
***
Masih di kediaman Ayu, setelah ijab qobul dan acara syukuran di laksanakan. kini menjelang sore hari di kediaman Ayu pun terlihat sepi kembali, sebab para tamu undangan serta keluarga pun telah kembali ke rumah nya masing - masing.
Dan saat ini Ayu tengah berada di dalam kamar, karna saat Ayu tengah menyusui dede Ayla yang usia nya baru genap 12 bulan.
" Clek " terdengar pintu kamar terbuka.
Ayu yang saat ini justru tertidur karna lelah sungguh tak menyadari jika saat ini sang suami masuk ke dalam kamar nya. saat sebelum nya ustadz Ahmad memang pergi barsama aa Ilham untuk sholat asar di mesjid.
Melihat Ayu yang tertidur dengan posisi menyusui, membuat ustadz Ahmad tersenyum. sedangkan dede Ayla justru tersenyum melihat pria yang saat ini telah menjadi abi nya itu. entah mengapa dede Ayla justru langsung menempel pada abinya itu, entah mungkin karna selama ini dede Ayla memang tak mendapatkan kasih sayang seorang ayah. hingga ketika ada seorang pria asing yang memberikan perhatian pada nya membuat dede Ayla langsung akrab.
" Lho .. dede nda bobo ?." ujar ustadz Ahmad dengan suara yang pelan saat melihat putri nya itu justru tersenyum ke arah diri nya.
" Nnda bobo .." suara cadel dede Ayla pun keluar saat mendengar sang abi menyapa nya.
Mendengar perkataan dede Ayla membuat ustadz Ahmad gemas. dengan perlahan diri nya pun duduk di samping Ayu yang tengah tertidur, yang kini justru mengambil alih putri nya itu ke dalam gendongan nya. agar Ayu lebih leluasa untuk beristrahat, dan dengan berlahan pula ustadz Ahmad menutup dada Ayu dengan selimut.
Melihat Ayu yang tak terganggu sedikit pun, kini ustadz Ahmad membawa putri nya itu untuk bermain di luar kamar agar tak mengganggu tidur Ayu yang sangat pulas.
Tidak berapa lama, Ayu pun terbangun saat di rasakan nya sang putri sudah tak ada di dekat nya. dengan terburu - buru Ayu pun beranjak dari tempat tidur, untuk memastikan keberadaan sang putri saat ini. tanpa Ayu sadari diri nya hanya mengenakan daster yang memperlihatkan tubuh atas nya dan memperlihatkan betis putih nya.
" Dek .. de Ayla .. " ujar Ayu memanggil putri kecil nya itu.
" Ada apa mi ?." suara ustadz Ahmad langsung mengagetkan Ayu.
" Asstagfirullah ... ya Allah." ujar Ayu menjerit saat ada seorang pria di hadapan nya saat ini.
" Brak" Ayu pun langsung berlari ke arah kamar dan menutup pintu kamar.
Sedangkan ustadz Ahmad hanya tertegun dengan teriakan serta tingkah Ayu, bahkan dede Ayla saja sempat terkejut dengan suara yang di keluarkan oleh ummi nya itu. setelah sadar, ustadz Ahmad pun beranjak dari tempat duduk nya dan menuju ke arah kamar.
" Tok .. tok .. dek Ayu baik - baik aja kan ?" ujar ustadz Ahmad pada Ayu yang masih berada di dalam kamar.
" Ada apa bi ?." kali ini aa Ilham pun sampai keluar kamar setelah mendengar teriakan Ayu.
__ADS_1
" Entahlah, abi juga bingung." dengan menggaruk kepala nya yang tak gatal.
" Yu ..." kembali ustadz Ahmad berujar, saat tak mendengar jawaban dari Ayu.
" Mas kenapa ada dalam rumah Ayu ? kita bukan mahrom mas .. ! kenapa masuk rumah Ayu tanpa izin." ujar Ayu dari dalam kamar. di saat nyawa nya masih belum terkumpul akibat tertidur, Ayu masih belum menyadari jika saat ini diri nya sudah berstatuskan seorang istri.
Mendengar perkataan Ayu membuat ustadz Ahmad terkekeh, sungguh dirinya tak sanggup menahan tawa saat mendengar perkataan sang istri saat ini. bahkan tidak hanya diri nya saja yang di buat lucu dengan perkataan Ayu. akan tetapi aa Ilham pun langsung di buat tertawa lucu setelah mendengar perkataan ummi nya itu.
" Aa Ilham kenapa ketawa ? kenapa aa engga bilang kalo ada pria di rumah kita .. !" dengan nada yang sedikit meninggi Ayu berujar, setelah mendengar suara tawa dari putra nya yang membuat Ayu menjadi geram.
Setelah mendengar perkataan Ayu ustadz Ahmad memberikan isyrat pada aa Ilham untuk menjaga sang adik, sedangkan diri nya tanpa berkata sepatah kata pun langsung masuk ke dalam kamar Ayu.
" Cklek " suara pintu kamar terbuka.
" Apa perlu abi ijab qobul ulang dek ? biar dek Ayu ingat siapa abi sekarang." setelah diri nya berada dalam kamar.
" Ehh .." mendengar kata ijab qobul membuat Ayu langsung sadar, bahwa diri nya kini telah menjadi seorang istri dari pria yang ada di hadapan nya saat ini.
