Perjuangan Istri Yang Tersakiti

Perjuangan Istri Yang Tersakiti
Poligami


__ADS_3

***


Setelah cukup lelah mendengar perdebatan antara Nurul dan Rifky yang sejak tadi terjadi, kini Ayu pun membuka suara nya untuk menghentikan perdebatan antara kedua nya.


" Sekarang apa mba Nurul juga masih ingin menjadi istri kedua dari suami saya ?." ujar Ayu menyela dengan pertanyaan saat kedua nya akan kembali berdebat, kali ini Ayu bertanya dengan nada yang sangat santai.


Mendengar pertanyaan Ayu membuat semua mata kini tertuju menatap ke arah diri nya, bahkan ustadz Ahmad sampai tertegun dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh sang istri.


" Memang nya mba Ayu mengizikan jika saya menjadi istri kedua bang Ahmad sekaligus menjadi madu mba Ayu ?." kali ini dengan wajah yang berbinar, bahkan tanpa merasa malu Nurul justru kembali bertanya pada Ayu.


Rifky yang mendengar perkataan Nurul justru langsung memberikan tatapan tajam ke arah adik sepupu nya itu. diri nya tak menyangka jika obsesi adik sepupu nya itu masih saja sama, yaitu ingin menjadi istri dari ustadz Ahmad.


Sedangkan ustadz Ahmad sendiri hanya mampu menghela nafas nya saat mendengar perkataan dari adik sepupu almarhumah Khadijah istri pertama nya itu. diri nya merasa lelah memberikan penolakan terhadap keinginan Nurul sejak dulu, yang selalu terobsesi pada diri nya.


" Mending kita pulang sekarang ! aku malas mendengar perkataan kamu yang tidak bermutu. ternyata sekolah tinggi tak menjamin diri mu menjadi wanita yang beradap dan beretika." dengan nada suara yang kesal, Rifky kembali berujar pada Nurul.


" Kamu apa sich ky ! lagian yang tanya duluan kan mba ayu, sedangkan aku hanya bertanya apa yang harus nya aku tanyakan. emang ada yang salah sama pertanyaan aku ?." ujar Nurul yang justru semakin sewot pada Rifky yang sejak tadi terus mendebat diri nya.


" Jelas sa ..."


Belum sempat Rifky melanjutkan perkataan nya Ayu terlebih dahulu menyela perkataan nya.

__ADS_1


" Engga ada yang salah kok, dengan pertanyaan mba Nurul. tapi kira - kira menurut mba Nurul, jawaban seperti apa yang akan saya berikan pada pertanyaan yang mba Nurul ajukan pada saya ?." Ayu berujar dengan tersenyum manis di balik cadar nya.


" Ya mana saya tau lah mba ! kan mba Ayu yang berhak menentukan jawaban nya, bukan saya." ujar Nurul ketus dan dengan raut wajah yang terlihat kesal.


Nurul sangat kesal saat pertanyaan yang di ajukan nya justru di balas dengan pertanyaan pula oleh Ayu. kali ini Nurul benar - benar merasa jika istri kedua dari ustadz Ahmad tidak selemah Khadijah kakak sepupu nya. karna jika yang ada di hadapan nya saat ini adalah Khadijah, maka sudah dapat di pastikan jika Khadijah hanya mampu terdiam, dan pada akhirnya hanya mampu menyerahkan segala keputusan nya pada sang suami.


" Jika saya tidak mengizikan suami saya berpoligami, apa yang akan mba Nurul lakukan ? dan jika saya mengizinkan, apa mba Nurul yakin jika suami saya mampu berpoligami ?. poligami dalam islam memang di perbolehkan, karna sejati nya poligami itu sunnah yang membawa berkah bukanlah sebuah musibah, poligami itu solusi bukan ambisi. akan tetapi pada kenyataan nya, poligami sendiri di anggap musibah bagi sebagian para kaum wanita, dan bahkan menjadi ambisi untuk memenuhi nafsu di kalangan kaum pria." Ayu menjeda perkataan nya, kali ini tatapannya di arahkan pada sang suami yang duduk di samping Ayu saat ini.


" Saya bukan nya tidak mengizinkan suami saya untuk berpoligami. hanya saja, saya takut jika suami saya tidak akan mampu untuk memenuhi syarat berpoligami itu sendiri." ujar Ayu tersenyum manis di balik cadar nya, bahkan kedua mata nya berkedip - kedip lucu saat menatap suami nya itu. hingga tanpa sadar ustadz Ahmad pun mencubit gemas pipi Ayu.


" Apa maksud mba Ayu ?." ujar Nurul dengan nada suara ketus bahkan terlihat jelas raut wajah jengah dari Nurul saat melihat ustadz Ahmad yang bertingkah romantis dengan istri nya itu.


