
***
Setelah lamaran yang di ajukan ustadz Ahmad sepekan yang lalu, tidak terasa sepekan pun telah berlalu dengan begitu cepat, dan tepat hari ini pernikahan kedua nya akan di laksanakan.
Jika di pernikahan pertama Ayu merasa belum siap untuk menikah, bahkan banyak perasaan yang membuat diri nya sendiri tidak tenang. akan tetapi, lain hal nya dengan pernikahan kedua yang akan Ayu jalani saat ini. ada kedamaian dan ketenangan dalam diri Ayu, yang sebelum pernah Ayu rasakan di pernikahan pertama nya. bukan berniat membandingkan hanya saja perasaan nya lah yang merasakan.
Kini jam pun telah menunjukan pukul 08.00 pagi, rombongan ustadz Ahmand kini telah sampai di kediaman Ayu. karna tepat pukul 09.00 pagi nanti ijab qobul akan di laksanakan, dan kini seluruh keluarga pun telah berkumpul di kediaman Ayu.
Pernikahan kali ini di gelar sangatlah sederhana, namun ketenangan dan kedamaian sangatlah terasa. saat ini Ayu tengah berada di dalam kamar nya dengan mengenakan gamis putih yang melekat pada tubuh nya serta cadar yang menutupi pada wajah nya.
Wajah Ayu memang sedikit mengenakan makeup agar lebih fress, walau pun tertutup dengan cadar yang menghalangi nya. dan sampai saat ini ustadz Ahmad pun belum sekali pun melihat seperti apa wajah Ayu. karna ustadz Ahmad mengatakan, diri nya akan melihat wajah Ayu saat Ayu sudah sah menjadi istri nya.
Sedangkan di ruang tamu, kini telah berkumpul kedua belah pihak keluarga serta tetangga yang ikut menyaksikan pernikahan Ayu. lebih tepat nya kepo, karna ingin mengetahui seperti apa calon suami Ayu, dan mungkin ingin menjadikan bahan perbandingan sekaligus bahan pergosipan para emak - emak di kampung.
" Yu .. ini yang nama nya membuang sampah tapi justru mendapatkan berkah." ujar salah satu tetangga Ayu, setelah sempat melihat calon suami dari Ayu.
Tak bisa di pungkiri ustadz Ahmad memiliki wajah yang tetap tampan meski usia nya yang menginjak 45 tahun. dengan postur tubuh yang tegap, serta kulit kuning langsat yang di miliki nya. bahkan penampilan nya pun sangat berwibawa, dan jika di bandingkan dengan mantan suami Ayu, maka jawaban nya tak terbandingkan.
Sedangkan Ayu sendiri hanya tersenyum dengan perkataan salah satu tetangga nya itu, diri nya sebenar nya kurang nyaman dengan perkataan tetangga nya barusan. hanya saja, Ayu lebih memilih untuk diam. karna manusia tak mungkin selalu satu pemikiran dan satu pendapat yang sama. itu sebab nya, Ayu hanya diam saja jika tidak sesuai dengan pemikiran diri nya.
Di dunia ini tak ada manusia yang tak pernah berbuat salah dan dosa, itu sebab nya Ayu tidak ingin menghakimi kesalahan orang lain, karna sejati nya belum tentu kita lebih baik dari pada orang yang kita hakimi kesalahan nya itu.
Dan apa pun yang terjadi dalam hidup kita adalah ketentuan yang telah Allah tetap kan. maka dengan keikhlasan itu melegakan, kesabaran itu kekuatan, prasangka baik itu pencerahan, dan sebuah kepasrahan itu mampu membuat kenyamanan.
Kini di ruang tamu mulai terdengar suara dari ustadz Ahmad yang sedang melantukan surah ar rahman. surah yang di minta oleh Ayu sebagai mahar pernikahan kedua nya. sungguh Ayu di buat menangis kali ini, apa lagi setelah mendengar suara merdu ustadz Ahmad yang sedang mengaji.
Setelah menyelesaikan membaca surah ar rahman, kini ustadz Ahmad pun langsung mengucapkan ijab qobul.
" Saudara Ahmand muhammad bin Muhammad al- fatih saya nikahkan dan saya kawin kan engkau dengan anak kandung saya, yang bernama Tati ayu wulandari binti Brianto dengan mahar surah ar rahman dan cincin emas lima gram beserta uang sebesar 100 juta rupiah di bayar tunai."
" Saya terima nikah dan kawin nya Tati ayu wulandari binti Brianto dengan mahar tersebut di bayar tunai."
Sah
__ADS_1
Sah
Terdengar dari para saksi yang menyaksikan pernikahan Ayu pun berucap, saat ijab qobul yang di ucapkan ustadz Ahmad lancar dan dalam satu tarikan nafas.
Kini setelah ijab qobul selesai dan di katakan sah oleh para saksi, ustadz Ahmad pun langsung di tuntun untuk memasukin kamar Ayu untuk menemui sang istri. dan setelah berada di dalam kamar, Ayu langsung meraih tangan suami nya itu dan mencium punggung tangan ustadz Ahmad dengan penuh takzim. sedangkan ustadz Ahmad mengangkat tangan kiri nya di kepala Ayu, dan memanjatkan doa tepat di ubun - ubun sang istri.
' Allahumma inni as' aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltaha ' alaiha. wa a'udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ' alaiha.
Arti nya : Ya Allah, sesungguh nya aku mohon kepada - Mu kebaikan diri nya yang Engkau tentukan atas diri nya. dan aku berlindung kepada - Mu atas kejelekan diri nya yang Engkau tetap kan atas diri nya.
