Perjuangan Istri Yang Tersakiti

Perjuangan Istri Yang Tersakiti
Resepsi Pernikahan


__ADS_3

***


Setelah semalam, Ayu sudah menjalankan kewajiban nya sebagai seorang istri bang Lutfi. dan pagi ini Ayu harus bangun dengan kedua mata panda nya. bahkan sekekali diri nya terus menguap dengan badan yang terasa lemas tak bertenaga, meski diri nya telah mandi. bang Lutfi yang melihat Ayu pun hanya tersenyum.


" Sini biar abang yang keringkan rambut Adek." dengan mengambil alih handuk yang di pegang Ayu ke tangan bang Lutfi.


Tanpa banyak bicara Ayu pun langsung menyerahkan handuk yang di pegang nya itu pada bang Lutfi. diri nya hanya duduk diam saja, saat bang Lutfi mengeringkan rambut panjang nya.


" Masih ngantuk ?." kini bang Lutfi bertanya, saat di lihat nya Ayu yang sejak tadi hanya terdiam saja.


" Hhhmm ..." ujar Ayu hanya berdehem saja menjawab pertanyaan yang di ajukan bang Lutfi.


Mendengar jawaban yang di berikan istri kecil nya itu, sungguh membuat bang Lutfi sangat gemas. saking gemas nya bang Lutfi langsung mencium, bahkan sedikit menggigit bibir tebal sang istri.


" Iiss .. sakit bang .. ! ujar Ayu kesal pada bang Lutfi.


" Abis nya tuch bibir dari tadi diam aja, gemas abang lihat nya." sambil terus melanjutkan kegiatan nya mengeringkan rambut sang istri.


" Ayu ngantuk bang .. Ayu cape ... mana hari ini masih di suruh duduk lagi." ujar Ayu memelas pada sang suami.


" Sini abang pijatin bentar, karna mungkin sebentar lagi pengrias nya akan datang." sambil mengalih kan tangan nya dari rambut panjang Ayu menuju ke bahu Ayu, dan dengan berlahan memijat tubuh istri kecil nya itu.


Mendapat pijatan dari sang suami, Ayu hanya terdiam saja menikmati. bahkan kedua mata nya sampai ikut terpejam, dan tanpa Ayu sadari diri nya bahkan tertidur dengan menyandarkan tubuh nya di dada sang suami.

__ADS_1


Melihat itu bang Lutfi merasa kasihan pada Ayu. dan akhir nya, di rebahkan nya tubuh sang istri di tempat tidur. setidak nya bang Lutfi membiar kan Ayu untuk beristirahat barang sejenak. diri nya mengerti dengan kondisi tubuh Ayu yang memang masih belum terbiasa dengan kegiatan kedua nya semalam. kegiatan dewasa yang seharus nya belum boleh Ayu jalani, karna mengingat usia Ayu yang belum dewasa.


" Tok .. tok .." terdengar pintu kamar bang Lutfi di ketok dari luar.


" cklek ... " bang Lutfi pun langsung membuka pintu kamar nya.


" Ayu mana fi ?." ujar sang mama bertanya pada putra nya.


" Lagi tidur, Ayu kecapean kaya nya. emang mau di rias sekarang ya .. ma ?." bang Lutfi bertanya pada sang mama, saat melihat ada seorang wanita di samping mama nya.


" Iya. kalo engga sekarang terus kapan lagi ? kamu apa kan Ayu, jam segini masih tidur ?." dengan mata yang mendelik mama bertanya pada putra nya itu.


" He .. he .. engga di apa - apa'in kok ma, cuma di ces bentar." ujar bang Lutfi cengengesan, saat melihat mata sang mama yang mendelik ke arah diri nya.


" Ya maaf .. lagian cuma bentar doang kok ma, beneran engga bohong." sambil mengangkat kedua jari nya pada sang mam.


