .. abang tau abang salah, abang tau mungkin kesalahan abang tak dapat Ayu maafkan. akan tetapi, tolong izinkan abang untuk bersimpuh di kaki Ayu sebagai permohonan maaf abang." dengan mendekati ke arah Ayu dan kini duduk bersimpuh di kaki Ayu.

__ADS_1


" Asstagfirullah ... apa yang abang lakukan .. ! berdiri bang, tidak layak abang bersimpuh di kaki Ayu. abang hanya boleh bersimpuh di kaki kedua orang tua abang, dan bersujud pada sang pemilik kehidupan. bukan pada Ayu." ujar Ayu, yang langsung memundurkan langkah nya ke belakang.


" Yu .. biarkan abang melakukan nya Yu. abang tak akan memaksa Ayu untuk memaafkan kesalahan abang pada Ayu. akan tetapi, setidak nya abang telah melakukan permohonan abang pada Ayu dan keluarga." dengan masih berusaha mendekat pada kaki Ayu.


" Tapi bang ..." belum sempat Ayu melanjutkan kata - kata nya, bang Lutfi kembali menyela.


" Yu .. jangan buat lelaki brengsek ini kehilangan harga diri nya Yu. jika abang suami yang brengsek dan tak punya hati karna telah menyakiti Ayu, tapi tolong jangan buat abang juga menjadi seorang ayah yang brengsek pula untuk kedua anak abang. biarkan abang memohon ampun sebagai ayah dari kedua anak abang, memohon ampun pada ibu yang telah melahirkan anak - anak abang." ujar bang Lutfi pada Ayu.


Kini hancur sudah pertahanan bang Lutfi yang sejak tadi dirinya coba menahan nya. entah kenapa dada nya terlalu sesak saat kembali mengingat apa yang telah di lakukan nya pada Ayu satu tahun yang lalu. dengan lelehan air mata yang mengalir deras dari kedua sudut mata nya, bahkan kedua bahu nya pun naik turun yang menandakan bahwa terdapat penyesalan besar dalam diri.


Melihat apa yang terjadi pada bang Lutfi, tak ada rasa simpati yang di perlihatkan keluarga Ayu. justru tatapan kecewa dan amarah masih saja terlihat di raut wajah keluarga Ayu.


Melihat hal itu Ayu mengela nafas nya yang terasa berat.


" Bang bangun lah bang, tak baik abang melakukan hal ini pada Ayu. bukankah sebelum nya Ayu pernah berkata pada abang. bahwa Ayu sudah memaafkan kesalahan abang jauh sebelum abang datang dan bersimpuh di kaki Ayu saat ini. Ayu sudah ikhlas dengan apa yang terjadi pada Ayu, karna Ayu tahu, bahwa ini semua adalah rencana Allah. karna tak akan mungkin sesuatu mampu terjadi di dunia ini jika tidak atas kehendak Allah. dan Ayu yakin ini semua adalah jalan yang terbaik yang Allah pilihkan untuk Ayu, karna Allah menyayangj Ayu. dan di balik ujian Allah pasti ada kebahagian yang akan Ayu peroleh." dengan sedikit penjelasan Ayu berujar pada bang Lutfi.


Mendengar perkataan Ayu, justru itu bagaikan tamparan keras bagi bang Lutfi. sebuah perkataan yang mampu membuat nya tertunduk karna malu, dan sakit di hati nya secara sekaligus.


Sungguh, sebuah perkataan yang tidak menghakimi, akan tetapi terasa di hakimi. sebuah perkataan yang lembut, namun sangat tajam yang mampu membuat luka yang mendalam. dan sebuah perkataan pengingat bahwa saat ini diri nya adalah seorang hamba yang pendosa.


Begitu banyak kata 'andai ' untuk mengawali setiap penyesalan, dan begitu kamu mulai menyesal, maka saat itu pula kamu akan merasa kehilangan. ada nya penyesalan adalah untuk menyadarkan bahwa waktu tidak dapat di ulang.


***

__ADS_1


__ADS_2