Perjuangan Istri Yang Tersakiti

Perjuangan Istri Yang Tersakiti
Awal pernikahan


__ADS_3

***


Studi menyebutkan tentang pernikahan dini yang memiliki resiko lebih tinggi, terutama pada mental, baik itu gangguan kecemasan, stres, bahkan dapat menyebab kan depresi. karna kondisi ini terjadi, umum nya adalah faktor ketidaksiapan dalam menjalani beban dan tanggung jawab sebagai suami atau istri.


Dan ini lah awal pernikahan sekaligus awal kehidupan Ayu, sebuah pernikahan pada usia dini. yang saat ini menanggung sebuah beban dan tanggung jawab sebagai seorang istri. walau pun bang lutfi mengatakan bahwa diri nya tak memaksa Ayu untuk berubah. akan tetapi, justru keadaan lah yang sudah merubah Ayu dengan paksa.


Jika ada yang mengatakan bahwa diri tak harus berubah hanya karna status berubah, maka itu hanya omong kosong. justru status lah yang merubah diri mu, status dapat merubah seseorang menjadi baik dan buruk, status juga dapat merubah mu menjadi sombong. dan itu dapat terjadi secara keterpaksaan atau pun dengan kesuka relaan.


Setelah selesai melakukan seluruh rangkaian resepsi pernikahan, kini Ayu harus kembali berpisah dengan mama dan keluarga. karna saat ini Ayu harus mengikuti bang Lutfi, yang saat ini berkerja di salah satu perusahaan tambang di luar kota.


Ayu yang notabene nya saat ini sebagai istri tentulah harus mengikuti suami ke mana pun bang Lutfi membawa nya, ibarat pepatah jawa mengatakan ' surgo nunut neroko katutut '.


" Yu .. sekarang Ayu sudah tanggung jawab suami Ayu, apa yang di katakan suami Ayu, selama masih dalam konteks baik dalam agama. maka Ayu wajib mengikuti nya, dan jangan sekekali Ayu membantah apa yang di katakan suami Ayu. suami adalah imam untuk istri, maka kita wajib mengikuti nya. jangan seperti mama yu .. cukup mama yang merasakan harus gagal berkali - kali dalam rumah tangga, dan itu jangan sampai terjadi pada Ayu. " ujar mama menasehati Ayu, sesaat sebelum keberangkatan kedua pengantin baru itu.


" Insya Allah ma .. Ayu akan ingat perkataan mama. doa kan Ayu, agar Ayu bisa menjalani semua nya." ujar Ayu pada mama.


Ini lah yang membuat Ayu masih belum merasa yakin dengan diri nya, sanggup kah diri nya dengan beban dan tanggung jawab sebagai istri. mendengar nasehat mama saja Ayu sudah di buat pusing memikirkan nya.


Tapi satu keyakinan Ayu untuk saat ini, Ayu cukup berenang saja mengikuti arus. entah sampai mana arus itu akan membawa Ayu, maka Ayu hanya berpasrah saja dengan hasil akhirnya.

__ADS_1


" Mama tidak usah kuatir, insya Allah saya akan jaga Ayu ma .. doa kan saja kami berdua." ujar bang Lutfi yang saat ini berpamitan dengan mama Ayu.


" Iya, mama akan selalu mendoa kan yang terbaik untuk kalian berdua. mama titip Ayu nak." dengan memeluk bang Lutfi mama menangis di bahu menantu nya itu.


" Dan tolong .. jangan sakiti Ayu, tolong jaga Ayu, lindungi Ayu serta didik Ayu." ujar mama Ayu melanjutkan kata - kata nya.


" Insya Allah ma .." bang Lutfi pun membalas perkataan serta pelukan mama.


Setelah berpamitan kini kedua nya pun beranjak pergi. pergi menuju kota baru bagi Ayu, rumah baru, serta kehidupan yang baru pula bagi Ayu. setelah melakukan perjalanan beberapa jam, kedua nya kini telah sampai di kota T, dan tepat nya saat ini Ayu tengah berdiri di salah satu rumah kontrakan yang ada di kota T.


Sebuah rumah yang memang sengaja bang Lutfi kontrak untuk tempat tinggal kedua nya. sebenarnya tempat bang Lutfi bekerja memang berada di area hutan tambang. dan selama ini pula, bang Lutfi memang tinggal di mes yang di sediakan oleh perusahaan yang ada di area tambang di dalam hutan. dan untuk saat ini, diri nya tidak mungkin membawa Ayu untuk ikut diri nya ke dalam hutan.


