Perjuangan Istri Yang Tersakiti

Perjuangan Istri Yang Tersakiti
Niat Mantan Suami


__ADS_3

***


Kini suara azah subuh telah berkumandang dari mesjid, yang menandakan seluruh umat muslim untuk segera bangun dan beribadah menunjukan ketaatan nya kepada yang kuasa.


" Mi, aa udah di bangunkan belum ?" ujar ustadz Ahmad, dengan mengenakan baju koko nya setelah selesai mandi.


" Belum by .." ujar Ayu, dengan masih membereskan tempat kedua nya kemping yang dia adakan secara dadakan.


Mendengar perkataan sang istri membuat ustadz Ahmad langsung keluar dari kamar menuju kamar aa Ilham.


" Tok .. tok .. bangun aa, udah azah subuh. sholat subuh dulu nak."


" Iya by .. sebentar. " terdengar sahutan dari dalam kamar, yang menandakan putra nya itu telah bangun dari tidur nya.


" Cepat ya nak, bentar lagi iqomah." dengan berlalu pergi dari depan kamar putra nya itu.


Tak butuh lama ketiga nya pun kini menunaikan sholat subuh berjamaah, dengan ustadz Ahmad sebagai imam. setiap ayat demi ayat yang di bacakan oleh ustadz Ahmad, sungguh mampu menyejukan hati Ayu. hati yang sempat terluka, hati yang sempat merasa bahwa mungkin sulit untuk kembali bahagia.


Tapi rencana Allah memang sungguh indah, maha suci Allah yang mengetahui segala apa yang terjadi di langit dan di bumi. termasuk Ayu, selama ini Ayu hanya berusaha mencoba untuk sabar dan ihklas dengan setiap ujian dan cobaan yang Allah berikan pada nya. dan inilah buah dari sabar dan ihklas yang Allah berikan pada nya.


Setelah selesai menunaikan ibadah sholat subuh, jika ustadz Ahmad memilih untuk membuka mushaf nya. maka Ayu sendiri menuju dapur untuk menyiapkan sarapan, dan aa ilham lebih memilih melanjutkan tidur nya.


" Mi, masak apa ?." dengan memeluk Ayu dari arah belakang, sesaat setelah diri nya selesai mengaji.


" Asstagfirullah abby ... bikin Ayu kaget aja."


" He .. he .. maaf." kali ini ustadz Ahmad justru semakin merapatkan tubuh nya pada tubuh Ayu.


" Abby .. kalo abby kaya gini Ayu engap. bisa engga, jangan peluk Ayu dulu, ini susah masak nya." ujar Ayu yang saat ini justru tengah sibuk.


Bukan nya mendengarkan perkataan Ayu, ustadz Ahmad justru semakin mempererat pelukan nya pada tubuh Ayu. bahkan tangan nya pun sudah mulai membuka sedikit hijab yang di kenakan Ayu.


" Abby ... "


" Sutttt ... yang saat ini sibukan tangan ummi aja, sedangkan anggota tubuh ummi yang lain kan masih nganggur. jadi, biar abby interview dulu, biar meraka engga nganggur." dengan terus melakukan aksi nya pada tubuh Ayu.


" Iiss .. yang lain memang nganggur, tapi Ayu engga bisa kosentrasi masak kalo kaya gini by ..."


" Abby engga ganggu konsentrasi masak ummi, abi kan cuma ..."


Belum sempat ustadz Ahmad menyelesaikan pembicaraan nya, terdengar dari arah kamar tangisan dede Ayla. yang menandakan putri nya itu telah bangun dari tidur nya.


" Abby ke kamar dulu, seperti nya putri kecil abby udah bangun." dengan bergegas menuju kamar.

__ADS_1


' Allhamdulilah .. makasi dek Ayla udah bantu ummi he .. he ..' ujar Ayu bergumam dalam hati.


Ayu pun kembali melanjutkan kegiatan nya, sedangkan ustadz Ahmad pun memasuki kamar untuk melihat putri kecil nya.


" Wahh .. putri abby udah bangun ya .." dengan mendekati tempat tidur.


" Byy ... tutu, " suara cadel dede Ayla yang meminta susu pada ustadz Ahmad.


" Okey tuan putri, ayo kita ke dapur. tapi, sebelum bikin susu kita ke kamar mandi dulu yah .. nanti baru kita bikin susu buat dede Ayla." dengan membawa dede Ayla dalam gendongan nya.


Kini kedua nya pun langsung beranjak kearah dapur, untuk memenuhi permintaan putri kecil nya. tak berselang lama, susu yang di ingikan sang putri pun kita telah selesai di buat. dan kini dengan duduk di pangkuan sang abby, dede Ayla menikmati susu buatan sang abny.


" Dek, ayo mandi dulu .." ujar Ayu sesaat diri nya telah selesai menyiapkan sarapan.


" Nda au mi, dede andi ama abby."


" Lho .. kok sama abby, biasa nya kan sama ummi nak. kacian abby nya, kan udah bikinin susu buat dede. jadi sekarang mandi nya sama ummi yach ..."


" Nda auu .. dede andi sama abby." kali ini dede Ayla memeluk erat tubuh ustadz Ahmad.


" Biar abbi aja yang mandikan mi, ummi cukup siapkan baju nya saja. ayo ... princess, kita mandi dulu."