" Iiss ... rasa nya pengen mama getok kepala mu itu. ya sudah, nanti bangun kan Ay setelah 30 menit. biar kan Ayu istirahat dulu, awas .. ! jangan di ganggu." ujar sang mama tegas pada bang Lutfi, serta memberi kode pada wanita di sebelah nya untuk pergi mengikuti mama.


Setelah kepergian mama, bang Lutfi justru keluar dari kamar nya. diri nya juga tak ingin mengganggu istirahat istri kecil nya itu, apa lagi di dalam kamar hanya berdua. bisa saja kan, diri nya tak bisa menahan hasrat nya dan kembali melahap sang istri.


Kini waktu telah berjalan, dan saat ini kedua pengantin telah duduk di singgasana nya. kondisi Ayu juga kini sudah sedikit lebih membaik. walau pun badan nya yang lelah masih terasa, apa lagi kini diri nya harus bersalaman dengan tamu undangan yang ingin mengucapkan kata selamat pada kedua nya.


Sampai ketika Ayu mendengar beberapa sorakan yang disertai tepuk tangan dari beberapa orang. ketika melihat kedatangan dua gadis di hadapanya, dengan menenteng kado di sertai senyuman manis dari kejauhan.

__ADS_1


" Ketika kau memilih diri nya, bukan diri ku." terdengar suara teriak kan dari arah luar.


Bahkan banyak lagi teriak - teriakan yang tak jelas yang di tangkap oleh pendengaran Ayu. sedangkan bang Lutfi dan kedua gadis yang mendekat itu pun hanya tersenyum. jika di tanya bagai mana reaksi Ayu, jangan kan untuk cemburu. diri nya justru ikut tersenyum jahil pada sang suami.


" Selamat ya fi, semoga samawa." ujar salah satu gadis yang bersalaman dengan bang Lutfi dengan memberikan kado yang di bawa nya pada bang Lutfi.


" Iya makasih Ris, makasih sudah datang." ujar bang Lutfi membalas perkataan gadis yang ada di hadapan nya itu.


" Acieee ... bang Lutfi, siapa bang ?." kini Ayu dengan senyum jahil nya menggoda sang suami.


" Mantan terindah." ujar bang Lutfi yang merasa jengah dengan pertanyaan sang istri.


" Huhuii ...enak bener di datangin mantan, ntar kalo resepsi tempat Ayu. mantan Ayu juga boleh datang ya bang." dengan santai Ayu meminta persetujuan sang suami.


Mendengar perkataan Ayu kedua gadis di hadap nya itu langsung di buat melongo. kedua nya sungguh tak percaya dengan perkataan Ayu yang begitu sangat santai, yang meminta persetujuan sang suami tentang kedatangan mantan di acara resepsi kedua nya. sedangkan bang Lutfi, jangan di tanya, diri nya saat ini tengah melotot tajam pada istri kecil nya.


" Kenapa ?." melihat ketiga nya yang kini menatap Ayu, diri nya pun langsung bertanya.


" Eh .. engga apa - apa ." ujar kedua gadis itu sungkan. dan setelah memberikan selamat pada Ayu dan suami, kedua nya pun bergegas turun.


Sedang kan bang Lutfi hanya diam saja sejak tadi , diri nya sangat kesal pada istri kecil nya itu. diri nya sangat berharap bahwa istri nya itu akan cemburu pada nya. jangan kan untuk cemburu ketika teman wanita nya datang, lah .. kali ini justru diri nya lah yang di buat istri kecil nya itu cemburu.


Melihat sang suami hanya diam saja, Ayu pun ikut diam. Ayu bukan tipe wanita yang merengek manja pada orang lain, saat diri nya di diamkan. satu hal yang bang Lutfi tak tahu, sejak perceraian kedua orang tua Ayu, diri nya tak pernah merengek manja pada siapa pun. Ayu harus di paksa mendiri ketika usia nya baru enam tahun, dan saat ini pun Ayu harus menjadi dewasa di saat usia nya yang baru enam belas tahun.

__ADS_1


***


__ADS_2