Perjuangan Istri Yang Tersakiti

Perjuangan Istri Yang Tersakiti
Lamaran ustadz Ahmad


__ADS_3

***


Sesudah melaksanakan sholat zuhur, Ayu merebahkan tubuh nya di tempat tidur dan ingin mengistirahatkan sejenak tubuh nya. apa lagi sejak tadi pagi Ayu telah berkutat di depan layar leptop nya.


Sampai saat ini Ayu masih menekuni kegiatan nya sebagai freelance, untuk mencukupi kebutuhan Ayu sehari - hari. dan Allhamdulilah saat ini jasa Ayu sebagai freelance sangat di minati klien, dan penghasilan Ayu pun bahkan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan kedua anak serta mama, karna saat ini Ayu lah yang menanggung nya.


Selama satu tahun ini mantan suami Ayu hanya mencukupi kebutuhan anak pertama Ayu saja, itu pun kadang aa Ilham sering mengeluh pada Ayu jika sang abah selalu memberikan nya uang yang kadang kurang. itu sebab nya, Ayu bekerja keras untuk ketiga orang di cintai nya itu.


Memang benar apa kata pepatah bahwa kerja keras tak akan mengkhianati hasil, itulah yang Ayu rasakan saat ini. kerja keras nya selama lebih satu tahun mampu memberikan penghasilan yang lebih dari cukup untuk Ayu sekeluarga. masih jelas di ingatan Ayu, jika mantan suami Ayu pernah berkata, bahwa Ayu tak akan mampu mendapatkan uang jika bukan dari diri nya.


Mendengar perkataan mantan suami nya itu justru membuat semangat Ayu terpacu. dengan doa yang selalu Ayu panjatkan ke pada Allah, dan kerja keras yang di lakukan nya membuat Ayu menjadi pribadi yang kuat dan pantang menyerah. benar jika pengalaman hidup memang mampu mengubah seseorang, dan itulah yang saat ini terjadi pada Ayu.


Dulu selama masih menjadi istri dari bang Lutfi Ayu memanglah selalu bergantung pada mantan suami nya itu. khusus nya untuk ekonomi keluarga, Ayu memang selalu mengandalkan sepenuh nya pada suami nya itu. itu sebab nya, membuat fikiran Ayu menjadi terdokterin bahwa diri memang tak mampu mandiri.


Di saat Ayu akan mulai memejamkan mata nya bersama putri nya, dari arah depan rumah terdengar deru mesin mobil yang berhenti tepat di depan rumah Ayu. dan tak lama berselang suara salam pun terdengar.


" Assalamualaikum ..."


" Wa'alaikumus salam ..." dengan bergegas mengenakan cadar nya dan keluar kamar.


Saat Ayu membukakan pintu rumah nya, Ayu sempat terkejut karna saat ini di depan nya telah berdiri tiga pria. dan salah satu di antara ketiga nya Ayu sempat mengenali nya, pria yang pernah bertamu di rumah nya sebulan yang lalu.


" Maaf mba Ayu boleh kami masuk ?." kali ini Rifky membuka suara nya, saat melihat Ayu yang terdiam dengan menundukan kepala nya.


" Oh ... maaf, silahkan masuk dan silahkan duduk. Ayu akan panggilkan mama Ayu terlebih dahulu." dengan sangat sopan Ayu mempersilahkan ketiga tamu nya itu, dan beranjak ke arah dapur untuk memanggil sang mama.


" Ma, ada tamu. mama keluar dulu, biar Ayu buatkan minum untuk tamu nya." ujar Ayu pada sang mama, yang saat ini tengah rebahan di kamar belakang.

__ADS_1


" Siapa Yu ?." dengan beranjak dari tidur nya dan berganti baju.


" Rifky ma, mungkin ingin membicarakan prihal amanah ummi Khadijah. jadi sekalian Ayu minta kak Putra untuk datang ke mari." ujar Ayu yang langsung menghubungi sang kakak.


Setelah kedatangan Rifky tempo hari, Ayu dan keluarga memang sudah membicarakan nya. walau pun sempat ada penolakan dan keraguan dari keluarga nya, sebab keluarga nya itu sedikit takut jika hal yang sama akan kembali terjadi pada Ayu.


Sedangkan Ayu sendiri, lebih memilih untuk meminta pentunjuk kepada Allah. kali ini Ayu ingin menyerahkan semua nya hanya kepada Allah, bukan pada siapa pun. jika di pernikahan pertama nya Ayu melakukan nya hanya karna permintaan orang lain, tapi kali ini Ayu hanya akan meyakinkan diri nya hanya karna Allah.


Dan selama sebulan ini Ayu selalu bermunajat di setiap sujud nya kepada Allah. jika memang diri nya kembali di pertemukan dengan jodoh yang baru, maka Ayu hanya meminta jika ini adalah yang terbaik menurut Allah maka permudah dan lancarkanlah segala nya. akan tetapi, jika ini sebalik nya maka jauhkan lah dari diri nya.


Kini di ruang tamu di rumah Ayu telah berkumpul. dan tanpa Ayu sadari sejak tadi, ustadz Ahmad selalu mencuri pandang ke arah nya.


" Maaf sebelum nya bu, mba Ayu, dan mas. mungkin saya tak perlu lagi memperkenalkan diri saya, karna satu bulan yang lalu saya memang pernah datang kemari untuk bertamu. dan sekarang saya kembali datang bersama bang Ahmad dan paman Akbar adik dari almarhum ayah bang Ahmad. mba Ayu sebelum nya ingin mendengarkan keputusan mengenai amanah kak Dijah dari abang Ahmad, maka hari ini kami datang kemari untuk memberikan keputusannya." kali ini Rifky membuka suara nya, menjelaskan perihal tujuan kedatangan ketiga nya ke rumah Ayu.