" Holee .. andi ama abby." dengan raut wajah yang ceria dede Ayla pun langsung bertepuk tangan, saat mendengar bahwa sang abby lah yang akan memandikan nya.


" Mii, abby nya kok engga dapat jatah." dengan menyodorkan pipi nya pada Ayu."


" Iss abby, udah ah sana. Ayu mau nyiapkan baju dulu buat dede Ayla."


" Ets, nolak suami dosa lho ..." saat melihat sang istri yang akan beranjak dari tempat duduk nya.


" Iyuum mii .." kini dede Ayla pun mengeluarkan suara nya, bahkan dengan menunjuk pipi sang abby.


" Tuch .. dengarkan apa kata dede Ayla."


" Iya , iya ."


Kali ini Ayu pun dengan perlahan mendekatkan wajah nya dengan wajah usradz Ahmad, saat bibir Ayu mendekati pipi sang suami. saat itu pula ustadz Ahmad membalikan wajah nya, dengan tangan kanan nya menutupi wajah sang putri. alhasil buka pipi ustadz Ahmad yang Ayu kecup, melainkan bibir dari ustadz Ahmad yang Ayu beri kecupan.


Melihat apa yang di lakukan oleh ustadz Ahmad, membuat Ayu tertegun. dengan mengedipkan lucu kedua mata nya, Ayu masih belum sadar. bahwa saat ini wajah nya masih berada dekat dengan wajah ustadz Ahmad.


" Kalo mau lebih nanti yach .. sekarang abby mau mandikan dede Ayla dulu." ujar ustadz Ahmad dengan tersenyum, dan beranjak menuju kamar mandi.


Sedangkan Ayu, setelah mendengar perkataan ustadz Ahmad, diri nya lansung tersadar.

__ADS_1


' Ya Allah ... ini jantung kenapa bisa deg - deg kan kaya gini sich ..'


dan dengan menahan malu Ayu bergumam dalam hati, dengan bergegas Ayu pun menuju kamar untuk menyiapakan baju untuk sang putri.


Tak menunggu lama kini dede Ayla pun telah menyelesaikan mandi nya dan telah mengenakan baju yang telah di siapkan oleh Ayu, dengan di bantu oleh ustadz Ahmad.


" Harum nya putri abby ... " dengan terus menciumi pipi embul dede Ayla.


" He .. he .. he .. abby deli." ujar dede Ayla, saat merasakan jambang halus sang abby mengenai pipi nya.


Mendengar perkataan putri nya, ustadz Ahmad bukan nya menghetikan aksi nya. tapu justru semakin senang menggoda sang putri. maka semakin gelak lah tawa dede Ayla akibat ulah sang abby.


Ayu yang saat ini berada di dapur, ketika mendengar tawa lepas dari putri nya, hanya bisa tersenyum dengan menggelengkan kepala nya. Ini lah kasih sayang yang belum pernah dede Ayla dapatkan dari ayah kandung nya.


" Bii .. sarapan nya udah siap. ayo kita sarapan dulu." ujar Ayu yang menghampiri kedua nya yang saat ini berada di ruang tengah.


" Iya mii .. aa Ilham udah bangun apa belum yah ..?" ustadz Ahmad pun beranjak menuju kamar putra nya.


Setelah acara sarapan selesai, kini ustadz Ahmad pun tengah duduk santai di area belakang rumah Ayu yang masih asri dengan banyak nya pepohonan, yang mampu membuat udara menjadi lebih sejuk dan segar. dengan di temani putri kecil nya, serta secangkir teh hijau.


" Tok .. Tok .. Assalamualikum .." terdengar dari pintu depan, suara ketukan dan suara salam dari seseorang.


" Siapa mi ? apa aa Ilham ?."


" Ummi engga tau bi, engga mungkin juga kan aa Ilham balik. baru juga lima menit yang lalu keluar. "


" Biar abby aja yang lihat, kaya nya suara pria dech mii." dengan beranjak dari tempat duduk nya.


" Wa'alaikumus salam .. maaf mas ada apa yach ?." ujar ustadz Ahmad , saat diri nya kini telah membuka kan pintu depan rumah.


" Ehh ... maaf anda siapa yach ?." bukan nya menjawab pertanyaan dari ustadz Ahmad. tapi justru, tamu pria yang ada di hadapan ustadz Ahmad itu, justru kembali bertanya.


" Saya Ahmad, saya suami dari Ayu. mas nya sendiri siapa ? dan ada perlu apa ?." meski pun di liputi perasaan yang aneh, ustadz Ahmad pun kembali mengulang pertanyaan nya.


Deg


' Ya Allah .. apa ini hukuman untuk hamba. dan apa tak bisakah, hamba jika ingin kembali rujuk dengan Ayu. menolog bang Lutfi, saat mendengar serta melihat pria yang mengaku sebagai suami dari Ayu.


Pria yang saat ini berkunjung ke rumah Ayu, adalah mantan suami Ayu yaitu bang Lutfi. yang kembali datang ke rumah Ayu, dengan niatan untuk kembali rujuk dengn Ayu.


Mungkin pria tak tahu malu patut tersematkan pada diri bang Lutfi, bagaimana bisa diri nya dengan begitu mudah nya ingin kembali dengan sesuka hati. bahkan di saat diri nya meninggalkan Ayu dalam keadaan mengandung.


***

__ADS_1


Maaf ya .. πŸ™ baru up, soal nya lagi kurang fit.


__ADS_2