Setelah nya ustadz Ahmad pun dengan perlahan mendekatkan wajah nya pada Ayu dan mengecup kening Ayu dengan lembut. sedangkan Ayu sendiri kali ini kembali menangis, entah kenapa sejak suami nya itu melantunkan surah ar rahman Ayu bahkan tidak mampu membendung air mata nya. dan di saat ustadz Ahmad melantunkan doa di kepala nya, Ayu kembali menangis dengan sesegukan. bahkan cadar putih nya kini telah basah dengan air mata.
Melihat sang istri yang menangis membuat ustadz Ahmad menundukan kepala nya untuk memandang ke arah wajah sang istri.
" Ada apa ?." ujar nya dengan lirih, bahkan dengan tatapan yang sangat lembut.
Sedangkan Ayu, jangankan untuk menjawab pertanyaan sang suami, memandang ke arah suami nya saja Ayu tak sanggup. sungguh Ayu tak tau kebaikan apa yang telah di lakukan nya, hingga diri nya mendapatkan sosok suami seperti ustadz Ahmad.
Tak pernah terbayang oleh Ayu, mendapatkan sosok suami seorang ustadz. sedangkan Ayu sendiri justru fakir tentang ilmu agama. diri nya baru saja merangkak untuk memulai belajar tentang agama.
" hik .. hik .. Ayu ngerasa kaya engga pantas buat ustadz hik .. hik .." bahkan kini Ayu menangis dengan sesegukan di hadapan suami nya itu.
Melihat sang istri yang menangis sesegukan membuat ustadz Ahmad jadi bingung, apa lagi saat ini di kamar Ayu bukan hanya mereka berdua saja. banyak yang menyaksikan kedua nya saat ini, itu mengapa sejak tadi ustadz Ahmad hanya memandang saja ke arah sang istri tanpa berani melakukan lebih. karna diri nya merasa kurang nyaman dengan keadaan kamar yang ramai.
Melihat menantu nya yang bingung, membuat mama memberikan isyarat pada penghuni kamar yang lain, untuk meninggal kan Ayu dan suami nya. apa lagi sampai saat ini ustadz Ahmad belum melihat seperti apa wajah sang istri.
Setelah melihat isyarat dari mama Ayu akhirnya mereka pun keluar, dan hanya menyisakan Ayu dan ustadz Ahmad saja di kamar. mama juga tak lupa menutup pintu kamar, agar memberikan privisi untuk kedua nya.
Melihat kepergian yang lain akhirnya ustadz Ahmad mendekat dan duduk di samping Ayu, dan tanpa aba - aba di tarik nya tubuh Ayu masuk dalam dekapan nya. tak ada kata yang di ucapkan nya, selain hanya pelukan yang di berikan nya.
Setelah beberapa menit berada dalam pelukan sang suami, membuat Ayu sedikit lebih tenang. tak berapa lama Ayu pun meredakan tangisan nya.
" Terimakasih ustadz, sa ... " belum sempat Ayu meneruskan kata - kata nya, ustadz Ahmad langsung menyela perkataan Ayu.
__ADS_1
" Dek, saya suami adek sekarang. bisa tidak kalo mulai saat ini jangan panggil ustadz lagi ?. " masih dengan memeluk tubuh Ayu.
" Terus mau di panggil apa ?." ujar Ayu yang justru bertanya pada suami nya itu.
" Kalo anak - anak, panggil dek Ayu sama ayah nya apa ?."
" Ummi dan abah." ujar Ayu memberitahukan secara singkat.
" Kalo begitu, panggilan abi saja bagaimana ?." kali ini ustadz Ahmad meminta pendapat sang istri.
" Hhhmm ..'' ujar Ayu berdeham dengan menganggukan kepala nya.
" Ya sudah kalo begitu, anak - anak di mana ? abi pengen bertemu." dengan melerai pelukan nya pada Ayu.
" Sebentar Ayu ganti cadar dulu." denga berlahan beranjak menuju lemari untuk mengganti cadar nya.
Entah sadar atau tidak Ayu pun membuka cadar nya di hadapan ustadz Ahmad tanpa sungkan. akan tetapi, saat Ayu akan kembali mengganti cadar nya dengan yang baru, ustadz Ahmad langsung menahan tangan Ayu.
" Sebentar dek, abi pengen lihat wajah istri abi." kali ini padangan ustadz Ahmad terarah pada wajah Ayu.
Sedangkan Ayu yang menjadi objek padangan sang suami, kini langsung tertunduk. diri nya sungguh sangat malu, dengan pandangan intens sang suami pada wajah nya.
" Cantik." satu kata pujian yang keluar dari bibir suami nya itu, mampu membuat Ayu salah tingkah.
" Jadi mau ketemu anak - anak ?." ujar Ayu mengalihkan pembicaraan, agar diri tak terlihat salah tingkah di dapan sang suami.
" Ayo." dengan mengambil alih cadar yang ada di tangan Ayu, dan memasakan nya untuk menutupi wajah sang istri.
" Tolong jaga baik - baik milik abi dek, jangan perlihatkan pada sembarang orang. apa lagi pada laki - laki yang bukan mahrom bagi dek Ayu, karna abi adalah tipe pria pencemburu." dengan memakaikan cadar pada wajah Ayu, ustadz Ahmad berucap pada Ayu.
" Isya Allah bi, Ayu akan berusaha menjaga marwah Ayu sebagai wanita muslimah sekaligus sebagai istri."
" Allhamdulilah .. ternyata istri abi adalah wanita sholehah."
__ADS_1
Kembali mendengar pujian dari suami nya itu, Ayu pun tertunduk malu. sedangkan ustadz Ahmad hanya tersenyum simpul melihat tingkah malu sang istri. kini kedua nya pun beranjak keluar kamar untuk menemui kedua anak - anak Ayu, sekaligus memperkenalkan ustadz Ahmad sebagai abi bagi kedua nya.
***