Perjuangan Istri Yang Tersakiti

Perjuangan Istri Yang Tersakiti
Keputusan


__ADS_3

***


Masih dengan Ayu dan bang Lutfi yang saat ini tengah duduk di ruang tengah kost Ayu, lama kedua nya terdiam. jika Ayu saat ini terdiam karna sedang memikirkan apa yang harus di katakan nya pada bang Lutfi. sedang kan bang Lutfi sendiri, diri nya terdiam karna sedang menanti jawaban apa yang akan Ayu berikan pada nya.


Karna seperti nya bang Lutfi memang tak bisa memberikan Ayu banyak waktu untuk berfikir. diri nya hanya ingin jawaban yang pasti, dari seorang gadis yang berusia enam belas tahun yang berada tepat di depan nya saat ini. gadis yang mampu membuat diri nya tak karuan, bahkan gadis yang mampu membuat diri nya hilang akal.


Bagai mana tidak, diri nya bahkan rela mengantar kan Ayu untuk pulang ke kampung, yang waktu tempuh nya sekitar 5 jam perjalanan dari tempat diri nya bekerja saat ini. bahkan hal itu di lakukan oleh diri nya dalam waktu satu hari bolak - balik. bahkan diri nya juga sempat berkunjung dan bermalam di rumah kakak Ayu, saat diri nya kemalaman untuk kembali lagi ke tempat diri nya bekerja.


Jika ada yang bertanya apa diri nya tak keberatan dengan kondisi Ayu ? maka jawaban nya sangat tidak keberatan. bang Lutfi sama sekali tak keberatan dengan kondisi Ayu, justru hal itu lah yang sebab diri nya langsung berani menawarkan lamaran pada Ayu saat itu, saat mama Ayu mengatakan bahwa Ayu akan putus sekolah karna keterbatasan biaya . bang Lutfi ingin bersungguh - sungguh bertanggung jawab pada diri Ayu.


Setelah hampir lima belas menit dalam kesunyian akhirnya bang Lutfi kembali membuka suara nya.


" Apa seberat itu memutus kan untuk menikah dengan abang ? abang tau yu .. abang tidak tampan seperti teman pria Ayu yang lain, abang juga tidak seputih mantan Ayu di kampung, dan abang juga tidak kaya harta. abang hanya membawa ketulusan hati abang untuk Ayu, abang juga hanya membawa segenap rasa di hati abang untuk Ayu." ujar bang Lutfi yang melihat keterdiaman Ayu yang cukup lama.

__ADS_1


" Apa abang yakin dengan Ayu ? abang lihat sendiri bagaimana kondisi Ayu, dan bagai kondisi kedua orang tua Ayu. apa itu tidak akan jadi masalah buat keluarga abang ?." Ayu pun langsung mempertanyakan bagai mana sikap keluarga bang Lutfi setelah mengetahui tentang Ayu dan keluarga Ayu.


" Jika abang tak yakin, untuk apa abang jauh - jauh datang kembali ke rumah Ayu saat itu. dan asal Ayu tau, sebelum abang datang untuk yang kedua kali nya ke rumah Ayu, abang sudah memberitahukan semua yang abang rasa kan pada Ayu ke mama. abang juga memberitahukan semua nya, tanpa ada yang abang tutup - tutupi. dan apa yang mama katakan, mama berkata selama abang yakin dengan pilihan abang dan itu bisa membuat abang bahagia. maka mama akan merestui apa pun yang abang lakukan, selama tidak menyalahi aturan. dan keluarga abang pun sama seperti keluarga Ayu, mama dan abah abang bercerai saat usia abang baru delapan bulan. bahkan saat itu abang tidak tau seperti apa abah abang, karna mama sempat mengatakan jika abah abang sudah meninggal. sampai saat abang berusia 17 tahun baru lah abang tau jika abah abang masih hidup. dan selama itu pula abah abang tak pernah mengunjungi abang, apa lagi bertanggung jawab terhadap abang" ujar bang Lutfi yang menceritakan bagai mana kondisi tentang keluarga nya saat ini pada Ayu.


Mendengar semua perkataan bang Lutfi pada Ayu, membuat Ayu merasa bahwa selama ini takdir seperti tidak adil pada diri nya. akan tetapi, ternyata tidak hanya diri nya saja yang merasa menjadi korban perceraian kedua orang tua nya. yang merasa bahwa diri nya kurang beruntung dengan peristiwa perceraian itu.


Mungkin diri nya lebih beruntung jika di bandingkan dengan bang lutfi. diri nya beruntung karna masih bisa merasakan sosok ayah dan kasih sayang seorang ayah selama enam tahun. walau pun saat ini ayah kandung Ayu juga tak jauh berbeda. tapi hal itu justru berbanding terbalik dengan bang Lutfi. sejak usia delapan bulan hingga saat ini diri nya belum pernah merasakan kasih sayang dari sosok yang di katakan seorang ayah.


" Baik lah bang, jika abang nanti memiliki waktu. maka datang lah ke rumah Ayu, dan minta lah Ayu ke pada orang tua dan saudara Ayu. dan apa pun keputusan mereka, maka Ayu akan menuruti nya semua nya." kali ini Ayu menyerahkan sepenuh nya keputusan lamaran bang Lutfi pada keluarga nya.


" Apa Ayu sudah yakin ?." bang Lutfi bertanya pada Ayu.


" Iya, Ayu yakin." dengan di ikuti anggukan kepala oleh Ayu.

__ADS_1


" Baik lah kalo bagitu, minggu depan abang akan datang ke rumah Ayu, abang akan langsung meminta Ayu pada seluruh keluarga Ayu. terimakasih atas keputusan yang Ayu berikan pada abang hari ini. " cup " satu kecupan di kening dan sebuah pelukan yang di berikan oleh bang Lutfi pada Ayu.


Sedangkan Ayu sendiri hanya terdiam dengan perlakuan yang di berikan bang Lutfi pada diri nya. saat ini Ayu hanya mampu berdoa dalam hati, bahwa diri nya tak akan menyesali semua keputusan yang di berikan nya saat ini.


" Ingat yu .. jangan pernah merubah apa pun keputusan yang sudah Ayu ambil saat ini. dan abang berharap Ayu mau menjadi istri abang." ujar bang Lutfi berkata di sela - sela pelukan nya pada Ayu.


" Hhmmm ... " Ayu hanya memberi deheman sebagai tanda mengiyakan perkataan bang Lutfi pada nya.


Setelah berbincang cukup lama bang Lutfi pun pamit pada Ayu, diri nya akan kembali ke tempat nya bekerja saat ini. karna perjalanan yang cukup jauh serta waktu yang menunjukan pukul tiga sore.


Setelah berpamitan pada Ayu, bang Lutfi pun langsung pergi dengan mengendarai sepeda motor nya. setelah tubuh bang Lutfi tak terlihat, Ayu kembali menghela nafas berat nya. masih tak percaya dengan keputusan yang di ambil nya. karna Ayu tau keputusan keluarga nya akan kembali lagi pada Ayu.


***

__ADS_1


__ADS_2