Setelah mendengar perkataan Rifky, Ayu dan kelurga pun hanya terdiam menanti selanjut nya apa yang akan di katakan ketiga nya. melihat keterdiaman keluarga Ayu, Rifky pun langsung melirik bang Ahmad untuk membuka suara nya.


Mendengar perkataan ustadz Ahmad membuat Ayu semakin menundukan kepala nya, ada rasa haru dalam setiap perkataan ustadz Ahmad yang di ucapkan nya. dan kini pandangan seluruh penghuni ruang tamu pun terarah pada Ayu.


Sedangkan Ayu saat ini tengah mencoba menenangkan deberan jantung nya, dan entah kenapa perkataan ustadz Ahmad mampu membuat jantung nya berdebar tak karuan, dan sebagai wanita Ayu merasa sangat di mulyakan.


" Nak Ayu, mungkin ini terasa berat untuk nak Ayu jalani. tapi insya Allah, saya berani menjamin, bahwa keponakan saya akan bertanggung jawab sepenuh nya atas diri nak Ayu dan anak - anak." kali ini paman Akbar membuka suara nya, saat melihat keterdiaman Ayu.


" Yu .. mama dan keluarga akan mengikuti apa pun keputusan Ayu. mama yakin Ayu tau mana yang baik untuk Ayu dan anak - anak." mama pun kini ikut membuka suara nya, agar Ayu bisa merasakan bahwa mama dan keluarga selalu mendukung keputusan Ayu.


" Bismillah .. apa ustadz tidak keberatan dengan keadaan Ayu saat ini. Ayu bukan lah wanita sholehah, Ayu juga bukan wanita yang baik, kekurangan dalam diri Ayu banyak ustdaz, bahkan Ayu hanya seorang bayi jika tentang ilmu agama." ujar Ayu dengan nada yang lirih dan tertunduk.


Mendengar perkataan Ayu, ketiga tamu yang ada pun langsung tersenyum. bahkan Rifky tanpa sungkan memandang ke arah Ayu tanpa berkedip.

__ADS_1


" Jangan pandangi calon abang ky." dengan berbisik ustadz Ahmad menyenggol lengan Rifky yang ada di samping nya.


" He .. he .. maaf." Rifky pun langsung salah tingkah saat ketahuan sang abang sedang memandang ke arah calon istri abang nya itu.


' ya Allah .. berikan hamba satu saja ciptaan mu seperti wanita yang saat ini ada di hadapan hamba. bang, sungguh abang sangat beruntung. jika sampai abang berani menyakiti nya seperti mantan suami nya. maka jangan salah kan Rifky, jika Rifky yang akan menjaga nya.' Rifky pun membatin.


" Salah satu ciri wanita sholehah adalah mampu menjaga marwah nya sebagai seorang muslimah, salah satu nya menutup aurat nya dengan sempurna, dan selalu menjaga pandangan nya. menutup aurat bukan penentu seorang wanita itu baik, akan tetapi wanita sudah pasti menutup aurat nya sempurna. tak ada manusia yang sempurna, maka jadilah makmum saya, untuk menyempurnakan ibadah kita." dengan tersenyum, ustadz Ahmad memberikan jawaban setiap perkataan Ayu.


" Ayu juga mempunyai putra dan putri serta mama ustadz, apa ustadz juga tak keberatan jika mereka ikut dengan Ayu jika kita menikah nanti ? Ayu juga seorang freelance, boleh kah Ayu bekerja setelah kita menikah. karna Ayu memiliki tanggung jawab pada ketiga nya." ujar Ayu masih dengan menunduk kan kepala nya.


" Dek Ayu, setelah kita menikah nanti semua akan menjadi tanggung jawab saya. jadi, dek Ayu tidak usah khawatir. akan tetapi, saya juga tidak akan melarang dek Ayu dengan kegiatan dek Ayu. selama dek Ayu tak lepas dari koridor syariat islam, dan tidak melupakan tanggung jawab dek Ayu sebagai seorang istri dan ibu." ujar ustadz Ahmad pada Ayu.


Setelah mendengar semua perkataan ustadz Ahmad, kini Ayu kembali tertunduk diam. diri masih menyakinkan hati nya dengan terus berzikir kepada Allah. setelah terdiam beberapa saat, Ayu pun membuka suara nya.


" Huh ... Bissmillah, Ayu terima lamaran ustadz Ahmad untuk Ayu." dengan suara yang sedikit bergetar Ayu berujar.


" Allhamdulilah .." serempak seluruh penghuni rumah mengucapkan syukur setelah mendengar jawaban dari Ayu.


" Terimakasih dek Ayu, insya Allah saya akan berusaha menjadi suami sekaligus abi yang bertanggung jawab untuk keluarga kita nanti."


Setelah mendengar perkataan kedua nya, akhir nya keluarga pun memutuskan bahwa satu minggu lagi pernikahan kedua nya akan di laksanakan di kediaman Ayu. ustadz Ahmad pun sempat bertanya tentang mahar apa yang di inginkan oleh Ayu. dan Ayu pun menjawab diri nya hanya menginginkan surah ar rahman sebagai mahar.


Kali ini lagi - lagi ketiga nya tersenyum dengan perkataan Ayu. dan tanpa sadar ketiga nya pun langsung menaruh kekaguman pada sosok Ayu. dan kali ini juga ustadz Ahmad pun membenarkan dan tak memungkiri semua perkataan Rifky sebelum nya tentang sosok Ayu.


Setelah menyelesaikan semua pembicaraan tentang rencana pernikahan, kini ketiga tamu nya itu pun pamit dari rumah Ayu. dan akan kembali satu minggu, di saat pernikahan kedua nya dilaksanakan.


***

__ADS_1


__ADS_2