Perjuangan Istri Yang Tersakiti

Perjuangan Istri Yang Tersakiti
Kehamilan Ayu


__ADS_3

***


Hari demi hari telah berganti, bulan demi bulan pun turut berganti. tidak terasa kini perjalan pernikahan Ayu sudah mencapai tahun pertama. dan kini Ayu pun telah mengandung anak pertama nya, buah cinta diri nya dan suami.


Selama menjalani di awal pernikahan di tahun pertama, memang tak mudah bagi Ayu untuk menyesuai kan diri. sekaligus menanggung tanggung jawab sebagai seorang istri dan calon seorang ibu. banyak sekali perbedaan antara kedua nya. namun berkat kedewasaan bang Lutfi semua mampu di atasi. apa lagi kini telah hadir buah cinta kedua nya, yang telah tumbuh di rahim Ayu.


Bagi Ayu, mungkin ini lah takdir hidup nya. tidak hanya harus menikah di usia yang masih dini. akan tetapi, diri nya pun kini harus mengandung di usia yang sungguh sangat rentan bagi wanita hamil dan melahirkan. walau pun kini usia Ayu telah menginjak usia 17 tahun.


Menjadi seorang ibu sungguh tak mudah bagi Ayu. jangan kan menjadi seorang ibu, menjadi seorang istri saja diri nya harus menekan semua ego dan tingkah kekanakan nya. walau pun kadang, hal itu tidak pernah lepas dari diri Ayu.


Jangan kan Ayu yang masih berusia enam belas tahun, di luar sana saja masih banyak orang yang dewasa namun tingkah serta perilaku nya bak seorang remaja. karna usia tidak lah menjamin seseorang mampu berfikiran secara dewasa.


Akan tetapi , tidak bisa di pungkiri jika usia lah yang menetukan kita untuk dewasa. begitu lah dengan Ayu, usia nya mungkin belum dewasa. tapi status serta tanggung jawab lah yang membuat diri nya harus menjadi sosok yang dewasa.


" Bang , kira - kira Ayu bisa engga yach .. jadi seorang ibu ? Ayu hanya takut, Ayu belum bisa menjadi sosok ibu yang bertanggung Jawab. " ujar Ayu pada Bang Lutfi, sesaat setelah diri nya mengetahui bahwa ada janin yang saat ini tengah tumbuh di rahim nya.


" Isya Allah, abang yakin Ayu bisa menjadi ibu yang bertanggung jawab pada anak kita. walau pun abang tau, menjadi seorang ibu itu tidak mudah. tapi, abang yakin Ayu mampu melakukan nya. dan ingat ..! Ayu engga sendiri, ada abang yang akan selalu mendampingi." ujar bang Lutfi yang memberi semangat pada Ayu.


" Itu yang saat ini Ayu fikirkan bang, dari awal kehamilan sampai dengan kelahiran, apa Ayu mampu menjalani nya. belum lagi dengan tanggung jawab mengasuh serta mendidik anak. " dengan raut wajah sedikit tertekan dengan beban yang akan di jalani nya, Ayu kali ini benar - benar bingung.


" Ayu dengeri abang, semua memang tak mudah. dan abang pun mengerti akan hal itu. satu hal yang harus Ayu tahu, Ayu engga sendiri. kita buat sama - sama, maka tanggung jawab nya pun harus bersama. kita akan menjalani nya secara berlahan, dan insya Allah, Ayu akan mampu menjalani nya. serta sosok ibu yang baik pun akan tumbuh dari sini." dengan menunjuk ke arah dada Ayu. bang Lutfi memberi pengertian serta dukungan untuk Ayu.


Saat ini Ayu hanya mampu bersandar pada bahu suami nya, karna apa yang di katakan bang Lutfi itu benar. karna hidup bukan untuk di fikirkan. akan tetapi, di jalani dengan kesabaran dan keikhlasan.


Di kehamilan Ayu, bang Lutfi memang selalu mendampingi nya. walau pun harus meluang kan waktu di sela - sela kesibukan diri nya yang berkerja. selama setahun ini kedua nya masih berada di kontrakan yang sama, dan selama ini pula bang Lutfi memang masih menepati janji nya, menjaga, melindungi, serta mendidik Ayu dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.


Bang Lutfi adalah sosok suami yang penyayang bagi Ayu, tidak hanya untuk Ayu saja. akan tetapi, bang lutfi pun sangat menyayangi keluarga Ayu terutama mama Ayu. dengan semua yang bang Lutfi lakukan terhadap Ayu selama hampir setahun ini, tanpa sadar Ayu mulai menggantungkan hidup nya pada bang Lutfi.

__ADS_1


" Bang .. Ayu kepengen makan sop buntut, kaya nya enak kalo dingin - dingin kaya gini makan yang anget - anget." ujar Ayu yang saat ini tengah rebahan, dengan kepala berada du pangkuan sang suami.


" Emang kita mau cari sop buntut ke mana dek. lihat jam aja udah hampir setengah dua belas malam. kamu juga dari tadi belum tidur kenapa ? abang ngantuk ini, mana pegel banget kaki abang. udah hampir dua jam abang di suruh duduk kaya gini." kini bang lutfu pun mulai mengeluh, karna sejak tadi Ayu ingin rebahan di pangkuan sang suami.


