Perjuangan Istri Yang Tersakiti

Perjuangan Istri Yang Tersakiti
Terpuruk


__ADS_3

***


Setelah kepergian bang Lutfi dari rumah, sungguh keadaan Ayu benar - benar terpuruk dan memprihatinkan. dengan keadaan mengandung Ayu kembali berjuang untuk kuat, akan tetapi kondisi fisik sertan hormon kehamilan Ayu, membuat mental Ayu tak kuat menanggung beban hidup nya.


'Ya Allah Ayu engga kuat hik .. Ayu cape hik .. ya Allah ambilah nyawa Ayu sekarang hik ..'


monolog Ayu dalam hati, ketika diri nya tak kuat menghadapi segala ujian yang di berikan pada nya.


Dengan sebuah pisau kater Ayu mengiris nadi di tangan nya, Ayu sungguh tak dapat lagi berfikir jernih. yang ada di fikiran nya saat ini, diri ingin mengakhiri hidup nya.


" Sret "


Pisau kater itu mengiris pergelangan tangan Ayu, melihat darah yang mengalir deras dari tangan nya, padangan Ayu pun langsung buram dan tak berapa lama Ayu pun jatuh tak sadarkan diri di kamar nya.


" Yu .. Ayu .. makan dulu nak " ujar mama dari dapur, sesaat setelah mama Ayu selesai memasak.


Sejak kehamilan Ayu, mama memang tinggal bersama Ayu. sebenar nya mama memang mengetahui jika rumah tangga putri nya itu sedang mengalami masalah sejak satu bulan yang lalu. akan tetapi, mama memilih untuk diam saja, sebelum Ayu sendiri yang bercerita pada nya.


Sebenar nya mama Ayu bukan lah orang tua yang suka mencampuri urusan keluarga anak - anak nya. akan tetapi untuk kali ini, mungkin tidak lagi. melihat keadaan putri nya yang terpuruk, membuat mama betul - betul kecewa dengan menantu nya itu. apa lagi sebelum kepergian menantu nya dari rumah.


Bang Lutfi tanpa rasa bersalah mengatakan bahwa diri nya melakukan zinah dengan wanita lain pada mama dan keluarga Ayu. bahkan perkataan kasar pun keluar dari bang Lutfi pada seluruh keluarga Ayu. sungguh hati seorang ibu mana yang tak hancur mendengar pengakuan dari menantu nya, yang secara terang - terangan telah menyakiti putri nya. tapi, mama mencoba untuk kuat, kuat untuk Ayu dan untuk kedua cucu nya.


Mendengar tak ada jawaban dari Ayu membuat mama langsung masuk ke kamar Ayu untuk melihat kondisi Ayu. dan ketika mama, memasuki kamar Ayu betapa shock nya mama, saat melihat Ayu yang terkapar tak berdaya di atas tempat tidur dengan darah yang mengalir deras dari pergelangan tangan nya.


" Ya Allah Ayu ... Asstagfirullah .. ya Allah .." dengan histris mama pun berteriak. bahkan seluruh badan nya terasa gemetar dan lemas melihat keadaan putri nya saat ini.

__ADS_1


Mendengar teriakan mama, mambuat kakak Ayu langsung cepat masuk ke dalam rumah. dan ketika memasuki kamar Ayu, diri nya pun tak kalah shock dengan keadaan Ayu.


" Ya Allah Ayu ..." dengan cepat kakak Ayu pun mengikat luka pada pergelangan tangan Ayu dengan kain, untuk menghentikan darah yang terus saja mengalir akibat luka sayatan.


Setelah mengikat luka pada pergelangan tangan Ayu, Ayu pun langsung di larikan ke rumah sakit dengan batuan para tetangga. apa lagi saat ini keadaan Ayu yang tengah mengandung, akan sangat berbahaya jika tidak langsung di tangani pihak medis.


Sesampai nya di rumah sakit, Ayu langsung di larikan ke bagian UGD. apa lagi kondisi Ayu saat ini mulai kritis, dengan detak jantung Ayu yang mulai melemah.


" Dok , tolong selamatkan adik saya dok. dia sedang mengandung." ujar kakak Ayu dengan mengangkat tubuh Ayu dan berlari menuju ruang UGD.


Para anggota medis yang melihat kondisi Ayu langsung dengan sigap mengambil alih Ayu dari kakak Ayu, apa lagi saat mengetahui bahwa Ayu saat ini tengah mengandung.


Sedangkan di ruang tunggu keluarga Ayu tengah harap - harap cemas dengan kondisi Ayu saat ini. mama bahkan sudah sejak tadi menangisi keadaan Ayu, diri nya sungguh tak sanggup melihat kondisi yang Ayu hadapi selama ini.


" Sudah lah ma .. untuk sekarang jangan fikirkan orang lain. mama cukup fikir kan Ayu dan mendoakan Ayu. biarlah Allah yang akan membalas segala perbuatan nya pada Ayu." ujar kakak ipar Ayu, yang saat ini tengah menguatkan mama dengan memeluk erat tubuh wanita paruh baya itu.


" Apa yang di katakan Ana benar bi, sekarang bukan waktu nya bibi memikirkan orang yang tidak seharus nya di difikirkan. cukup jadi penguat untuk Ayu saja saat ini, dan berdoa semoga Ayu baik - baik saja. " kali ini keponakan mama yang membuka suara nya.


Sedangkan kakak lelaki Ayu, kini lebih memilih untuk diam. diri nya seolah tak mampu untuk mengeluarkan kata sepatah pun saat ini. fikiran nya kalut, bahkan kedua mata nya pun sudah memerah menahan tangis dan amarah yang menjadi satu.


