
***
Masih dengan Ayu yang saat ini berada di mesjid pesantren, Ayu tengah duduk di samping bu Tati dengan berselonjor kaki di teras mesjid. sedangkan mama Ayu hari ini tidak dapat mengikuti kajian, karna beliu memang kurang sehat. jadi hari ini Ayu berangkat hanya di temani oleh bu Tati dan bu Yuli saja.
Ayu memang sengaja untuk duduk di teras yang sedikit longgar, agar diri nya bisa menyelonjorkan kedua kaki dengan leluasa. dengan kehamilan yang semakin hari semakin membesar, membuat Ayu terasa engap jika duduk berdempetan, apa lagi kedua kaki nya akan cepat kram apa bila terlalu lama di tekuk.
Acara demi acara kini telah berlalu, hingga sampai lah pada acara ceramah yang akan di isi oleh seorang ustadz dari luar pesantren. dan tema ceramah kali ini adalah tentang sabar dan Ikhlas. Ayu pun menyimak kata demi kata yang di sampai kan ustadz Ahmad, karna saat ini Ayu tengah berjuang untuk kedua nya.
Ada dua hal yang Ayu dapat ambil dari isi ceramah ustadz Ahmad. ketika ujian itu datang, Allah tidak meminta kita untuk memikirkan solusi dengan penat. tapi Allah meminta kita untuk sabar dengan sholat, maka insya Allah, kebahagian pun akan di dapat.
Sebagai manusia biasa berusaha lah menjadi tiga hal saat ujian masalah itu ada. tetap lah menjadi dingin, meski di tempat yang panas. tetap lah menjadi sejuk, meski di tempat yang gersang. dan tetap lah menjadi manis, meski di tempat yang pahit. itu lah yang Ayu tanggap dari isi ceramah yang ustadz Ahmad sampaikan.
" Yu, mama mana ? kok tumben engga ikut ?." ujar Ustadzah Nurul, sesat setelah acara kajian selesai.
" Iya ustadzah, mama lagi kurang enak badan, jadi hari ini cuma Ayu saja." Ayu pun berujar pada ustadzah Nurul yang merupakan ketua kajian jamaah wanita.
" Assalamualaikum ..." terdengar suara salam dari seorang jamaah wanita. di saat Ayu dan ustadzah Nuruh tengah berbincang.
" Wa'alaikumus salam ..." jawaban salam pun serempak Ayu dan ustadzah Nurul berikan.
Terlihat seorang wanita dan pria yang kini tengah mendekat ke arah Ayu dan ustadzah Nurul.
" Apa kabar ustadzah Nurul ?." wanita itu menyapa ustadazah Nurul dengan berpelukan.
" Allhamdulilah saya baik ? ummi Khadijah juga apa kabar nya ? lama kita tak jumpa ?." kali ini ustdazah Nurul menimpali perkataan ummi Khadijah
" Allhamdulilah .. saya dan abi juga baik. ini ..." sambil menunjuk ke arah Ayu, wanita yang bernama ummi Khadijah itu tidak melanjutkan kata - kata nya.
" Oh .. ini Ayu ummi, dia jamaah baru di sini, baru sekitar satu bulan dia ada di kota ini bersama mama nya." ujar ustadzah Nurul memperkenal kan Ayu pada ummi Khadijah.
Ayu yang di perkenal kan pun langsung mengambil tangan wanita di depan nya serta mencium tangan itu dengan penuh takzim. karna usia ummi Khadijah memang hampir seusi dengan ustadzah Nurul. tidak hanya itu wanita di depan Ayu saat ini, ternyata merupakan istri dari ustadz Ahmad pengisi kajian hari ini.
Melihat tingkah sopan Ayu, membuat ketiga nya pun tersenyum. bahkan ummi Khadijah tak henti nya memandang ke arah Ayu.
" Ayu lagi hamil ?." ujar ummi Khadijah saat sadar dengan perut buncit Ayu.
Awal nya ummi Khadijah memang belum menyadari keadaan Ayu yang sedang hamil. sebab, karna Ayu saat ini menggunakan gamis longgar membuat kehamilan Ayu hampir tak terlihat.
" Iya ummi, Ayu lagi hamil ." ujar Ayu menjawab pertanyaan ummi Khadijah dengan senyuman.
" Allhamdulilah ... berapa bulan ?." terlihat jelas dari raut wajah ummi Khadijah bahwa beliu sangat antusias mendengar tentang kehamilan Ayu.
