Perjuangan Istri Yang Tersakiti

Perjuangan Istri Yang Tersakiti
Orang Ketiga


__ADS_3

***


Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, hari berganti bulan dan bulan berganti dengan tahun, serta tahun pun berganti dengan tahun. begitu pula dengan pernikahan Ayu, saat ini pernikahan Ayu pun telah memasuki tahun ke tiga.


Selama hampir tiga tahun usia pernikahan Ayu, banyak pelajaran serta perjalanan hidup dalam pernikahan yang di lalui Ayu. perjalan sebagai seorang istri sekaligus sebagai seorang ibu muda. Ayu saat ini telah memiliki seorang seorang putra yang bernama Ahmad Ilham, buah cinta nya bersama sang suami. dan saat ini usia putra Ayu telah menginjak usia satu tahun.


Ayu juga kini telah memiliki sebuah rumah kecil, yang di bangun di belakang rumah sang mama. walau pun rumah yang di bangun Ayu dan suami masih menumpang di tanah keluarga, tapi Ayu tetap bersyukur dengan keadaan nya sekarang.


Setelah Ayu melahirkan putra nya, Ayu dan suami memutuskan untuk pindah ke kampung Ayu. dengan alasan Ayu akan sedikit terbantu dalam mengurus putra pertama nya. maklum saja, di usia Ayu yang baru 17 tahun, Ayu telah memiliki seorang anak. dan tentu saja Ayu masih belum memiliki banyak pengetahuan dalam merawat anak.


Apa lagi, bang lutfi yang tidak bisa selalu bersama Ayu. suami Ayu itu akan pulang ke rumah hanya di akhir pekan saja, dan akan kembali lagi pada pagi hari kerja. hanya ketika sang suami masa cuti kerja saja, Ayu dapat bersama sang suami selama hampir dua pekan.


Selama tiga tahun masa penikahan, ada banyak problem - problem yang terjadi pada kehidupan pernikahan Ayu. perdebatan dan perbedaan pendapat pun sering terjadi, dan hal itu sudah biasa lah terjadi dalam kehidupan rumah tangga.


Sampai pada suatu ketika, saat Ayu merasakan perubahan pada diri bang Lutfi. bang Lutfi yang tak pernah mengabaikan sang putra di saat diri nya ada di rumah. akan tetapi, kini bang Lutfi seolah tak peduli dengan sang putra.


" bang , abang mau ke mana ?." ujar Ayu saat setelah sang suami tiba di rumah dan tak lama bersiap akan pergi lagi.


" Abang mau ke lapangan bola Yu ... mau ikut main bentar, biar keluar keringet." dengan mengganti pakaian yang di kenakannya dengan kaos dan celana sepak bola.


" Bah, tut ..tut bah .." ujar Ilham yang saat itu melihat abah nya telah bersiap untuk pergi.


Bahkan sejak kedatangan tadi bang Lutfi belum sama sekali menggendong atau pun sedikit bercanda pada sang putra. karna biasa nya setiap libur akhir pekan,bang Lutfi tidak akan masuk ke dalam rumah, jika sang putra belum di temukan oleh diri nya. hanya sekedar untuk menggendong atau pun mencium pipi sang putra.


" Abah mau main sepak bola dulu, dede tinggal sama mama ya .." ujar bang Lutfi dengan menghidup kan kembali kendaraan nya.


" Bah .. tutt .. bah ..hik .. iitutt .. hik .." dengan tertatih mengejar kendaraan bang Lutfi yang telah melaju.


" Dek .. babah mau main dulu, dedek sama mama yach." ujar Ayu pada sang anak, dengan mengendong baby Ilham yang masih terus terisak.


" Kenapa Yu .. ?." ujar mama yang melihat cucu nya menangis, langsung bertanya pada Ayu.


" Pengen ikut abah nya ma."


" Lah .. abah nya ke mana ? kenapa engga di bawa."


" Abang nya kelapangan sepak bola ma, mau ikutan main kata nya cari keringat." ujar Ayu memberitahu sang mama.

__ADS_1


" Terus kenapa si dede di tinggal, di bawa kan bisa ?."


" Gimana mau di bawa, kan abah nya mau main bola."


" Kan, kamu bisa ikut sekalian buat jaga dede. engga harus di tinggal sampai anak nangis kaya gitu. udah seminggu sekali ketemu anak istri, itu juga cuma satu hari. sini sayang sama nenek yach .. ayo kita jalan - jalan." ujar mama yang sedikit kesal pada bang Lutfi.


Ayu yang mendengar perkataan mama pun hanya terdiam, karna Ayu pun merasakan ada yang aneh dalam diri bang Lutfi saat ini. hal itu sudah Ayu rasa kan dalam minggu - minggu ini. dari bang Lutfi yang jarang menghubungi diri nya, hanya sekedar menanyakan kabar Ayu dan putra nya, dan bahkan kini mulai mengabaikan kedua nya.