Kakak kedua Ayu memang tipe pria yang pendiam, bahkan saat bang Lutfi berkata - kata kasar pun diri nya hanya diam saja. apa yang ada di fikiran nya saat itu, entah diri nya tak ingin ribut atau kah diri nya malu jika sampai masalah yang adik nya alami menjadi bahan pembicaraan orang lain.


Hampir tiga puluh menit Ayu berada di ruang UGD, kini keluarlah seorang dokter dari ruangan itu dan langsung menemui keluarga Ayu.


" Maaf, apakah suami pasien ada ?." kini dokter itu pun mencari suami dari Ayu, karna ingin menjelaskan tentang kondisi Ayu saat ini.

__ADS_1


" Tidak ada dok, tapi saya kakak nya, bagai mana kondisi adik saya saat ini dok ? " ujar kakak Ayu, memberitahukan pada dokter serta bertanya pada dokter tentang kondisi Ayu saat ini.


" Oh .. baik lah kalo begitu. begini pak, kondisi adik bapak sudah mulai membaik, setelah di lakukan nya transfusi darah pada pasien. dan kondisi janin nya pun terbilang aman, hanya saja maaf, apa yang membuat pasien ingin mengakhiri hidup nya dalam kondisi hamil ?. bukan maksud saya untuk ikut campur. hanya saja, di saat kehamilan kondisi metal seorang ibu memang lah sangat sensitif, apa lagi dengan emosi yang tidak stabil. maka dari itu, ibu hamil butuh dukungan dari orang - orang di sekitar nya. agar di saat kehamilan nya tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan." dengan panjang lebar dokter yang menangani Ayu pun menjelaskan tentang kondisi kehamilan Ayu.


" Baiklah dok. saya pastikan hal ini tidak akan terjadi lagi pada adik saya. dan terimakasih atas bantuan nya." ujar kakak Ayu pada dokter yang menangani Ayu.


" Sama - sama pak, ini sudah tugas saya sebagai dokter. dan tolong jaga adik bapak dengan baik, agar kejadian seperti ini tidak pernah terulang kembali. karna sangat berbahaya bagi kedua nya, jika sampai terlambat sedikit saja, maka kedua nya mungkin saja tidak bisa di selamatkan. dan untuk saat ini, pasien akan di pindahkan ke ruang rawat." kembali dokter itu pun mengingatkan kondisi Ayu.


" Baik dok, sekali lagi terimakasih."


Setelah menganggukan kepala nya dokter itu pun berlalu dari hadapan keluarga Ayu, sedang kan Ayu sendiri kini telah di pindahkan ke ruang rawat pasien yang di iringi oleh keluarga Ayu.


Kini Ayu dan keluarga pun sudah berada di ruang perawatan, keluarga Ayu memang menyayangkan atas tindakan Ayu. akan tetapi, mereka tak menyalahkan Ayu. mereka memahami betul kondisi mental Ayu saat ini yang tertekan. apa lagi di saat hormon kehamilan Ayu membuat emosi dalam diri Ayu pun tidak stabil jika di bandingkan dengan kondisi biasa.


Selama di rumah sakit tak ada satu keluarga pun yang membicarakan perihal tindakan Ayu, atau tentang masalah yang sedang Ayu hadapi saat ini. keluarga kali ini benar - benar fokus pada kesembuhan Ayu, bahkan keluarga Ayu sempat mendatangkan salah satu tokoh agama untuk Ayu. setidak nya nasehat yang di sampaikan beliu akan mampu membuat ketenangan pada Ayu.


" Nak Ayu .. semua yang terjadi di dunia ini atas kehendak dan kuasa Allah, apa pun yang saat ini nak Ayu alami itu, semua adalah takdir yang telah Allah tetap kan pada nak Ayu. percaya lah bahwa Allah saat ini sangat menyayangi nak Ayu, Allah ingin nak Ayu lebih mendekat pada Nya, Allah ingin nak Ayu bersujud dan mengadu pada Nya, buka pada yang lain. manusia yang hidup di dunia, semua nya memiliki takdir dan cobaan hidupnya masing - masing sesuai dengan kemampuan hamba Nya. Allah tidak pernah menguji hamba Nya melebihi batas kemampuan hamba itu sendiri. dan apa yang terjadi pada nak Ayu, itu semua karna Allah tau, nak Ayu mampu menghadapi ujian yang di berikan nya. perbanyak istigfar minta lah ampunan kepada Allah, dan minta lah perlindungan kepada nya." ujar pak Nassir salah satu tokoh agama di kampung Ayu.


" Hik .. hik .. asstagfirullahalazim hik .. hik .. asstagfirullahalazim .. hik .. hik .." setelah mendengar nasehat dari pak Nassir, Ayu langsung mengucapkan istigfar.


Ayu sadar bahwa tindakan nya adalah perbuatan dosa bahkan di murkai oleh Allah. akan tetapi, sebagai manusia biasa yang fakir akan ilmu agama. membuat keimanan dalam hati Ayu seolah sirna oleh keterpurukan nya saat ini. padahal jika saja keimanan Ayu kuat, maka justru diri nya akan tetap berjuang bagai mana pun keadaan yang di hadapi nya saat ini. berjuang bukan hanya untuk diri nya, akan tetapi berjuang untuk janin yang ada di dalam kandungan nya.


Sedangkan keluarga Ayu hanya mampu menguatkan Ayu, serta memberikan semangat untuk Ayu. bahkan ayah Ayu pun ikut menyemangati Ayu, diri nya memang telah mengetahui apa yang terjadi pada Ayu. tak lelah nya ayah Ayu menasehati Ayu, agar Ayu sabar dan ikhlas menghadapi masalah nya saat ini. ini lah yang di sebut berkah dalam musibah, seluruh keluarga Ayu kini bersatu untuk mendukung Ayu.


***

__ADS_1


__ADS_2