Perjuangan Istri Yang Tersakiti

Perjuangan Istri Yang Tersakiti
Berubah


__ADS_3

***


Sebulan sudah bang Lutfi ada di perantauan dan selama itu bang Lutfi selalu menjaga komunikasi nya dengan sang istri. bahkan setiap hari bang Lutfi menghubungi sang istri sebanyak tiga kali, seperti orang minum obat saja begitu lah Ayu berkata pada suami nya.


Hari demi hari pun Ayu lalui tanpa suami, jika biasa nya Ayu berpisah dengan sang suami dengan kurun waktu enam hari saja. tapi kali ini Ayu harus berpisah selama tiga bulan lama nya dengan sang suami.


Dan tepat sebulan kepergian bang Lutfi merantau, Ayu mendapatkan sebuah anugrah yang sangat tak ternilai dengan apa pun. ya saat ini Ayu tengah mengandung anak kedua nya, dengan usia kandungan 12 minggu. berarti saat kepergian sang suami Ayu memang telah mengandung, hanya saja saat itu Ayu tak menyadari nya bahwa diri nya tengah mengandung. pantas saja saat itu emosi Ayu sangatlah labil, Ayu jadi mudah menangis.


" Bang, coba abang lihat ini." ujar Ayu yang menujukan hasil tespek diri nya, saat kedua nya tengah terhubung dengan vidio call.


" Apa Yu ?."


" Mangka nya di lihat yang benar, ini apa." ujar Ayu yang cemberut melihat reaksi suami nya itu.


" Ehh .. itu punya siapa ?." ujar bang Lutfi bertanya sesaat setelah diri nya melihat benda yang saat ini di pegang oleh Ayu.


" Punya tetangga bang, tadi sengaja di kasih kan Ayu buat di lihatkan sama abang. biar abang iri kata nya." kali ini Ayu benar - benar kesal pada sang suami, suami nya itu betul - betul tidak mengerti.

__ADS_1


" Lah .. kenapa punya tetangga kamu bawa sich Yu. lagian itu jorok bekas pipis orang." kali ini justru bang Lutfi lah yang terlihat kesal pada Ayu. karna mengira bahwa tespek itu benar milik tetangga nya.


" Iiss .. abang ini gimana sich .. ! masa iya, Ayu mau di kasih beginian sama orang. kaya kurang kerjaan aja." kekesalan Ayu pun kini naik level, setelah melihat sang suami yang justru kesal pada diri nya.


" Loh .. yang bilang punya tetangga tadikan Ayu buka abang, terus kalo bukan punya tetangga emang itu punyaaa ...." bang Lutfi tak lagi dapat meneruskan kata - kata nya setelah sadar apa yang di maksud oleh sang istri.


" Iya ini memang punya Ayu, dan saat ini Ayu lagi hamil, dengan usia kehamilan 12 minggu." ujar Ayu memberitahukan sang suami, saat melihat raut wajah suami nya yang sumringah setelah mengerti dengan perkataan sang istri.


" Allhamdulilah ya Allah, makasih Yu udah kasih abang anugrah yang terindah. makasih sudah mau jadi istri sekaligus ibu dari anak - anak abang. jaga baik - baik anak abang Yu, sehat selalu untuk Ayu sama dedek bayi nya. banyak - banyak istirahat Yu biar lebih fit dan tak kelelahan." dengan mata yang berkaca - kaca bang Lutfi tak hentinya mengucapkan syukur atas kehamilan sang istri.


" Iya bang, insya Allah Ayu akan jaga anak kita dengan baik. abang juga jaga diri baik - baik, makan dan istirahat yang teratur, jangan lupa sholat bang. doa Ayu yang terbaik untuk abang." ujar Ayu pada bang Lutfi.


" Sudah bang senyumnya, itu gigi bakal kering kalo senyum terus. masih mending kalo cuma kering gigi, takut nya abang di kira stres terlalu banyak mikirin pekerjaan." ujar Ayu menggoda sang suami.


" Engga apa - apa abang di kira stres, yang jelas abang lagi bahagia. lagian kalo abang stres, mending stres nya mikirin Ayu dari pada mikirin pekerjaan." kali ini justru bang Lutfi mengeluarkan gombalan nya pada sang istri.


Dan senyuman itu pun berakhir saat panggilan itu pun berakhir. jelas terlihat saat ini bang Lutfi betul - betul sangat bahagia dengan kehadiran anak keduanya yang kini tengah tumbuh di rahim sang istri.

__ADS_1


Hari berganti minggu dan minggu berganti dengan bulan, dan entah kenapa di kehamilan Ayu yang kedua ini. perjuangan Ayu sebagai seorang ibu pun di uji, diri nya bahkan tak mampu makan dan minum dengan baik, akibat mual yang di rasakan nya. Ayu bahkan tak bisa malakukan aktifitas seperti biasa nya, diri nya hanya mampu terbaring di tempat tidur.


Bang Lutfi yang mengetahui kondisi Ayu pun menjadi khawatir pada sang istri. bahkan tak lelah nya bang Lutfi meminta sang mertua untuk selalu menjaga Ayu dengan baik. diri nya pun selalu memberikan semangat untuk Ayu. walau pun hanya melalui vidio call.


Sampai pada bulan ketiga Ayu sedikit merasakan perubahan pada bang Lutfi, jika sebelum nya bang Lutfi menghubungi nya sehari berkali - kali. akan tetapi saat ini, bang Lutfi hanya menghubungi nya sehari sekali saja, bahkan sering tak menghubungi nya jika Ayu yang tak menelpon.


Hari demi hari perubahan itu semakin Ayu rasakan, apalagi saat ini Ayu tengah mengandung, membuat emosi dan perasaan nya menjadi lebih labil dari biasa nya. Ayu kini lebih mudah menangis, lebih mudah kesal.


" Bang, kenapa sekarang abang jadi jarang telpon Ayu ? abang sudah engga sayang sama Ayu ? sekarang abang berubah, jadi lebih banyak diam kalo lagi telponan." ujar Ayu pada sang suami, saat diri nya merasakan perubahan pada sang suami dari dua minggu yang lalu.


" Abang lelah Yu .. pekerjaan abang numpuk. semenjak atasan abang mengundurkan diri, semua pekerjaan nya untuk sementara abang yang handle. jadi tolong jangan terlalu menekan abang." ujar bang Lutfi dengan nada yang terkesan dingin pada Ayu.


" Asstagfirullah bang .. kapan Ayu menekan abang ? Ayu juga engga minta abang telpon Ayu tiap hari, tapi setidak nya kasih kabar Ayu satu sms aja biar Ayu tenang." dengan tetesan air mata yang tanpa di perintah, kini telah mengalir deras di kedua pipi Ayu.


" Sudahlah Yu, abang lelah. abang mau istirahat dulu. jaga diri baik - baik di rumah. assalamualaikum .." dan tanpa mendengar jawaban salam dari Ayu, ponsel pun di matikan begitu saja oleh bang Lutfi.


Begini lah setiap Ayu menghubungi sang suami, selama dua minggu Ayu selalu mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakan dari suami nya itu, di abaikan, bahkan perkataan dingin dan ketus selalu bang Lutfi berikan pada Ayu.

__ADS_1


Sedangkan Ayu hanya mampu menangis dan menangis, tak ada yang dapat Ayu lakukan selain bersujud ke pada Allah meminta kekuatan dan perlindungan. tak lupa juga Ayu selalu mendoa kan sang suami, agar suami nya itu kembali seperti dulu lagi.


***


__ADS_2