Tapi Ayu tak berani untuk mengungkap kan perasaan nya pada mama, diri nya hanya lebih memilih bungkam. karna Ayu bukan wanita yang mudah untuk bercerita apa yang di rasakan nya pada orang lain. diri nya lebih memilih memedam perasaan nya sendiri.


Setelah kejadian itu, hari demi hari pun kini telah berlalu. dan sampai saat ini perubahan itu semakin terasa oleh Ayu, lebih tepat nya satu minggu setelah kepulangan bang Lutfi ke rumah.


Jika kepulang sebelumnya bang Lutfi masih tersenyum pada Ayu, tapi kepulang nya minggu ini, hal itu sama sekali tidak di dapat kan nya. suami nya itu hanya bicara seadanya dan terkesan dingin terhadap Ayu dan putra nya.


" Dari mana saja Yu .. kenapa jam segini baru pulang ?" ujar bang Lutfi dengan nada yang kesal pada Ayu, saat melihat kepulangan Ayu setelah mengikuti olah raga Volly.


Selama ini Ayu memang mengikuti volly ball di kampung nya, biasa nya Ayu akan berangkat setelah asar dan pulang sekitar pukul empat sampai setengah lima sore hari. dan selama ini bang Lutfi juga tau kegiatan Ayu.dan belum pernah mempermasalahkan kegiatan nya itu, dan justru bang Lutfi berinisiatif membelikan setelan baju olahraga yang nyaman untuk Ayu.


" Biasa bang, habis dari main volly. kenapa ?."


ujar Ayu bingung dengan sikap sang suami yang tiba - tibak kesal terhadap diri nya.


" Ya maaf bang .. lagian ini juga baru setengah lima sore, biasa nya juga Ayu kalo pulang jam segini. lagian Ayu juga engga pikun bang, sampai lupa sama dede sama suami. Ayu juga suntuk di rumah terus bang, lagian selama ini juga abang tau kegiatan Ayu seperti apa." ujar Ayu dengan memasuki rumah. Ayu justru kesal dengan suami nya itu, apa lagi dengan bentakan yang selama ini belum pernah bang Lutfi lakukan pada Ayu.


" Udah berani jawab kamu Yu ..! merasa hebat kamu dari abang hah .. !!! ." dan kali ini, entah sandar atau tidak. bang Lutfi memukul Ayu tepat punggung Ayu.


Mendapat perlakuan seperti itu Ayu langsung shock bukan main. di umur nya yang baru delapan belas tahun, diri nya harus menanggung beban yang tidaklah ringan di pundak nya, beban yang tak pernah terbayangkan sebelum nya.


" Kalo kamu sudah engga suka sama abang bilang, jangan kurang ajar kaya gitu .. ! asal kamu tau Yu ..! abang juga sudah engga tahan sama semua sifat mu itu .. ! terserah kalo kamu sekarang ingin bebas .. ! abang lebih baik pergi aja dari rumah ini. engga tahan abang sama kamu." ujar bang Lutfi


Dengan memberes kan seluruh pakian nya yang ada di lemari dan memasukan nya ke dalam tas. setelah selesai, tanpa kata bang Lutfi pun pergi begitu saja dari rumah.


Sedang kan Ayu yang masih shock dengan kejadian yang di alami nya itu, hanya mampu mematung di sudut dapur. diri nya bahkan seperti tak mampu menggerakan seluruh tubuh nya, hanya lelehan air mata yang keluar deras dari kedua sudut mata Ayu.


Mungkin karna mendengar suara keras bang Lutfi serta suara kendaraan yang pergi begitu saja, membuat kakak Ayu dan mama langsung datang ke rumah Ayu. karna mungkin mereka ingin tahu apa yang terjadi pada Ayu dan suami nya. baru saja kakak Ayu hendak bertanya pada Ayu, tapi Ayu sudah jatuh tak sadar kan diri.


Sungguh ini lah yang selama ini yang di takut kan Ayu. apakah Ayu akan mengalami hal yang sama dengan mama ? apakah putra Ayu pun harus mengalami hal yang sama dengan diri nya ? tekan demi tekan pun kini hadir dalam benak Ayu. sesakit ini kah jika kita di tinggal kan, bahkan di umur yang baru delapan belas tahun. tekan itu lah yang membuat Ayu sampai jatuh pingsan dalam dekapan kakak sepupu Ayu.

__ADS_1


Sejak kepergian bang Lutfi dari rumah, Ayu lebih banyak diam. bahkan sampai saat ini pun tidak ada yang mengetahui permasalah apa yang terjadi di antara kedua nya. Hari demi hari Ayu lalui, dengan berbagai perasaan yang berkecamuk dalam diri nya. dan saat ini yang menjadi kekhawatiran Ayu adalah nasib putra nya.