" Allhamdulilah sudah memasuki enam bulan ummi." dengan perkataan yang sopan kembali Ayu berujar pada ummi Khadijah.
__ADS_1
" Boleh saya pegang ?." dengan wajah yang penuh harapan, ummi Khadijah kembali bertanya pada Ayu tentang keinginan nya memegang perut buncit Ayu.
Melihat raut wajah yang penuh harapan dari wajah ummi Khadijah, membuat Ayu tidak enak jika menolak permintaan wanita yang ada di depan nya saat ini.
" Hhhmm ... " dengan deheman serta anggukan kepala, Ayu mengiyakan keinginan ummi Khadijah.
"Masya Allah ... abi lihat perut nya bulat, lucu nya. Ya Allah .. ! dia gerak Yu ..! " ujar ummi Khadijah dengan histris saat ada pergerakan dari janin dalam kandungan Ayu.
Dengan sangat antusias ummi Khadijah mengelus perut buncit Ayu. apa lagi ketika ada pergerakan dari janin dari dalam perut Ayu, membuat ummi Khadijah begitu sumringah. sedang lelaki yang sejak tadi berada di samping ummi Khadijah, hanya tersenyum melihat antusias sang istri.
Sejak tadi lelaki itu memang hanya berdiam diri saja, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun dari bibir nya. entah apa yang di fikirkan lelaki itu, hanya diri nya dan Allah lah yang tau.
" Assalamualaikum .." di saat yang bersamaan ibu Tati datang menghampiri mereka.
" Wa'alaikumus salam .." serempak jawaban salam pun di berikan pada bu Tati.
" Maaf .. Ayu mau pulang sekarang ? Soal nya ibu sama bu Yuli mau pulang udah sore. " ujar bu Tati yang sengaja mendekat untuk membawa Ayu pulang bersama.
" Iya bu, Ayu juga mau pulang." ujar Ayu menimpali pembicaraan bu Tati.
Mendengar perkataan Ayu, ummi Khadijah pun menghentikan kegiatan nya mengelus perut Ayu. dan kini tatapan nya di arahkan nya pada Ayu.
" Ayu mau pulang sekarang ?." terlihat ada rasa kecewa di wajah ummi Khadijah, saat bertanya pada Ayu.
" Baik lah ... boleh ummi minta nomor ponsel Ayu ? itu kalo Ayu tidak keberatan ?." masih dengan raut wajah penuh harapan.
" Boleh ummi."
Mendengar perkataan Ayu, bergegas ummi Khadijah membuka tas nya dan mengeluarkan ponsel dan langsung memberikan nya pada Ayu. Ayu pun tanpa ragu mengetik nomor ponsel nya pada layar ponsel milik ummi Khadijah.
" Sudah ummi, kalo begitu Ayu pamit dulu, Assalamualaikum .."
" Wa'alaikumus salam .."
Dengan memberikan ponsel pada ummi Khadijah. Ayu pun langsung pamit, dan tak lupa Ayu menyalami ustadzah Nurul dan ummi Khadijah, sedang kan untuk ustadz Ahmad Ayu hanya menganggukan sedikit kepala nya saja tanda hormat. baru beberapa langkah Ayu berjalan.
" Ayu ... !." ummi Khadijah memanggil dan menghampiri Ayu.
" Iya ummi." dengan dahi yang mengerut karna bingung.
Dan tanpa banyak kata ummi Khadijah langsung menundukan tubuh nya sejajar dengan perut buncit Ayu.
" Ehh .." ujar Ayu terkejut.
__ADS_1
" Dedek cantik, jangan nakal yach di dalam. harus nurut sama ummi. jadi anak sholehah untuk ummi." dengan kembali mengelus perut Ayu.
Setelah mengatakan hal itu ummi Khadijah hanya tersenyum pada Ayu, dan langsung berlalu pergi begitu saja dari hadapan Ayu tanpa mengatakan apa pun. sedangkan Ayu hanya menatap binggung dengan apa yang di lakukan ummi Khadijah pada nya.
Selama dalam perjalan pulang Ayu terus memikirkan tingkah ummi Khadijah, bahkan bukan hanya diri saja yang terheran dengan tingkah ummi Khadijah. bu Tati dan bu Yuli yang sempat melihat pun tak kalah bingung, akan tetapi kedua nya enggan untuk bertanya lebih banyak pada Ayu. karna kedua nya pun melihat raut wajah bingung dari Ayu.