"Apa perlu abi panggil penghulu lagi buat menikah kan kita ?." dengan posisi menyender pada pintu kamar yang tertutup, bahkan terlihat jelas saat ini ustadz Ahmad menahan tawa nya saat melihat tingkah Ayu.
" Wah .. sakit nya hati abi, baru nikah tadi pagi, tapi sore nya udah engga di akui istri sebagai suami." kali ini ustadz Ahmad sengaja menggoda istri nya itu, yang kini masih terdiam di balik selimut.
" Maaf bi ..." ujar Ayu dengan suara lirih dari balik selimut.
Mendengar permintaan maaf sang istri, ustadz Ahmad pun dengan berlahan mendekat ke arah Ayu saat ini. dan saat berada tepat di hadapan Ayu, dengan jarak yang hanya beberapa jengkal, ustadz Ahmad langsung mensejajarkan wajah nya dengan wajah sang istri.
" Dek Ayu mahrom abi sekarang, dek Ayu istri abi. dan sekarang apa yang ada pada tubuh dek Ayu, abi sudah halal jika melihat nya." dengan mengangkat dagu Ayu agar memandang ke arah wajah suami nya itu.
Demi apa pun, saat ini jantung Ayu seakan ingin melompat dari tempat nya. apa lagi wajah suami tampan nya itu tepat berada di depan wajah Ayu, membuat jantung nya deg deg ser pokok nya. bahkan saat ini hembusan nafas ustadz Ahmad sangat terasa di wajah Ayu.
Cup
Tanpa aba - aba ustadz Ahmad memberi kecupan pada kening Ayu.
" Ini halal ."
__ADS_1
Cup
Kecupan kedua jatuh pada kedua mata Ayu.
" Ini juga halal."
Cup
Kini kecupan ketiga mendarat pada kedua pipi Ayu yang merona.
" Saat ini, pipi bakpao merah ini milik abi."
Cup
kecupan kali ini jatuh pada hidung Ayu.
" Hidung ini juga milik abi."
" Nah .. kalo yang ini nanti malam aja baru milik abi he .. he .. " dengan menyentuh bibir Ayu yang merah alami tanpa polesan apa pun, dan dengan kekehan di akhir perkataan nya pada sang istri.
Sedangkan Ayu sendiri, sungguh jika saat ini jantung nya buatan made in cina sudah dapat di pastikan jantung itu akan berganti dengan yang baru. bagai mana tidak, perlakuan serta tatapan suami nya itu sangat lembut membuat seluruh tubuh Ayu gemetar.
Ayu sebenar nya sempat heran dengan reaksi tubuh nya saat berhadapan bahkan bersentuhan langsung dengan suami nya itu, sangat berbeda dengan reaksi tubuh nya saat di sentuh pertama kali dipernikahan pertama nya. bahkan Ayu sadar bahwa diri nya saat ini bukan lagi seorang gadis yang baru di sentuh pertama kali oleh lelaki, tapi entah kenapa reaksi tubuh nya justru merasakan hal sebalik nya.
Entahlah, yang jelas selama proses Ayu memperbaiki diri nya hingga saat ini, Ayu memang tak pernah bersentuhan dengan pria yang bukan mahrom bagi Ayu, bahkan Ayu berusaha untuk tetap menjaga pendangan yang tak halal bagi nya.
" Sekarang Tati Ayu wulandari binti Brianto adalah istri sah dari Ahmad muhammad. jadi, sekarang kehidupan baru dek Ayu akan di mulai bersama abi dan kedua anak kita." masih dengan memandang ke arah wajah Ayu, yang masih tertunduk malu.
" Insya Allah, bimbing dan ajari Ayu jadi istri sholehah abi, Mungkin Ayu bukan istri yang abi inginkan seperti ummi. akan tetapi, Ayu akan berusaha menjadi istri yang abi butuhkan, walau pun banyak kekurangan dalam diri Ayu. karna mendapatkan abi seperti surah Alfatihah bagi Ayu, baru Bismillah kemudian Allhamdulilah. masih dengan menundukan wajah nya Ayu berucap pada suami nya itu.
" Ya Allah manis nya istri abi .. meleleh abi dapat gombalan dek Ayu. dapat dari mana kata - kata seperti itu ?." dengan mencubit gemas pipi tembeb Ayu pelan, ustadz Ahmad berucap pada istri nya itu.
Mendengar perkataan sang suami membuat Ayu langsung tersenyum, saat ini kehidupan baru Ayu baru akan di mulai. kehidupan yang pernah sebelum nya pernah Ayu jalani, namun berakhir dengan kegagalan. kini atas izin Allah Ayu akan kembali memulai kehidupan baru nya. akan tetapi, kali ini Ayu akan melakukan nya atas niat ibadah untuk mencapai keridho' an Allah.
Seseorang yang pergi meninggalkan kita bukan karna kita yang tidak baik. akan tetapi, karna Allah akan menggantikan nya dengan seseorang yang jauh lebih baik. apa yang terjadi di masa lalu bukan untuk kita sesali, karna waktu tidak mungkin akan terulang kembali. akan tetapi, jadikan lah masalalu sebagai pelajaran untuk memperbaiki diri.
__ADS_1
***