Perjuangan Istri Yang Tersakiti

Perjuangan Istri Yang Tersakiti
Amanah


__ADS_3

***


1 Tahun Kemudian


Setelah melahirkan putri kedua yang di beri nama Nayla azzahra yang arti nya perempuan kuat, kini si cantik Nayla telah berusia satu tahun. selama satu tahun Nayla hidup tanpa mengetahui siapa ayah kandung nya.


Sebenar nya Ayu tak pernah menutup akses pada mantan suami nya itu untuk bertemu sang putri. akan tetapi, memang bang Lutfi lah yang tak pernah berniat menemui putri nya itu. bahkan sampai Nayla berusia satu tahun, tak sepeser pun bang Lutfi memberi nafkah pada putri nya itu. diri nya hanya bertanggung jawab pada putra pertama nya saja.


Ayu pun tak pernah mempermasalahkan hal itu, karna tanpa nafkah dari bang Lutfi Ayu masih mampu membesarkan sang putri. terbukti hingga usia Nayla satu tahun kehidupan Ayu dan anak nya baik - baik saja.


Walau pun perkerjaan Ayu hanya seorang freelance, tapi allhandulilah itu mampu mencukupi kebutuhan nya sehari - hari. bahkan kini sedikit demi sedikit Ayu kembali bisa menabung.


Sejak Ayu melahirkan, kini Ayu pun telah kembali ke kampung halaman nya. Ayu memang sengaja memilih kembali ke kampung, karna mungkin kehidupan di kampung jauh lebih tenang dari pada kehidupan di kota.


" Mmi, tutu .. " dengan suara cadel nya Nayla menganggetkan ayu meminta susu pada.


" Iya bentar ya .. ummi bikin kan dulu. " dengan beranjak dari tampat duduk nya, Ayu menuju dapur membuat susu untuk Nayla.


Kini hari - hari Ayu hanya mengurus Nayla dan bekerja sebagai freelance saja, Ayu memang sengaja untuk tidak bekerja keluar. alasan nya karna saat ini Ayu memiliki baby, apa lagi dengan penampilan Ayu, mungkin akan sedikit susah bagi Ayu untuk mencari pekerjaan di luar. penampilan Ayu yang saat ini yang menggunakan cadar.


" Ini susu nya, dede bobo yach, sekarang udah siang. " dengan beranjak menggendong Nayla dan membaringkan nya di tempat tidur.


Ketika Ayu sedang menidurkan putri nya terdengar ketokan pintu dan salam dari luar rumah.


" Tok .. tok .. Assalamualaikum .."


" Wa'alaikumus salam ... iya sebentar." dengan bergegas menggunakan cadar nya , Ayu keluar untuk membuka kan pintu.

__ADS_1


" Cklek .. " saat pintu terbuka, kini berdiri sosok pria dengan setelan koko serta sarung.


" Maaf cari siapa ya ?." ujar Ayu bertanya , karna memang tak mengenali pria yang ada di hadapan nya saat ini.


" Apa benar ini rumah Ayu ?." bukan nya menjawab, pria di depan nya ini justru balik bertanya pada Ayu.


" Iya saya Ayu, ada apa ya .. dan anda siapa ?." kali Ayu kembali bertanya.


" Allhamdulilah .. akhirnya ketemu juga. Perkenal kan saya Muhammad Rifky, saya ke sini karna ingin menyampaikan amanah untuk mba Ayu." pria bernama Rifky itu kembali berujar dengan memberikan Ayu sebuah amplop.


" Siapa Yu ?." ujar mama Ayu yang datang dari arah dapur.


Melihat tamu yang tak di kenal datang ke rumah Ayu, membuat mama pun semakin perasaran, apa lagi sang tamu tersebut mengendarai mobil mewah. karna setau mama keluarga mama tidak ada yang memiliki mobil semewah itu.


" Ayu juga engga kenal ma ." Ayu pun menjawab pertanyaan mama dengan jujur.


" Iya bu, terimakasih." dengan sedikit sungkan pria yang bernama Rifky itu pun memasuki rumah Ayu.


