
***
Hampir sebulan sudah perubahan bang Lutfi pada Ayu, dan itu sungguh sangat menyakiti Ayu. di saat Ayu tengah berjuang menjadi seorang ibu, sungguh Allah betul - betul sangat menyayangi Ayu. bagai mana tidak, Ayu harus beberapa kali di rawat akibat perubahan hormon kehamilan nya yang tak bisa membuat diri nya makan dan minum dengan baik.
Di saat Ayu membutuhkan dukungan sang suami atas kehamilan nya saat ini. akan tetapi, hampir sebulan ini Ayu sama sekali tak mendapatkan nya. hanya rasa sakit di hati lah yang sering Ayu rasakan, di saat suami yang dulu sangat menyayangi diri nya kini justru mengabaikan nya. bahkan tak sekali dua kali Ayu mendapatkan bentakan saat kedua nya berbicara melalui telpon, bahkan saat ini perkataan dingin lah yang selalu menyapa di saat Ayu menghubungi suami nya itu.
Dan tepat saat satu hari menjelang kepulangan sang suami, Ayu sangat menantikan hal itu. walaupun selama sebulan ini Ayu tersakiti atas sikap dan perkataan sang suami, tapi Ayu akan berusaha menepis semua rasa itu. saat ini Ayu hanya ingin bertemu sang suami, memelukan bahkan ingin di bermanja dengan sang suami. diri nya ingin saat pertemuan nya dengan suami nya itu, suami nya dapat kembali seperti dulu lagi.
" Assalamualaikum .." ujar Ayu, saat ini Ayu tengah menghubungi bang Lutfi karna ingin memastikan kepulangan suami nya itu.
" Wa' alaikumus salam, ada apa Yu ?" ujar bang Lutfi membalas salam dari Ayu.
Ini yang selalu Ayu terima saat Ayu menghubungi suami nya itu. tak ada sapaan manis dan tak ada pula perkataan basa -basi untuk Ayu, baik hanya sekedar menanyakan keadaan Ayu dan calon buah hati yang ada di rahim Ayu. perkataan ada apa seolah - olah mewakilkan dari bang Lutfi, bahwa diri nya tak suka jika Ayu menghubungi nya.
" Engga apa - apa bang, kenapa seolah - olah abang tak suka jika Ayu menelpon ?." ujar Ayu, dengan menahan rasa sesak di dada nya saat ini.
" Sudah lah Yu, bisa engga sich jangan memulai pertengkaran ..! abang ini cape Yu, abang rasa pengen gila saat ini. jadi, jangan menekan abang dan jangan terlalu menjadi beban abang saat ini, bisa engga sih .. !"
Kembali kata - kata kasar dan bentakan lah yang Ayu terima. jika sudah seperti ini Ayu hanya mampu menangis, apa lah daya Ayu saat ini, di saat tubuh nya hanya mampu terbaring lemah di tempat tidur bahkan dengan kondisi hamil. ingin rasa nya Ayu berteriak saat ini melegakan dada nya yang terasa sesak.
__ADS_1
" Maaf bang, kalo Ayu selama ini menjadi beban buat abang. dan maaf, jika Ayu selalu membuat abang tertekan."
Hanya kata maaf lah yang selalu Ayu katakan pada suami nya itu, saat ini diri nya harus bertahan dan berjuang. bukan hanya untuk diri nya saja, tetapi juga untuk anak yang tengah tumbuh dalam rahim nya saat ini.
" Hhhmm .. ada apa ?." deheman dan nada pertanyaan yang ketus di lontarkan nya pada Ayu.
" Ayu cuma pengen tanya bang, abang jadikan lusa pulang ?". masih dengan nada yang biasa - biasa saja yang Ayu keluarkan. walau pun kedua pipi nya kini telah mengalir deras lelehan bening dari kedua sudut mata nya.
Memang selama hampir sebulan ini, Ayu dan bang Lutfi hampir tak pernah lagi melakukan vidio call, dengan alasan sang suami yang selalu sibuk atau jaringan ponsel yang tak baik. padahal dua bulan awal, semua tak ada masalah. bahkan dalam satu hari saja, sang suami selalu vidio call Ayu sebanyak tiga sampai empat kali. tapi saat ini, sungguh berbanding terbalik. entah lah Ayu pun tak mengerti apa yang terjadi dengan suami nya itu.
" Insya Allah, kalo abang bisa pulang." dengan nada dingin diri nya berujar pada Ayu.