**
Tak terasa dua bulan sudah Ayu tinggal di kota R, kini hari - hari Ayu masih Ayu lalui dengan aktifitas yang sama. dan selama dua bulan perpisahan Ayu dengan bang Lutfi, tak ada kejelasan hubungan di antara kedua nya.
Karna saat bang Lutfi pergi dari rumah, diri nya hanya mengatakan ingin bebas. tanpa mengatakan talak atau ingin bercerai dari Ayu. Ayu pun mendengar kabar angin bahwa saat ini bang Lutfi memang telah menikah kembali. hanya saja Ayu memang tak mengetahui kebenaran nya seperti apa.
Dan selama dua bulan ini, Allhamdulilah bang lutfi masih bertanggung jawab pada putra pertama nya. akan tetapi, untuk Ayu dan janin dalam kandungan Ayu, bang memang seolah lupa. bahkan dua bulan ini bang Lutfi belum mengirimkan sepeser pun pada Ayu.
" Dret .. dret .. dre .." suara getar pada ponsel Ayu, tanda ada panggilan masuk pada ponsel Ayu.
Dan ketika Ayu melihat pada layar ponsel nya, tertera suamiku yang menghubungi Ayu saat ini. melihat itu hati Ayu pun merasa miris, rasa sakit yang di torehkan bang Lutfi pada nya tak membuat Ayu mampu membenci sang suami. justru saat ini rasa rindu lah yang tengah Ayu rasa kan pada suami nya itu.
" Assalamualaikum ..." ujar Ayu menjawab panggilan suami nya itu.
" Wa'alaikumus salam ..." ujar bang Lutfi menjawab salam Ayu.
" Iya ada apa bang ?." ujar Ayu dengan suara yang lirih, menahan deberan pada dada nya.
" Yu, abang cuma mau bilang sama Ayu, mulai saat ini abang sudah tidak bisa mengirimi Ayu uang. tapi abang akan tetap tanggung jawab semua biaya a'a Ilham yang ada di ponpes." ujar bang Lutfi pada Ayu.
Deg
Deg
Mendengar perkata bang Lutfi dada Ayu bergemuruh, rasa sesak, rasa kecewa, rasa sedih, bercampur menjadi satu. ini kah akhirnya, biduk rumah tangga yang berjalan selama lima belas tahun, hancur begitu saja bahkan di saat diri nya tengah mengandung.
" Maksud abang, abang akan benar - benar menceraikan Ayu ? ." dengan menahan sekuat mungkin rasa yang hampir meledak di dada nya.
" Iya, dan talak abang berlaku setelah Ayu melahirkan nanti." dengan tanpa perasaan bang Lutfi menjatuhkan talak pada Ayu.
" Baik lah bang, Ayu terima talak abang. dan terimakasih masih mau bertanggung jawab untuk a'a Ilham. maafkan Ayu jika selama menjadi istri abang Ayu banyak salah, dan maaf belum bisa menjadi istri yang baik untuk abang. semoga abang bahagia dengan meninggal kan Ayu, dan jika suatu saat nanti abang menyesal dan ingin meminta maaf. yakin lah bahwa Ayu sudah memaafkan semua kesalahan abang, sebelum abang meminta nya. tapi sampai kapan pun Ayu tidak akan melupakan rasa sakit yang telah abang berikan pada Ayu. dan untuk anak yang ada di kandungan Ayu saat ini, biarlah dia menjadi anak Ayu seorang. dan atas izin dan kuasa Allah, dia akan lahir kedunia dengan kasih sayang dari Allah. Assalamualaikum .."
Setelah mengatakan apa yang ingin Ayu katakan pada bang Lutfi, Ayu pun segera mematikan ponsel nya. tidak lupa Ayu juga memblok dan menghapus nomor bang Lutfi dari ponsel nya.
Akhir nya ini lah jawaban yang Allah berikan pada Ayu. selama dua bulan Ayu meminta pentunjuk di setiap sujud nya kepada Allah, tentang masalah rumah tangga yang di hadapi nya saat ini.
Ayu hanya meminta jika memang bang Lutfi adalah yang terbaik untuk menjadi suami nya, maka Ayu meminta untuk di dekatkan kembali pada nya. akan tetapi, jika sebalik nya maka Ayu meminta untuk menjauhankan nya dari Ayu. dan ini lah jawaban dari doa di setiap sujud nya kepada Allah.
__ADS_1
***