" Maaf bu, kalo kedatangan saya siang ini, justru mengganggu istirahat ibu sekeluarga." ujar dengan nada yang sangat sopan. yang pasti nya sejak tadi pria itu tidak memandang ke arah Ayu.


" Tidak apa - apa, kalo boleh tau mas nya ini siapa ? dari mana ? dan ada perlu apa datang ke mari ?." kali ini mama seolah menjadi seorang petugas introgasi saja. setelah menyediakan minuman untul tamu nya saat ini."


Semenjak Ayu resmi menjadi janda, memang tidak sedikit pria yang datang ke rumah Ayu, dengan niat melamar Ayu menjadi istri. jadi wajar jika mama mengira bahwa pria di depan saat ini akan melamar Ayu.


" Nama saya Muhammad Rifki, saya dari kota B dan saya merupakan asisten dari ustadz Ahmad. sebenar nya saya sudah hampir dua bulan mencari keberadaan mba Ayu. akan tetapi, saya tidak menemukan mba nya. saya hanya dapat kabar kalo mba nya telah kembali ke kampung halaman. saya mencari mba Ayu, karna saya mendapat amanah dari ummi Khadijah untuk memberikan surat ini pada mba Ayu. boleh silahkan di baca mba." ujar nya mempersilahkan Ayu untuk membuka dan membaca isi di dalam nya.


Mendengar perkataan pria di depan nya ini, Ayu dengan perlahan membuka surat yang ada di tangan nya.

__ADS_1


' Assalamualaikum ..


Ayu ini ummi, selamat ya .. untuk kelahiran dede bayi nya, pasti putri Ayu sangat cantik seperti ummi nya. Yu .. boleh ummi minta tolong sama Ayu ? ummi ingin meminta satu permintaan sama Ayu. Ayu mau ya .. melanjutkan perjuangan ummi untuk mengurus abi. karna entah kenapa saat pertama kali ummi melihat Ayu, ummi sangat menyukai Ayu. dan entah kenapa, ummi menginginkan Ayu untuk selalu dekat dengan ummi. Yu .. saat Ayu membaca surat ini, ummi sudah tak ada di dunia ini. karna hampir satu tahun ini ummi mengidap penyakit kangker. jadi, saat ini ummi minta tolong pada Ayu, tolong rawat abi untuk ummi ya Yu .. dan menikah lah dengan abi. karna abi butuh seorang wanita yang seperti Ayu. hanya ini yang mampu ummi tulis untuk Ayu, sekali lagi ummi minta tolong pada Ayu.


salam sayang untuk Ayu,


Ummi Khadijah.


Deg


Deg


" Innalilahi wa' innalihirojiun ..." ujar Ayu sesaat setetah selesai membaca surat yang telah terkirim untuk nya.


" Ada apa Yu ?." ujar mama bingung saat mendengar perkataan Ayu barusan.


" Tolong jelas kan, karna saya masih belum mengerti tentang isi surat ini ?." ujar Ayu pada pria yang membawa surat ummi Khadijah pada Ayu. tanpa menjawab pertanyaan dari mama.


" Maaf mba Ayu, saya sendiri tidak tahu isi amanah itu apa. yang jalas saya di beri amanah oleh almarhumah ummi Khadijah sebelum beliau meninggal, untuk memberikan surat ini pada mba Ayu." ujar pria itu memberi penjelasan pada Ayu.


" Tapi isi amanah ini terlalu berat untuk Ayu, bagaimana mungkin Ayu bisa menjalankan amanah yang di berikan untuk Ayu. jika boleh tau, apakah suami dari ummi Khadijah mengetahui tentang hal ini ?." kembali Ayu berujar.


" Saya kurang tahu mba, yang jelas ustadz Ahmad saat ini tengah terbaring lemah di tempat tidur. beliau jadi sering sakit - sakitan saat meninggal nya ummi Khadijah. beliau juga beberapa kali keluar masuk rumah sakit, dengan keluhan pada lambung, sebab kurang nya makan dan tidur." ujar pria itu menjelaskan pada Ayu, tentang kondisi ustadz Ahmad.


Mendengar perkataan pria di hadapan nya inu sungguh mampu membuat Ayu semakin bingung, apa yang akan di lakukan nya saat ini.


***

__ADS_1


__ADS_2