" Allhamdulilah ... akhir nya sampai juga." ujar bang Lutfi dengan memasuki rumah kontrakan.


" Masuk dek, ngapain masih di luar." saat melihat sang istri yang masih berdiri mematung di depan rumah kontrakan.


" Ehh ... iiiya bang ." karna terkejut, ayu pun sampai terbata.


Ayu pun langsung masuk mengikuti langkah suami nya yang terlebih dahulu memasuki rumah. ketika memasuki rumah yang akan Ayu tempati saat ini, keadaan nya memang lah lumayan luas, dengan dua kamar tidur, dapur dan kamar mandi. sungguh sangat luas, jika di bandingkan dengan tempat tinggal nya selama ini.

__ADS_1


Dan di sini lah mungkin Ayu akan menikmati fasilitas yang secara khusus hanya untuk diri nya dan suami. jika menoleh ke belakang, mungkin keadaan Ayu saat ini jauh lebih baik, jauh sebelum diri nya menikah. yang pasti nya saat ini keadaan finansial Ayu sangat lah stabil.


" Ada apa, kok dari tadi ngelamun terus, entar kesambet lho .." bang Lutfi mengagetkan lamunan Ayu dengan memeluk Ayu dan melingkarkan kedua tangan nya di perut Ayu.


" Asstagfirullah bang .. suka banget bikin Ayu kaget." ujar Ayu. diri nya terkejut saat merasakan tangan yang melingkar bebas pada di perut nya.


" Ya .. abis nya dari tadi Ayu melamun terus, ada apa ? kenapa ? cerita sama abang, biar abang tau. karna abang bukan cenayang yang tau isi fikiran Ayu." bang Lutfi bertanya pada sang istri. prihal sang istri yang sejak kedatangan kedua nya tadi di rumah itu, lebih banyak melamun.


" Ayu cuma masih mikir aja bang, secepat ini kah Ayu merasakan perubahan dalam diri Ayu. bukan hanya status Ayu yang menjadi istri abang, tapi status finansial Ayu pun berubah setelah menjadi istri abang. jika Ayu di tanya bersyukur, iya Ayu sangat bersyukur. akan tetapi, mampu kan Ayu menjadi istri yang sesuai dengan keinginan abang ?." ujar Ayu mengungkap kan segala kegundahan hati nya saat ini.


" Seeettt ... jangan terlalu banyak mikir, sekarang kita cukup mengikuti alur nya saja. dalam pernikahan, semua memang berbeda. hanya saja kita harus berusaha untuk menyatukan perbedaan itu. jangan berusah untuk menjadi istri yang abang ingin kan. tapi berusaha lah menjadi istri yang abang butuh kan. " dengan mengecup gemas pipi istri kecil nya yang tembeb bak bakpao.


" Ajari Ayu , agar Ayu bisa menjadi yang abang butuh kan. rangkul dan tuntun Ayu, agar Ayu selalu ada di samping abang. serta didik Ayu, agar Ayu bisa menjadi istri yang mengerti abang. " dengan membalikan badan nya, dan memeluk erat tubuh sang suami.


" Insya Allah .. kita berdua akan sama - sama belajar, dan saling mengingatkan ." ujar bang Lutfi. dengan membalas erat memeluk tubuh istri kecil nya.


Ini lah manis nya di awal pernikahan Ayu, diri nya yang merasa beruntung mendapat kan sosok suami yang dewasa dan jauh lebih mengerti dan memahami diri nya saat ini. sosok suami yang saat ini tidak banyak menuntut diri nya harus berubah, sosok suami yang sabar menghadapi tingkah kekanak - kanakan nya.


Hanya saja, akan kah awal pernikahan yang manis ini akan bertahan di tahun - tahun berikut nya. bagai mana pun, Ayu sudah memahami seperti apa kegagalan dalam berumah tangga. karna diri nya telah belajar banyak dari kedua orang tua nya. karna guru terbesar dalam hidup, bukan orang yang mempelajari tentang hidup. akan tetapi, pengalaman hidup lah yang lebih banyak mengajari kita tentang hidup.

__ADS_1


***


__ADS_2