" Yu, emang abang bekerja di perusahaan abang sendiri. abang di sini buruh Yu, jadi abang harus mengikuti semua peraturan perusahaan." itu lah yang selalu keluar dari mulut bang Lutfi. selalu tentang pekerjaan lah yang menjadikan alasan sang suami saat ini.
" Bang, Ayu mengerti tentang pekerjaan abang. selama hampir lima belas tahun apa pernah Ayu mempermasalah kan nya. tapi untuk kali ini, Ayu mohon sama abang mengertilah dengan kondisi Ayu saat ini. Ayu juga ingin bertemu suami Ayu, Ayu kengen suami Ayu yang dulu ...hik .. hik .. hik .." tak mampu lagi Ayu menahan rasa sesak di dada nya, seakan - akan diri nya sungguh tak penting lagi bagi suami nya itu.
Sebenar nya entah di mana perasaan sang suami saat ini, seorang suami yang dulu selalu menjadi pelindung diri nya, seorang suami yang selalu menyayangi nya dan seorang suami sekaligus seorang ayah yang menjadi sandaran bagi Ayu dan putra nya. akan tetapi, sosok itu seakan hilang dalam sekajap, hilang tak berbekas bagaikan di telan bumi.
" Yu .. abang mau tanya sama Ayu, apa yang akan Ayu lakukan, jika abang sudah berbuat dosa yang besar ?." setelah keterdiaman nya kini bang Lutfi membuka suara nya.
__ADS_1
Deg
Deg
Mendengar pertanyaan dari sang suami, justru membuat jantung Ayu berdetak sangat kencang. bahkan kini seluruh tubuh nya gemetar dan lemas, hanya sebuah pertanyaan. akan tetapi, mampu buat Ayu seakan hilang kendali pada tubuh nya. sebuah pertanyaan yang sudah mampu Ayu tebak jawaban nya, sebuah pertanyaan yang mampu membuat Ayu hancur seketika, dan sebuah pertanyaan yang menandakan sebuah penghianatan kini telah terjadi dalam pernikahan nya.
Untuk beberapa saat Ayu hanya mampu terdiam, fikiran nya kosong, tubuh nya seakan tak bertenaga lagi. jika apa yang ada di fikiran nya itu sungguh terjadi, Ayu tak tau apa yang harus Ayu lakukan saat ini. dengan keadaan Ayu yang tengah berjuang sebagai seorang ibu.
" Yu .. abang bertanya, kenapa Ayu diam saja ?." ujar bang Lutfi yang sama sekali tak memiliki perasaan iba pada sang istri yang tengah mengandung buah hati nya, bahkan dalam keadaan Ayu yang tak berdaya di tempat tidur.
" Aaabang, jangan bilang jika saat ini, abang telah mengkhianati pernikahan kita ? dan jangan bilang pula jika dosa besar yang abang lakukan ada zinah ?." ujar Ayu dengan nada suara yang lirih dan bergetar.
Mendengar perkataan Ayu, tak ada jawaban dari bang Lutfi, bahkan diri nya hanya mampu terdiam. di saat sang suami tak mampu menjawab pertanyaan Ayu, maka Ayu sudah dapat menyimpulkan bahwa itu benar adanya. sang suami kini tengah berkhianat pada Ayu, seorang suami sekaligus seorang ayah yang bahkan telah berjanji akan menjaga amanah Ayu.
" Asstagfirullah bang ... apa itu benar ? apa abang telah berbuat zinah ? bahkan dalam kondisi Ayu yang seperti ini, abang mampu melakukan nya ? hik .. hik .. hik .. " belum kering air mata Ayu, kini Ayu harus kembali mengeluarkan nya di saat diri nya menerima kenyaataan yang sangat memilukan.
" Hhmmm ..." deheman keluar dari mulut bang Lutfi.
Ayu yang mendengar deheman sang suami pun sudah tak mampu lagi untuk berkata - kata, penglihatan nya mulai buram, tubuh nya terkulai lemas tak bertenaga dan kesadaran Ayu yang mulai menghilang. dan tak lama Ayu pun terkulai tak sadarkan diri di tempat tidur, dunia nya seolah hancur begitu saja, dan sadaran hidup nya hilang entah kemana. semua itu akibat penghianatan sang suami, bahkan di saat Ayu yang tengah mengandung di usia kehamilan 18 minggu.
__ADS_1
***