" Emang kalo jam segini udah engga ada yach ? yah ... terus Ayu makan apa, Ayu pengen yang anget - anget bang." Ayu pun berucap pada sang suami, tanpa ada niat untuk bangun dari posisi sebelum nya.


" Beneran Ayu mau yang anget - anget ?." dengan seringai licik di wajah nya .


" Hhhmm ..." ujar Ayu berdehem mengiyakan pertayaan bang Lutfi.


Mendengar deheman sang istri, bang Lutfi pun langsung mengubah posisi nya dengan langsung menindih tubuh sang istri yang kini tengah hamil. dengan senyuman jahil dan mesum yang di arah kan nya pada sang istri, yang kini justru terlihat bingung.


" abang mau ngapain ?." ujar Ayu dengan bingung.


" tadi kan adek minta yang anget - anget, ya ini abang mau kasih. engga cuma anget, tapi malah bisa panas. " dengan melancarkan aksi nya, menggerayangi tubuh sang istri.


" Engga bisa dek, udah terlanjur on ini. kita lanjut bentar aja yach ...terus entar abang bikinin nasi goreng. gimana ?." bang Lutfi memberikan barter pada Ayu.


" Masa iya Ayu cuma di bikinin nasi goreng sebagai imbalan." dengan raut wajah yang cemberut Ayu berucap.


" Lah .. terus Ayu mau nya apa ? ." ujar bang Lutfi bertanya pada istri kecil nya itu.


" Abang pijatin seluruh badan Ayu, gimana deal ?." karna kehamilan Ayu memang selalu sering merasakan kelelahan


" Deal."


Kali ini bang Lutfi tanpa banyak protes langsung saja mengiyakan apa yang di ingin kan sang istri. bagai mana tidak, diri nya kali ini justru mendapatkan keuntungan yang berlipat -lipat. istri nya saja yang terlalu polos, hingga tak sadar jika, sang suami telah merencanakan hal licik.

__ADS_1


Dan terjadi lah apa yang harus terjadi antara kedua nya. entah Ayu yang terlalu polos atau bodoh, atau justru suami nya yang selalu banyak akal. hingga dengan mudah Ayu terjerumus akan licik sang suami.


Bang Lutfi memang mengetahui kebiasaan Ayu selama ini, jika setelah kedua nya melakukan hubungan suami istri. pasti Ayu akan selalu tertidur setelah nya, karna kelelahan. dan itu akan menguntungkan bang Lutfi, karna dengan demikian diri nya tak perlu lagi membuat kan nasi goreng sebagai imbalan barter pada sang istri. selain itu, sang istri pun akan langsung tertidur dengan sendiri nya, tanpa harus tidur di pangkuan sang suami.


Dan apa yang di perkirakan bang Lutfi terjadi, setelah ritual itu terjadi Ayu langsung tertidur di pelukan sang suami. sedang bang lutfi hanya tersenyum senang, melihat kepolosan sang istri. seorang istri yang kadang membuat diri nya gemas sekaligus kesal secara bersamaan saat istri kecil nya itu bertingkah.


Untung selama kehamilan nya, Ayu tidak di repotkan dengan mual atau ngidam yang aneh - aneh. diri justru sangat fit di kehamilan pertama nya ini. apa lagi diri nya mengerti bahwa sang suami memang lah jarang menemai nya di rumah, tentu kesibukan perkerjaan lah yang membuat bang Lutfi harus berpisah dengan sang istri.


" Iiss ... abang curang, kata nya mau bikinin nasi goreng plus pijatin di badan Ayu. lah .. ini malah Ayu di biarkan tidur sama abang."


Setelah keesokan hari nya, saat Ayu telah terbangun dari tidur. diri nya baru sadar jika imbalan barter sang suami masih belum diterima nya.


Mendengar hal itu, bang Lutfi kembali tersenyum. diri nya sudah memikikir kan akal licik di kepala, untuk mengelabui sang istri.


" Ya sini abang pijatin, tapi baju nya di buka dulu. sekalian abang olesin minyak zaitun di badan adek. " ujar bang Lutfi dengan beranjak dari tempat tidur.


" Okey. " dengan senyuman manis yang Ayu ciptakan dari bibir nya.


Tanpa menunggu Ayu pun langsung melepaskan seluruh baju yang di kenakan nya, hanya menyisakan dalaman saja. dengan kehamila nya justru membuat tubuh Ayu semakin berisi dan seksi di mata sang suami.


Kini pijatan demi pijatan pun Ayu rasakan kan, awal nya mungkin pijatan biasa. akan tetapi, lama kelamaan pijat itu justru membuat Ayu makin resah. sedang kan bang Lutfi justru sangat menikmati aktifitas nya itu.


" Bang, kaya nya udahan aja dech. Ayu ngerasa aneh dengan pijatan abang." ujar Ayu yang langsung bangkit.


" Ehh .. belum selesai dek. masih banyak yang belum abang pijat. ayo Ade rebahan lagi. biar akan abang selesaikan dulu." dengan berusaha merebahkan Ayu kembali, sedangkan Ayu hanya menurut saja.


Entah kenapa selama ini Ayu selalu saja seperti orang bodoh jika di hadapan bang Lutfi. kadang diri nya pernah berfikir, ada apa dengan diri nya. contoh nya saat ini, Ayu pun hanya mampu menuruti apa yang di ingin kan sang suami.

__ADS_1


***


__ADS_2