" Insya Allah, aby engga akan menambah kursi lagi di rumah kita. cukup ummi yang menemani aby hingga nyawa aby pergi dari raga aby." kali ini ustadz Ahmad pun mengeluarkan suara nya.


Melihat keromantisan suami istri di depan nya saat ini, membuat Nurul mengepalkan kedua tangan nya menahan amarah dan kecewa secara bersamaan. diri nya marah sekaligus kecewa atas perkataan dan sikap yang di tunjukan oleh ustadz Ahmad pada sang istri secara terang - terang di hadapan diri nya.


" Mending kita pulang sekarang, jangan sampai harga diri mu yang hanya tertinggal satu persen pun akan hilang setelah kamu menjadi pelakor." ujar Rifky dengan nada yang masih kesal, apalagi saat melihat raut sang adik.


Tanpa berkata sepatah kata pun Nurul pun langsung pergi begitu saja, diri nya benar - benar merasa kecewa harus kembali mengalami penolakan dari laki - laki yang sejak dulu di kagumi nya itu. rasa yang bertahun - tahun di pendam nya kembali bersemi saat mengetahui bahwa sang kakak sepupu nya telah meninggal dunia.


Sebenar nya Nurul telah berusaha untuk mengendalikan perasaan nya, apalagi sejak dulu ustadz Ahmad memang selalu menolak diri nya secara tegas. akan tetapi saat mengetahui mba Khadijah telah berpulang, rasa itu kembali membucah saat harapan ingin menjadi pengganti sosok sang kakak sebagai pendamping dari sosok pria yang selalu di kagumi nya itu.

__ADS_1


Namun Kini harapan tinggalah sebuah harapan, saat setelah kepulangan nya dari kairo diri mendapatkan kabar bahwa sang pujaan hati telah menikah kembali. dan rasa kecewa pun kembali bersarang di hati Nurul, hingga keinginan yang sama seperti beberapa tahun yang lalu pun muncul dalam fikiran nya. diri nya hanya berharap semoga saja kali ini bang Ahmad mau berpoligami, dan menjadikan diri sebagai istri kedua.


Melihat kepergian Nurul yang begitu saja membuat Ayu merasa bersalah, diri nya takut Nurul akan melakukan hal - hal yang merugikan diri nya sendiri.


" Mba Ayu engga usah khawatir, tuch anak pasti baik - baik aja. lagian kalo dia ingin bunuh diri karna patah hati, pasti sudah di lakukan nya beberapa tahun yang lalu, saat bang Ahmad menolak nya dengan tegas." ujar Rifky dengan santai.


" Kamu yakin dia engga melakukan hal yang aneh - aneh kan ? sebaik nya cepat kamu susul ky, saya benar - benar takut." Ayu berucap dengan wajah cemas.


" Iya ky, sebaik nya kamu cepat susulin Nurul, abang engga mau terjadi apa - apa terhadap Nurul. bagaimana pun juga kalian berdua sudah abang anggap seperti adek abang sendiri. jadi, abang akan bingung menjelas pada paman Abdullah jika sampai terjadi sesuatu pada putri nya." kali ini ustadz Ahmad pun menimpali perkataan Ayu.


" Baiklah bang, kalo gitu Rifky pamit dulu. sebelum nya Rifky meminta maaf, jika kedatangan Rifky dan Nurul membuat abang dan mba Ayu kurang nyaman, dan Rifky juga minta maaf atas segala tingkah Nurul yang kurang berkenan. sekali lagi Rifky minta maaf." dengan raut wajah bersalah Rifky benar - benar merasa malu dan begitu bersalah terhadap kedua nya.


" Iya ky, insya Allah abang dan Ayu sudah memaafkan semua nya. abang juga minta maaf, jika ada sikap dan perkataan abang maupun Ayu yang kurang berkenan di hati. dengan segala kerendahan hati abang meminta maaf sekaligus berterimakasih karna telah menyempatkan waktu untuk berkunjung ke rumah abang." ujar ustadz Ahmad dengan menjaba tangan Rifky.


" Sama - sama bang, baiklah kalo begitu Rifky pulang dulu bang, Assalamualaikum .."


" Wa'alaimumus salam ...


Setelah berpamitan, Rifky pun segera bergegas pergi dari kediaman ustadz Ahmad dengan mengendarai mobil untuk mencari keberadaan Nurul yang entah kemana saat ini. sedangkan di rumah, Ayu dan ustadz Ahmad hanya mampu menghela nafas nya yang terasa ringan, dan segera mengistirahankan tubuh nya yang terasa lelah sangat lelah hari ini.


***

__ADS_1


__ADS_2