Hampir sepekan Ayu dan suami tidak ada melakukan komunikasi. saat ini Ayu hanya ingin sekedar menenang kan diri, menenang hati dan fikiran Ayu. dan selama itu pula keluarga hanya mampu memberikan semangat pada Ayu, agar Ayu mampu menghadapi apa pun masalah dalam rumah tangga nya.


Malam minggu di kediaman Ayu, saat Ayu tengah menidurkan sang putra di kamar rumah nya.


" Tok .. tok .. Assalamualaikum ..." terdengar suara ketokan pada pintu sekaligus suara salam, dan pemilik suara itu pun jelas di ketahui Ayu.


" Wa' alaikumus salam ..." Kali ini sang mama lah yang menjawab salam serta membuka kan pintu rumah. karna saat ini Ayu tengah menidurkan sang putra di dalam kamar.


Setelah pintu terbuka, mama hanya terdiam saat melihat bang Lutfi yang kini berdiri di depan rumah dengan kepala yang tertunduk. dan tanpa di duga oleh mama, bang Lutfi langsung bersujud di kaki sang mertua. dan itu sungguh membuat mama bingung.


" Maafkan Lutfi ma .. maaf, karna Lutfi sudah menyakiti hati putri mama. hik .. hik ... Lutfi minta ampun ma, Lutfi menyesal ma .. hik .. hik." dengan tangis penyesalan kini bang Lutfi tengah bersimpuh di kaki sang mertua.


" Nak, jangan seperti ini, bangun lah. sebenar nya apa yang terjadi antara kelian berdua ? mama sungguh tidak tahu." kali ini mama ingin mengetahui permasalahan kedua nya melalui menantu nya itu.


Dengan sedikit ragu bang Lutfi menceritakan semua nya, termasuk kedekatan nya dengan seorang wanita. karna bang Lutfi mengatakan bahwa selama hampir tingga minggu ini diri nya seolah - olah tak sadar dengan semua tingkah nya. dan diri nya pun mengatakan bahwa rekan kerja nya lah yang sempat membawa diri nya ke salah satu tetua adat di kampung rekan nya, karna di anggap bang Lutfi seperti orang yang linglung.


Deg


Hati Ayu sungguh sangat nyeri saat mendengar sang suami mengatakan jika selama ini diri nya dekat dengan wanita lain. seorang wanita yang menjadi orang ketiga dalam rumah tangga nya. jadi ini kah alasan bang Lutfi berubah, alasan diri nya mengabaikan putra dan istri nya, bahkan sampai melakukan pemukulan pada Ayu. walau pun pukulan itu tidak terlalu sakit, tapi percaya lah hati Ayu jauh lebih sakit.


Setelah mendengarkan permasalahan kedua nya sekaligus menasehati sang menantu, mama pun pulang ke rumah nya. sang mama memberikan waktu kepada sepasang suami istri itu untuk menyelesaikan masalah nya. dan setelah kepulangan sang mama, bang Lutfi pun langsung memasuki kamar nya. karna di saat diri nya menceritakan semua nya pada sang mama, Ayu sama sekali tak keluar dari kamar.


" Yu .. " ujar bang Lutfi dengan ikut merebah kan diri di tempat tidur dan langsung memeluk tubuh Ayu dengan erat.


" Maaf kan abang Yu ... ampuni kesalahan abang. abang tau abang sudah menyakiti Ayu, tapi abang mohon, tolong kali ini maaf kan abang." dengan terus memeluk tubuh Ayu, bahkan mencium puncang kepala Ayu.


Tak ada jawaban yang Ayu berikan pada bang Lutfi, saat ini Ayu hanya terdiam. dada nya saat ini terasa sangat sesak, rasa kecewa, marah, benci, bercampur aduk dalam diri Ayu.


" Yu .. abang tau Ayu marah sama abang. tapi abang mohon, jangan diam kan abang Yu. Ayu boleh pukul abang, sebagai mana abang tak sadar memukul Ayu. Ayu boleh maki dan membentak abang, sebagai mana abang memaki dan membentak Ayu. tapi abang mohon jangan diam kan abang." ujar bang Lutfi dengan masih memeluk erat tubuh Ayu dari belakang


" Seberapa Jauh hubungan abang dengan wanita itu ? apa abang sudah melakukan hal ... " Ayu tak melanjutkan kata - kata nya. diri nya tak sanggup untuk mendengar hal yang menyakitkan lagi.


" Demi Allah Yu .. abang tak melakukan zinah dengan wanita itu. hanya saja, abang memang seperti sangat menyukai nya, abang merasa diri nya jauh segala - gala nya dari Ayu, abang ...


" Cukup bang ..."

__ADS_1


Ayu langsung menghentikan perkataan bang Lutfi. menghentikan indra pendengaran untuk untuk mendengar perkataan yang jauh menyakitkan diri nya, kenyataan bahwa diri nya tidak lebih baik dari orang ketiga yang hadir di kehidupan rumah tangga nya.


***


__ADS_2